Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Thursday, April 9, 2015

10-4-1912: Keanehan Saat Awal Pelayaran 'Maut' Titanic


Rabu 10 April 1912 menjadi momentum pelayaran perdana Kapal Titanic dari Pelabuhan Southampton, Inggris. Pukul 09.30 penumpang mulai berdatangan: kelas tiga naik duluan dan wajib menjalani serangkaian tes kesehatan, diikuti penumpang kelas 2, dan yang terakhir kelas satu -- yang disambut langsung oleh nakhoda, Kapten Smith. Diantar penuh hormat ke kabin mewah setara hotel bintang lima.

Jelang tengah hari, sekitar pukul 11.45, Titanic membunyikan peluitnya. Tiga kali. Tanda kapal segera angkat sauh. Namun, sebuah kecelakaan nyaris tak terhindarkan.

Titanic berlayar di samping kapal SS New York dan Oceanic yang sedang berlabuh. Bobot raksasanya mengakibatkan kapal-kapal kecil tersebut terangkat dan kemudian terhempas gelombang air yang besar.

Kabel labuh SS New York tidak sanggup menghadapi tegangan mendadak, kemudian putus, sehingga kapal tersebut berayun ke arah Titanic. Kapal tunda di dekatnya, Vulcan, berusaha mengendalikan kapal milik America Line itu.

Kapten Smith pun memerintahkan agar mesin-mesin Titanic "dimundurkan penuh". Kedua kapal menghindari tabrakan dengan beda jarak yang tipis, sekitar 1,2 meter. Insiden ini menunda keberangkatan Titanic selama satu jam, sementara SS New York yang hanyut berhasil dikendalikan.

"Mereka yang percaya takhayul menyebut, kejadian itu adalah pertanda buruk bagi kapal yang sedang melakukan pelayaran perdana," demikian dikutip dari situs History.com.

"Ironisnya, Titanic nyaris bertabrakan dengan kapal yang diberi nama sesuai dengan tujuan pelayarannya (New York)."

Kejadiannya hampir sama dengan yang dialami saudarinya, Olympics yang bertabrakan dengan HMS Hawke pada September 1911.

Bukan itu saja keanehan yang dialami Titanic jelang keberangkatannya. Sebongkah batu bara kecil yang terbakar ditemukan di salah satu bunkernya. Kondisi yang mengkhawatirkan, tapi tak jarang terjadi di kapal uap pada masa itu. Namun, kapten dan kepala teknis menyimpulkan, tak ada risiko yang ditimbulkan.

Titanic akhirnya melaju anggun, membelah lautan disaksikan ratusan pasang mata. Tanpa upacara pelepasan dan pidato bertele-tele dari pejabat terhormat.

Meski begitu, para penumpangnya di kelas satu adalah orang-orang penting, di antaranya masuk daftar terkaya di dunia kala itu. Yang paling tajir adalah John Jacob Astor IV -- yang baru bikin geger tahun sebelumnya, gara-gara menikahi Madeleine Talmadge Force (18), yang 29 tahun lebih muda, tak lama setelah menceraikan istri pertamanya.

Ada juga pemilik Macy’s, toko serba ada untuk kalangan menengah ke atas, Isidor Straus, dan istrinya, Ida. Benjamin Guggenheim, industrialis asal Jerman bahkan naik Titanic membawa serta kekasih dan para pembantunya.

Mereka yang menyertai para miliuner ditempatkan di kelas 2, bersama para akademisi, jurnalis, dan turis yang ingin menjajal kelas 2 Titanic -- yang layanannya mirip kelas 1 di pelayaran lain. Sisanya, 709 adalah penumpang kelas geladak.

Dari 2.224 orang yang ada di dalamnya kala itu, lebih dari 1.500 di antaranya tewas.



Ketika itu, sekoci penyelamat hanya mengangkut 12 orang, padahal sebenarnya perahu bisa untuk menampung 40 orang.


Tragedi pun terjadi pada Minggu malam 14 April 1912. Titanic saat itu berlayar di Atlantik Utara dengan kecepatan nyaris penuh. Laut tenang, tiada badai menghadang.

Pukul 23.40, tiba-tiba hentakan keras mengguncang kapal, Titanic menabrak gunung es. Akibatnya sisi kanan kapal melengkung, benturan juga melubangi 5 dari 16 kompartemennya. Titanic dirancang untuk tetap mengapung jika 4 kompartemennya bocor. Tapi yang terjadi kala itu lebih gawat.

Dua jam empat puluh menit kemudian, Titanic, kapal terbesar, tercanggih, dan termewah di zamannya, tamat.

Selain perlayaran perdana Titanic, tanggal 10 April juga diwarnai sejumlah kejadian bersejarah. Pada 1919, pemimpin Revolusi Meksiko Emiliano Zapata ditembak mati.

Sementara pada 2010, pesawat Tupolev Tu-154M milik Polandia jatuh di Rusia. Sebanyak 132 penumpang, termasuk Presiden Lech Kaczyński meninggal dunia. (Ein/Ans)
sumber

Wednesday, April 8, 2015

Melihat Isi Otak Para Pembunuh Secara Ilmiah



Mengapa para pembunuh begitu kejam? Apa yang ada di dalam otak mereka? Untuk mencari tahu hal tersebut, para ilmuwan berusaha menyelidiki pikiran para pembunuh untuk mengetahui bagaimana mereka dapat membenarkan tindakan kekerasan dan kejahatan.

Scan otak menunjukkan wilayah yang disebut lateral orbitofrontal cortex (OFC) menjadi aktif pada orang-orang yang membenarkan kejahatan. Peneliti mengklaim hasilnya dapat memberikan pengetahuan penting tentang bagaimana orang-orang dalam situasi tertentu, seperti perang, mampu melakukan kekerasan ekstrem terhadap orang lain.

Penelitian yang dipimpin oleh Monash University, meminta relawan untuk bermain video game di mana mereka membayangkan diri mereka menembak warga sipil tak berdosa atau tentara musuh. Dr Pascal Molenberghs kemudian merekam aktivitas otak mereka menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) saat mereka bermain.

“Ketika peserta membayangkan diri mereka menembak warga sipil, aktivasi yang lebih besar ditemukan di lateral OFC, area otak penting yang terlibat dalam pengambilan keputusan moral," kata Dr Molenberghs.

Hasil menunjukkan bahwa mekanisme saraf yang biasanya terlibat dengan merugikan orang lain menjadi kurang aktif ketika kekerasan terhadap kelompok tertentu dipandang sebagai hal yang benar.

"Temuan menunjukkan bahwa ketika seseorang bertanggung jawab atas apa yang mereka lihat sebagai kekerasan dianggap benar atau tidak dibenarkan, mereka akan memiliki perasaan bersalah yang berbeda yang terkait dengan itu," kata Dr Molenberghs. "Untuk pertama kalinya kita bisa melihat bagaimana rasa bersalah ini berhubungan dengan aktivasi otak tertentu."

Penelitian ini mengikuti penelitian terpisah tahun lalu yang menemukan sebagian besar tindak kekerasan berasal dari keinginan yang besar untuk melakukan hal yang benar. Studi tersebut berpendapat bahwa banyak serangan kekerasan yang dilakukan sebagai bentuk retribusi, dengan perasaan agresor seolah-olah mereka harus melakukan kejahatan.

"Ketika seseorang melakukan sesuatu untuk melukai diri sendiri atau orang lain, atau membunuh seseorang, mereka biasanya melakukannya karena mereka berpikir mereka harus,” kata Profesor Alan Fiske dari University of California. "Mereka pikir mereka harus melakukannya, bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, bahwa mereka harus melakukannya dan bahwa itu secara moral diperlukan."

Tahun lalu, seorang ahli saraf Jerman juga mengklaim telah menemukan bagian otak ‘jahat’ mana yang mengintai pembunuh, pemerkosa dan perampok.

Ilmuwan Bremen Dr Gerhard Roth mengatakan ‘bagian jahat' itu terletak pada lobus tengah otak dan muncul sebagai massa gelap pada sinar-X. Dia menemukan ketika menyelidiki pelaku yang dihukum akibat tindakan kekerasan selama bertahun-tahun untuk studi pemerintah Jerman.

"Kami menunjukkan orang-orang ini film pendek dan diukur gelombang otak mereka," katanya. "Setiap kali ada adegan brutal dan kotor, subyek tidak menunjukkan emosi. Di daerah otak mana kita membuat kasih sayang dan kesedihan, tidak ada yang terjadi."

Massa gelap di depan otak, katanya, muncul di semua scan orang dengan catatan kekerasan kriminal.

Penelitiannya telah membuatnya percaya bahwa beberapa penjahat memiliki 'genetik kecenderungan' kekerasan.

"Ketika Anda melihat scan otak penjahat, hampir selalu ada kekurangan parah di dahi bagian bawah otak,” katanya menambahkan. "Ada kasus di mana seseorang menjadi penjahat akibat dari tumor atau cedera di daerah itu, dan setelah operasi pengangkatan tumor dilakukan, orang itu benar-benar normal kembali."

Atau ada defisit fisiologis, karena zat-zat tertentu seperti serotonin di otak depan tidak bekerja secara efektif.

Wednesday, April 1, 2015

Kisah Horor dan Upaya Manusia 'Menembus' Bumi

Ini kisah horor yang pernah heboh: konon, pada 1970-an, para ilmuwan Rusia berniat 'melubangi' Bumi. Mereka menggali tanah hingga kedalaman lebih dari 14 kilometer menembus lapisan kerak (earth crust).

Namun, hawa panas sekitar 2.000 derajat Fahrenheit atau 1.093 derajat Celcius menghentikan penggalian itu. Para ilmuwan lalu memasukan mikrofon untuk mendapatkan data audio pergerakan kerak bumi. Namun, mereka takut bukan kepalang saat mendengar suara mirip teriakan jutaan orang yang sedang disiksa.

Tak hanya itu, penampakan mengerikan mirip kelelawar disebut muncul dari lubang untuk memberikan peringatan keras. Kaget dan merinding, para ilmuwan memutuskan untuk menghentikan proyek mereka.

Meski mayoritas berisi kebohongan, ada kebenaran di balik kisah tersebut. "Uni Soviet (memang) mencoba menggali sedalam mungkin dari tahun 1970-1989. Namun berhenti di kedalaman 12 kilometer, hanya sekitar 0,1 persen dari kedalaman yang dibutuhkan untuk menembus Bumi," kata fisikawan Alexander Klotz dari McGill University di Montreal, Kanada, seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Rabu (1/4/2015).

Kini, topik yang sama kembali mencuat: upaya manusia untuk menembus Bumi. Jika terowongan berhasil dibuat, kira-kira berapa waktu yang dibutuhkan?

Skenario sebelumnya menyebut tentang 'terowongan gravitasi' (gravity tunnel) yang dibor dari satu sisi Bumi, melewati inti, dan keluar dari sisi lain planet. Dengan cara itu, waktu yang diperlukan adalah 42 menit dan 12 detik.

Mengasumsikan bahwa Bumi adalah planet padat seperti kelereng.  Tantangannya adalah bagaimana agar terowongan tahan panas yang intens dan pepatnya tekanan di dalam Bumi.

Kini, perhitungan terbaru menyebut, waktu yang dibutuhkan mungkin lebih pendek dari 42 menit.

Kuncinya adalah kekuatan daya tarik gravitasi bumi, yang berkaitan dengan kepadatan yang berbeda di berbagai lapisan Bumi. Kekuatan gravitasi akan berkurang saat seseorang mendekati inti Bumi.



Dengan mengasumsikan tak ada hambatan udara, momentum jatuh bisa berayun ke permukaan sisi lain Bumi.  Siapapun yang terjun harus memastikan segera keluar dari lubang. Atau, ia akan kembali jatuh, meluncur bolak-balik di dalam terowongan gravitasi, seperti pendulum yang berayun.

"Bayangkan seperti perosotan yang membutuhkan waktu 40 menit untuk turun, hingga kecepatan 8 kilometer per detik," kata Alexander Klotz. "Pada setengah jalan, gravitasi akan berubah arah, Anda akan berayun dan harus berpegangan pada sesuatu jika tak ingin kembali ke asal."

Asumsi 42 menit yang dikeluarkan pada 1966 mengabaikan bagaimana cara mengebor lubang hingga kedalaman 12.742 km sampai tembus ke sisi Bumi yang lain. Hipotesis tersebut mengasumsikan bahwa planet manusia seperti kelereng.

Kini dengan perhitungan yang lebih realistis, Klotz menemukan waktu yang dibutuhkan untuk menembus Bumi adalah 38 menit dan 11 detik -- sekitar 4 menit lebih cepat dari yang dikira sebelumnya.

Klotz mendasarkan kalkulasinya pada struktur internal Bumi yang didapatkan dari data seismik. Kerak bumi, kata dia, memiliki kepadatan kurang dari 3 gram per centimeter kubik, sementara di bagian inti kepadatannya 13 gram per centimeter kubik.

Pola kepadatan Bumi tak otomatis gradual berdasarkan lapisannya. Ada peningkatan tajam di batas antara mantel dan inti terluar -- di kedalaman 2.900 km.

Para fisikawan juga mengasumsikan tak ada hambatan udara di terowongan gravitasi. "Saya membayangkan, jika kita bisa memiliki teknologi untuk menggali terowongan sedalam itu, kita sudah mempunyai teknologi untuk menghisap udara dari dalamnya," kata Klotz.

Yang mengejutkan, Klotz menemukan bahwa kalkulasinya nyaris identik -- dengan hasil jika ia mengasumsikan kekuatan tarikan gravitasi seragam di seantero Bumi, termasuk di permukaan. Kok bisa?

Ini jawabannya, "gravitasi hanya berubah sekitar 10 persen saat sesorang menuju ke kedalaman Bumi  -- awalnya menguat, lalu melemah. Menguat di kedalaman 3.000 km," kata Klotz. "Awalnya terasa berat dan harus menambah kecepatan untuk bergerak, namun, ketika mencapai wilayah di mana gravitasi berbeda dengan permukaan, seseorang butuh lebih sedikit waktu untuk melewatinya."

Klotz menjelaskan secara detil temuannya dalam American Journal of Physics edisi Maret 2015. Namun, jangan pernah mengharapkan seseorang menguji apakah perhitungan itu benar dalam waktu dekat. Manusia belum punya teknologi menembus Bumi.

sumber: liputan6.com

Wednesday, May 14, 2014

Misteri Air Terjun Tempat Semedi Patih Gajah Mada

Sebuah air terjun yang terletak dibalik hutan belantara kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kono adalah tempat dimana Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit melakukan semedi terakhir.
Foto : theklek.wordpress.com

Menurut cerita yang tertulis dalam buku Negarakertagama abad 14, zaman itu Raja Majapahit Hayam Wuruk memberikan sedikit tanah kepada patih Gajah Mada yang diberi nama Madakaripura.
Foto : uklammada.tumblr.com
Menurut cerita juga, Maha Patih yang terkenal dengan sumpah palapanya itu mendapatkan wangsit, Maka tidak heran jika sekarang banyak orang yang berkunjung kesana dengan harapan mendapatkan wangsit dan tempat ini sangat erat sekali dengan dunia mistis. 

Selain dipercaya oleh sebagian orang dapat mendatangkan wangsit, air terjun ini juga dipercaya oleh masyarakat bisa membuat awet muda.
sumber : Tercengang

Sunday, April 13, 2014

Misteri Lukisan Goa Tertua di Dunia

Di zaman prasejarah, manusia menjadikan gua sebagai tempat perlindungan. Berbagai kegiatan mulai dari tidur hingga membuat lukisan indah pun dilakukan di sana. Namun, tahukah Anda lukisan gua mana yang paling tua di dunia?

Lukisan gua biasanya identik dengan pola titik, garis tangan, atau gambar hewan. Tak hanya di satu tempat, lukisan tangan seperti itu banyak ditemukan di banyak gua di dunia. Namun tak ada yang tahu lukisan gua mana yang paling tertua.


Arkeolog menemukan ada 11 lokasi gua di Spanyol yang dianggap memiliki lukisan gua paling tua. Dari BBC, Jumat (11/4/2014) salah satunya ada di Gua El Castillo. Pola titik yang samar diperkirakan berusia 40.800 tahun. Usia inilah yang membuatnya dinobatkan sebagai lukisan gua tertua di dunia.

"Di El Castillo, kita menemukan stensil tangan yang dibentuk, seperti cat yang ditiup ke tangan dan menempel di dinding gua," jelas ilmuwan dari Bristol University, Inggris, Dr Alistair Pike.

Gua El Castillo berada di Kota Puente Viesgo, Provinsi Cantabria, Spanyol. Masuk ke dalam, turis langsung dihadapkan dengan lukisan di dinding gua yang begitu jelas.

Mulai dari titik titik besar berwarna merah, hingga cetakan telapak tangan masih terlihat jelas di sana. Bukan cuma itu, jika menoleh ke dinding yang lain, turis bisa melihat ada lukisan dinding berbentuk hewan.

Saat dihitung arkeolog, Gua El Castillo ternyata berisi lebih dari 100 gambar yang berbeda. Gambar-gambar ini diduga dicat menggunakan arang. Sedangkan warna merah diduga berasal tumbuhan di sekitar.

Tuesday, January 7, 2014

Misteri Mayat Menjadi Mumi Secara Alami

Mumi adalah mayat yang diawetkan dengan cara dibalsam dan melalui proses yang panjang. Tapi, ada yang aneh dengan mayat-mayat di San Bernardo, Kolombia. Mayat di sana menjadi mumi secara alami begitu saja.

Mumi identik dengan Mesir. Sebab, di sanalah traveler bisa melihat mumi berupa mayat yang berusia ribuan tahun tapi masih memiliki kondisi yang bagus dan tak hancur. Kalau yang lebih aneh, ada di San Bernardo, Kolombia.

Dilongok dari Oddity Central, Selasa (7/1/2014) San Bernardo adalah sebuah kota yang berjarak 3 jam dari Bogota, ibukota negara Kolombia. Kota yang hanya memiliki penduduk sebanyak 17 ribu orang ini punya mumi yang jadi perhatian traveler dunia dan para ilmuwan.

Mumi-mumi di San Bernardo diperkirakan terjadi secara alami. Terang saja, masyarakat di sana tidak mengenal cara mengawetkan mayat dengan balsam seperti di Mesir. Mumi-mumi di San Bernardo pun masih dalam kondisi yang bagus.

Penemuan mumi di San Bernardo terjadi pada 15 tahun lalu. Saat itu, seorang penggali kubur bernama Eduardo Cifuentes menemukan mayat-mayat yang bentuknya sudah seperti mumi di dalam peti mati. Dia memperkirakan mayat-mayat tersebut sudah dikubur sejak tahun 1957. Eduardo saat itu kaget bukan kepalang, karena kulit mayatnya masih terlihat jelas pucat dan keriput!

Para ilmuwan hingga kini masih belum bisa menjelaskan mayat yang menjadi mumi di San Bernardo. Di kawasan Amerika Latin, juga ditemukan mumi di Guanajuato, Meksiko. Tapi, mayat yang jadi mumi di sana akibat gas dan dikubur dalam tanah.

Berbeda dengan pemakaman di Kolombia, mayat ditaruh dalam peti mati dan tidak dikubur ke dalam tanah. Ada bangunan khusus untuk menyimpan mayat dalam peti mati tersebut.

Berbagai spekulasi pun bermunculan. Masyarakat setempat beranggapan, orang-orang San Bernardo pada zaman dulu masih hidup secara tradisional dan sama sekali tidak mengenal zat-zat kimia pada makanannya. Air di sana pun murni dan bersih, sehingga membuat mayat orang yang meninggal masih dalam keadaan yang bagus.

Sebagian masyarakat menyebut buah guatila dan balu yang menyebabkan kondisi mayat tidak hancur. Dua buah ini adalah makanan khas setempat yang diyakini baik untuk kesehatan dan sering dikonsumsi oleh penduduk San Bernardo.

Buah guatila ukurannya sebesar jeruk, berwarna hijau, dan memiliki duri. Biasanya, buah ini dimakan dengan cara mengupas kulitnya dan daging buahnya direbus untuk ditambahkan dalam sup.

Kalau balu seperti kacang polong. Masyarakat San Bernardo biasa memasak dan menghaluskannya menjadi tepung untuk adonan kue.

Pemerintah San Bernardo pun menjadikan mumi sebagai salah satu daya tarik Kolombia untuk turis. Walikota setempat, Antonio Acosta merencanakan pembangunan museum untuk menaruh 8 mumi yang kondisinya paling bagus dan bakal ditaruh dalam lemari kaca.

Sunday, December 29, 2013

Misteri Api Abadi 4000 Tahun " Baba Gur "

Fenomena Api Abadi sejak jaman dahulu sudah menarik perhatian banyak orang, salah satu fenomena api abadi yang terkenal adalah Api Abadi Baba Gur di Irak. Api Abadi Baba Gur Dipercaya sudah Berumur 4000 (empat ribu) tahun, waw sudah ada sejak sebelum masehi.
Api Abadi Baba Gur yang berusia 4000 tahun
(foto : amusing planet )
Api Abadi Baba Gur pertama kali ditemukan pada tahun 1927, ditemukan ditengah tengah ladang minyak yang pada saat itu merupakan ladang minyak terbesar di dunia.
( Foto : amusing planet )
Ada beberapa kisah menarik dari Api Abadi Baba Gur ini, diantaranya adalah banyak wanita mendatangi Api Abadi Baba Gur untuk mendapatkan bayi laki-laki.

Bagaimana Api Abadi Baba Gur yang berumur 4000 tahun Dijelaskan secara ilmiah ?
Api Abadi Baba Gur berasal dari hasil gas alam dan nafta berupa kumpulan hidokarbon cair yang merembes melalui celah batuan di sekitar Baba Gur.