Showing posts with label Bayi. Show all posts
Showing posts with label Bayi. Show all posts

Wednesday, March 22, 2017

Cara Pijat Oksitosin Untuk Melancarkan ASI (7 Cara Lainnya Memperlancar ASI)

Memberikan ASI adalah hal yang sangat penting bagi bayi, terutama pada bayi di bawah 6 bulan. Hormon di dalam tubuh yang berfungsi dalam produksi ASI yaitu hormon oksitosin.

Ketika lancarnya produksi hormon oksitosin, berfungsi agar sel-sel alveoli di kelenjar payudara bisa berkontraksi dengan baik. Dengan terjadinya kontraksi tersebutlah yang akhirnya bisa membuat air susu keluar.

Keluarnya air susu sebenarnya dipengaruhi sekali dari kondisi kejiwaan (psikologis) sang ibu. Ketika seorang ibu mengalami stress, khawatir, terlalu banyak pikiran, takut, cemas dan semacamnya, hal tersebut bisa berdampak pada sulitnya keluar air susu.

Adapun ketika sang Ibu merasa senang karena mendengarkan suara bayi, senang karena memikirkan bayi, melihat dan mencium bayi. Maka hal-hal seperti ini bisa membantu agar air susu ibu (ASI) keluar dengan lancar.

Hal ini berdasarkan dari sebuah penelitian, yang menyimpulkan bahwa rasa stres, depresi, cemas, bingung, dan semacamnya, bisa mengakibatkan penurunan kadar hormon oksitosin di dalam tubuh. Yang akhirnya membuat kelaurnya ASI mejadi tidak optimal.

Dengan begitu, kelaurnya ASI dipengaruhi sekali oleh keadaan psikologis dari sang ibu. Ibu yang menyusui dengan kondisi rileks dan nyaman, maka ASI bisa keluar lebih lancar.

dr. H.M. Daris Raharjo, Akp menjelaskan bahwa ada titik-titik pada tubuh yang bisa memperlancar ASI, seperti tiga titik di payudara (titik di atas putting, titik di bawah putting, dan titik tepat pada putting).

Selain itu, titik tubuh yang bisa memperlancar ASI yaitu titik di punggung tubuh yang letaknya segaris dengan payudara.

dr. H.M. Daris Raharjo adalah seorang dokter spesialis akupuntur di Rumah Sakit Umum Islam Yarsis, Surakarta.

Pijat Oksitosin
Pijat Oksitosin | Sumber gambar: Bebesymas.com

Pijat oksitosin untuk ibu menyusui bermanfaat untuk merangsang hormon oksitosin, sehingga nantinya bisa memperlancar keluarnya ASI.  Pijat oksitosin juga membuat ibu menjadi lebih nyaman dalam menyusui bayi.


Pijat Oksitosin Dipicu Oleh Sentuhan
Pijat merupakan sebuah terapi yang sudah populer di indonesia. Sekarang, juga telah ada teknik pijat oksitosin. Pijat oksitosin yaitu melakukan pijatan khusus pada punggung ibu menyusui, guna merangsang pengeluaran hormon oksitosin di dalam tubuh.

Para suami bisa memperlajari teknik pijatan ini agar nantinya bisa dipratekan pada istri. Sehingga hubungan suami-istri bisa semakin mesra dan harmonis.

Hormon oksitosin bisa bereaksi ketika mendapatkan sentuhan. Adapun hormon oksitosin sebenarnya diproduksi oleh salah satu bagian otak (yaitu hipotalamus), yang setelah itu dikeluarkan oleh kelenjar yang terletak di bagian belakang otak.

Penelitian Ilmiah Tentang Pijat Oksitosin
Manfaat pijat secara umum yaitu untuk melancarkan aliran darah, membuat timbulnya perasaan rileks, menurunkan rasa nyeri, dan menurunkan ketegangan pada otot dan saraf.

Penelitian oleh para ilmuwan menemukan bahwa memijat mampu mengurangi ketegangan syaraf, menurunkan kadar hormon pemicu stres, membantu mencegah depresi dan menurunkan resiko penyakit kardiovaskular. Manfaat ini diperoleh yang terutama untuk ibu menyusui setelah masa persalinan.

Pada penelitian lainnya, yang bertujuan untuk mengukur besarnya manfaat pijat terhadap tingkat hormon oksitosin dan beberapa jenis hormon lainnya di dalam tubuh.

Penelitian dengan melibatkan seratus orang partisipan. Pada penelitian, dilakukan proses pengambilan darah sebanyak dua kali.

Pengambilan darah dilakukan sebelum dan sesudah partisipan mendapatkan pemijatan yang dilakukan selama 15 menit.

Dan hasil pengecekan, menemukan bahwa pada partisipan yang dipijat mengalami peningkatan kadar oksitosin di dalam tubuhnya.

loading...

Apakah Pijat Oksitosin Aman?
Pijat Oksitosin relatif cukup aman. Dimana yang perlu diperhatikan adalah kondisi-kondisi tertentu. Ada beberapa kondisi dimana pijat oksitosin tidak boleh diterapkan pada sang Ibu menyusui, yaitu saat mengalami pembekuan darah pada pembuluh darah, mengalami kelainan perdarahan dan memiliki luka terbuka.

Hal lainnya yang membuat pijat oksitosin hendaknya jangan dilakukan adalah ketika Ibu menyusui sedang dalam masa mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Besarnya tekanan pemijatan juga perlu diperhatikan dengan baik, karena jika pemijatan terlalu keras, bisa menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada tubuh sang Ibu menyusui. Ketika pijat oksitosin menimbulkan efek samping berupa rasa nyeri, maka segera hentikan pemijatan.

Sangat disarankan pijatan oksiosin ini dilakukan oleh suami kepada Istri, yang manfaatnya sangat ampuh untuk meningkatkan hormon oksitosin.

Jeane-Roos Tikoalu menjelaskan bahwa pijat oksitosin hendaknya dilakukan oleh suami pada punggung ibu menyusui untuk meningkatkan pengeluaran hormon oksitosin. Dengan pijatan ini juga, membuat ibu menyusui menjadi lebih rileks, nyaman dan merasa disayangi.

Jeane-Roos Tikoalu adalah seorang dokter spesialis anak di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta.

Jeane memperingatkan bahwa pijatan oksitosin cuma dilakukan setelah masa melahirkan. Jika pijat oksitosin ini dilakukan ketika masih dalam masa kehamilan maka tekanan-tekanan dari pijat tersebut akan mengakibatkan masalah kontraksi yang berdampak buruk.

Cara Pijat Oksitosin
Untuk bisa melakukan pijat oksitosin yang benar dan tepat maka disarankan untuk konsultasi kepada dokter kandungan ataupun orang yang paham tentang pijat oksitosin. Adapun dibawah ini penjelasan tentang cara pijat oksitosin secara umum, berikut langkah-langkahnya:

1. Pertama-tama Ibu duduk, bersandar ke depan, melipat lengan di atas meja yang ada dihadapannya, juga meletakkan kepala di tangan.

2. Setelah itu Ayah melakukan pemijatan di sepanjang kedua sisi tulang belakang Ibu. Pijat dengan memakai ibu jari (bisa juga memijat dengan menggunakan kepalan tangan, tinggal pilih maka yang lebih enak dan cocok).

3. Lalu pada bagian tulang belakang leher, carilah bagian tulang yang paling menonjol.

4. Maka dari titik tulang yang paling menonjol tersebut, maka turun sedikit ke bawahnya (yaitu jaraknya sekitar lebih 1-2 jari). Lalu geser kembali ke kanan dan kiri (masing-masing berjarak sekitar 1-2 jari).

5. Lalu Anda bisa memulai melakukan pemijatan dengan gerakan yang memutar, lakukan secara perlahan-lahan ke arah bawah hingga mencapai batas garis bra.

6. Tapi apabila ingin terus dipijat hingga pinggang, maka silahkan saja (bebas).

7. Lalu tekan agak kuat (jangan terlalu kuat / kencang menekan) yang membentuk gerakan melingkar kecil menggunakan kedua ibu jari. Lakukan pemijatan mulai dari leher, lalu turun ke bawah hingga ke arah tulang belikat. Umumnya pemijatan hanya dilakukan selama 3 menit saja.

Cara Lainnya Agar ASI Keluar dengan Lancar

1. Akupuntur
Dengan memberikan ASI eksklusif, berarti seorang ibu sudah memberikan yang terbaik untuk masa depan sang buah hati. Dr. H.M Daris Raharjo, Akp menjelaskan halangan utama ibu menyusui yaitu ASI yang tidak lancar, yang hal ini sangat dipengaruhi hormon prolaktin.

Selain pemijatan, ada hal lainya yang juga bisa dilakukan untuk melancarkan ASI pada ibu menyusui. Ibu menyusui bisa mengonsumsi daun katuk yang bermanfaat untuk mambantu mengeluarkan ASI dengan lancar.

Cara lainnya adalah akupuntur. Dimana Daris Rajarjo menjelaskan bahwa apabila berbagai upaya sudah dikerjakan, akan tetapi ASI tidak bisa keluar dengan banyak, maka Ibu menyusui dapat mencoba akupuntur.

Akupuntur dapat  merangsang diproduksinya hormon prolaktin dari otak, yang manfaatnya akan membuat ASI keluar dengan lancar.

Akupuntur bisa dilakukan dengan jarum, dan jika tidak mau maka bisa dengan pemijatan pada titik-titik tertentu.

Untuk titik-titik pijatan yang utama ada di bagian payudara sendiri. Tiga titik yang bisa dipijat yaitu satu titik di atas puting, satu titik tepat di puting, dan satu titik di bawah puting.

Adapun untuk melakukan akupuntur, maka harus dilakukan oleh ahlinya, tidak boleh oleh sembarangan orang.


2. Konsumsi Makanan Bergizi
Kurangnya asupan gizi bisa menyebabkan penurunan produksi dan kualitas ASI. Sehingga penting bagi Ibu menyusui agar mengonsumsi asupan yang bergizi.

Untuk memperoleh gizi tinggi maka kosumsilah ikan salmon. Di dalamnya terkandung DHA yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ASI. Kandungan DHA juga bermanfaat untuk menurunkan resiko stres. Selain itu, hal-hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui:
  1. Anda harus mencukupi kebutuhan minum air putih setiap hari.
  2. Konsumsi daging rendah lemak.
  3. Konsumsi kacang-kacangan seperti kacang hitam dan kacang merah.
  4. Utamakan konsumsi nasi merah daripada nasi putih.
  5. Konsumsi Telur yang kaya akan vitamin D.
  6. Kosumsi sayuran berwarna hijau, seperti bayam, kangkung, brokoli, dll

3. Jangan Stres
Masalah stress dan banyak pikiran bisa menyebabkan ASI tidak keluar. Sehingga penting agar menghindari stres dan pikiran berat. Hindari memikirkan yang tidak-tidak, dan buatlah tubuh dan jiwa rileks, hal ini sangat penting.

4. Posisi Tidur yang Baik
Jangan tidur telungkup karnea dapat memberikan tekanan berat pada payudara, yang akibatnya adalah menurunkan produksi ASI.

Selain itu, hindari mengonsumsi secara berlebihan asupan kafein yang berasal dari kopi, teh dan lainnya. Dan jangan mengonsumsi minuman bersoda dan minuman beralkohol.

5. Jangan Memberikan Dot / Empeng pada Bayi yang Masih Menyusu ASI
Bagi bayi, menghisap dot dan empeng lebih mudah daripada puting yang lebih susah. Sehingga jika bayi sudah kebiasaan ngempeng dot, maka dirinya kemungkinan akan menolak puting.

Dikhawatirkan bayi ogah untuk menyusu secara langsung dari payudara karena merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara jika menyusu dari botol maka bisa mendapatkan air susu dengna mudah, dimana bayi cuma menekan sedikit saja bagian dot maka susu bisa keluar dengan mudah.

6. Hindari Pil KB
Ibu menyusui jangan menggunakan pil KB karena berdampak pada terganggunya kelancaran untuk mengeluarkan ASI.

7. Berikan Kasih Sayang yang Besar Pada Bayi
Sering-seringlah dalam berkontak kulit dengan bayi. Seperti membelai sang bayi ataupun mengajaknya berkomunikasi. Melakukan hal ini bermanfaat untuk memicu hormon oksitosin (yang banyak disebut sebagai hormon kasih sayang).

Tuesday, March 14, 2017

Perawatan Bayi Baru Lahir Hingga Masa Balita (12 Tips)

Tidak sedikit orang tua, utamanya yang baru punya anak merasa bingung tentang cara merawat bayi yang baik. Peran sebagai orang tua adalah peran yang sangat mulia.

Memiliki bayi yang sehat dan lucu tentu yang sangat diinginkan orang tua, terutama ibu. Seorang Ibu harus mengetahui cara yang benar tentang perawatan dan perkembangan bayi dari lahir hingga masa balitanya. Masa-masa ini merupakan masa ‘emas’ bagi perkembangan sang buah hati.

Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk merawat bayi, hanya diperlukan sedikit keahlian, kesabaran dan rasa kasih sayang.

Bayi Tidur
Bayi Tidur | Pxabay.com

Berikut di bawah ini hal-hal yang penting diketahui dalam perawatan bayi

1. Perhatikan Dengan Teliti Kebersihan Dan Keamanan Bayi
Mula dari saat bayi baru lahir, maka penting untuk menjaga kebersihan sang buah hati. Pastikan tangan dalam kondisi bersih ketika akan memegang atau menggendong bayi, apalagi ketika masa-masa baru lahir.

Harus selalu ingat, untuk mencuci tangan sebelum menyentuh atau melakukan kontak dengan bayi. Hal ini penting agar bayi dapat terhindari dari resiko serangan kuman, yang dapat membahayakan bayi.

Demikian juga, jangan asal dalam menggendong bayi, lakukan menggendong bayi secara perlahan dan penuh kasih sayang. Hindari menguncang-guncang bayi karena bisa mengakibatkan resiko pendarahan di otak.

Jangan lakukan permainan bersama bayi yang dapat membahayakannya, seperti kebiasaan menggoyang-goyang bayi di lutut yang bisa membahayakan bayi.

2. Memandikan Bayi
Bayi yang di masa-masa baru lahir memerlukan mandi, yang minimal memandikan bayi sebanyak dua kali dalam seminggu. Sebelum tali pusat lepas, disarankan dalam memandikan bayi agar menggunakan spons.

Tentunya dalam memandikan bayi, gunakan produk sabun dan sampo yang memang dibuat khusus untuk bayi, sehingga cocok untuk keadaan kulit sang bayi.

Hal lainnya yang perlu disispkan dalam memandikan bayi adalah handuk lembut, kain waslap, dan bak khusus mandi bayi. Mengenai produk-produk yang ingin digunakan pada bayi, jika itu dikhawatirkan bisa memberikan dampak buruk pada bayi seperti iritasi atau lainnya, maka lebih baik untuk berkonsulasi pada dokter.

Jika umur bayi semakin bertambah, maka semakin mudah untuk memandikannya. Bagi keluarga yang baru pertama kali punya anak, terkadang mengalami kebingungan dalam memandikan sang bayi, lalu cara mengeramasin rambut si kecil, dan beberapa hal lainnya.

Sebagai persiapan, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatian dan siapkan, yaitu:
  • Lakukan di ruang tertutup. Hindari memandikan bayi di tempat yang dingin bahkan ber-AC supaya bayi tidak kedinginan. Tutup juga pintu agar meminimalisir udara dingin yang masuk.
  • Diapkan dua waslap. Dimana satu waslap digunakan untuk menyeka badan dan wajah bayi. Waslap yang lainnya digunakan untuk bagian kelaminnya.
  • Siapkan perlengkapan mandi seperti sabun, handuk, dan shampo bayi. 
  • Siapkan perlak atau alas yang bersih untuk bayi.
  • Siapkan bedak khusus bayi, minyak telon dan sisir khusus bayi.
  • Siapkan kapas puting yang digunakan untuk membersihkan kotoran di sekitar mata bayi.
  • Apabila si kecil belum puput pusar, Anda bisa menyiapkan kasa steril dan alkohol 70%. 
  • Siapkan juga pakaian ganti, termasuk juga sediakan bedong dan popok.
  • Siapkan air hangat. Masukan air hangat ke bak khusus bayi setinggi 1/4 atau 1/3 bak saja. Penting untuk mengecek tingkat kehangatan air, agar jangan terlalu panas.

CARA MEMANDIKAN BAYI
#1. Posisikan bayi di atas perlak atau alas tempat yang bersih, lepaskan seluruh pakaiannya.

#2. Apabila bayi belum puput pusar, Anda perlu melepaskan kasa yang membungkus tali pusat. Apabila kondisinya dirasa lengket, berI alkohol 70 persen agar tidak terlalu lengket.

#3. Apabila bayi melakukan BAB (buang air kecil) ataupun BAK maka setelah itu bersihkan dengan kapas cebok.

#4. Sediakan waslap pertama, lalu gunakan untuk menyeka wajah, celupkan waslap ke dalam air (yang ada di dalam bak), lalu peras, kemudian Anda seka secara lembut dan perlahan, mulai dari wajah, lengan, badan, punggung, dan terakhir yaitu kaki.

Kemudian ganti dengan waslap yang lainnya, lalu celup waslap kedua ke dalam air di bak, kemudian gunakan waslap kedua untuk membersihkan bagian kelaminnya.

#5. Gunakan waslap pertama lagi, lalu bubuhi dengan sabun, Maka setelah itu gunakan secara lembut pada seluruh badan bayi dari tangan sampai kaki. Kalau bisa jangan sampai telapak tangan bayi terkena sabun, karena dikhawatirkan bayi nantinya akan memasukkan tangannya ke mulutnya.

#6. Lalu angkat bayi, letakan bayi di dalam bak. Untuk melakukannya, berikut langkah-langkahnya yang benar (Anda bisa menggunakan cara lainnya):
  1. Selusupkan tangan kiri Anda di bawah leher dan kepala bayi. Anda bisa menggunakan ibu jari (tangan kiri) Anda untuk menutup telinga kanan bayi, dan jari tengah (tangan kiri) untuk menutup telinga kiri bayi. Anda dapat menggunakan tangan sebaliknya.
  2. Gunakan tangan kanan Anda untuk memegang bagi bawah kaki bayi. Rapatkan kaki bayi dari bawah. Posisi telunjuk Anda bisa berada di antara kedua kaki bayi.
  3. Maka, setelah itu bayi diangkat dan diletakan ke dalam bak mandi. Lakukan secara perlahan.

#7. Di dalam bak mandi, posisi badan bayi dibuat lebih rendah dari kepala. Gunakan tangan tangan kanan untuk membilas semua bagian tubuhnya sampai bersih. Tubuh bayi yang bagian belakang juga dapat dibilas tanpa perlu membalikkan tubuh bayi.

Jika ingin mengeramasi rambut sang bayi, maka dilakukan sebelum membilas tubuh bayi. Untuk melakukannya, yaitu dengan memberikan sedikit shampo pada rambut bayi, usap secara perlahan sampai shampo merata di rambut bayi. Setelah itu, bilas rambut bayi dengan air bersih sampai busa shampo hilang. Kemudian diikuti dengan membilas semua bagian bahan bayi.

#8. Setelah selesai maka sekarang waktunya untuk mengangkat bayi kembali dari bak mandi khususnya. Letakkan bayi di atas handuk, lalu keringkan tubuhnya secara perlahan, mulai dari wajah, rambut, tangan dan tubuh bagian lainnya.

TERAKHIR

#9. Bersihkan tali pusat menggunakan cotton buds, bungkus menggunakan kasa steril yang sebelumnya dibasahi alkohol 70 persen. Metodenya seperti saat membedong, dengan bentuk segitiga. Adapun apabila tali pusat pendek, maka kasa hanya perlu dibuat simpul. Intinya, yang penting Anda perhatikan adalah pangkal tali pusat haruslah tertutup dengan sepenuhnya.

#10. Gosok semia bagian tubuh bayi menggunakan minyak telon. Hindari penggunaan minyak kayu putih karena kandungan masih sangat keras bagi bayi yang masih mendekati masa dilahirkannya, dimana saat itu kulitnya masih sangat sensitif.

#11. Setelah itu berikan Bedak pada perut bayi dan punggungnya.

#12. Berikan popok, baju, dan bedong pada bayi.

#13. Sisir rambut bayi, selesai.


3. Memberi Susu
Pemberian susu pada bayi yang baru lahir harus diperhatikan dengan baik. Kapasitas perut bayi yang baru lahir masih sangat kecil sehingga tidak dapat minum banyak susu dalam sekali waktu. Oleh karena itu juga, bayi baru lahir akan lebih sering untuk minum susu, sekitar 10 kali dalam sehari dalam porsi yang kecil.

Saat menyusui, hendaknya dilakukan dengan posisi yang berubah-ubah, ini untuk membuat Anda dan bayi Anda juga nyaman. Ingat, susu terbaik untuk bayi baru lahir adalah susu ASI.

Bunda harus peka dalam masalah pemberian susu untuk bayi, berikan susu pada bayi tanpa harus menunggu bayi memberikan tanda ingin menyusu, seperti berteriak atau menangis.

Ketika bayi menangis, bayi akan mengalami kesulitan dalam menelan susu karena posisi lidahnya yang sedang tidak berada pada posisi tepat untuk meneguk cairan.

Saat kondisi bayi menangis tersebut, akan membuat Bunda sedikit kesulitan untuk menyusui bayi. Namun, lama kelamaan nantinya bayi akan mampu dengan baik untuk menjalani proses ini.

Di saat-saat awal menyusui, disarankan untuk menyusui bayi dalam posisi berbaring. Nah, setelah bayi agak besar, bisa dalam posisi setengah duduk. Pastikan ketika menyusui,  hidung bayi tidak sampai tertutup oleh payudara karena membuat bayi akan mengalami kesulitan bernapas.

Dalam menyusui, usahakan puting payudara yang termasuk bagian hitamnya agar bisa masuk ke mulut bayi semuanya. Hal ini membuat susu yang keluar bisa lebih optimal, serta menghindari puting susu mengalami lecet.

Setelah proses menyusui selesai, sebuah kesalahan jika begitu saja menarik mulut bayi, hal ini dikhawatirkan bisa menyebabkan lecet pada puting.

Yang perlu dilakukan adalah secara perlahan menekan sudut mulut bayi menggunakan dengan jari-jari Anda. Hingga mulut bayi nantinya bisa melepaskan, setelah itu barulah tarik mulut bayi.

Jika baru saja menyusui tetapi bayi sudah ingin berhenti, padahal tampaknya bayi masih dalam kondisi lapar. Hal ini seperti ini sering terjadi, umumnya karena gigi bayi sudah tumbuh.

Dimana bayi secara tiba-tiba ingin berhenti menyusu diakibatkan gusinya yang tertekan, yang kemudian membuat rasa sakit pada bayi. Dalam kondisi ini, Anda bisa memeras air susu untuk kemudian diminumkan pada bayi, bisa menggunakan mangkuk kecil ataupun sendok kecil.

4. Mengganti Popok
Memasang popok ini dinilai hal yang paling menyulitkan dalam perawatan bayi. Dimana ada orang yang menggantikan popok bayinya sampai 10 kali dalam sehari, tentunya diperlukan kesabaran dan kasih sayang dalam hal ini.

Biasanya bayi yang lebih sering mendapatkan asupan susu formula daripada ASI, maka akan lebih sering untuk buang air kecil dibandingkan bayi yang dari lahir telah mendapatkan asupan ASI yang memadai.

Hendaknya menukar popok secara berkala, usahakan 3 jam sekali dan dalam kondisi-kondisi tertentu. Tujuannya supaya kulit bayi dalam keadaan tetap kering. Hal ini penting agar bayi bisa terhindar dari masalah ruam popok.

Hendaknya segala perlengkapan penting berada dalam jangkauan Anda dengan mudah. Siapkan di dekat Anda seperti popok bersih, matras, handuk, pakaian bersih, tisu basah, kapas, krim anti ruam (bila kulit bayi sensitif), dan keranjang untuk menaruh pakaian bayi yang kotor.

Untuk mengganti popok, posisikan bayi dalam secara telentang di atas tempat yang datar. Lepas celana bayi, sebelumnya gulung bajunya hingga ke dada. Apabila baju terkena kotoran maka taruh di keranjang pakaian kotor bayi.

Kemudian lepaskan ikatan popok, kemudian lipat ke arah belakang sehingga nantinya akan lepas dengan sendirinya. Letakkan popok kotor jauh dari jangkauan bayi.

Pastikan bayi sudah selesai BAB, untuk kemudian membersihkan sisa kotoran yang menempel di sekitarnya.

Anda bisa memakai nappy cream apabila kulit bayi mengalami masalah sensitif, hal ini guna kelembapan kulit bayi sehingga mecegah masalah ruam popok.

Setelah itu, pasang popok baru kembali pada bayi, pastikan posisi popok bisa sempurna untuk menutupi bagian bokong dan alat kelaminnya. Pada ikatan pinggang popok, hendaknya jangan terlalu kencang ataupun terlalu longgar.

Untuk mengeceknyam caranya dengan memasukan dua jari Anda diantara popok dan perut bayi (jari tengah dan jari telunjuk). Apalabia jari Anda muat, itu berarti pemasangan ikatan popok pada bayi sudah pas.

Dalam mengganti popok sang buah hati, hendaknya bunda melakukannya dengan penuh kesabaran dan penuh kasih sayang.

5. Selama Punya Bayi, Hindari Pekerjaan Yang Terlalu Padat
Hindari untuk memaksakan diri dari melakukan banyak aktivitas berat yang sudah sering dilakukan sebelum kelahiran bayi. Hal ini agar Anda bisa fokus dengan baik dalam merawat bayi yang baru lahir.

Merawat bayi yang baru lahir identik dengan yang namanya capek. Sehingga Orang tua, terutama bunda yang harus mampu mengelola dengan baik tekanan yang ada. Bunda harus mampu menjaga keadaan fisiknya dengan baik.

Biasanya merawat bayi akan identik juga dengan yang namanya kurang tidur, tetapi bukan berarti bunda diperbolehkan mengonsumsi banyak kandungan kafein. Bunda harus menjaga asupan makanan yang sehat, serta jangan sampai stres.

Baiknya kondisi kesehatan bunda sangat penting, agar sang bayi bisa mendapatkan perawatan yang optimal nantinya. Sebagai kiat, supaya tubuh bisa bugar maka usahakan untuk tidur bersamaan dengan sang buah hati. Sehingga saat buah hati bangun, maka bunda pun juga sudah dalam kondisi fit untuk melayani sang buah hati.

Bunda juga bisa meminta sang bapak agar sesekali menggantikan posisi bunda ketika malam hari. Yang penting suami-istri harus bekerja dengan baik dalam merawat bayi. Karena berbeda dengan anak yang sudah agak besar, bayi butuh penjagaan secara real time. Meleng sedikit saja dalam memperhatikan keamanan bayi bisa berakibat fatal.

loading...

6. Mengangkat Bayi
Mengangkat bayi memiliki cara khusus, sehingga tidak boleh dilakukan asal-asalan, apalagi jika sebelumnya belum memiliki pengalaman mengenai bayi sedikit pun.

Pada bayi umur 0-3 bulan, dalam masa tersebut tulang bayi yang masih lemah sekali, sehingga posisi yang benar untuk menggendongnya adalah membaringkan bayi di lengan tangan

Menggendong Bayi
Menggendong Bayi Yang Baru Lahir | Sumber gambar: Perawatanbayi.com Gettyimages

Menggendong bayi baru lahir harus hati-hati. Anda dapat melakukannya dengan menyelipkan satu tangan di bawah leher bayi, dengan tujuan menyangga kepala bayi, kemudian letakkan tangan lainnya di bagian belakang tubuh bayi, hal ini berguna agar menopang pantat dan punggung bayi.

Pastikan posisi kepala, leher, dan punggung bayi ada di atas lipatan siku tangan. Sehingga bayi bisa menjadi nyaman.

Untuk mengangkat bayi yang benar, pertama-tama berdiri untuk menghadap ke bayi. Lalu susupkan satu tangan Anda di bawah leher dan kepala bayi, untuk tangan Anda lainnya ke pantat bayi.

Angkat secara perlahan ke arah dada Anda, lalu pindahkan perlahan kepalanya agar nantinya diletakan ke arah lekukan siku, lalu sangga tubuh bayi dengan lengan.

Adapun pada bayi berusia 3-6 bulan, seringnya bayi lebih suka untuk digendong dalam posisi duduk menghadap ke arah depan. Hal itu disebabkan pada bayi usia 3-6 bulan sudah bisa duduk.

Pada bayi usia lima bulan keatas, hendaknya menggendong bayi dengan memakai kain gendongan, karena tubuh bayi telah semakin berat. Posisinya bebas, apalagi jika usia bayi diatas 6 bulan maka tulang bayi sudah cukup kuat.

Saat usia bayi diatas delapan bulan, tidak mengapa jika orangtua tetap menggendong bayi. Hanya saja jangan terlalu sering dilakukan, hal itu karena bayi pada usia 8 bulan ke atas perlu dibiarkan bermain di lantai, sehingga akan merangsang dirinya untuk terus bereksplorasi.

Orang tua harus memperhatikan atau mengawasi dengan baik pada anak yang sudah bisa merangkak kesana dan kemari.

7. Merawat Tali Pusat
Membersihkan dan merawat tali pusat bukanlah hal yang sulit. Pada umumnya, tali pusat dapat saja tidak ditutup kain kasa sehingga dibiarkan untuk terbuka, hanya saja perlu dipastikan supaya kondisinya selalu kering dan bersih. Dalam perawatan tali pusat, maka sebelumnya Anda harus mencuci tangan hingga bersih.

LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN TALI PUSAT:
Masa-masa tali pusat belum lepas (biasanya 5-21 hari) maka bayi jangan dulu sering dimandikan, yang perlu untuk sering dilakukan adalah menyeka tubuh bayi menggunakan kain handuk yang lembut. Seka dengan menggunakan air hangat. Dan pastikan tali pusat agar tidak lembab, serta dalam kondisi yang kering.

Umumnya pada bayi baru lahir, tali pusatnya bersih dan tidak lengket. Akan tetapi jika tampak ada bagian yang lengket dan lembab, maka Anda bisa memberishkan dan mengeringkan menggunakan bola kapas. Sebelumnya bola kapas disterilkan dengan campuran alkohol 70% secukupnya.

Anda perlu hati-hati dan perlahan dalam menggunakan pakaian untuk bayi, serta pastikan celana dan popok bayi tidak menggangu tali pusat. Hindari menutup tali pusat memakai plester karena bisa berdampak pada terjadinya iritasi yang cukup serius.

Kondisi-kondisi yang membuat Anda perlu waspada, dan membawa bayi ke dokter:
  • Adanya nanah pada tali pusat.
  • Adanya tampak kemerahan pada pangkal tali pusat ataupun bagian kulit disekitar tali pusat.
  • Adanya pembengkakan pada darah talu pusat dan sekitarnya.
  • Bayi selalu menangis jika tali pusatnya dan daerah sekitarnya tersentuh oleh jari.

8. Menidurkan Bayi
Bayi akan memerlukan tidur yang sangat lama waktunya dalam sehari, dan bayi tidak mempunyai jadwal tidur yang tetap. Sehingga penting untuk menjadikan bayi bisa tidur dengan nyaman. Beberapa hal yang bisa dilakukan bunda untuk membuat bayi bisa tidur dengan nyaman:
  • Mandikan bayi menggunakan air hangat yang sebelumnya air hangat ditetesi dengan baby bath.
  • Setelah mandi, Anda bisa mengeluas atau memijat pelan bayi menggunakan baby oil atau lotion.
  • Kondisikan dengan baik di kamar tempat bayi tidur agar nyaman untuknya, seperti hindari suara bising, dll.
  • Anda juga bisa membubuhi bayi dengan baby powder.
  • Utamakan untuk membeli atau memakai produk bayi memiliki aroma yang menenangkan, tetapi penting untuk memastikan keamanan kandungan di dalamnya untuk bayi.

Hendaknya suami-istri bisa bekerja dengan baik dalam merawat bayi, karena seringkali bayi bangun dan merengek di malam hari sehingga harus dilayani dengan baik. Disnilah Anda dan pasangan Anda harus bekerja sama.


9. Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Hanya Konsumsi ASI
Untuk bayi yang berusia di bawah 6 Bulan hanya konsumsi ASI, adapun makanan pendamping ASI diberikan pada bayi diatas usia 6 bulan.

Bayi baru lahir sampai umur 6 bulan. Maka pada masa-masa ini, bayi hanya perlu diberikan asupan berupa ASI. Hal itu karena pemberian ASI sudah mencukupi untuk kebutuhan gizi bayi.

Adapun untuk makanan pendamping ASI, maka yang sehat adalah makanan yang dibuat sendiri di rumah. Dalam membuat makanan bayi, maka penting untuk mengetahui bahan apa yang aman dan boleh untuk dikonsumsi bayi.

Pastikan memilih sayuran dan buah yang bebas dari pestisida. Selalu memilih sayur dan buah yang segar. Makanan bayi untuk umur 6 bulan adalah  pure yang encer. Awal-awal memberikan makanan, berikan dengan sedikit demi sedikit, hal ini bertujuan agar bayi bisa terbiasa dengan tekstur dan rasanya.

Semakin bertambah usia bayi, maka Anda bisa memberikan makanan dengan tekstur yang lebih keras.

10. Jika Sudah Balita, Ajari Agar Suka Makan Sayur, Buah dan Asupan Sehat Lainnya
Anak yang sejak balita sudah terbiasa untuk makan sayuran dan buah secara rutin, maka sistem imunnya sangat kuat, sehingga tubuhnya bisa lebih kebal dari serangan penyakit. Hal itu karena di dalam buah dan sayur kaya akan senyawa antioksidan.

Anda juga bisa memberikan madu untuk bayi yang sudah berumur 2 tahun. Dimana madu memiliki kandungan yang berfungsi sebagai anti virus dan anti kuman. Selain itu juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

11. Jauhi Balita dari Asupan Makanan Instan dan Jajanan Yang Kurang Sehat
Tidak sedikit orang tua yang sering memberikan snack ringan yang gurih pada balita, hal ini sebuah kesalahan karena nilai gizinya yang rendah, serta umumnya tinggi kandungan MSG yang dampaknya bisa menghambat kecerdasan anak.

Orangtua harus pintar dalam memilihkan jajanan yang sehat dan bergizi untuk anaknya, hal ini sangat penting agar balita nantinya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Hidangkan menu makanan yang menarik bagi Anak, sehingga dirinya semangat untuk makan.

12. Mulailah Sedikit Demi Sedikit Untuk Mengajarkan Pola Hidup Sehat
Mulailah mengajari balita untuk membiasakan diri untuk membersihkan tangan ketika kotor, menggosok giginya, mandi secara teratur, mengonsumsi makanan sehat dan lainnya.

Penting bagi orang tua, agar menjauhkan anak dari paparan asap rokok dan polusi udara, agar pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya tidak terhambat.

Hal penting lainnya adalah mulailah untuk membuat anak agar menyukai olahraga, hal ini sangat baik untuk pertumbuhannya dan juga meningkatkan kemampuan motoriknya.

Jika sejak balita sudah terbiasa untuk menggerakan tubuhnya, maka hal ini sangat baik untuk kekuatan fisiknya, anak nantinya bisa tumbuh dengan fisik yang kuat.

Usahakan menjauhkan balita dari yang namanya TV dan gadget, karena dapat membuat anak malas untuk bergerak, cahaya gadget bisa merusak matanya, dan bisa merusak otak anak. Bahkan ada sebuah kasus dimana anak mengalami terlambat bicara karena terlalu sering berada di depan TV.

Monday, January 16, 2017

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?

Zat besi merupakan kandungan yang sangat diperlukan oleh tubuh, lebih-lebih bagi oleh anak-anak, termasuk juga bayi. Zat ini memberikan manfaat dan fungsi yang besar bagi tubuh, sehingga bisa menjadi masalah serius jika tubuh kekurangan zat besi.

dr Yoga Devaera, SpA(K), seorang dokter spesialis anak yang bekerja di RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, menjelaskan bahwa nutrisi mineral zat besi memiliki peran besar sebagai dasar yang penting agar anak atau bayi memperoleh MPASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas dan sehat.

Yoga Devaera menjelaskan (seperti dikutip dari detikHealth) bahwa jenis zat besi yang bersumber dari hewan (sumber hewani) biasanya lebih gampang untuk diserap oleh tubuh, hal ini terutama bagi anak-anak.

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?
Makanan Sehat | Sumber gambar: Pexels.com

Dokter juga mengingatkan agar Orang tua tetap harus memperhatikan asupan viamin C pada anak.

Selain manfaat vitamin C untuk menjaga susana hati (mood), menjaga kesehatan kulit, mata, mencegah sariawan, pilek, hingga mencegah kanker. Juga fungsi dari nutrisi vitamin C yang dikonsumsi adalah untuk memaksimalkan proses penyerapan zat besi dari nabati.


Ciri-ciri anak kekurangan zat besi
Adapun ciri-cirinya anak yang kurang mendapatkan asupan zat besi yaitu terlihat pada wajahnya yang sering pucat, bahkan kondisi pucat pada wajah anak dapat terjadi dalam waktu yang panjang. Jika hal ini terjadi pada anak maka berkemungkinan anak mengalami masalah kekurangan nutrisi zat besi.

Apalagi jika akan juga mengalami mudah lelah, terlihat tubuhnya lemas, rentan terkena infeksi, mudah terserang penyakit, hingga mengalami masalah mental seperti mendadak tidak mau diam, atau sulit untuk tenang (gelisah), maka sangat harus diwaspadai bahwa anak mengalami kekurangan zat brsi.

Apabila anak benar-benar terlihat pucat, maka ini hal yang cukup serius, dokter dr Yoga Devaera menganjurkan agar Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter, karena dikhawatirkan anak yang masih kecil tertimpa hal-hal buruk.

Oleh dokter, biasanya akan dilakukan pengecek terhadap kondisi anak yang lemas. Orang tua bisa memberikan makanan yang kaya akan zat besi pada anak, diantaranya daging sapi dan hati.

Kandungan zat besi sangat diperlukan tubuh anak, terutama untuk pertumbuhan perkembangan sistem sarafnya.

Akibat dari anak yang tidak memperoleh asupan zat besi sebagaimana mestinya, mengakibatkan masalah serius pada kemampuan dan fungsi kognitif anak. Selain itu memberikan gangguan pada kekmampuan tingkah laku anak. Zat besi juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi.

Penyebab terjadinya kekurangan zat besi pada anak berumur 1-2 tahun yaitu karena beberapa faktor, yaitu:
  1. Anak tidak memperoleh makanan pemdamping yang mencukupi kebutuhannya.
  2. Anak terlalu banyak mengonsumsi minum susu juga bisa menyebabkan tubuhnya kekurangan zat besi.
  3. Anak mengalami kegemukan

Khsus pada bayi atau balita sangat rentan mengalami kekurangan zat besi. Bentuk gejala dari kekurangan zat besi ini sering tidak terasa oleh seorang ibu. Alhasil, anak tidak mendapatkan penanganan yang baik dan semestinya.

Sehingga perlu diingat lagi, bahwa tanda-tanda dari anak yang mengalami kekurangan zat besi yaitu dirinya lebih seirng tidur-tidur, terlihat lemas, cepat capek, dan mudah mengantuk (padahal waktu tidur sudah cukup).

Gejala-gejala seperti lemas, mengatuk dan lainnya (seperti disebutkan diatas) terjadi akibat fungsi zat besi untuk membantu mengirim oksigen ke seluruh tubuh (yang termasuk ke otak), mengalami hambatan.

Tidak sedikit orang tua yang khawatir untuk memberikan makanan hewani pada bayi setelah 6 bulan. Penyebabkan takut anak terkena alergi, atau tekstur daging yang dinilai masih terlalu keras. Padahal perlu diketahui bahwa kekurangan asupan protein hewani mengakibatkan anak kekurangan zat besi.

Disamping itu, pada beberapa sayuran terdapat kandungan zat besi yang penting, walaupun kadar kandugan zat besinya masih dibawah daging.

loading...

Sebenarnya, makanan hewani sudah bisa dicobakan pada bayi diatas usia 6 bulan. Caranya dengan memastikan memasak daging hingga benar-benar matang, kemudian daging dihaluskan agar mudah dimakan dan dicernanya.

Orang tua perlu menghindari memberikan asupan daging dari makanan olahan, contohnya ada banyak, diantaranya bakso dan sosis.

Mengapa tidak boleh? Hal itu karena jenis makanan olahan seperti itu biasanya telah dimasukan berbagai bahan tambahan zat kimia, seperti penyedap rasa, bahan pengawet dan lainnya.

Hal lainnya yang juga perlu diketahui
Memberikan bayi susu formula yang tidak memiliki asupan zat besi di dalamnya, juga bisa memicu anak mengalami kekurangan zat besi, sehingga yang terbaik bagi anak adalah ASI (air susu ibu) ketimbang penggunaa produk susu formula.

Jikapun ingin menggunakan susu formula, maka gunakan produk susu formula yang di dalamnya memiliki asupan zat besi. Hanya yang penting diketahui oleh bunda, bahwa memberkan ASI sampai anak berusi 1 tahun adalah hal yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi bagi anak, maka Anda bisa memberikan asupan berupa daging ayam, kuning telur, kacang-kacangan, ikan dan sayuran berdaun hijau gelap.

Selain itu, perhatikan asupan vitamin C paad anak. Nutrisi vitamin C bisa diperoleh dari melon, tomat, jeruk manis. Manfaat vitamiin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh agar maksimal.

Tuesday, December 6, 2016

42 Cara Ampuh Mengatasi Anak & Bayi Susah Makan

Masalah anak susah makan banyak dikeluhkan para orang tua, terutama ibu.

Banyak para ibu yang bingung menghadapi buah hatinya, yang khawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya. Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan.

Ada beberapa penyebab yang mambuat si kecil susah makan. Biasanya mulai terjadi saat usianya memasuki tahun pertama.

Cara Ampuh Mengatasi Anak & Bayi Susah Makan

Masalah biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja hingga mengemut makanannya berlama-lama.

Kondisi ini membuat ibu khawatir akan kecukupan gizinya, mengingat si kecil masih dalam masa tumbuh kembang.

Cara mengatasi anak susah makan:

#1. Sajikan makanan dalam porsi kecil
Yang perlu diketahui para ibu, bahwa lambung si kecil tidak mampu menampung banyak makanan. Sehingga hindari memaksakan anak makan terlalu banyak.

Makanan dengan porsi sedikit akan membuat anak tidak malas untuk makan, serta mengurangi rasa jenuh saat makan. Untuk mensiasatinya, usahakan tambah frekuensi makan anak dengan porsi kecil.

#2. Iming-imingi reward
Ketika anak susah makan, coba sesekali memberikan hadiah kepada mereka. Anak kecil biasanya sangat senang dengan pemberian dari orang tua.

Sehingga dengan begitu, anak yang sedang malas makan, nantinya bisa menjadi lahap. Anak biasanya bersemangat jika orang tua menjanjikan sesuatu yang disukainya.

Hendaknya memberikan jenis reward yang mendidik bagi anak, hindari memberikan reward seperti makanan manis, tinggi lemak, gorengan, dan semacamnya, yang justru berdampak buruk bagi anak.

#3. Buat variasi makanan
Para ibu perlu membuat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati yang memilih makanan yang ia sukai, karena biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya, sehingga dirinya dapat makan dengan lebih semangat.

#4. Sajikan makanan dengan menarik
Agar anak tertarik dan lebih semangat untuk makan, maka sajikan makanan dengan tampilan menarik. Seperti mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear, bebek kecil, dsb.

Atau juga makanan diletakkan di wadah yang di sukai si kecil, nasi dicetak menggunakan bentuk yang di sukai si kecil, atau bisa juga menambah hiasan agar makanan menjadi menarik.

#5. Buat kondisi makan yang menyenangkan
Orang tua kurang baik mengancam atau menakut-nakuti anak agar ia mau makan. Terlalu sering melakukan hal itu, dikhawatirkan anak akan merasa bahwa makan adalah saat yang tidak menyenangkan...

...sehingga bisa menimbulkan trauma psikis bagi anak jika mengingat tentang makanan.

Makan bersama menjadi momen interaksi penting antara orangtua dan anak. Orangtua bisa menjadi teman menyenangkan di meja makan. Yang membuat hubungan orangtua dan anak semakin erat.

Selama waktu makan, minimalkan gangguan yang ada, hal yang perlu dilakukan seperti mematikan televisi dan menjauhkan mainan dari meja makan.

Orang tua jangan menciptakan suasana yang “horor” saat anak makan. Hindari memarahi anak saat waktu makan. Karena dapat membuat anak jadinya sangat tidak menyukai waktu makan. Pada akhirnya, anak semakin malas untuk makan.


#6. Mengurangi anak jajan di luar
Sebisa mungkin minimalkan anak untuk selalu jajan di luar, karena tentunya makanan di luar sangat dikhawatikan tentang gizinya yang rendah atau tidak terkontrol.

Sering makan atau jajan di luar, membuat anak menjadi sulit untuk diajak makan di rumah.

#7. Makan teratur
Para ibu hendaknya mencoba untuk membuat jadwal waktu makan anak, sehingga anak bisa makan dengan teratur.

Hal ini membuat si kecil nantinya terbiasa dengan waktu makannya. Demikian juga dengan waktu tidur anak, mandi, dsb.

#8. Berikan anak cemilan sehat
Setelah anak bisa berjalan, maka memubatnya menemukan kegemaran baru yaitu bereksplorasi dengan lingkungannya.

Apalagi ketika anak memasuki usia 2 tahun, maka aktivitasnya akan semakin banyak. Kondisi ini membuat anak akan sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang.

Untuk para ibu, maka bisa menyiasatinya dengan memberikan cemilan sehat pada anak.

Disarankan untuk membuat cemilan sehat dalam bentuk yang beragam. Contohnya membuat bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, dll.

#9. Libatkanlah anak dalam menyiapkan makanan
Beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti meminta pertolongan kepada anak untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan. Atau juga meminta anak membantu menyiapkan makanan di meja makan.

Selain itu, orang tuanya perlu menjadi telandan bagi anaknya. Bila orang tua mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontohnya. Keteladanan orang tua membantu pola makan anak agar baik.

#10. Ajak anak berolahraga
Dorong si anak untuk berolahraga, atau minimal buatlah tubuhnya aktif bergerak. Saat anak berolahraga maka detak jantungnya akan meningkat. Hal ini membuat pembakaran kalori di dalam tubuh menjadi meningkat, sehingga dapat memuculkan nafsu makannya.

#11. Gunakan piring berwarna cerah
Penelitian telah membuktikan bahwa cara menambah nafsu makan anak bisa dengan menggunakan piring-piring berwarna cerah saat si anak sedang makan.

Penelitian menyebutkan bahwa warna piring bisa mengubah nafsu makan. Warna yang dinilai cukup efektif untuk meningkatkan nafsu makan adalah merah, kuning atau oranye.

Menurut penelitian, warna yang paling baik untuk menjaga nafsu makan adalah warna merah. Peneliti menjelaskan bahwa warna-warna yang cerah bisa membuat hati menjadi lebih bahagia dan nafsu makan ikut terpancing.

#12. Mengonsumsi jeruk
Buah jeruk kaya akan vitamin C. Di dalam tubuh, vitamin C berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ternyata juga dapat meningkatkan nafsu makan. Sehingga, Ibu bisa memberikan buah jeruk kepada anak, atau asupan vitamin C lainnya...

...yang membuat anak akan memiliki nafsu makan, serta mengoptimalkan proses metabolisme di dalam tubuhnya.

Selain vitamin C, cara menambah nafsu makan lainnya yaitu dengna memberikan asupan B dan zinc. Vitamin B dapat meningkatkan nafsu makan dan mengontrol suasana hati, demikian juga dengan fungsi asupan zinc.

Oleh karena itu apabila ada seseorang yang kekurangnan vitamin B dan zinc, nafsu makannya biasanya akan berkurang.

#13. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan
Minuman, baik itu air putih, jus buah segar atau lainnya adalah hal yang diperlukan anak, tetapi jika memberikan anak minuman saat makan, membuat anak akan merasa kembung sendiri sehingga membuatnya sulit untuk makan.

Loading...

#14. Akali jenis makanan yang tidak disukai anak
Anda bisa menyelipkan atau menyembunyikan jenis sayuran atau buah yang anak Anda tidak suka. Misalnya saja anak tidak suka pisang dan wortel, maka Anda bisa mengakalinya dengan membuat cake pisang atau muffin wortel untuknya.

#15. Kenalkan anak beragam jenis makanan ssehat ejak usia dini agar ia selalu memiliki selera makan yang baik.

#16. Jangan memburu anak agar makan dengan cepat. Karena hal ini membuat anak tidak nyaman ketika makan. Sehingga nantinya membuat anak sulit untuk mau makan.

#17. Ajak anak ketika anda sedang mempersiapkan menu makannya, beri pujian supaya anak merasa senang dan lebih bersemangat untuk makan

#18. Jika anak suka cemilan, maka berikan cemilan jauh sebelum waktu makan utama tiba. Berikan cemilan sehat, seperti buah-buahan dipotong menyerupai dadu, wortel yang telah dikukus, yoghurt, dsb. Hindari memberikan coklat, permen, snack mengandung MSG karena mengurangi nafsu makan anak.

#19. Sajikan makanan dengan menarik, jangan dicampur aduk antar nasi dan lauknya. Gunakan piring makan yang ia sukai, pisahkan antara nasi dengan lauk pauknya sehingga tampak menarik.

#20. Selama kegiatan makan berlangsung, tetaplah berkomunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak berpikir bahwa kegiatan makan adalah saat yang menyenangkan.

#21. Atur dengan baik pemberian minuman saat makan, jangan terlalu banyak minum karena anak akan merasa cepat kenyang dan malas untuk menghabiskan makanannya.

#22. Terapkan acara makan bersama keluarga. Dengan melihat orang tua dan anggota keluarga lainnya (kakak, nenek dan kakek, dll) memakan makanan, anak menjadi ikut tertarik menyantap makanan.

#23. Anda dapat mengubah cara pengolahan dan penyajian makanan sehingga tampak fresh dan menarik. Misalnya, membuat sate bola-bola daging cincang, bola-bola kentang goreng, ikan dan ayam goreng berbalur tepung goreng, dll.

#24. Kalau bisa, menanam sayuran dan buah-buahan di kebun dengan anak Anda, sehingga membuatnya lebih menyukai makanan yang dimakannya. Jika anak mau, jangan dilarang anak untuk membantu Anda merawat tanaman di kebun.

#25. Jangan terlalu memaksa anak untuk makan, seperti memaksa untuk menyendoki makanan ke mulutnya, padahal anak meronta keras menolak makan. Hal ini mencegah bahaya tersedak pada anak, dan juga dikhawatirkan anak menjadi trauma atau ketakutan saat jamnya makan.

#26. Anda bisa memberikan multi vitamin atau supplemen penambah nafsu makan anak, Curcuma Plus (harga sekitar Rp. 11 ribuan) dan Vidoran plus (harga sekitar Rp.13 ribuan). Senawa curcuma dan asam amino yang terkandung di dalamnya berfungsi meningkatkan penyerapan sari makanan pada saluran pencernaan, sehingga meningkatkan nafsu makan.

#27. Apabila anak masih tetap susah makan dalam waktu lama, maka bisa terindikasi kurang gizi, disarankan mengunjungi dokter atau ahli gizi untuk berkonsultasi.

Cara membujuk bayi yang susah makan
Berbagai cara yang pernah dilakukan para bunda, yang dinilai berhasil dalam membujuk bayi agar mau makan. Biasanya membujuk bayi pada beberapa suapan, lalu mengganti cara lain untuk suapan selanjutnya. Berikut di bawah ini dipaparkan trik-triknya:

#1. Makan setelah mandi: Air hangat membuat peredaran darah lebih lancar, serta memicu rasa lapar. Bayi susah makan bisa jadi lebih bernafsu makan setelah ia mandi.

#2. Membuatnya melihat ke atas: Gunakan mainan atau benda yang menarik perhatian bayi agar ia melihat ke atas. Ketika mulutnya terbuka, masukkan sendok berisi makanannya.

#3. Ringtone HP: Bunyikan ringtone HP dan pegang HP agak tinggi sehingga bayi melihat ke atas sambil membuka mulut.

#4. Mainan berbunyi: Bayi didudukan di kursi makan bayi, lalu berikan mainan di mejanya. Setiap kali ia bosan dengan mainan yang ada, gantinya dengan mainan yang lain.

#5. Mainan yang berbunyi akan lebih menarik perhatian sang bayi, ketika ia lengah maka lebih mudah membuka mulut ketika sendok ditempelkan ke ujung bibirnya.

#6. Tayangan film kartun: Bayi duduk di high chair sambil menikmati tayangan kartun, agar nantinya ia membuka mulut tanpa sadar saat didekatkan sendok ke mulutnya.

#7. Untuk bayi yang senang menggigit benda di sekitarnya, berikan mainan yang bisa digigit (mainan harus aman dan bersih) guna memancing gigitannya.

Sehingga ketika bayi siap memasukkan mainan tersebut ke mulutnya, secepatnya masukkan sendok berisi makanan ke mulutnya.

#8. Dekatkan dengan hidangan yang harum yang mengepulkan asap. Keharuman masakan dapat menggugah bayi agar mau makan.

#9. Menyuapi dengan tangan jika bayi sering menolak saat disuapi dengan sendok.

#10. Makan bersama: Bayi bisa tergugah nafsu makannya ketika melihat orang lain makan. Cobalah Anda sambil makan ketika menyuapinya.

Bisa juga dengan meminta bantuan orang lain untuk makan di hadapan bayi. Anda harus sigap menyuapinya ketika bayi mulai menganga karena ‘latah’ melihat orang lain menyuap makanan.

#11. Tepuk tangan: Cara ini butuh bantuan orang lain untuk bertepuk tangan sambil berkata, “Horeeeee”, sementara Anda menyuguhkan sendok berisi makanan ke mulut si bayi.

Jika tidak berhasil, coba lebih banyak orang yang bertepuk tangan dan menyebutkan “horeee”.

#12. Air putih: Kadang bayi menutup mulut setelah beberapa suapan. Cobalah tawarkan air putih sedikit, lalu berikan lagi suapan berikutnya.

#13. Menu selang-seling: Jika bayi susah makan, mungkin karena bosan dengan rasa makanan yang sama. Anda bisa mengakalinya, misalnya memberikan sesuap bubur / nasi tim, lalu suapan berikutnya puree buah. Demikian seterusnya, lakukan secara selang seling sehingga bayi tidak bosan.

#14. Variasi sendok: ganti-ganti sendok yang digunakan, sehingga bayi tertarik pada sendok baru tersebut.

#15. Perbaiki rasa makanan: Bayi susah makan mungkin karena tidak suka dengan rasa makanannya. Walaupun banyak yang melarang tambahan garam atau kecap pada makanan bayi, tetapi terpaksa dilakukan jika bayi tidak mau juga makan, agar makanan menjadi sedap.

Bisa juga menambahkan bawang goreng agar wangi. Yang penting, menghindari asupan MSG pada bayi.


Hal yang perlu diketahui dari bayi yang susah makan
Untuk mengatasi anak yang susah makan diperlukan kesabaran. Bisa juga anak susah karena ada faktor psikis, sehingga harus diatasi masalahnya tersebut.

Pada anak, coba berikan vitamin untuk menambah nafsu makan, seperti sirup elkana atau kurkuma, atau sirup vitamin yang mengandung unsur lysmin di dalamnya.

Sebelum makan, anak jangan diberi susu dahulu, hendaknya anak diajak makan sama-sama seperti halnya orang dewasa.

Pada bayi, ada saat-saat tertentu dimana bayi susah makan. Anda perlu mengenali 4 penyebab bayi susah makan:

Sariawan
Sariawan membuat si Kecil enggan untuk makan. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada bayi berusia 10 bulan ke bawah. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi.

Sariawan disebabkan trauma pada mulut seperti tergigit, kekurangan vitamin, alergi makanan, terinfeksi virus, dll

Untuk mengatasi kondisi ini, maka perlu dilakukan usaha menyembuhkan sariawan, atau minimal membuat sariawan menjadi mati rasa, sehingga bayi tidak “tersiksa” saat makan.

Menolak makanan baru
Bayi mungkin merasa asing dengan rasa atau tekstur makanan yang baru dimakannya, sehingga bayi tidak mau makan.Untuk mengatasinya coba berikan makanan yang tidak berbeda jauh dari makanan sebelumnya.

Misalnya, si Kecil menyukai bubur wortel, makan anda bisa memperkenalkan bubur ubi manis pada bayi. Tampilan dan tekstur yang mirip membantu bayi mau “berkenalan” dengan makanan barunya itu.

Jangan langsung memberinya dalam porsi biasa, akan tetapi perlu disiasati, caranya dengan memberikan sedikit demi sedikit. Jika bayi menolaknya, jangan memaksanya, beralihlah ke makanan yang disukainya.

Pada masa-masa ini Bunda jangan patah semangat. Teruslah menjejali bayi dengan jenis makanan baru.

Refluks gastroesofagus (GER)
Kondisi ini membuat bayi mengeluarkan isi perutnya, tetapi GER berbeda dengan muntah. Cara mengatasi bayi susah makan karena kondisi ini, jaga posisi bayi agar tetap tegak setelah makan selama 30 menit.

Kemudian, hindari memberikan bayi makanan dalam porsi besar. Jauhkan juga bayi dari asap rokok, yang sangat berdampak buruk bagi bayi.

Selain itu, bayi tidak mau makan karena masih merasa kenyang, tubuhnya kelelahan, atau juga karena sakit. Orang tua harus peka memberhatikan kondisi bayi.

Cara bertahap memberikan makanan pada balita
Pada anak balita anda berusia diatas 6 bulan, mulai berikan makanan pendamping ASI seperti bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya.

Untuk makanan pendamping, harus disesuaikan dengan umur balita. Jangan langsung diberikan nasi padat karena dapat mengganggu saluran pencernaannya.

Saat memilih bubur instant, perhatikan label pada kemasan agar disesuaikan dengan usia anak balita. Biasanya tersedia bubur instant untuk usia 6 – 24 bulan dengan berbagai rasa. Anda bisa memberikan variasi rasa saat memberikan makan kepada balita, sehingga ia tidak merasa bosan.

Untuk anak balita diatas 2 tahun, variasikan menu lauk pauknya. Buat pilihan menu makanan dan biarkan anak memilih makanan favoritnya.

Cara lainnya, Bunda bisa langsung yang membuat variasikan makanan pada anak. Misalnya sarapan pagi, variasi makanannya yaitu telur, roti, kentang, dan minum segelas susu.

Demikian seterusnya pada makan siang dan malam, berikan variasi makanan seperti sayuran, ikan, daging, ayam dan seterusnya.

Jangan lupa sediakan buah-buahan bagi kebutuhan vitamin anak, dan dorong anak agar mau makan sayur.

Sunday, November 13, 2016

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Sebagai orang tua pasti akan khawatir ketika mendapati tubuh si anak (apalgi jika masih bayi) terasa panas.

Ketika megalami hal ini, maka ada beberapa hal awal yang bisa dilakukan, sehingga tidak perlu landung tergesa-gesa ke dokter.

Demam sendiri sebenarnya sebuah gejala. Dimana ketika demam menjadi pertanda bahwa tubuh si anak sedang melawan penyakit.

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam bisa dikatakan menjadi bukti sistem kekebalan tubuhnya yang bekerja dengan baik. Dimana baiknya sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melawan serangan penyakit.

Demam juga bisa menyerang anak kecil jika dia terlalu lama berada di bawah terik matahari panas. Anda  tidak perlu khawatir berlebihan jika anak masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

Adapun beberapa kondisi yang membuat orang tua perlu waspada ketika sang anak mengalami demam, dengan tanda-tanda seperti berikut:
  1. Anak terlihat sangat lesu, serta tidak ada semangat saat dihibur atau diajak bermain
  2. Tidak nafsu makan
  3. Tidak responsif karena rasa sakit yang dialaminya
  4. Muncul ruam
  5. Anak uring-uringan saat tidur
  6. Pernapasannya terganggu
  7. Terlihat tanda-tanda dehidrasi pada anak, seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, dll
  8. Tubuh anak mengalami kejang

Demam tidak membahayakan asalkan tidak menimbulkan dehidrasi, kesadaran menurun ataupun kejang.

Demam dapat sebagai tanda pertahananan tubuh karena adanya benda asing di dalam sistem tubuh. Anak bisa demam setelah diberikan imunisasi, kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis.

Demam juga disebabkan karena adanya virus yang masuk ke dalam tubuh, kalau ini memerlukan antibiotika. Ketika anak demam, pertama kali orang harus mengetahui penyebab demam pada anak.

Penanganan yang berlebihan ketika anak mengalami demam, contohnya: langsung memberikan obat antibiotika, langsung melakukan cek darah, dll.

Hal ini malah bisa memberikan hal buruk dan merugikan pada anak. Sehingga masalah bukannya hilang, malah bisa muncul masalah lain.


Pengobatan demam pada anak
Jika anak mengalami demam, maka motivasi anak untuk lebih banyak minum air. Oang tua bisa menyuruh anak minum air sedikit demi sedikit.

Hal itu karena kondisi demam membuat anak kehilangan cairan, yang beresiko anak mengalami dehidrasi. Hindari minuman yang mengandung kafein dan minuman kaleng / bersoda.

Obat-obatan penurun demam seperti parasetamol dan ibuprofen bisa diberikan kepada anak. Untuk  melakukannya, penting untuk selalu ikuti petunjuk dan aturan yang benar.

Perlu diketahui, umur, tinggi dan berat badan anak akan menentukan dosis. Dengan memberikan obat pada anak diharapkan dapat membuat anak merasa lebih nyaman dan tenang.

Hindari memberikan aspirin pada anak, karena menimbulkan efek samping sindrom / penyakit fatal yang memengaruhi otak dan hati.

#Pastikan anak istirahat yang cukup
Ketika anak sakit atau demam harus banyak-banyak untuk tidur / istirahat, hal ini pentig agar suhu tubuh dapat reda menjadi normal.

Jika anak sakit akan tetapi dirinya terus aktif bergerak, maka hal ini kurang baik, karena akan membuat tubuhnya sangat lelah sehingga kemampuan sistem tubuh dalam melawan penyakit menurun.

Tetapi hal ini bukan berarti anak seharian berda di tempat tidur, yang dimaksudkan dari banyak istirahat adalah porsi anak untuk tidur atau istirahat ditingkatkan dari biasanya (saat anak normal / tidak sakit).

Anak seharian berada di atas tempat tidur juga bukan hal yang diharuskan, kecuali jika kondisi sakit demam yang dialami anak sangat parah sehingga memasaksanya untuk seharian di tempat tidur.

#Mandi dengan air hangat
Anda bisa nemandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, yang bermanfaat untuk membantu meredakan demam anak.

Jika anak tidak mau mandi (karena sakit dideritanya) maka Anda bisa mengelap tubuh anak dengan handuk atau washlap basah yang hangat.

loading...

#Pijat dengan PepperMint Oil
Anda bisa memijat memakai PepperMint Oil pada dada, punggung dan bagian tubuh lainnya guna meredakan demam pada anak.

Nantinya, mentol yang ada di dalam PepperMint Oil berfungsi untuk melancarkan hidung yang tersumbat.

Orang tua bisa memijat bagian dada dan punggung anak secara perlahan.

# Motivsi anak agar banyak minum air putih
Kondisi  demam bisa memicu resiko terjadinya dehidrasi pada anak. Orang tua hendaknya jangan sampai lupa memmerikan minum air putih pada anak. Pastikan anak minum air putih yang cukup.

Selain itu, Ada bisa memberikan anak makanan berkuah kaldu, teh herbal / teh jahe, madu, dan jus buah (jambu, pepaya, strawberry, pear, dll).

#Berikan makanan yang agak pedas dan hangat
Kalau memang anak kuar untuk makan pedas, dan dirinya joga menyukainya. Maka orang tua bisa memberikan sedikit makanan pedas kesukaannya...

...seperti sup ayam, sup buntut atau bakso, dengan menambahkan lada di dalam makanan (tetapi jangan teralu banyak).

Hal itu karena makanan pedas bisa membuatnya anak berkeringat, serta juga dapat melancarkan peredaran darah. Hal ini sangat baik.

#Perhatikan gizi makanan anak
Untuk anak, terutama saat sakit sangat penting untuk memberikan makanan sehat yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya dapat optimal.

Pastikan makanan yang dikonsumsi anak benar-benar bergizi. Anda bisa memberikan makanan kesukaannya yang sehat, seperti kaldu sup ayam, Sup iga, bakso, dll.

Penting bagi orang tua saat anak demam, untuk menghindari memberikan makanan kurang sehat  pada anak, seperti makanan instan, junk food, minuman bersoda dan semacamnya.

#Hendaknya orang tua membuat anak senyaman mungkin
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika, dari hasil studi menyarankan agar orangtua berkonsentrasi untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibandingkan sibuk memikirkan menurunkan suhu demam anak.

Karena penyebab demam bisa beragam, jika orang tua hanya berfokus menurunkan suhu demam, maka tidak memberikan hasi optimal untuk kesembuhan anak.


#Berikan obat penurun demam
Memberikan obat penurun demam pada anak tentunya sesuai dengan usianya, umumnya yang digunakan adalah parasetamol.

Parasetamol merupakan obat penurun demam yang dinilai memiliki efek samping yang rendah, sehingga penggunaan parasetamol dapat diterapkan pada bayi sekalipun.

Tetapi sangat penting untuk membaca petunjuk dokter agar menghindari hal yang tidak diinginkan seperti resiko gangguan fungsi hati (yang paling sering terjadi).

Sangat berbahaya jika memberikan dosis yang tidak tepat (dosis terlalu tinggi).

Beberapa tahun terakhir, terjadi penggunaan dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen untuk mengobati demam pada anak.

Praktik seperti ini TIDAK DIANJURKAN karena meinumbulkan masalah yiaitu: sering terjadi kesalahan dosis obat, interval pemberian salah, dan intoksikasi obat karena berlebihan.

Kombinasi dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara selang seling setiap 4 jam TIDAK TERBUKTI  secara ilmiah memiliki efek antipiretik yang lebih kuat dibanding pengguaan satu macam antipiretik.

#Penanganan dokter
Bagi bayi yang mengalami demam pada usia 3 bulan kebawah, dimana suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius, maka lebih baik untuk membawanya ke dokter anak.

Terutama lagi jika muncul kondisi lain, seperti anak demam dengan kondisi urin yang kental, kakinya terus-terusan bergerak (tanda bagi tidak nyaman), maka dikhwatirkan bayi terkena infeksi saluran kemih.

Hal lainnya yang membuat orang tua perlu membawa bayi yang demam ke dokter adalah jika panas demam tidak turun-turun selama 3 hari, terjadinya mimisan ataupun bintik merah pada bayi.

Tips lainnya mengatasi demam pada anak:

#Saat anak menggigil atau kedinginan, sebaiknya anak diselimuti selimut yang hangat dan pastikan suhu rungan jangan terlalu dingin.

#Gunakan pakaian ringan (jangan pakaian terlalu tebal), serta berikan selimut pada anak. Memberikan pakaian yang terlalu banyak (atau juga terlalu tebal) justru mencegah panas tubuh keluar dari dalam tubuh, sehingga berdampak buruk pda anak.

#Hindari memberikan pada anak minuman yang mengandung kafein dan soda (seperti cola), karena beresiko terjadinya dehidrasi pada anak.

#Pastikan kamar tidur anak pada suhu yang nyaman, yaitu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Jangan berikan baju terlalu tebal pada anak, hal ini agar panas tubuh bisa keluar maksimal.

#Usahakan untuk sering-sering memeriksa suhu tubuh anak. Orang tua bisa menggunakan alat termometer, jangan biasakan hanya mengandalkan rabaan tangan untuk mendeteksi suhu tubuh anak.

#Orang tua perlu selalu memastikan anak agar tidak merasa kedinginan atau kepanasan.

Mengatasi demam pada bayi
Orang tua perlu segera membawa sang bayi ke dokter jika masih berusia di bawah 3 bulan saat demam. Bayi harus cepat ditangani dokter karena demam pada usia tersebut berpotensi sebagai tanda kondisi serius...

...selain itu, karena bayi usia tiga bulan ke bawah belum memiliki lapisan pelindung sel yang kaut antara aliran darah dan sistem saraf pusat.

Hal tersebut beresiko terjadinya masalah serius, berupa mikroorganisme yang menyebar dan merusak jaringan saraf.

Adapun bagi bayi di atas tiga bulan, maka bawa ke dokter jika demamnya tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam sejak bayi sakit demam.

Cara mengetahui demam pada bayi
Dengan menggunakan alat termometer, sisarankan untuk mengukur suhu tubuh bayi melalui anus karena bagian tersebut dinilai lebih akurat dibandingkan ketiak, mulut, dsb.

Termometer anus juga lebih mudah diaplikasikan pada bayi.

Sebelum mengukur suhu tubuhnya pada anus, maa rang tua harus memastikan termometer dalam keadaan higienis. Sehingga, sebelum digunakan harus dicuci hingga bersih.

Posisikan bayi Anda tengkurap, kemudian masukkan termometer yang telah diolesi petroleum jelly perlahan-lahan ke anus dengan kedalaman sekitar 2.5 cm.

Tahan termometer selama dua menit hingga terdengar suara notifikasi dari termometer. Setelah itu orang tua bisa menariknya perlahan, kemudian melihat hasilnya.

Suhu tubuh bayi normal berada di kisaran 36-37 derajat Celcius.

Penanganan demam pada bayi
Untuk menangani demam pada bayi usia tiga bulan ke atas, beberapa penanganan awal dan sederhana yaitu:

#Mandikan bayi menggunakan air hangat. Penting untuk memastikan air tidak terlalu panas bagi kulit bayi. Mandi air hangat bermanfaat untuk melancarkan pernapasannya, dan membaut tubuh bayi menjadi nyaman.

#Lalu pakaikan pakaian bayi dengan bahan yang cenderung tipis, jangan memberikan pakaian tebal bagi bayi yang demam.

#Pasikan bayi tidak kekurangan cairan (dehidrasi), berikan ASI, susu formula atau air putih.

#Adapun jika ingin memberikan obat mengatasi demam pada bayi, maka harus berkonsultasi pada dokter.

#Ingat, apabila demam menyerang bayi yang berusia tiga bulan ke bawah, hendaknya segera membawa sang bayi ke dokter.

Tuesday, July 19, 2016

Penyebab Anak Umur 3 Tahun Belum Bisa Bicara (17 Cara Melatih Anak Bicara)

Kemampuan bicara anak yang sangat perlu diperhatikan oleh orang tua. Meskipun kecepatan perkembangan bicara dan bahasa tiap anak berbeda-beda…

...tetapi orang tua perlu waspada ketika pada umur 3 tahun anak belum bisa bicara, atau mengalami keterlambatan perkembangan bicara.

Telat bicara adalah gangguan perkembangan bahasa, yang dalam bahasa Inggris disebut Developmental Language Disorder (DLD). DLD atau gangguan perkembangan bicara dan bahasa tidak menjadi bahaya, asalkan mendapatkan penanganan yang tepat.

Anak-anak dengan kondisi DLD tidak digolongkan ke dalam kategori Autis.

Sebenarnya, Anak yang mengalami keterlambatan bicara memiliki kondisi perkembangan emosional, intelegensi dan sosial yang normal seperti anak yang lainnya.

Penyebab Anak Umur 3 Tahun Belum Bisa Bicara (17 Cara Melatih Anak Bicara)

Berapa banyak kata yang seharusnya sudah bisa diucapkan anak umur 3 tahun?
Umumnya, pada sekitar usia 3-5 tahun, anak sudah bisa menunjukkan kemajuannya dalam berbicara. Menginjak umur 3 tahun, anak dapat bicara dengan menggunakan 2-3 kata serta kata tanya. Hingga saat umur 4 tahun, perkataan anak dapat sepenuhnya dimengerti oleh orang lain.

Pada umur tiga tahun, normalnya anak sudah mampu mengucapkan kata-kata dengan cukup jelas, dengan memiliki kosakata yang cukup banyak, yaitu sekitar 600 kata…

...dan sekitar 80% dari semua kosakata yang dimiliki anak seharsunya sudah bisa dimengerti oleh orang dewasa yang jarang berinteraksi dengan anak.

Adapun orang tua sudah sering berinteraksi dengan anak, sehingga dapat memahami perkataan anak yang tidak jelas.

Gejala-gejala yang menunjukkan adanya keterlambatan bicara pada anak umur 3 tahun…
  1. Anak banyak mengoceh, tetapi sebagian besar kata-kata yang diucapkannya tidak bisa dimengerti.
  2. Anak terlihat berusaha sangat keras untuk bisa berbicara dengan jelas.
  3. Saat anak diminta mengulangi kata yang Anda diucapkan, anak berusaha mengikutinya tetapi terdengar tidak sama dengan kata yang Anda ucapkan.
  4. Anak kekurangan dalam menguasai kosakata umum (kurang dari 200 kata), dan hanya sekitar 50% dari kata-kata yang diucapkannya yang terdengar jelas.
  5. Orang asing (yang dewasa) tidak bisa mengerti sebagian besar kata yang diucapkan oleh sang anak.
  6. Anak usia tiga tahun seharusnya sudah mampu mengungkapkan apa yang diinginkannya kepada orang lain.
  7. Anak belum mampu mengerti arti perintah sederhana, seperti “taruh mainan ini di dalam kotak”, dsb.

Penyebab anak belum bisa bicara

#Mengalami masalah pada pendengarannya
seperti anak mengalami hambatan pendengaran, sehingga membuat anak kesulitan untuk meniru, memahami, dan menggunakan bahasa.

Adapun, masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan terjadinya infeksi di telinga, maka perlu dibawa ke dokter.

#Hambatan perkembangan otak anak. 
Dimana terjadi masalah daerah oral-motor di otak anak, hal ini menyebabkan ketidakefisienan hubungan di daerah otak yang fungsinya untuk menghasilkan bicara.

Alhasil, membuat anak kesulitan dalam menggunakan organ bibir, lidah, dan rahangnya untuk menghasilkan bunyi atau perkataan.

#Minimnya komunikasi
Hubungan orang tua dan anak, terutama komunikasi sangat penting untuk menstimulasi anak agar memperbanyak kosa katanya.

Akan tetapi yang cukup disayangkan, sebagian orang tua tidak menyadari bahwa komunikasi atau dialog antara orang tua dan anak, sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Baik itu dari sisi kemampuan bicara anak, maupun secara umum psikologi anak.


#Faktor televisi
Dampak buruk dari anak sering menonton TV, dirinya akan menjadi pendengar yang pasif, dimana anak hanya menerima saja tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk.

Beberaoa hal buruk lainnya, menonton TV dapat mengakibatkan anak menjadi trauma karena menyaksikan tayangan yang berisi adegan tidak mendidik seperti perkelahian, kekerasan, hingga seksual.

#Masalah keturunan
Keterlambatan bicara juga dapat terjadi karena faktor keturunan. Walaupun belum ada penelitian resmi yang membuktikannya, tetapi pada kejadian di lapangan bahwa anak yang terlambat bicara, banyak yang punya riwayat keluarga (orang tua) yang juga mengalami masalah keterlambatan bicara pada masa kecilnya.

#Anak terlalu aktif bergerak
Dari beberapa informasi, bahwa anak yang terlambat bicara biasanya terlalu aktif bergerak, hal ini membuat anak kurang dalam konsentrasi dan fokus.

Hal ini menimbulkan masalah atau gangguan, berupa menurunnya kemampuan meniru pada si anak, yang dalam istilah kedokterannya yaitu anak mengalami ADHAD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder).

Anak dalam kesehariannya lebih suka bereksperi lewat gerakan, senyuman dan tangisan, akan tetapi jarang sekali menyampaikan sesuatu secara verbal atau perkataan.

#Faktor lainnya
Beberapa faktor lainnya yang mengakibatkan anak 3 tahun mengalami masalah kemampuan bicara, karena keterlambatan perkembangan fungsi tubuh, hal ini sering terjadi pada bayi yang terlahir secara prematur, ataupun lahir dengan berat badan yang rendah.

Masalah lainnya karena retardasi mental, kurangnya rangsangan (stimulasi) dari lingkungan sang anak, dimana anak kurang sering diajak berbicara dan berinteraksi dengan orang dewasa.

Cara melatih anak bicara lancar umur 3 tahun:

#1. Rajin berkomunikasi. Dimulai sejak masa bayi, orangtua harus rajin (membiasakan diri) untuk berbicara apapun kepada anak, dimanapun dan kapanpun.

Anda bisa mengatakan apa saja, seperti benda-benda apa saja yang ada di sekitarnya. Setelah anak mulai bisa sedikit demi sedikit memahami, orang tua bisa memberi pertanyaan-pertanyaan kecil untuk dijawab sang anak.

Hal ini sangat penting, untuk membantu anak agar terangsang berbicara. Orang tua yang sering mengobrol dengan anak, maka anak akan lebih komunikatif guna menyerap banyak kata, serta mematangkan kemampuan bicaranya.

#2. Bercerita. Orang tua sering membacakan cerita kepada anak juga menjadi metode yang sangat bagus agar anak terlatih dalam memahami perkataan, berbicara dan bertanya tentang cerita yang dibacakan.

#3. Perbaiki ucapan anak yang keliru. Orang tua harus mengoreksi kesalahan ucapan kata-kata si anak. Perbaiki kata-kata yang keluar dari mulutnya dengan kata atau ucapan yang benar.

Orang tua perlu bersabar dan rajin dalan meluruskan ucapan anak, hindari memarahi anak atau membentak anak, sehingga tidak membuat anak merasa bersalah.

Orang tua hanya perlu meminta anak menirukan ucapan yang benar melalui gerak. Sehingga lama kelamaan anak menjadi sadar terhadap bentuk ucapan yang benar.

#4. Ajak anak bersosialisasi. Biarkan anak bermain dengan teman-teman sebayanya, dimana anak-anak akan belajar dari anak lainnya. Hal itu karena ucapan anak kecil lainnya pasti ingin dia tiru.

Selain itu, ajarkan juga anak untuk menyapa dengan sapaan-sapaan pendek kepada teman-temannya. Selain melatihnya bicara, juga mengajarkan keramahan dan cara bergaul yang baik pada anak.

Hal yang perlu dipastikan, yaitu pilih teman-teman sebaya yang baik bagi sang anak, pastikan teman-temannya mengatakan kata-kata yang baik, dengan ucapan aku, kamu, dsb. Jangan biarkan anak Anda bermain dengan teman yang ucapannya “kebun binatang”.

#5. Memberi pilihan kata pada anak. Contohnya susu atau keju, atau lainnya. Jika ana ingin keju, maka Anda memberikan keju sambil mengucapkan kata keju dengan jelas, kemudian memintanya mengulanginya. Biasakan hal ini pada kata-kata yang lain.

#6. Ajarkan kata yang benar pada anak. Misalnya kata “tidur”, maka jangan gunaka kata “bobo”, biasakan hal ini.

Atau kata “kucing”, jangan gunakan kata “pus”. Atau hindarimemakai bahasa cadel, contohnya “cucu” untuk kata “susu”. Hal seperti ini perlu dilakukan agar kemampuan berbahasa anak bisa berkembang dengan baik.

Loading...

#7. Jangan mencampur aduk bahasa. Hal yang membuat anak sulit untuk belajar kata-kata, ketika orang tuanya memiliki kebiasaan menggunakan lebih dari 1 bahasa, gunakan dahulu bahasa Indonesia saja jika status anak masih balita.

Baru setelah anak menunjukkan perkembangan kemampuan berbicara, maka tidak mengaapa sedikit demi sedikit mengajarinya berbicara dengan bahasa kedua.

#8. Hindari menertawakannya. Kata-kata yang keluar dari mulut balita memang bisa jadi terdengar lucu, dengan kepolosan dan kata-katanya yang lucu.

Tetapi, usahakan menyimak apa yang dikatakan sang anak, lalu berikan respons positif. Hal ini agar mengerti maksud ucapan anak, dan juga untuk membantu melatih anak belajar mengucapkan kata-kata dengan jelas.

#9. Konsultasi. Orang tua bisa melakukan konsultasi dengan dokter atau  psikolog anak mengenai hal-hal yang seharusnya sudah dikuasai oleh anak pada usia tetetentu.

Tentunya, nantinya Anda akan memberikan beberapa informasi mengenai kondisi si anak, sehingga nantinya psikolog bisa menilai dengan akurat kondisi si anak...

...kemudian memberikan beberapa arahan dan solusi yang tepat untuk anak Anda.

#10. Jangan membiarkan anak terlalu lama menonton TV, karena berdampak kurang baik terhadap perkembangan anak.

Dimana saat menonton TV, anak merasa nyaman dengan tayangan gambar yang menarik sekali bagianya, apalagi dengan gambar yang selalu bergerak (animasi) dan penuh dengan warna.

Hal itu bisa berefek buruk bagi anak, karena bisa membuat minimnya ketertarikan anak pada obyek-obyek yang statis atau kurang menarik atau kurang berwarna, yang beada di lingkungan sekitarnya.

Hal ini membuat anak menjadi seorang yang pasif, kurang peka, hingga kurang fokus saat berinteraksi dengan lingkungannya.

Sehingga sifat alamiah positif pada anak yaitu meniru, menjadi hilang. Karena dalam sifat meniru bagi anak,membutuhkan sensitifitas, keaktifan dan konsentrasi dari sang anak sendiri.

Alhasil, anak menjadi kesulitan dalam memperkaya kosa kata miliknya, yang membuat dirinya telat bicara, dan kemampuan berbahasanya tidak optimal.

#11. Sediakan waktu agar anak berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Hal ini penting karena nantinya dapat secara efektif merangsang anak agar lebih termotivasi untuk belajar bicara.

Saat bermain bersama teman-temannya atau anak-anak lain yang sebaya dengannya, anak tentunya membutuhkan kemampuan komunikasi verbal, sehingga kemampuan tersebut akan terus terlatih pada diri anak.

#12. Selalu menstimulasi dengan mengajak anak berkomunikasi, masa BATITA adalah masa meniru, orang tua perlu terus-menerus mengajaknya berbicara, sehingga kosa kata yang dikuasai anak semakin banyak.

Ibu bisa menstimulasi anak, seperti berkumbul dengan anak lalu membacakan cerita, dll.

#13. Dalam mengajarkan kata kepada anak, harus dengan kata-kata yang jelas, yaitu dari segi intonasi, hingga bentuk mulut / bibir saat mengucapkan kata.

Ketika mengucapkan kata “makan”, bukan maem atau mamam.

#14. Minta anak agar menunjukkan benda yang diinginkannya. Setelah itu berikan pada anak sembari mengucapkan yang jelas “mo – bil” (ketika anak ingin mainan mobil-mobilannya). Anda juga bisa meminta anak mengulangi kata tersebut beberapa kali.

#15. Tidak perlu terlalu membandingkan anak kita dengan anak-anak lainnya, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda

#16. Biasanya dalam penanganan para ahli, anak yang diduga mengalami keterlambatan bicara, akan diperiksa fisik, saraf, psikologisnya hingga kondisi intelejensia si anak.

Selain itu, kemampuan mendengar anak juga akan diperiksa. Jika hasil pemeriksaan ditemukan anak positif mengalami telat bicara, maka anak nantinya mendapatkan terapi wicara, berdasarkan panduan dari ahlinya.

#Terapi sederhana atasi anak lambat bicara, oleh dr Amendi Nasution, Sp.KFR(K) dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya
Seorang anak yang usianya masih tiga tahun, tidak banyak kosakata yang dimilikinya. Setiap kali bicara, sang anak tidak mampu mengungkapkannya dengan jelas. Lantaran kesal tidak dapat mengutarakan keinginan, sang anak tidak jarang memukul-mukul kepalanya.

Dokter spesialis anak, dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi menjelaskan bahwa pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Apabila anak mengalami keterlambatan bicara, segera lakukan terapi.

Karena jika tidak, salah satu akibat yang ditimbulkannya anak mulai memukul kepalanya sendiri karena tidak mampu mengutarakan keinginan. Selain itu, pada usia empat atau jelang masuk TK, anak juga dapat terkena stres dan tantrum karena kesulitan dalam bergaul.

"Rata-rata gangguan bicara terjadi karena kurang stimulasi. Karenanya penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi lebih sering di rumah," kata dr Amendi Nasution, Sp.KFR(K) dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, ketika menanggapi masalah yang dialami anak tersebut dalam sebuah talkshow kesehatan anak di Jakarta.

Stimulasi tepat pada otot lidah dan mulut juga turut mendukung kemampuan bicara. Otot mulut dan lidah membantu bicara terutama pengucapan huruf mati atau konsonan. Jika anak cadel, seringnya otot lidah tidak berfungsi dengan baik.


Matikan televisi saat tidak ditonton, karena suara televisi dapat mengganggu konsentrasi anak dalam mendengar percakapan di sekelilingnya.

Ajak anak berlatih meniup sedotan, cotohnya meniup kapas di meja. Agar menguatkan otot wajah dan mulut anak yang banyak digunakan saat bicara.

Orang tua juga bisa melerakan benda kesukaan di luar jangkauan, sehingga anak terpancing bicara meminta bantuan untuk mengambilnya