Showing posts with label Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Inspiratif. Show all posts

Sunday, April 24, 2016

Masya Allah!!! Remaja Hamil Ini Berteriak Minta Tolong dari Dalam Kuburan Usai Dimakamkan

NONSTOP BERITA - Seorang perempuan muda yang tengah hamil tiga bulan bangun kembali dan berteriak minta tolong sehari setelah ia dinyatakan meninggal dan dikuburkan oleh keluarganya.


Seperti yang dilansir dari Daily Mail, sebuah video menunjukkan beberapa anggota keluarga berusaha membongkar kembali makam Neysi Perez (16).

Salah satu kerabat yang berusaha mengeluarkan Neysi Perez menemukan bahwa kaca peti mati itu rusak dan jari-jari saudaranya itu memar.

Sayangnya setelah berbagai upaya dilakukan gadis itu tetap tidak selamat dan ia kembali dimakamkan di makam yang sama.

Neysi Perez asal La Endtrada, bagian barat Honduras yang tengah hamil tiga bulan dilaporkan jatuh tak sadarkan diri setelah terbangun malam hari untuk pergi ke toilet. Toilet itu berada di luar rumahnya.

Diyakini ia terjatuh karena panik setelah mendengar suara ledakan tembakan. Saat terjatuh dan tidak sadarkan diri mulutnya mengeluarkan busa. Keluarga percaya putri mereka mengalami hal ini karena kerasukan roh jahat.

Kerabat Neysi Perez menceritakan bagaimana pemuka agama lokal berusaha mengeluarkan roh jahat keluar dari tubuh Neysi Perez.
Wanita ini kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal setelah tiga jam tenaga medis coba menyelamatkannya.

Neysi Perez kemudian dimakamkan dengan mengenakan baju pengantin yang dipakainya saat menikah.

Sehari setelah pemakamannya, sang suami Rudy Gonzales mengunjungi makam istrinya. Saat berkunjung ia mendengar suara benturan dan jeritan dari dalam makam beton tersebut.

Dalam rekaman tampak keluarga berusaha sekuat tenaga untuk membongkar makam tersebut menggunakan palu besar lalu membuka peti mati untuk mengeluarkan Neysi Perez.

"Saya sangat terpukul dengan kepergiannya. Belahan jiwaku pergi begitu cepat. Saat mengunjungi makam, saya meletakkan tangan di pusaranya lalu kemudian mendengar suara. Saya mendengar suara istri saya menjerit minta tolong. Itu sehari setelah kami memakamkannya. Saya tidak bisa percaya itu," ujar Rudy Gonzales kepada televisi Primer Impacto.


Petugas pemakaman mengatakan ia juga mendengar suara-suara datang dari pemakaman. Namun ia meyakinkan dirinya bahwa suara itu berasal dari tempat lain. Ia tidak pernah membayangkan bawa ada seseorang yang hidup di dalam sana.

"Sore itu suami gadis tersebut datang dan memohon pada saya untuk mengeluarkan istrinya karena ia masih hidup. Dia histeris lalu semua keluarga datang dan menerobos ke pemakaman meneriakkan namanya," tuturnya.

Setelah berhasil dikeluarkan Neysi Perez kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di San Pedro Sula. Meskipun petugas medis sudah berusaha untuk menyelamatkannya, gadis itu dinyatakan meninggal dan kembali dimakamkan di tempat yang sama.

"Kam sudah melakukan berbagai rangkaian tes tapi gadis itu sudah meninggal. Mereka kemudian kembali membawanya dengan peti mati ke pemakaman," sebut Dr Claudia Lopez.

Dokter percaya Neysi Perez mungkin mengalami serangan panik yang cukup parah dan membuat aktivitas jantungnya berhenti sementara. Hipotesis lain adalah remaja itu mengalami serangan cataplexy. Dimana fungsi otot tiba-tiba berhenti. Biasanya dipicu karena stimulus emosional yang kuat seperti stres atau takut.

Ia mungkin kemudian meninggal karena kekurangan oksigen setelah terbangun di dalam peti mati yang tertutup.

Sepupu gadis itu, Carolina Perez mengatakan saat mengangkat tubuh saudaranya ia meletakkan tangannya di tubuh Neysi dan merasakan tubuh saudaranya itu masih hangat.



"Ada goresan di dahi dan jari-jarinya tampak memar. Ia seperti berusaha untuk keluar dari dalam peti dan melukai dirinya sendiri," cerita Carolina.

Ibu Neysi Perez, Maria Gutierrez percaya bahwa putrinya dikubur hidup-hidup dan menyalahkan petugas medis yang terlalu cepat menyatakan putrinya meninggal.

"Dia tidak terlihat seperti meninggal. Bahkan sehari setelah dimakamkan tubuhnya masih normal. Mayatnya tidak mau dan ia tampak seperti tidur nyenyak. Tubuhnya masih fleksibel. Itu tidak mungkin jika ia sudah meninggal berjam-jam," sebutnya.

"Saya pikir kami akan mendapatkan anak kami kembali," sesalnya.

(Sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com )

Masya Allah!!! Gadis 13 Tahun Ini Hamil Tanpa Hubungan Intim. Bagaimana Bisa? Inilah Penjelesannya

NONSTOP BERITA - Gadis 13 Tahun Ini Hamil Tanpa Hubungan Intim, Berikut Penjelasannya. Sungguh aneh apa yang telah menimpa gadis berusia 13 tahun ini. Gadis yang diketahui belum menikah ini hamil tanpa berhubungan intim, seperti yang dikutip dari salah satu media yang berasal dari Inggris.
Lalu, bagaimana gadis ini bisa hamil tanpa berhubungan intim?

Kejadian ini bermula ketika dirinya berlibur dan mandi di salah satu kolam renang yang berada di Mesir. Namun, selang beberapa hari dirinya dinyatakan hamil.

Kejadian yang terbilang cukup aneh dan menghebohkan ini mengingatkan sang ibu dengan sebuah berita yang sebelumnya bahwa ada seorang gadis yang berasal dari Jerman hamil setelah berenang di kolam renang.



Hal ini dapat terjadi karena ada salah seorang pria yang sengaja mengeluarkan sperma di dalam kolam renang tersebut.

Salah seorang ahli kedokteran mengatakan kalau suhu air dalam sebuah kolam renang mencapai 30 derajat celcius, suhu tersebut sangatlah cocok untuk sperma tetap bertahan hidup dan jika sperma tersebut masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang diketahui sedang berada dalam masa subur, maka tidak menutup semua kemungkinan wanita tersebut dapat hamil.

Bagi para gadis yang suka atau mempunyai hobi berenang tidak perlu khawatir ataupun takut. Karena zat kaporit yang ada dalam air kolam renang dapat membuat sperma tidak bertahan hidup dalam waktu yang lama.

Sebuah sperma hanya dapat hidup selama 1 jam saja. Jadi, kasus seperti yang dialami gadis di atas merupakan kejadian yang sangat langka dan jarang terjadi.

( sumber : forum.liputan6.com )

Sunday, April 17, 2016

Malaikat Maut Menangis Saat Cabut Nyawa Wanita Ini...


ilustrasi (ukhtiindonesia.com)

Islampedia - Malaikat Maut pernah menangis saat mencabut nyawa seorang wanita. Kisahnya yang mengharukan dicantumkan dalam Tadzkirah oleh Imam Qurthubi.

“Aku pernah menangis saat mencabut nyawa seorang wanita,” kata Malaikat Maut. “Saat itu ia baru saja melahirkan di padang pasir. Aku menangis saat mencabut nyawanya karena mendengar bayi tersebut menangis dan tidak ada seorang pun ada di sana.”

Tanpa sepengetahuan Malaikat Maut, karena ia hanya ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas menyelamatkan bayi itu dengan caranya hingga kemudian ia tumbuh besar dan menjadi seorang ulama yang dicintaiNya.

Dalam riwayat lainnya diceritakan kisah yang berbeda. Malaikat Maut ditugaskan mencabut nyawa seorang wanita yang tenggelam di sungai. Yang membuatnya menangis, wanita itu memiliki dua anak yang masih kecil. Kedua anak itu tidak ditakdirkan meninggal sehingga mereka selamat sampai ke tepian, bahkan Malaikat Maut ikut membantunya menepi.

Menyaksikan dua anak yang masih kecil tersebut, Malaikat Maut menangis karena ia harus mencabut nyawa ibunya. Mereka akan menjadi anak-anak sebatang kara.

Tahun demi tahun berlalu, dua anak itu akhirnya tumbuh dewasa. Dan dengan izin Allah, kedua anak itu sama-sama menjadi raja di dua daerah yang berbeda.

***

Kita tidak pernah tahu kapan Malaikat Maut akan datang mencabut nyawa. Satu yang pasti, tak akan ada yang mampu memajukan dan menunda kematian sesaatpun ketika Allah sudah menetapkan waktunya.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al A’raf: 34)

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Munafiqun: 11)

Bahkan meskipun Malaikat Maut iba pun, hal itu takkan menunda kematian yang telah dijadwalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’la.

Namun, kita juga tak boleh terlalu takut dengan masa depan anak-anak dan keturunan kita. Mereka hidup, tumbuh dan besar bukanlah karena kita tetapi atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti kisah di atas, bahkan ditinggal oleh orangtuanya sekalipun, Allah yang akan menjaga mereka.

Yang justru perlu kita persiapkan dan lebih kita perhatikan adalah bekal kita menghadapi kematian. Siapkah kita menghadapi alam barzakh. Siapkah kita menghadapi hari kebangkita. Siapkah kita menghadapi yaumul hisab saat seluruh amal kita dibuka di hadapan seluruh makhluk. Sudahkah kita memikirkan, seandainya Malaikat Maut datang secara tiba-tiba kepada kita, di mana tempat tinggal kita nantinya; surga atau neraka?.

Sumber: Kisahikmah.com

Thursday, March 10, 2016

Rasullah Takut Akan Terjadi Gerhana, Umatnya Sekarang Malah Gembira dan Menjadi Ajang Tontonan.. Mohon Sebarkan


Pada zaman Rasullah ketika di Madinah terjadi gerhana matahari, ketahuilah bahwa Rasulullah merasa takut dan segera mengajak umat Islam untuk shalat di mesjid. Meskipun beliau adalah manusia yang paling mengetahui segala sesuatunya [ lewat ijin Allah ] tapi Rasulullah tidak menunjukkan sikap yang tenang ketika terjadi gerhana.

Sebaliknya, Rasulullah malah waspada. Beliau takut dan khawatir akan terjadi kiamat.

Lihatlah, sungguh berbeda dengan sikap umat [ Islam ] sekarang ini. Merasa teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga menganggap peristitwa gerhana [ matahari atau bulan ] adalah sebuah peristiwa alam ‘biasa’ yang tidak perlu disikapi apapun. Jika Rasulullah takut, umatnya malah gembira. Jika Rasulullah waspada, umatnya malah sibuk berencana foto selfie. Jika Rasulullah khawatir akan terjadi kiamat, umatnya malah larut dalam rencana pesta gemerlap.

Astaghfirullah.

Akan jadi apakah umat ini jika sikap Rasulullah tidak menjadi teladan bagi kita? Janganlah kita merasa sok lebih pintar, sok lebih hebat, lebih canggih ketimbang jaman Rasulullah.

Meskipun jaman Rasulullah belum ada satelit luar angkasa, belum ada teropong bintang, bahkan belum ada mobil. Tapi ketahuilah, ilmu yang dimiliki Rasululah adalah yang paling luas, dalam dan lengkap yang pernah dimiliki oleh manusia.

Kita hanya tahu peristiwa gerhana matahari hanya dalam perspektif ilmu pengetahuan. Tapi apa kandungan peristiwa dibalik semua itu, kita buta sama sekali. Kita tidak punya ilmu sedikitpun untuk menyingkap tabir dibalik peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2016 ini. Mengapa gerhana tidak terjadi tahun sebelumnya, atau mengapa tidak 4 tahun lagi ?

Jawabannya bukan hanya persoalan science. Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang menyelimuti hal itu, yang tidak kita ketahui. Ada ‘suatu pesan’ yang hendak disampaikan Allah Ta’ala dari peristiwa gerhana ini.

Sesuatu yang menyelimuti itulah yang diketahui oleh Rasulullah, sehingga beliau merasa khawatir, takut dan waspada. Dan sebagai solusi dari ketakutan beliau, Rasulullah melakukan shalat kusuf,

Sungguh, Nabi Takut Akan Gerhana

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah.”

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu ’alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah.

Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat.

Siapa yang tahu peristiwa ini ternyata adalah tanda datangnya bencana atau adzab ? Atau tanda semakin dekatnya hari kiamat, misalnya dengan semakin lemahnya tembok yang mengukung Ya’juj dan Ma’juj ? Atau akan semakin keringlah sungai Eufrat di Iraq ?

Sesungguhnyam, ada ‘pesan’ apakah yang hendak disampaikan Allah Ta’ala dari peristiwa gerhana ini ?

Tidak patutlah umat Nabi Muhammad menyambut gerhana [ matahari atau bulan ] dengan suka cita. Karena tuntunan Rasulullah menyuruh kita untuk menghadapi gerhana dengan mempertebal keimanan, dan terus menerus berzikir mengingat Allah. Kita tidak tahu bencana apa sesungguhnya yang tengah menanti kita, tapi kita pasrahkan semuanya kepada Allah Ta’la.

Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya. Dan bukannya malah berpikir untuk foto selfie atau mengagumi peristiwa gerhana itu sendiri.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Monday, March 7, 2016

Subhanallah...! Belimbing Wuluh untuk Mengatasi Bahan Pengawet pada Mie Instan...!!!

Adanya zat pengawet buatan, pewarna buatan, dan penyedap rasa buatan pada mie instan yang biasa kita konsumsi sebenarnya sudah memenuhi standar BPOM. Sudah memenuhi batas aman. Masalahnya, jika kita terlalu sering mengonsumsi mie instan dan dalam jangka waktu yang lama maka akan menimbulkan dampak negatif dalam tubuh kita.


Salah satu zat aditif pada mie instan adalah bahan pengawet. Bahan pengawet yang biasanya digunakan adalah nipagin (metil paraben atau metil p-hidroksi benzoat), etil benzoat, dan natrium/sodium benzoat. Belum lagi ada lapisan lilin pada mie-nya sendiri.
khasiat belimbing wuluh, bahan pengawet mie instan, zat aditif mie instan

Dampak Mengonsumsi Mie Instan secara Berlebihan
Menurut sistem ekskresi manusia, untuk mengeluarkan zat-zat pengawet tersebut dari dalam tubuh kita butuh waktu sekitar 4 hari. Jadi idealnya kita mengonsumsi mie instan itu minimal 4 hari sekali. Jika terlalu sering maka bahan-bahan pengawet tersebut tidak sempat dikeluarkan. Akhirnya menumpuk dan mengendap dalam tubuh kita. Endapan ini bersifat karsinogen atau racun dalam tubuh kita.

Efek sampingnya belum kelihatan dalam waktu singkat. Tapi dalam waktu yang lama, apalagi usia sudah mulai tua, dampaknya mulai muncul. Mulai dari gangguan ginjal, pengerasan hati, hingga penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada stroke. Karena itu, ikutilah cara memasak mie instan yang benar.

Cara Memasak Mie Instan yang Benar
Ketika kita merebus mie instan, air rebusannya kelihatan keruh dan berminyak. Itulah zat pengawet buatan, pewarna kuning buatan (tartrazine), lapisan lilin, pengemulsi, dan pengental yang keluar dari mie instan dan terlarut dalam air rebusan. Air rebusan ini rasanya sedap karena di dalamnya juga ada penyedap rasa buatan. Sebaiknya air rebusan ini jangan ikut dikonsumsi. Ikuti langkah-langkah berikut ini.


masak mie instan yang benar, indomie instan, menyaring air rebusan
Rebus mie instan dengan air bersih sampai mendidih. Kemudian tiris rebusan tersebut dengan saringan (gambar 1). Diamkan beberapa saat sampai air rebusan benar-benar habis. Selanjutnya didihkan lagi air tanpa mie instan. Untuk membuat mie goreng, gunakan air didih tersebut untuk menyiram mie instan yang telah ditiris (gambar 2). Sedangkan untuk membuat mie rebus, masukkan mie yang telah ditiris ke dalam piring atau mangkok kemudian tambahkan air yang telah mendidih tersebut (gambar 3).

Cara ini memang belum menghilangkan 100% zat aditif kimia pada mie instan. Tentunya masih ada zat aditif yang masih melekat. Setidaknya sudah berkurang dan lebih aman untuk dikonsumsi.

Manfaat Belimbing Wuluh untuk Mengatasi Bahan Pengawet pada Mie Instan
Cara di atas hanya mengurangi bahan kimia yang terkandung dalam mie-nya saja. Masih ada bahan kimia pada bumbu, kecap, saos, dan minyak. Ada nipagin/paraben sebagai bahan pengawet, ada MSG (monosodium glutamat) sebagai penyedap rasa buatan,  ada pewarna buatan, dan bahan aditif lainnya.

Ternyata belimbing wuluh bisa dimanfaatkan untuk mengatasi bahan-bahan kimia tersebut. Berikut ini cara memanfaatkan khasiat belimbing wuluh untuk mengatasi bahan kimia pada mie instan.

khasiat belimbing wuluh, blimbing wolo, belimbing sayur, asam
Siapkan bumbu, kecap, saos, dan minyak bawaan mie instan. Kemudian masukkan jadi satu ke dalam mangkok atau piring. Selanjutnya ambil sebuah belimbing wuluh dan bersihkan. Iris belimbing wuluh tipis-tipis secara membujur (lihat gambar). Buang bagian dalam belimbing wuluh. Setelah itu campur dan aduk dengan bumbu-bumbu mie instan. Masukkan mie instan yang telah direbus. Hidangkan dan nikmati.

Bagaimana rasanya? Asam, kecut? Tidak sama sekali. Rasanya tidak asam meskipun diberi 1 buah belimbing wuluh. Malah lebih sedap dan gurih.

Belimbing wuluh, ada yang menyebut belimbing sayur atau belimbing asam, rasanya memang asam. Bahkan sangat asam. Jika kita makan belimbing wuluh secara langsung, muka jadi mengkerut dan mata terpejam. Itulah sebabnya belimbing wuluh biasanya dipakai oleh ibu-ibu rumah untuk memasak sayur yang bercita rasa asam, menghilangkan bau amis ikan laut, dan lain-lain.

Tetapi ketika belimbing wuluh dicampur dengan bumbu-bumbu mie instan, rasa asamnya hilang sama sekali. Itu artinya, senyawa asam belimbing wuluh bereaksi positif menetralkan senyawa kimia yang terkandung dalam bumbu-bumbu mie instan.

Cara Mengonsumsi Mie Instan yang Benar
Mengonsumsi mie instan bagi anak kost, orang yang hidup sendiri, dan orang sibuk adalah sesuatu yang sulit dihindari. Makanan cepat saji ini rasanya memang enak, sedap, dan cara memasaknya cukup instan. Di samping itu juga tersedia berbagai macam rasa dan harganya relatif murah. Namun perlu diingat, mengonsumsi makanan yang monoton, makanan apa saja, adalah kurang baik bagi kesehatan.

Mungkin tips dan trik berikut ini bisa membantu kita dalam menyiasati agar tetap bisa mengonsumsi mie instan.

Mengonsumsi mie instan minimal 4 hari sekali. Agar ada waktu bagi tubuh kita untuk mengeluarkan bahan pengawet yang terkandung di dalamnya.
Fungsi mie instan adalah sebagai asupan karbohidrat. Jadi, hindari mengonsumsi mie instan dengan nasi supaya tidak kelebihan karbohidrat dan kadar gula yang berakibat obesitas dan diabetes. Karena berfungsi sebagai asupan karbohidrat sebaiknya tambahkan sayur dan lauk pauk, seperti sawi, kubis, tauge (kecambah), tomat, wortel, mentimun, telur, dan sejenisnya.
Jangan jadikan mie instan sebagai makanan pokok. Jadikan sebagai selingan saja.
Hindari minuman yang dingin dan bersoda setelah makan mie instan karena kandungan sodium dalam mie instan sudah cukup tinggi