Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Monday, August 15, 2016

Kisah Nyata: Inilah Alasanku Berhenti Menjadi Wanita Karir

Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.


Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.
“Belum ”, jawabku datar.
Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.
“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya.
“Menunggu suami” jawabnya pendek.
Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”
Entah keyakinan apa yang membuatku demikian yakin jika mbak ini memang seorang wanita pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“Kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah PINTU AWAL kita wanita karir yang bisa membuat kita lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.
Saudariku, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah hanya ingin didatangi oleh laki-laki yang baik-baik dan sholeh saja.
“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Kamu tahu kenapa ?
Waktu itu jam 7 malam, suami saya menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Setibanya dirumah, mungkin hanya istirahat yang terlintas dibenak kami wanita karir. Ya, Saya akui saya sungguh capek sekali ukhty. Dan kebetulan saat itu suami juga bilang jika dia masuk angin dan kepalanya pusing. Celakanya rasa pusing itu juga menyerang saya. Berbeda dengan saya, suami saya hanya minta diambilkan air putih untuk minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendiri lah !!”.
Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya.
Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya (kami memang berkomitmen untuk tidak memiliki khodimah)? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.
Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air putih saja saya membantahnya. Air mata ini menetes, air mata karena telah melupakan hak-hak suami saya.”
Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.
“Kamu tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700 rb/bulan. Sepersepuluh dari gaji saya sebulan. Malam itu saya benar-benar merasa sangat durhaka pada suami saya.
Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya dengan ikhlas dari lubuk hatinya. Setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata “Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho”, begitulah katanya. Saat itu saya baru merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong dan durhaka pada nafkah yang diberikan suami saya, dan saya yakin hampir tidak ada wanita karir yang selamat dari fitnah ini”
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu sering begitu susah jika tanpa harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.
“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara-saudara saya justru tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Sesuai dugaan saya, mereka malah membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan yang lain.”
Aku masih terdiam, bisu mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
“Kak, bukankah kita harus memikirkan masa depan ? Kita kerja juga kan untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini mahal. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah.
Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali mengalir, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.
“anti tau, saya hanya bisa menangis saat itu. Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, Demi Allah bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya sudah DIPANDANG RENDAH olehnya.
Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan ?
Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan ?
Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya.
Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya.
Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya.
Saya berharap dengan begitu saya tak lagi membantah perintah suami saya. Mudah-mudahan saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga dengan pekerjaan suami saya ukhty, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan seperti itu.
Disaat kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tetapi suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.
Suatu saat jika anti mendapatkan suami seperti suami saya, anti tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anti pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkanku.
Kulihat dari kejauhan seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, wanita itu meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.
Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling berkesan dalam hidupku. Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..Subhanallah..Walhamdulillah..Wa Laa ilaaha illallah…Allahu Akbar
Semoga pekerjaan, harta dan kekayaan tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya. Silahkan share artikel ini kepada semua temanmu. [HP – Sebarkanlah.com /WoMags]

Sunday, August 14, 2016

Usai Praktek Membedah Mayat, Mahasiswi Ini Memutuskan Untuk Berjilbab, Ternyata Karena Dia.

Pelajaran anatomi membuat mahasiswa menjadi faham seluruh anatomi tubuh manusia mulai organ tubuh yang besar sampai pembuluh darah, syaraf serta cabang-cabangnya yang kecil-kecil. Dengan panduan buku anatomi serta dosen pembimbing, seorang mahasiswa diharapkan mampu mengetahui letak, bentuk serta nama-nama setiap bagian tubuh manusia yang sangat rumit itu, apalagi nama-nama yang digunakan memakai bahasa Latin. Perempuan inipun merasa nyaris putus asa di semester anatomi ini.



Tetapi di sela-sela kesibukannya untuk kuliah, ia dipertemukan dengan kakak kelas yang mengajak untuk belajar Islam secara
menyeluruh. Jadilah setiap Jum’at ia bersama beberapa teman-temannya mulai mempelajari Al Qu’an dengan bimbingan seorang Ustadz. Perlahan–lahan wanita ini mulai memahami bahwa Islam itu dipakai mulai bangun tidur sampai mau tidur. Bukan hanya ketika kita mengaji atau shalat saja


kita memakai aturan Islam, tetapi 24 jam kita harus berislam.

Sejak saat itu ia mulai berusaha menghubungkan fenomena peristiwa yang ia lihat dan
alami dengan Al Qur’an dan puncaknya adalah ketika praktikum pelajaran anatomi. Pagi itu semua mahasiswa sudah rapi dengan jas putih praktikum bersiap memasuki ruang anatomi yang cukup luas itu, aroma khas formalin menusuk hidung dan membuat mata cukup perih. Deg-degan juga pertama kali masuk ruang ini. Ada 10 cadaver yang siap di-’bedah’ oleh mahasiswa fakultas kedoteran dan masing-masing cadaver ditidurkan di meja kayu panjang serta dikelilingi oleh kurang lebih 15 mahasiwa. Sesuai naluri manusia normal ia merasa gemetar melihat cadaver yang terbujur kaku di meja kayu itu.

Setelah dosen pembimbing menjelaskan tata cara praktikum anatomi, masing-masing mahasiswa memulai mem-’bedah’. Ia termasuk salah satu mahasiswa yang terlambat adaptasi dengan praktikum anatomi ini. Di saat teman-teman sudah memulai praktikum, ia cuma bisa berdiri sambil memandangi cadaver itu, sambil merenung: “Ya Rabb, suatu saat saya juga akan jadi mayat seperti cadaver ini, dan baru benar-benar menyadari ketika sudah mati maka tak satupun yang akan bisa menolong kecuali amal sholeh kita, jangankan kulit mayat tersebut disayat, konon mayat itu juga masih bisa merasakan kesakitan, buktinya ketika kita memandikan jenazah maka harus dengan kelembutan ketika menyentuhnya," tulisnya dalam makalah yang ia kirim ke webmusimah.com (29/4/15)

Sesampai di rumah, ia masih merenung tentang nasib cadaver tadi saat praktikum. Ia tidak membayangkan kalau ternyata tiba-tiba Allah SWT mencabut nyawanya sementara amal shalih belum cukup untuk bekal di akhirat. Hati saya seketika itu juga tersadar dan berjanji akan selalu taat dengan perintah dan larangan Allah SWT.. Alhamdulillah setelah itu ia membulatkan niat untuk menutup aurat. Sekarang sudah genap 26 tahun peristiwa itu berlalu dan masih membekas wajah cadaver yang telah membuka mata hatinya kala itu. [jurnalmuslim]

Friday, August 12, 2016

Kisah Mengejutkan Seorang Wanita ‘Penghibur’ Saat Jenazahnya Dimandikan

Pada zaman Imam Malik, terdapat seorang wanita yang sangat buruk akhlaknya. Dia selalu tidur bersama lelaki dan tidak pernah menolak ajakan lelaki.

Sehinggalah tiba pada hari kematiannya, ketika dia dimandikan oleh seorang wanita yang memang kerjanya memandikan mayat, tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu terlekat pada kemaluan mayat wanita itu.
Semua penduduk dan ulama’ gempar akan hal itu. Mana tidaknya, tangan si pemandi mayat terlekat sehingga semua orang di situ mati akal untuk melepaskan tangannya dari mayat wanita terbabit.
Terdapat 2 cadangan untuk menyelesaikan masalah itu.  Pertama, memotong tangan wanita pemandi mayat tersebut dan kedua tanam kedua-dua wanita itu sekali gus.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta pendapat daripada Imam Malik.
Imam Malik bukan calang-calang orang yang memberi fatwa. Pernah ada satu ketika, Imam Malik mendapat 40 pertanyaan, tetapi yang dijawabnya hanyalah 5.
Ini menunujukkan akan berhati-hatinya dan betapa sensitifnya beliau dalam isu agama. Imam Malik bertanya kepada wanita si pemandi mayat itu bahawa adakah dia berkata apa-apa kepada si mati semasa memandikannya.
Wanita pemandi mayat itu berkata bahawa dia ada mengatakan kepada si mati sewaktu membersihkan tubuhnya:
“Berapa kalilah tubuh ini telah melakukan zina”
Imam Malik berkata “kamu telah menjatuhkan Qazaf (tuduhan zina) pada wanita tersebut, sedangkan kamu tidak mendatangkan 4 orang saksi. Maka kamu harus dijatuhkan hukuman hudud 80 kali sebatan kerana tidak mendatangkan saksi.”
Selepas wanita pemandi mayat itu dikenakan hukuman 80 sebatan maka terlepaslah tangannya dari mayat tersebut.
HIKMAH & PELAJARAN:
Oleh itu, kita hendaklah sentiasa menjaga lidah kita. Jangan sembarangan membuat fitnah atau bersangka buruk dengan orang lain.
Kuasa Allah SWT mengatasi segala-galanya.. Moga bermanfaat dan sama2lah memperbaiki diri. InsyaAllah.
Jaga lidah jangan sebarkan fitnah, jangan bersangka buruk dengan kuasa Allah Taala. Kalau kita tahu dia itu seorang pelacur sekalipun, tapi kalau tak pernah lihat perbuatan maka kita dilarang menuduhnya berzina.
Diharap kisa Imam Malik dan Pemandi Mayat ini dijadikan sebagai tauladan dan iktibar. Kerana itu ingatlah, apabila kita membantu menyebar sesuatu perkra buruk dalam masyarakat, negeri atau negara, yang akan kita tidak menyaksikan dan tiada ssaksi, maka tunggulah suatu hari nanti balasan yang kita terima.
Walaupun peristiwa berlaku: Berhati-hati semua dan jangan terjerat dengan jarum-jarum kejahatan.
Wallahua’lam.  Semoga bermanfaat…!!!
Mudah-dudahan Allah selalu mempermudahkan langkah kita, di manapun dan dalam keadaan apapun kita berada. Aamiinn. [HP – Sebarkanlah.com /reportaseterkini/ilustrasi: gambar jenazah]

Thursday, August 11, 2016

Mengejutkan !! Ini Salah Satu Keajaiban Allah. Sangat Langka, Bayi Lahir dengan Kantung Ketuban Utuh

Tak ada yang menyangka, seorang bayi di Spanyol lahir dengan kondisi masih di dalam kantung ketuban lewat operasi caesar. Kasus ini sangat langka dan diperkirakan hanya terjadi satu dari 80.000 bayi.


Kejadian di Spanyol ini sempat direkam dan videonya sudah ditonton lebih dari 6,8 juta orang kurang dari satu hari saja. Video itu pun menjadi viral di media sosial.

Dalam video, kantung ketuban diletakkan di meja dengan bayi telihat jelas beserta plasenta dan tali pusarnya. Bayi mungil itu pun bergerak-gerak di dalam ketuban, seolah sudah siap untuk lahir ke dunia.

Tim dokter kemudian langsung menggunting kantung ketuban dan mengeluarkan si bayi mungil. Para dokter pun merasa takjub melihat kejadian ini yang mungkin akan menjadi momen sekali dalam seumur hidup.

Bayi ini lahir setelah kembarannya yang lahir normal. Umumnya, ketuban akan pecah sebelum bayi keluar dari rahim ibunya. Ada juga kasus ketuban pecah lebih dini sebelum waktunya melahirkan. Dalam proses operasi caesar, dokter akan merobek lapisan ketuban dengan pisau bedah.

Kantung ketuban di dalam rahim ibu berisi cairan. Cairan tersebut melindungi bayi dari guncangan. Di dalam kantung ketuban, bayi pun tumbuh dan berkembang serta mendapat makanan dari ibu dan oksigen.

Meski lahir dengan kantung ketuban utuh, bayi itu pun tak memiliki masalah kesehatan.

Penulis: Dian Maharani
Editor: Lusia Kus Anna
Sumber: Dailymail,

Monday, August 8, 2016

Kisah !! Suami Kikir yang Minta Dikubur Bersama Semua Uangnya dan Inilah yang Dilakukan Sang Istri..

Ada seorang pria yang telah bekerja sepanjang hidupnya dan menyimpan seluruh uangnya.Ia benar-benar kikir jika itu berhubungan dengan uang. Ia mencintai uangnya lebih dari apapun, dan sesaat sebelum ia mati, ia berkata pada istrinya: ‘Sekarang dengarkan, ketika aku mati aku ingin kau mengambil semua uangku dan taruh semuanya di dalam peti mati bersamaku. Aku ingin membawa semua uangku ke akhirat’.

Istrinya berjanji akan melakukan permintaannya dan ia pun meninggal.
Pada hari pemakaman, jenazah laki-laki itu ditempatkan dalam sebuah peti mati, sementara istrinya duduk di samping teman baik mereka. Saat semua upacara selesai, sebelum peti mati dimasukkan ke dalam liang lahat, sang istri berkata: ‘Tunggu sebentar!’
Ia memegang kotak sepatu dan maju ke depan untuk menaruh kotak sepatu itu ke dalam peti mati. Kemudian mengizinkan peti mati yang berisikan suaminya dimasukkan ke dalam liang lahat.
Temannya berkata: ‘Aku harap kamu tidak cukup gila untuk menaruh semua uang ke dalam sana dengan laki-laki pelit itu’.
Sang istri menjawab: ‘Iya, aku telah berjanji, dan tidak dapat berbohong. Aku berjanji akan menaruh semua uangnya bersamanya di dalam peti mati.
‘Maksudmu menaruh semua uangnya ke dalam peti mati?’
‘Tentu aku melakukannya,’ jawab sang istri. ‘Aku menaruh semua uangnya, dan menaruhnya ke dalam akunku, dan membuatkan cek untuknya.’
Sumber : http://www.yangunik.com/berita/suami-kikir-yang-minta-dikubur-bersama-semua-uangnya-dan-inilah-yang-dilakukan-sang-istri.html

Friday, August 5, 2016

Ingat 'Si Kentung' film Tuyul & Mbak Yul? Kisahnya sungguh tragis Sebelum Akhirnya Meninggal Dunia


Sebelum berpulang, dia tak sanggup lagi berdiri. Untuk berpindah saja, Kentung harus bersusah payah dengan menggelundungkan badan

 Jika kamu pernah menonton sinetron Tuyul dan Mbak Yul, kamu pasti mengenal salah satu karakter bernama Si Kentung, jin paling tambun dalam sinetron tersebut. Lama tidak muncul di layar kaca, Bambang Triyono, pemeran Si Kentung menjalani kehidupan dalam kondisi terpuruk dan benar-benar miskin.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pegawai Dinas Sosial DIY, Feriawan Agung Nugroho yang menyaksikan sendiri kondisi Bambang. Saat hendak bertugas untuk menyambangi lansia, Feri kaget bukan kepalang ketika melihat calon 'pasien'nya itu adalah mantan artis yang pernah tenar di era 90-an.
'Si Kentung' sempat tinggal di salah satu kamar kos-kosan di RT 5 RW 15, Ngangkruk, Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta. "Saya ke sana diantar oleh salah seorang relawan dari Forkom Lanjut Usia. Satu kamar yang menjadi terkesan sempit ukuran 3x4, sedikit bau tak sedap, saya benar-benar bertemu Bambang Triyono, pemeran Kentung," tulis Feri yang dikutip brilio.net dari Kaskus, Minggu (28/6).
Kondisi Kentung, menurut Feri, sangatlah memprihatinkan. Dia tak sanggup lagi berdiri. Untuk berpindah saja, Kentung harus bersusah payah dengan menggelundungkan badan. Selama 3 bulan, Bambang alias Si Kentung menghuni kos tersebut yang dibiayai oleh para relawan.
Berdasarkan cerita Kentung yang didengar Feri, kondisi yang dialaminya saat ini tidak lain karena kebiasaan berfoya-foya di masa lalu. "Ibaratkan saat ini, sehari mengeruk lima juta rupiah atau bahkan lebih, sudah biasa. Sayang, bahwa rupiah yang mengalir ke kantongnya seolah tanpa berkah. Sehari dia mendapat uang, sehari itu pun uang bisa habis tanpa sisa," imbuhnya.
Kondisi tersebut semakin parah saat Bambang mengalami kelumpuhan. Tahun 2010, dia tak lagi mampu beraktivitas secara normal. Badai kehidupan terus menerpa hidupnya, Setahun kemudian, istri Bambang menggugat cerai dirinya. Alhasil, dia pun semakin frustasi dan terpuruk. Si Kentung yang dulu berlimpah harta harus menggelandang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ketika seseorang sudah terpuruk seperti dia, ibarat sampah, jangankan ditolong, semisal ketemu di jalan, menoleh pun tidak. Diusir dari satu tempat ke tempat lain, akhirnya dia ditemukan kader lansia dan ditempatkan di kost sederhana ini. Makan apa adanya, kalaupun sehari hanya bisa masuk tiga sendok nasi, itu sudah alhamdulillah," kata Feri.
Sedangkan anaknya hanya sesekali mengunjunginya. Anaknya pun tak mampu berbuat banyak karena penghasilan sebagai tukang cuci piring yang tidak seberapa. "Sekarang, dia mengharap kami dari pemerintah untuk mengulurkan tangan kepadanya," kata dia.
Kisah ini ditulis Feri pada Desember 2014 silam. Namun, cerita hidup Bambang Triyono kembali menghebohkan netizen di situs komunitas Kaskus pada hari Minggu (28/6). Menurut penuturan Feri, Bambang saat ini sudah meninggal karena penyakit yang dideritanya. "Pada tanggal 27 Februari, saya mendapat kabar beliau meninggal dunia dan dibawa di Rumah Sakit Bethesda," kata Feri saat dihubungi brilio.net, Senin (29/6).
Semoga kisah hidupnya bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.
SUMBER : www.brilio.net

Matikan Lampu Pada 6 Agustus Malam, Saksikan Ada Peristiwa Langka di Langit..Buktikan


Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mematikan lampu pada 6 Agustus 2016 pukul 20:00-21:00. Ada peristiwa langka yang sangat menarik disaksikan di langit yang terjadi hanya setahun sekali.
Ayo kampanyekan “Malam Langit Gelap” (Dark Sky Night) setiap 6 Agustus pk 20.00 – 21.00 waktu setempat di seluruh wilayah Indonesia” ujar Djamaluddin melalui akun Facebook pribadinya, senin(1/8/2016).
Pada 6 Agustus malam tersebut kalau berhasil meminimalisasi polusi cahaya selama satu jam, maka akan menyaksikan fenomena langka yaitu dapat melihat Galaksi Bima Saksi dengan ratusan milyar bintang membentang dari Utara ke Selatan.
Bisa melihat rasi Angsa (Cygnus) di langit Utara dengan Segitiga Musim Panas (Summer Triangle), tiga bintang terang di sekitar rasi Angsa: Vega, Deneb, dan Altair.
Di langit Selatan dapat melihat rasi Layang-layang atau Salib Selatan (Crux) yang sering digunakan sebagai penunjuk arah Selatan. Hampir di atas kepala kita saksikan rasi Kalajengking (Scorpio) dengan bintang terang Antares.
Selain itu, bisa juga menyaksikan planet merah Mars dan planet bercincin Saturnus besanding dengan bintang raksasa merah Antares.
Untuk mengkampanyekan fenomena alam ini, secara khusus LAPAN menetapkan tanggal 6 Agustus sebagai Hari Keantariksaan. [islamedia/az]
sumber: http://islamedia.id/