Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Saturday, January 21, 2017

15 Dosa Orang Tua Kepada Anak (Yang Bisa Menghancurkan Masa Depan Anak)

Melihat realita, kita lihat ada orang tua yang berhasil dalam mendidik anak, ada juga yang gagal. Kegagalan orang tua dalam mendidik anak, umumnya karena kesalahan orang tua itu sendiri, yang kurang cakap dalam berhubungan dengan anaknya sendiri.

Tidak sedikit orang tua yang terus mengulang kesalahan secara turun-temurun, mengulang kesalahan dalam mendidik anak sebagaimana kesalahan orang tuanya dahulu dalam mendidik dirinya

Dosa Orang Tua Kepada Anak
Sumber gambar: Maxpixel.Freegreatpicture.com

Kalau melihat berbagai fakta yang ada di lapangan ada banyak sekali kesalahan-kesalahan orang tua dalam mendidik anak. Sehingga hal ini menjadi “dosa” orang tua kepada anaknya sendiri. Berikut saya sebutkan dosa-dosanya itu:

1. Orang Tua ‘Pelit’ Memberi Pujian
Seorang pakar parenting menyebutkan bahwa kerusakan negara ini sekarang, berasal dari rumah. Banyak orang tua tidak sabaran terhadap anaknya, dan seringkali salah dalam bersikap yang benar. Contohnya yaitu orang tua mengancingkan baju anaknya, padahal anak butuh diajarkan dan dilatih  untuk mengancingkan baju sendiri.

Selain itu, banyak orang tua yang justru dirinya yang mengerjakan PR sang anak. Perbuatan orang tua seperti ini mengakibatkan tidak menumbuhkan rasa percaya diri anak. Sikap ini adalah sebuah kesalahan, yang bisa fatal akibatnya bagi perkembagnan jiwa anak.

Lihatlah ketika anak didorong untuk mencoba mengancingkan baju sendiri, dirinya akan sangat bangga dan bahagia ketika berhasil mengancingkan baju sendiri. Perhatikan ketika anak dengan bahagianya mengatakan “Mama dari lima kancingku, aku bisa dua”. Orang tua akan melihat pancaran di wajah anaknya yang berseri-seri.

Banyak orang tua yang tidak sabar melihat anaknya yang sedang belajar memasang kancing. Sehingga dari sifat negatif orang tua inilah, yang memicu banyak orang tua pelit memberi pujian pada anaknya. Padahal pujian sangat diperlukan untuk memotivasi anak agar terus berkembang dan bersemangat.

Kalau dilihat praktek di lapangan, maka sangat jarang orangtua yang ‘berkenan’ untuk menggerakan lidahnya memberi pujian pada anak.

Bahkan, lebih buruk lagi, banyak orang tua yang justru ‘semangat’ sekali untuk mencela dan menghina anak ketika mereka melakukan kesalahan. Ini jelas tidak adil dan tidak seimbang.


2. Berlebihan Dalam Meberikan Pujian
Menurut sebuah penelitian, menemukan sebuah fakta bahwa orang tua yang terlalu sering memuji anak bisa membuat tumbuh kembang anak menjadi berjalan lambat.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan peneliti dari Universitas Inggris, Amerika dan Belanda, mengungkapkan bahwa terlalu sering memuji pada anak yang pemalu, bisa membuat jiwanya tertekan.

Demikian juga terlalu sering memuji anak yang mengalami kepercayaan diri yang rendah, juga membuat anak sangat tertekan. Kondisi anak tertekan ini terjadi akibat orang tua memberikan pujian secara tidak tepat dan tidak sesuai porsinya.

Dimana pujian yang diterimanya justru membuat anak akan berpikir harus tampil lebih baik, kondisi ini berimplikasi pada kondisi jiwa anak yang sulit berkembang dan takut pada tantangan.

Hasil penelitian telah memberikan sebuah kesimpulan, bahwa terlalu sering dan berlebihan dalam memberikan pujian pada anak, tidak efektif untuk perkembangan kemampuan dan jiwa anak.

3. Orang Tua Memberikan Pernyataan Negatif
Seringkali orang tua murka dan tidak dapat mengontrol emosinya ke anak. Misalnya orang tua ingin anak ikut materi ekstrakurikuler tertentu, ketika anak menolak maka serta merta orang tua menyemprot anak dengan perkataan yang tajam, seperti “Kamu seperti orang yang pemalu!”, “Kamu begitu malas!” dan semacamnya.

Bentuk pernyataan yang seperti ini akan melukai hati anak, yang akan terus anak rasakan dalam waktu yang panjang. Hendaknya orang tua mengatakan bentuk pernyataan yang positif.

Ganti perkataan negatif berupa: “Kamu bodoh!”; diganti dengan “Jika kamu belajar rajin, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Sebetulnya kamu mampu untuk melakukannya.”

4. Orang Tua Terlalu Sering Memaksakan Kehendak
Belumlah tentu kehendak orang tua bisa sama keinginan anak. Sehingga sebuah kesalahan jika orang tua terlalu memaksakan kehendak pada anaknya. Respon anak yang umum terjadi ketika anak sering dipaksa pada hal yang dibencinya, adalah anak akan melakukan perlawanan pada orang tuanya.

Sebuah kesalahan besar ketika anak tidak pauh kepada orang tuanya, akan tetapi hal yang lebih buruk lagi ketika orang tua sendiri yang justru menjadi penyebab anak durhaka.

Jika oang tua ingin memaksakan sesuatu pada anak, maka penting untuk dipertimbangkan terlebih dahulu, “Apakah hal yang ingin dipaksakan ini adalah sesuatu yang darurat atau tidak?”

Jika Anda memaksa anak untuk melakukan sesuatu hal yang tidak penting, maka ini sebuah kesalahan besar. Sebelum memaksa anak, orang tua juga harus menyiapkan alasan kuat yang dapat memuaskan harti anak. Orang tua mampu mematahkan argumentasi naak secara cerdas dan bijak.

Adapun jika orang tua memaksa anak hanya karena egoisme semata, maka ini sebuah kekonyolan yang jangan sampai dilakukan.

Akibat orang tua terlalu sering memaksa anak dapat mengakibatkan anak sulit untuk memiliki pendirian yang kuat.

Anak yang sering menuruti kehendak orang tua dalam kondisi takut, dimana anak kesulitan untuk mengungkapkan gagasannya. Hal ini mengakibatkan anak cenderung tidak punya pendirian, sehingga sifatnya adalah menuruti semua kehendak orang lain.

Masalah ini akan terus berlanjut sampai dewasa, anak akan kesulitan dalam bergaul dengan orang-orang, serta akan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini membuat karakternya lemah, dan sulit menjadi seorang pemimpin walaupun itu hanya pemimpin dalam sebuah kelompok kecil.

Bahaya lainnya dari anak yang terlalu sering dipaksa oleh orang tuanya, adalah anak juga akan memiliki sifat memaksa, hal ini akan diterapkan kepada lingkungnnya, baik itu teman-temannya, orang tuanya dan adiknya.

Sebagai contoh kesalahan orang tua, yaitu orang tua terlalu memforsir les pelajaran kepada anaknya, dimana anak DIPAKSA untuk les semua mata pelajaran, sehingg anak dalam setiap hari selalu ikut les.

Anak setiap hari harus berangkat les, walaupun sang anak terlihat sangat jenuh dan tidak kuat, tetapi orang tua terus memaksa. Hal ini bisa menyebabkan anak beresiko tinggi mengalami stres, karena anak dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.

Lain halnya jika anak sendiri yang suka dan bersemangat untuk les setiap hari, dari pagi hingga malam terus bersemangat belajar. Maka hal ini, bukan orang tua yang memaksa.

Loading...

5. Orang Tua Menyuruh yang Tidak Dilakukannya
Hal yang sangat disayangkan, seringkali orang tua memberikan perintah yang ‘tidak bermakna’ kepada anaknya, dimana perintahnya tidak diimbangi dengan keeladanan. Sebagai contoh yang lucu sekaligus ngeselin, seorang bapak melarang anaknya yang masih SMP merokok. Akan tetapi si bapak malah menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari.

Contoh lainnya, seorang ibu menyuruh anaknya belajar, tetapi dirinya sendiri malah menonton TV acara infotaiment atau sinetron.

Perlu diketahui orang tua, seorang anak tidak akan bisa seperti yang diinginkan orang tuanya, apabila orang tuanya sendiri tidak mempraktekan hal-hal baik di depan anaknya sendiri.

Bagi anak, sebuah praktek nyata akan jauh lebih berpengaruh daripada hanya berupa perintah dan ceramah. Sehingga jadilah orang tua yang lidahnya adalah hatinya, serta ucapannya adalah perbuatannya.

Dalam sejarah perjalanan umat manusia, orang tua berhasil dalam mendidik anak berkat didikan berbentuk praktek keteladan langsung pada anaknya.

6. Memberi Label Buruk pada Anak
Hal ini yang sering terjadi secara tidak sadar pada orang tua. Dimana tidak jarang orang tua mengucapkan kalimat-kalimat ‘berbahaya’ yang merendahkan diri sang anak. Sebagai contoh mengatakan bahwa anak bodoh, goblok, gak ada gunanya dan berbagai kalimat menyakitkan lainnya.

Hal yang sangat jelek, yaitu orang tua memberikan cap pada anaknya dengan cap yang sangat buruk. Akibat anak sering dihina dan direndahkan maka anak akan menjadi sosok yang rendah diri dan tidak percaya diri.

Sebuah kesalahan besar orang tua, mengakibatkan anaknya tumbuh dengan ‘sejuta’ pikiran negatif. Adapun yang diperlukan anak adalah kata-kata motivasi yang akan menyemangatinya.

7. Orang Tua Melarang Anak Menangis
Ketika anak mengalami suatu masalah hingga anak menangis, baik masalah yang besar maupun masalah sepele menurut versi orang tua. Banyak kesalahan dilakukan orang tua saat kondisi seperti ini.

Ketika anak menangis, dimana kondisi kejiwaan anak sedang tertekan, labil dan tidak tenang. Maka seringkali orang tua jusru memarahinya lalu meminta anak untuk berhenti menangis.

Ini sebuah kesalahan... Hindari mengatakan atau mecela anak cengeng dan semacamnya. Kemudian orang tua tidak perlu memaska anak untuk berhenti menangis. Hal itu karena ketika menangis, hakekatnya anak sedang menumpahkan perasaannya, sehingga nantinya hatinya lega. Lagi pula setelah capek, anak akan berhenti menangis.

Menangis adalah sesuatu yang wajar bagi manusia. Sehingga jangan sampai orang tua menanamkan pemahaman aneh pada anak bahwa menangis adalah sesuatu yang tabu. Padahal menangis itu --seperti dikatakan psikolog-- merupakan ekspresi dari emosi tertentu yang dimiliki oleh setiap manusia.

Yang perlu dilakukan orang tua adalah menayakan dengan tenang tentang penyebab sang anak menangis. Lalu berikan rasa  simpati padanya.


8. Membanding-bandingkan Anak Dengan Anak Lainnya
Membandingkan anak sendiri bahwa anak tetangga lebih baik dari dirinya, ataupun mengatakan “Lihat kakakmu nilainya bagus-bagus, Kamu jeblok semua nilanya? Dan kalimat semacanya.

Anak yang suka dibanding-bandingkan dengan anak lainnya yang lebih pintar atau bagus nilainya, maka dirinya akan merasa seperti tidak diterima oleh orang tuanya sendiri. Hal ini berbahaya, karena anak akan merasa tidak bahagia di tengah keluarganya sendiri.

Sehingga akhirnya anak mencoba mencari tempat ‘kebahagiaan’ di luar rumah. Anak akan rentan dengan tempat-tempat buruk, seperti berada di tempat nogkrong gak jelas dan merusak, anak merokok, alkohol, narkoba, dll.

9. Orang Tua Menumbuhkan Rasa Takut & Minder Pada Anak
Tidak jarang orang tua yang memberikan gambaran menakutkannya tentang hantu, jin dan lainnya. Hal ini tidak baik, karena bia menyebabkan anak tumbuh menjadi sosok seorang yang penakut. Bahkan ada anak yang takut pada bayangannya sendiri. Hal ini akan sangat merugikan proses tumbuh kembang anak.

Yang sering terjadi, anak takut ke kamar mandi karena mendengar cerita hal-hal yang khurofat atau tidak benar. Contoh lainnya ketika anak terluka, maka jangan membuat panik yang membuat anak semakin ketakutan psikologisnya. Hendaknya orang tua tetap tenang dan menampakkan wajah yang kalem.

10. Mendidik Anak Menjadi Sosok yang Sombong dan Keras Hati
Kesalahan di poin ke-10 ini adalah kebalikan dari kesalahan orang tua yang mengakibatkan anak menjadi penakut. Kesalahannya yaitu orang tua ‘mendoktrin’ anak bahwa orang yang berani maka harus bersikap sombong atau congkak.

Yang benar adalah sikap berani harus pada tempatnya, demikian juga rasa takut pada tempatnya yang tepat.

Misalnya takut berbohong, maka hal ini benar dilakukan karena bohong merupakan ‘kegelapan’ dosa besar. Hal ini termasuk bohong yang hanya karena ingin bergurau / becanda saja, maka ini juga tidak boleh (sebagaimana yang tercantum pada hadist Nabi).

Adapun anak dididik menjadi berani pada hal-hal yang seseorang harus berani padanya, seperti anak tidak boleh takut untuk maju ke depan kelas, tidak takut mengungkapkan pendapatnya yang bagus, dan semacamnya.

11. Membiasakan Anak-Anak Hidup Manja dan Berfoya-Foya
Anak yang tumbuh dalam kemewahan maka dirinya hanya mengenal bersenang-senang saja. Hal ini tidaklah baik, karena dalam hidup ini setiap orang pasti akan melewati cobaan, yang untuk melewatinya butuh kesabaran dan kekuatan hati.

Termasuk sebuah kesalahan, orang tua selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, walaupun hal itu buruk bagi si anak.

Contoh sederhana, si anak minta dibelikan tas baru yang sedang trend, padahal si anak baru bulan lalu membeli tas baru. Sehingga, kebiasaan ini membuat anak nantinya memiliki sifat suka menghambur-hamburkan uang saat dewasanya. Hal ini menjadi bumerang bagi si anak, akibat ulah orang tuanya sendiri yang berlebihan dalam memanjakan anak.

Ingat! Memanjakan boleh bahkan ‘harus’, yang tidak boleh adalah berlebihan dalam memanjakan anak. Karena membuat anak menjadi sosok yang lemah.

12. Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Anak
Ini yang juga tidak jarang terjadi, anak dipukul hingga memar, memarahi anak secara membabi buta, menghina harga diri anak, dan semacamnya. Hal ini sangatlah buruk jika dilakukan orang tua. Bahkan, ketika sang anak tidak sengaja berbuat salah, maka tidak diberikan pemakluman / toleransi sama sekali. Terlalu keras dan kaku dalam mendidik anak, justru membuat anak sulit untuk menjadi sosok yang cerdas.

13. Orang Tua Tidak Mampu Untuk Mengasihi Dan Menyayangi Anak
Hal ini yang membuat anak akhirnya akan mencari kasih-sayang dan perhatian di luar rumah. Masalah ini sangat sering terjadi. Yang akhirnya menjadi faktor terbesar yang mengakibatkan anak terjerumus dalam jurang pergaulan bebas, minuman keras dan narkoba.

Oleh karena itu, seorang bapak selain harus hebat dalam mencari uang, juga harus hebat dalam memberikan kasih sayang pada anak-anaknya.

14. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ini kebalikan dari orang tua yang boros. Seorang bapak yang pelit, selain menyengsarakan dirinya juga menyengsarakan keluarganya, karena kebijakan ‘pelitnya’ juga diterapkan pada istri dan anak-anaknya. Hal ini mengakibatkan anak-anaknya akan tidak terpenuhi kebutuhan pentingnya. Hal inilah yang memicu anak-anak berpikir untuk mencuri uang.

15. Orang Tua Minim Pehahaman Tentang Ajaran Agama
Wajib bagi orang tua memberikan pendidikan agama secara benar pada anak-anaknya. Anak-anak harus diajarkan untuk bisa mengenal tuhan yang menciptakan dirinya, yaitu Allah yang Maha Besar. Sehingga anak menjadi sosok yang taat kepada Allah.

Bagaimana seorang bapak bisa mengajari ilmu agama pada anaknya, jika dirinya saja tidak bisa membaca Al-Quran dan tidak mengetahui pokok-pokok agama?

Sebuah kesalahan fatal orang tua yang hanya memperhatikan jasmani anaknya saja. Karena kebutuhan buhan hanya jasmani, tetapi juga hati perlu diberikan gizi berupa ajaran agama yang benar.

Sehingga orang tua yang tidak mengajarkan ajaran Agama Islam kepada anaknya dengan benar, hakekatnya orang tua belum memberikan APA-APA pada anaknya.

Thursday, January 19, 2017

Cara Memahami Karakter Anak Yang Suka Membantah & Tidak Menurut

Saya kira, masih sangat banyak orang tua yang kebingungan dan kehabisan akal tentang bagaimana cara mendidik anaknya sendiri.

Bahkan, lebih buruk lagi adalah renggangnya komunikasi antara anak dan orang tuanya, anak tidak lagi menyukai orang tuanya.

Padahal, siapakah yang memenuhi kebutuhan hidup anak? Yaitu orang tuanya sendiri.

Sehingga, sangatlah menyedihkan melihat banyaknya anak yang tidak menyukai orang tuanya. Padahal orang tuanya-lah yang banting tulang memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menghadapi fenomena ini tidak ada gunanya menyalahkan pihak manapun, apalagi menyalahakan anak yang tidak tahu apa-apa.

Yang perlu dilakukan adalah mengusut secara perlahan benang kusut ini . Disinilah orang tua harus berperan aktif untuk bisa memahami karakter dan perilaku anak dengan tepat.

Anak dan Ayahnya
Anak dan Ayahnya | Sumber gambar: Pixabay.com

Pertama, mari kita mulai mengusut masalah anak yang sulit sekali mengerti nasihat orang tuanya.

Banyak orang tua yang bertanya-tanya: “Mengapa anak saya tidak peduli dengan masa depannya sendiri, itukan untuk kebaikannya sendiri?”

“Mengapa anak saya tidak mau sama sekali mendengarkan nasehat ibunya yang tulus dari hati?”

“Mengapa anak saya melakukan hal-hal yang aneh, bahkan melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri?”

Banyak sekali hal-hal yang membuat hati orang tua risih karena kelakukan si anak.

Tidak perlu menyalahkan si anak secara mutlak, karena cara pikir anak belum-lah bisa sematang cara pikir orang dewasa.

Justru disini, Orang tua yang perlu pro-akif untuk bisa memahami bentuk pola pemikiran anak, serta mempelajari prilakunya.

Sebagai informasi penting, umumnya tindakan-tindakan yang dilakukan anak dan remaja hanya berdasarkan emosi semata. Bisa dikatakan lebih dari 90% dari mereka.

Dari sini, diambil sebuah kesimpulan yang sangat penting... Bahwa segala tindakan yang dilakukan anak dan remaja, kebanyakan hanya didorong oleh perasaannya. Hal itu karena kemampuan mereka dalam berpikir jernih, belumlah matang.

Sehingga hal inilah yang membuat upaya nasehat yang diberikan orang tua kepada anak, seringkali berujung pada kegagalan. Anak tidak patuh dalam menjalankan arahan orang tuanya.

Bahkan pada sebagian anak, ada yang secara terang-terangan menolak nasehat orang tuanya.


Orang tua yang berperan bak motivator yang memberikan petuah pada anak, jarang sekali nasehatnya yang sukses mau diterima anak. Malah anak bisa menjadi kesal pada orang tuanya karena terlalu sering ‘menceramahi’.

Keadaan emosi negatif yang dialami anak, membuatnya hampir tidak bisa menerima masukan yang positif. Kondisi emosi negatif ini muncul akibat rendahnya tingkat kepercayaan anak pada orang tuanya.

Hal inilah yang membuat anak lebih tertutup pada orang tuanya, tidak mau membuka rahasia dirinya pada orang tua.

Anak berpikir, tidak ada gunanya menceritakan sesuatu yang dialami kepada orang tua.

Bahkan lebih miris lagi, banyak anak yang berpikir bahwa menceritakan pengalaman yang dialami kepada orang tua, nantinya pasti akan direspon negatif seperti dicemooh, dimarahi dan semacamnya.

Dari sini kita mengetahui, bahwa umumnya orang tua-lah yang paling bertanggung jawab atas gangguan prilaku anak yang buruk, yang susah sekali untuk dinasehati.

Disinilah, pentingnya orang tua mengetahui kondisi psikologi anak. Orang tua harus menjaga hati anak agar tidak tersakiti.

Seringnya hati anak yang tersakiti oleh perkataan dan tindakan orang tuanya (yang seringkali hal ini tidak disadari), membuat tingkat kepercayaan anak menurun pada orang tuanya.

Hingga, ketika semakin parah dan rendah tingkat kepercayaan anak pada orang tuanya, maka segala nasehat yang diberikan orang tua kemungkinan besar akan ditolak oleh anak. Anak tidak mau mengikuti arahan orang tuanya.

Jika saja orang tua mampu untuk menjadi sosok yang mampu memayungi anak-anaknya dengan baik, maka kebaikan akan kembali kepada orang tua dan anak itu sendiri.

Akan sangat baik hasilnya apabila orang tua mampu dengan baik mengenali perasaan anak.

Jika hati anak dan orang tua sudah menyatu, maka anak nantinya bisa lebih terbuka kepada orang tuanya, dan mau menyempatkan waktu ‘pada hatinya’ untuk mendengarkan nasehat orang tua.

Hati anak yang menyatu dengan orang tua adalah hasil dari piawainya orang tua dalam menjalin hubungan dengan anaknya.

loading...

#Cara agar hubungan orang tua dan anak menjadi lebih baik
Wajib bagi orang tua untuk memberikan kasih sayang pada anaknya. Walaupun hal ini sudah banyak diketahui di masyarakat, tetapi pada kenyataannya banyak sekali orang tua yang kurang dalam memberikan kasih sayang pada anaknya.

Minimnya anak mendapat kasih sayang dan perhatian, bahkan yang terjadi anak sering mendapatkan bentakan, Sudah jelas bahwa anak umumnya akan melawan pada orang tuanya.

Kesalahan anak yang melawan orang tuanya adalah buah dari kesalahan dari orang tua itu sendiri yang buruk dalam bermuamalah dengan sang anak.

Hal ini berbeda jika orang tua sudah memberikan bentuk muamalah (hubungan) yang baik dengan anak, tapi anak bertindak kasar pada orang tunya. Maka kemungkinan besar masalah ini terjadi karena lingkungan anak yang buruk.

Jika anak melihat lingkungannya adalah berisi orang-orang yang kasar, maka gaya kasar dalam berbicara akan masuk ke dalam jiwa anak.

Alhasil, walaupun orang tua sudah berkata lembut pada anaknya, justru akan dibalas oleh anak dengan perkataan yang kasar. Maka yang perlu dilakukan adalah mengontrol lingkungan anak bermain.

Pelajari tempat-tempat yang biasa anak bermain atau berada disana, jika ada tempat yang tidak baik seperti tempat itu adalah tempat menogkrong anak-anak yang suka merokok, minuman keras, berkata buruk, dll.

Maka orang tua wajib berusaha untuk mengganti tempat anak berada atau bermain, ke tempat yang baik, misalnya kumpulan anak-anak pengajian, dll.

Orang tua harus mengetahui kemana saja anak pergi, apa yang dialami, dan bentuk manusia seperti apa yang ditemui oleh anak. Hal ini penting untuk mengcounter anak agar jangan sampai anak jatuh ke jalan yang menyimpang.

Dengan lingkungan anak yang baik maka orang tua dapat selangkah lebih depan untuk bisa mendidik anak menjadi sosok yang penurut dan perhatian pada orang tuanya.

Untuk memiliki anak yang baik, maka penting bagi suami-istri agar membangun kualitas hubungan yang harmonis. Dimana anak akan melihat Ayah dan Ibunya saling menghormati, saling mencintai, serta berkata lembut satu sama lainnya. Hal ini berdampak sangat baik bagi psikologis anak.

#Pelajari pola pikir anak dan remaja
Hal lainnya yang penting diketahui orang tua, bahwa anak-anak dan remaja umumnya akan melakukan sesuatu aktivitas yang dikira mereka dapat membuat rasa nyaman. Sehingga tidak jarang ditemui ada banyak anak-anak yang melakukan hal-hal yang sebenarnya buruk, tetapi perasaan mereka mengatakan ini baik.

Karena inilah yang membuat banyak orang tua bertanya-tanya: “Mengapa anak saya melakukan hal aneh dan tidak berguna, bahkan merugikan dirinya sendiri ?”.

Kita sudah tahu penyebabnya, anak melakukan hal yang buruk karena perasaannya menganggapnya baik. Contoh simplenya adalah merokok yang sudah jelas-jelas merusak badan. Tapi aneh bin ajaib, sekarang banyak anak SMA dan SMP yang ‘berlomba-lomba’ untuk merokok karena menganggapnya keren.

Untuk itu, orang tua harus bersabar dan bersabar dalam memahamkan dan memperbaiki suatu hal yang salah pada anak. Betapa banyak hal buruk yang dianggap baik oleh anak. Disinilah peran besar orang tua untuk memahamkan anaknya pada hal yang baik dan benar.


#Jangan menasehati dalam bentuk kalimat mencela
Sebagai contoh seorang anak mengaku bahwa dirinya dihukum karena tidak mengerjakan PR. Anak memang melakukan kesalahan, tapi orang tua juga jangan melakukan kesalahan dalam merespon.

Seperti ingin menasehati tetapi malah mencela, seperti mengatakan “Dasar anak malas, kamu harus lebih disiplin dan lebih memperhatikan tugas di sekolah.”

Mencela anak dengan kata ‘malas’ seperti contoh diatas tidaklah memberikan manfaat sama sekali. Coba dikira-kira, apakah dengan mencela anak bahwa dirinya pemalas, lantas dirinya akan menjadi sosok yang rajin? Tidak sama sekali.

Justru anak akan tersinggung karena celaan tersebut, dan membuka ‘pintu setan’ yang membuat  anak membenci orang tuanya sendiri.

Ketika anak sering tersakiti oleh kata-kata pedas dan kasar dari orang tuanya. Hal ini berujung pada emosi negatif yang membuat nasihat-nasihat orang tua (walaupun baik dan tulus) tidak akan dianggap lagi oleh anak. Jadi, penting berhati-hati dalam menjaga perasaan anak.

#Penting untuk mereka-reka, apakah anak membantah dan tidak menurut karena mereka kurang mendapat perhatian dan pengakuan
Orang tua harus mengetahui, ketika anak selalu saja membantah dan tidak menuruti arahan orang tua. Padahal arahan yang diberikan benar, dan apalagi anak tampaknya sudah tahu bahwa yang dikatakan orang tuanya adalah sesuatu yang benar. Tetapi anak tetap saja merespon negaif arahan orang tua.

Jika kondisinya demikian, kemungkinan besar yang dibutuhkan anak saat itu adalah hanya ingin didengar saja, anak tidak menginginkan solusinya.

Maka, dalam kondisi itu orang tua tidak perlu ‘ceramah’ di depan anaknya. Yang perlu dilakukan adaah cukup memberikan perhatian dan seyuman saja pada anak.

Maka 100% orang tua akan terkejut, ternyata anak tiba-tiba mau untuk terbuka, bahkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk berbagi pikiran dan perasaannya. Sehingga orang tua dapat lebih mudah memberikan nasehat dan arahan, serta lebih mudah dalam mengetahui kondisi anak secara akurat (karena anak terbuka).

Orangtua jangan terlalu terburu-buru dalam mengambil jalur cepat, inginnya langsung memberikan masukan dan menghakimi anak, karena jika terlalu serung dilakukan maka anak pasti akan merespon negatif. Percuma sudah ‘berbusa’ mulut menceramahi anak, tapi anak tidak mau mengerti. Hal itu karena kesalahan oang tua sendiri yang terlalu terburu-buru.

Yang paling dikhawatirkan adalah jika tindakan yang salah dilakukan oleh orang tua, menyebabkan anak menutup diri dan menghindar bicara dengan orang tuanya. Maka semakin sulit bagi orang tua unuk bisa memperbaiki anak.

Jika orang tua ingin agar Anak meyatakan pikiran dan perasaannya secara tulus, maka jangan bermudah-mudah dalam menghakimi dan mengkritik anak. Selama anak bercerita, biarkan saja anak megungkapkan emosinya tanpa orang tua berkomentar yang miring.

Manfaat dari orang tua yang bersabar untuk mendengarkan isi hati anaknya (menahan diri untuk berkomentar negatif), pendekatan ini mampu mengembangkan rasa percaya diri anak, anak terlatih untuk berpikir memperbaiki dirinya sendiri, serta berani menghadapi tantangan.

Sebagi penutup. Hal yang penting diingat orang tua, supaya anak mudah untuk diberikan arahan, dan anak mererima nasehat / arahan dengan baik:

Pertama: berikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pada anak.

Kedua: Adil kepada semua anak. Jangan sampai ada seorang anak yang merasa bahwa dirinya dibandingkan saudaranya, kurang mendapatkan perhatian, kasing sayang dan materi (seperti uang, dll).

Ketiga: Orang tua harus peka dalam memahami hati, perasaan dan emosi anak. Anak sangat rentan dengan yang namanya ‘sakit hati, karena mereka masih terlalu mengedepankan perasaan. Jangan sampai dalam menasehati anak dilakukan sambil menghardik dan bernada tinggi. Pasti (atau kemungkinan besar) anak tidak akan mau mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya.

Keempat: Salurkan hobi dan bakat anak, hal ini sangat baik untuk pengembangan diri anak. Jika suatu saat anak mengingat bahwa orang tuanya telah berjasa untuk mendidiknya dengan sangat baik, maka anak akan sangat berterima kasih pada orang tuanya, serta sayang kepada orang tuanya.

Kelima: Jika hubungan Suami-Istri mengalami masalah, jangan sampai bertengkar di depan anak.

Keenam: Miliki waktu berkualitas untuk berkumpul dan bermain bersama anak-anak. Jangan memberikan anak hanya sisa-sisa tenaga, sehingga waktu bersama anak dan orang tua menjadi tidak berkualitas.

Ketujuh: Jika anak melakukan hal yang baik, maka berikan reward atau penghargaan pada anak. Dan jika anak melakukan hal yang buruk, maka orang tua harus memikirkan cara yang baik dan tepat untuk menegur anak. Orang tua perlu bersikap tegas pada waktu yang tepat.

10 Hal yang Membuat Ayah Menjadi Sosok Super Penting Bagi Anak Gadisnya

Sosok seorang ibu tidak akan penah untuk tegantikan untuk selamanya-lamanya, tidak akan pernah...

Seorang ibu adalah pengayom bagi anak-anaknya, terutama anak perempuan yang biasanya paling sering mengalami kegalauan. Sang ibu menjadi peneman anak anaknya, yang memberikannya support tak terbatas bagi anak-anaknya.

Yang tidak bisa dipungkiri lagi, Ibu yang telah mengandung selama 9 bulan, melahirkan, dan membelai anak-anaknya tanpa ada rasa pamrih dan keluhan.

Disamping ibu, ada seorang sosok yang juga penting, yaitu sosok ayah. Walaupun jasanya tidak sebesar Ibu yang telah merasakan sakit saat melahirkan, tetapi ayah juga memiliki peran sangat besar, dirinya sangat sabar dalam menemani dan bermain dengan anak-anaknya, terutama lagi untuk anak gadisnya.

Sosok seorang Ayah yang paling sering memberikan petualangan-petualangan baru dan menyenangkan untuk anak gadisnya. Bahkan, Ayah tidak pernah mengeluh karena kelelahan menjadi tulang punggung keluarga.

Ayah dan Putrinya
Ayah dan Putrinya | Sumber gambar: Sweetsharing.com

Ada beberapa hal yang menjadikan seorang ayah menjadi sosok penting bagi anak gadisnya.

1. Ayah Selalu Sabar Meladeni Kelakuan Anak Gadisnya
Jika seorang gadis mengingat-ingat masa kecilnya, maka dia akan mengingat  berbagai polah tingkah laku yang menyebalkan orang tuanya. Tapi apakah karena hal itu Ayah akan menampakan kemurkaannya, bahkan lebih buruk lagi yaitu ayah akan memukul? Tidak.

Justru Ayah tidak ada jemu-jemunya untuk selalu menjaga dan menemani anak gadisnya bermain-main. Dirinya akan berusaha untuk membawa anak gadisnya ke tempat terbaik, yang akan menyenangkannya.

Hal yang lebih menakjubkan lagi, ketika seorang gadis semakin dewasa umurnya, seringkali kelakuannya masih kurang adab pada ayahnya sendiri, bahkan suka melawan ayahnya. Tetapi sang Ayah masih tetap saja menampakan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi sikap anak gadisnya itu.


2. Ayah akan Menegur Anak Gadisnya dengan Penuh Kasih Sayang
Biasanya dari kedua orang tua, yang lebih suka mengomel dan berteriak karena kelakukan anak perempuannya adalah Ibu. Hal ini yang umumnya terjadi di masyarakat, dan hal yang wajar bila sang Ibu sering mengomel kepada anak perempuannya jika salah, itu karena sang ibu-lah yang telah melahirkannya dengan susah payah.

Adapun sosok seorang  ayah biasanya hanya memberikan teguran pada momen yang pas. Teguran berupa nasehat-nasehat beharga yang akan sangat bergun untuk anak gadisnya.

Tanpa adanya teguran dan nasehat sang ayah, seorang gadis akan sulit untuk menjadi sosok wanita hebat di masa dewasanya. Seorang ayah menegur anak gadisnya, karena semata-mata hanya ingin memberikan hal-hal yang terbaik pada anak gadisnya.

3. Ayah Sudah Jelas Adalah Cinta Pertama Anak Gadisnya
Ayah merupakan sosok lelaki pertama yang mucul di hadapan anak gadisnya. Dia lelaki pertama dan terdekat yang berada disisinya. Demikian juga, hal ini terus berlanjut hingga anak gadis menjadi seorang wanita dewasa, yang tetap menjadikan ayahnya sebagai cinta pertamanya.

Hal yang luar biasa, bahwa tidak jarang sosok seorang ayah dijadikan sebagai patokan dan panutan buat kaum wanita dalam mendapatkan pasangan seumur hidupnya.

Cinta sang ayah pada anak gadisnya, lebih besar daripada lelaki manapun.

4. Ayah Sebagai Pelindung Keluarga
Seperti disebutkan sebelumnya bahwa ayah-lah yang menjadi tulang punggung keluarga, yang menafkahi keluarga. Selain itu, ayah juga bertugas penting dalam menjaga keluarganya, yang berada di garda terdepan dalam dalam hal keamanan keluarga.

Saat seorang anak perempuan mengalami suatu problematika kehidupan yang rumit. maka tidak peduli si anak perempuan masih kecil atau sudah besar, sang ayah akan tetap menjaga, menolong, dan membela dengan sekuat tenaga.

5. Seringkali anak gadis cuek pada ayahnya. Tetapi sebaliknya, ayah dengan kesibukan tidak akan melupakan putrinya.
Ayah akan sangat khawatir ketika anak gadisnya belum pulang seperti waktu yang dijadwalkan. Dia akan segera menghubungi lewat ponsel, dan pertama kali bertanya tentang keadaannya dan ada dimana? Lalu kapan kira-kira sampai rumah? Dan terakhir ayah tidak akan lupa mengatakan “Hati-hati di jalan...”.

Jika sedang mengkhawatirkan anak gadisnya, ayah tidak akan bisa tidur. Dia duduk menunggu berjam-jam tanpa rasa jemu. Ayah ingin memastikan anaknya tiba di rumah dalam kondisi baik dan selamat.

Adapun si anak saat di jalan, malah melupakan sosok ayahnya yang selalu mengkhawatirkannya. Si anak sibuk bersenang-senang di luar, bahkan tidak jarang ada SMS dari ayahnya justru diabaikan begitu saja.

loading...

6. Di balik lelahnya dan kerasnya kehidupan di luar saat mencari rezeki, ayah tetap terseyum pada anak anaknya di rumah.
Saat ayah bekerja di luar untuk mencari uang,agar bisa mencukupi kebutuhan hidup. Dimana pekerjaan yang dilakukan penuh dengan berbagai problematika dan tanggung jawab yang besar. Sehingga membuatnya merasa lelah, penat dan jenuh. Tetapi Ayah tetap bisa mengontrol dirinya agar tetap terlihat menyenangkan bagi anak-anaknya.

Ayah berusaha agar tidak kaku wajahnya, walaupun saat bekerja di luar dirinya bekerja dengan penuh tekanan. Dengan piawainya, Ayah mampu mengubah wajah yang penuh lelah dan penat menjadi wajah yang berseri-seri dan menyenangkan.

7. Ayah Membimbing Anak Gadisnya Agar Menjadi Sosok Wanita yang Mandiri
Dibandingkan ibu, mungkin sebagian anak gadis akan menganggap bahwa adalah sosok ayah yang lebih keras. Kerasnya sikap seorang ayah, adalah karena ada tujuannya. Tahukan apakah tujuannya itu? Karena sayangnya seorang ayah pada anak gadisnya.

Ayah memiliki beban yang sangat berat untuk membimbing anak gadisnya (selain juga membimbing anak lelaki). Ayah sangat ingin anak gadisnya memiliki kekuatan yang cukup untuk menjalani samudra kehidupan yang luas.

Apalagi sang gadis suatu saat akan dilamar oleh calon suaminya, dan sang gadis harus memiliki bekal yang cukup untuk bisa menjadi istri yang baik bagi suami dan anak-anaknya.

Ayah sangat ingin mendidik anak gadisnya agar memiiliki berkepribadian teguh dan mandiri. Walaupun ayah juga ingin melihat anak gadisnya menjadi seorang yang lembut, disamping juga kuat dalam menjalani kehidupan.

 8. Ayah menjadi sosok penting saat Anak Gadis bersitegang dengan Ibu atau Saudara-saudaranya
Ketika seorang anak gadis terlihat berselisih dengan ibu ataupun kakak adiknya yang laki-laki, maka sosak seorang ayah menjadi penengah yang baik bagi keluarganya.

Sangat menyedihkan setelah barusan cekcok dengan saudara-saudara atau orang lain, maka sosok sang ayah akan segera datang dan menjadi penghibur bagi anak gadisnya.

Ayah tidaklah tenang jika melihat anak gadisnya bersedih. Dia akan memikirkan seribu cara agar bisa membuatnya ceria kembali. Dibalik sosok ayah yang sangat tegas dan cenderung keras, tetapi dirinya sangat khawatir ketika anak gadisnya terlihat galau dan bersedih.


9. Ayah sosok lelaki yang tak ternah tergantikan oleh anak gadisnya
Sampai kapanpun, ayah adalah sosok lelaki spesial bagi anak-anak perempuannya. Tidak ada lelaki manapun yang dapat menggantikan posisi sang ayah di hati anak perempuannya. Bagi Ayah, sampai kapanpun juga akan menganggap anak perempuannya sebagai gadis kecilnya yang tetap lucu dan menggemaskan.

Sekeras apapun sifat yang dimiliki seorang ayah, tetapi khusus kepada anak gadisnya maka ayah akan BERJUANG untuk menahan emosi dan sifat kerasnya agar tidak dikeluarkan ketika di hadapan anak gadisnya. Hal itu karena begitu cintanya ayah pada anak wanitanya. Ayah biasanya cuma menegur dan meminta agar si anak gadis untuk memahami nasehat yang diberikan.

10. Contoh sosok ayah yang benar-benar sayang anak perempuannya
Semua yang disebutkan diatas berupa hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang ayah, selain itu ada hal yang jauh lebih penting dari itu. Langsung saja diketahui dari bentuk dialog di bawah ini, yang menjadi pelajaran bagi banyak Ayah.

Contoh dialog antara ayah (A) dan anak gadis (G).

G : “Ayah.. Diriku ingin menikah dengannya??”
A : “Anakku.. Tapi ayah sudah mempunyai calon yang bagus untukmu .”
G : “Tapi ayah, dia adalah lelaki yang sangat tampan dan kaya. Aku juga mencintainya .”
A : “Anakku sayang, coba dengarkan beberapa kelebihan lelaki pilihan ayah, bila kamu tidak suka, ayah tidak ingin memaksamu”
G : “Baiklah ayah .”
A : “Lelaki pilihan ayah merupakan sosok pemuda yang ayah sangat kagum padanya. Dia selalu hadir dalam shalat berjamaah di masjid. Bahkan semangatnya untuk pergi shalat ke masjid tidak kendur saat terjadi hujan.”

“Ayah sebenarnya malu pada kesolehannya itu. Dia juga bukan orang yang kaya, tetapi dirinya selalu terlihat selalu berseri-seri wajahnya. Dia sangat mensyukuri apa yang dimilikinya, tidak seperti kebanyakan orang yang kurang bersyukur.”

“Ayak perhatikan, disaat para pemuda lainnya asyik dengan acara jalan-jalannya, dirinya justru selalu hadir dalam majelis pengajian.”

“Dia benar-benar sosok lelaki yang luar biasa... Bagaimana tidak? Ketika kebanyakan lelaki sibuk memperhatikan aurat perempuan yang lalu lalang, tetapi dirinya menundukan pandangannya dari aurat wanita. Waktu ayah tanya, dia menjawab bahwa hanya ingin memandang yang halal.”

“Nah putriku.. Sekarang sebutkan apa hal yang membanggakan dari lelaki pilihanmu?”

G : “Ayah, bolehkah aku untuk segera menikah dengan dia? Lelaki pilihan ayah itu? .”

A : “Kenapa kamu berubah pikiran nak?? ”

G : “Walaupun dia bukanlah lelaki yang banyak harta, tetapi aku yakin dia adalah lelaki yang aku butuhkan untuk kebahagianku. Bila ayah saja begitu mengaguminya, maka saya kira dia adalah seorang lelaki yang luar biasa?”

Tuesday, January 17, 2017

Cara Tepat Mengatasi Anak Suka Merengek dan Minta Yang Aneh-aneh

Di zaman sekarang ini, Anak-anak yang masih kecil (termasuk anak TK) sudah mengenal yang namanya gadget. Sehingga salah satu masalah yang dihadapi jutaan orang tua adalah tentang bagaimana menyikapi anak yang merengek minta dibelikan gadget, baik itu smarpthone, tablet dan semacamnya.

Kita akan menemukan sikap orang tua yang berbeda-beda, sebagian ada yang mau menuruti permintaan si buah hati karena menilai benda seperti smartphone ini bermanfaat, menganggap bahwa gadget bisa membuat anak pintar. Padahal tidak juga jika si anak menggunakannya hanya untuk bermain game dan menonton kartun.

Untuk alasan kedua mungkin lebih masik akal, yaitu memberikan gadget pada anak agar orangtua (terutama bapak saat di kantor) dapat lebih mudah mengawasi dan berkomunikasi dengan anak yang ada di rumah.

Cara Tepat Mengatasi Anak Suka Merengek dan Minta Yang Aneh-aneh
Sumber gambar: Flickr.com

Akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan, yang menjadi pertimbangan besar orang tua dalam memberikan gadget pada anak. Bahwa cepatnya anak untuk mampu menggunakan teknologi super canggih, ternnyata tidak sebanding dengan kemampuan anak dalam menggunakan teknologi secara bijak. Hal inilah yang mengkhawatirkan karena bisa menjadi bumerang bagi anak dan juga orang tuanya.

Padahal, kondisi anak tanpa gadget pun tidak menjadi masalah, tidak akan menganggu proses belajarnya. Bahkan tanpa gadget proses belajar dan pendidikan anak bisa berjalan lebih mulus dan maksimal, karena tidak adanya gangguan dari gadget yang begitu ‘menggoda’ pikiran.

Dengan begitu, usahakan Anda agar menunda penmberian ponsel selama mungkin pada anak (seperti dijelaskan seorang psikolog keluarga). Hal ini bukan berarti membuat anak gaptek (gagap teknologi), akan tetapi kondisi anak yang masih kecil tidaklah membutuhkan teknologi semacam itu, baru setelah memasuki usia remaja dikenalkan dengan berbagai teknologi canggih.


Agar jangan salah paham, orang tua tentunya boleh mengenalkan gadget pada anak, akan tetapi tunda pemberian gadget hingga pada masa yang tepat, yaitu setelah cara berpikir anak sudah mulai matang, yang nantinya anak mampu memanfaatkan gadget dengan baik, seperti untuk menunjang pengetahuannya tentang pelajaran di sekolah, maupun tentang pengetahuan umum. Sehingga untuk hal ini manfaat gadget harus digali.

Bahaya memberikan gadget pada anak, bisa membuat kecanduan. Dimana orang dewasa saja bisa kecanduan gadget, apalagi anak-anak.

Selain masalah gadget, banyak masalah lainnya yang membuat anak merengek-rengek, seperti ingin liburan atau jalan-jalan ke luar kota. Perkataan atau permintaan anak yang seperti ini karena melihat atau mendengar cerita teman-teman yang telah jalan-jalan ke luar kota.

Ketika anak merengek seperti ini, maka hal yang normal perlu dilakukan orang tua adalah memberikan penjelasan yang masuk ke logika anak, disinlah penting orang tua memiliki ilmu dalam mendidik anak dengan bijak. Orang tua harus berterus terang tentang masalah yang dihadapi, seperti keterbatasan biaya. Maka jelaskan hal itu pada anak.

Jika anak sudah memiliki tingkat pemahaman yang baik mengenai kondisi orang tuanya, maka ini yang sangat diharapkan. Disinilah pentingnya orang tua penting untuk mendidik anak agar MAMPU MEMAHAMI KONDISI disekitarnya.

Cara-cara memberikan pemahaman yang baik seperti inilah, yang paling ampuh untuk mengatasi masalah anak yang merengek-rengek meminta sesuatu.

Mengenai liburan tadi. Jika si anak bertanya mengapa temannya bisa jalan-jalan ke luar kota tetapi dirinya tidak bisa. Maka sampaikan pada anak bahwa pada setiap keluarga memiliki kebiasaan dan kondisi yang berbeda-beda. Disinilah Orang tua harus cerdas dalam membantu si kecil agar bisa memahami dengan baik.

Orang tua juga perlu melatih kemandirian anak, agar anak tidak tidak tumbuh menjadi sosok yang suka merengek-rengek. Biasakan anak dari kecil untuk sudah terbiasa mengerjakan hal-hal yang dia mampu. Seperti merapihkan kamar tidurnya, merapihkan buku sekolahnya, menyapu, membeli sesuatu ke warung dan hal-hal lainnya.

Melatih anak mandiri sebenarnya termasuk bentuk cinta dan perhatian orang tua kepadanya. Selain juga memberikan belaian kasih sayang pada anak, berupa pelukan, pujian, ciuman dan lainnya.

loading...

Hentikan kebiasaan anak suka merengek
Namanya anak-anak, mereka suka sekali untuk caper (cari perhatian) dan manja pada orang tuanya. Hal ini normal jika masih dalam batas normal. Tidak mengapa anak manja jika masih dalam kadarnya. Akan tetapi menjadi masalah jika hal itu berlebihan, alhasil anak akan menjadi pribadi yang suka merengek.

Anak merengek tujuannya jelas, yaitu untuk caper.

Biasanya anak merengek karena ingin dibelikan sesuatu, jika anak masih sangat kecil maka tidak terlalu mengkhawatirkan. Yang menjadi masalah apabila anak masih suka merengek ketika sudah kelas 2 SD ke atas. Senjatanya berupa ‘merengek’ dan ‘berisik’ adalah hal yang sangat menjengkelkan orang tua.

Sebagai tanda cinta orang tua pada anaknya, maka orang tua harus ‘menyembuhkan’ sifat suka merengeknya itu. Sehingga si anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang lemah, yang suka mengharapkan belas kasih orang lain, serta menjadi sosok yang pemalas. Mengerikan bukan?

Orang tua harus berusaha memahamkan anak bahwa merengkek ini bukanlah cara yang tepat untuk meminta. Beritahu cara yang lebih baik daripada merengek. Anda perlu mengasih arahan secara langsung pada anak-anak ketika ingin meminta sesuatu.

Ajarkan padanya kalimat yang santun. “Ibu, Aku minta susu ya, boleh?”, dan kalimat semisalnya. Selain anak nantinya akan lebih mampu untuk tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa dalam berbicara, manfaat lainnya orang tua akan sangat senang mendengarkan kalimat yang santun dari anaknya.

Hal ini jauh lebih baik dari pada mereaung-raung yang tidak jelas. Yang membuat orang-orang disektar menjadi jengkel.

Jadilah sosok orang tua yang jujur, sehingga dapat diandalkan dan dipercaya anak
Penyebab anak merengek juga karena dirinya tidak lagi percaya pada orang tuanya sendiri. Hal itu biasanya karena kesalahan dari orang tuanya sendiri, seperti pernah berbohong yang akhirnya diketahui sang anak. Contohnya yang sering terjadi: Di keluarga, saat seorang bapak akan berangkat ke suatu tempat dan akan pulang ke rumah pada malam hari.

Seringkali anak minta ikut, sehingga si bapak akhirnya berbohong bahwa dirinya hanya pergi sebentar saja. 5 menit lagi juga pulang. Maka si anak menunggu dan terus menunggu, ternyata akhirnya dia baru sadar telah dibohongi.


Demikian juga dengan contoh lainnya, seperti menjanjikan anak membelikan sesuatu padahal tidak ada niat untuk itu. Bahkan lebih buruk lagi, yaitu sering melakukan perkataan bohong, tanpa adanya kondisi darurat.

Jika sang anak terlalu sering melihat orang tuanya berbohong, maka ini berbahaya karena anak tidak lagi menaruh kepercayaan pada orang tua. Sehingga anak menjadi kurang respect dan kurang mau mendengarkan perkataan orang tuanya.

Alhasil... saat anak merengek, maka bagaimanapun caranya orang tua berusaha untuk menghentikan rengekannya, pasti bakal gagal. Hal itu karena orang tua telah gagal membangun citra diri yang baik dihadapan anaknya.

Disinlah kuncinya, orang tua harus memperbaiki dirinya sendiri jika ingin dihormati dan disayangi anak-anaknya. Cara paling utama adalah sudah jelas, yaitu memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup bagi anak.

Termasuk memberikan pendidikan yang baik bagi anak adalah sebuah bentuk kasih sayang yang sangat utama.

Hal penting lainnya yang perlu orang tua ketahui
Ketika anak merengek, seringkali membuat orang tua sangat jengkel sehingga akhirnya ‘tergoda’ untuk membentak anak secara berlebihan. Dari berbagai pengalaman dari banyak orang, saya lihat membentak anak yang merengek tidaklah berguna, bahkan justru anak bisa semakin para menangis dan merengeknya.

Sehingga membentak bukan cara yang efektif, walaupun sesekali dalam satu kondisi ada gunanya. Hal buruk lainnya dari membentak anak adalah anak menjadi kebal bentakan orang tuanya, kan repot kalau begini?

Dari penjelasan seorang yang ahli dalam ilmu psikologi, ketika anak menangis maka biarkan saja hingga selesai tangisannya, dia nantinya akan capek sendiri.

Selain itu, anak yang sedang menangis maka biarkan saja karena dirinya sedang mencurahkan isi hatinya di dalam tangisannya. Menangis bukanlah sesuatu yang buruk, bahkan banyak pakar yang menjelaskan bahwa menagis akan memberikan kepuasan bagi hati.

Cara yang sangat ampuh dalam mengatasi anak yang suka merengek, yaitu Anda harus mampu meyakinkan anak bahwa Anda mencintainya. Sebagai tanda bukti cinta Anda kepada anak, maka selalu gunakan kalimat yang santun dan ‘mulia, pada anak.

Contohnya menggunakan kalimat, “Sayang, coba minta sama bunda baik-baik. Bunda nggak ngerti kamu minta apa kalau kamu menangis…”. Katakan kaimat ini dengan nada yang sangat lembut. Cara ini sangat ampuh untuk menghilangkan kebiasaan anak yang suka merengek, selain itu anak akan semakin cinta pada orang tuanya.

Sebagai penutup, bagaimana menyikapi anak yang merengek meminta sesuatu, padahal yang dimintanya adalah hal yang tidak penting?

Maka, perlu Anda ketahui bahwa sedini mungkin anak-anak harus diberikan pemahaman yang baik tentang sesuatu. Karena si anak tidak selamanya kecil terus.

Jika si anak meminta sesuatu yang aneh-aneh atau bahkan tidak baik. Maka orang tua harus rajin dan sabar menjelaskan tentang apa yang dimintanya tersebut bukanlah hal yang baik.

Harus dilatih anak-anak agar dapat berfikir tentang apa yang dimintanya. Sebuah kesalahan jika orang tua merespon dengan marah-marah pada permintaan anak yang kuang baik. Lebih baik jelaskan hakikatnya tentang apa yang dimintanya itu adalah tidaklah baik.

Memang anak seringkali tidak mengerti tentang apa yang dijelaskan orang tuanya. Tetapi orang tua harus SELALU memberikan pemahaman yang baik untuk sang anak. Karena suatu saat nanti anak pasti mengerti, Insya Allah.

Memberikan pemahaman dan alasan tentang sesuatu, juga akan membantu anak untuk berfikir, hal ini penting agar anak bisa tumbuh menjadi sosok yang lebih dwasa, yang mampu memahami kondisi disekitarnya.

Monday, January 16, 2017

Cara Yang Benar Menghadapi & Menasehati Anak Yang Keras Kepala

Sebuah menjadi ketentuan bahwa semua orang tua harus bersiap-siap untuk bersabar dalam mendidik anak-anaknya.

Kondisi anak yang melakukan berbagai hal, termasuk hal-hal yang kurang menyenangkan bagi orang tuanya, merupakan sebuah menjadi fase yang otomatis akan dilewati, ini sebuah proses perkembangan  kejiwaan anak.

Pada fase ini, anak sudah mulai untuk ingin merasakan ‘kemerdekaan’ agar dirinya tidak boleh diatur-atur, kondisi anak juga bertingkat-tingkat. Adapun beberapa hal yang memicu sifat jelek pada anak, yang paling mendominasi karena kesalahan dari orang tua itu sendiri.

Contohnya ketika suami-istri bertengkar di depan anaknya, maka hal ini akan berdampak sangat buruk bagi kejiwaan sang anak. Hal ini adalah sebuah kesalahan besar dari orang tua.

Kesalahan orangtua lainnya yaitu tidak mau (ataupun tidak mampu) memberikan pemahaman dan komunikasi yang baik pada anak. Seperti ketika anak meminta sesuatu yang tidak baik, maka orang tua harus menolaknya, orang tua harus mampu memberikan pemahaman bagi si kecil, sesuai dengan kemampuan daya tangkapnya.

Cara Yang Benar Menghadapi & Menasehati Anak Yang Keras Kepala
Sumber gambar: Pexels.com

Hal yang terkonyol (saya kira) yang menyebabkan anak nakal dan keras kepala adalah karena tidak adanya ikatan cinta antara orang tua dan anak. Bagaimana mungkin orang tua tidak memiliki cinta untuk anak? Sungguh ini adalah hal yang aneh.

Hal yang wajar jika orang tua bersedih dengan sikap anaknya yang negatif, karena banyak hal buruk yang dilakukan si anak. Dan tidak sedikit orang tua yang bingung tenang teknik yang ampuh untuk menasehati anak.

Menjadi orang tua merupakan tugas yang mulia. Jadilah orang tua yang dibanggakan oleh anak-anak Anda. Anak-anak Anda sangat memerlukan ‘uluran’ didikan Anda, agak kelak saat dewasa dirinya  mampu untuk mengarungi samudra kehidupan yang luas. Selain itu, Anda harus memberikan waktu berkualitas untuk anak-anak.

Mengenai anak yang susah dinasehati dan keras kepala, maka ini kemungkinan besar karena kesalahan orang tua yang kurang memberikan penjagaan kejiwaan anak. Anak tidak dijaga dari hal-hal dan penglihatan yang buruk. Karena anak sifatnya adalah menjiplak atau meniru apa-apa yang dilihatnya.

Tapi jika sudah terjadi, maka hal pertama yang harus diingat orang tua, yaitu butuh waktu untuk mengembalikan anak dari sifat keras kepala menjadi sifat yang memudah memahami keadaan orang tuanya. Jadi ini adalah program jangka panjang.


Jika anak dinasehati lalu tidak terima dan marah. Maka ini hal yang pertama harus diingat dan dilakukan orang tua...
Yang pertama adalah diam atau menahan diri, hal ini mungkin sulit. Akan tetapi pada kondisi yang ‘panas’ seperti ini lebih baik menahan diri untuk tidak berkomentar tentang perbuatan anak. Kalaupun terpaksa bicara (mengkritik -pen), maka batasi pada hal terpenting saja.

Hal itu karena kondisi anak yang sedang emosi, orang tua memberikan penjelasan bagaimanapun akan tetap ditolak. Tunggu agar situasi mereda, baru mulai berikan penjelasan yang baik dan lembut pada anak.

Sebuah kesalahan besar jika anak sedang emosi, tetapi orang tua juga terpancing ikut emosi, hal ini akan membuat masalah tidak selesai-selesai.

Kemudian, tetap tenang ketika anak melakukan hal-hal negatif. Orang tua bisa memberikan isyarat ketidak-setujuan pada kelakukan anak, dengan cara menunjukan rasa sedih (atau semacamnya) dan menjelaskan secara perlahan mengenai kekeliruannya.

Terkadang seorang anak memiliki keingintahuan dan kemauan yang amat besar, dirinya ingin melakukan sesuatu, akan tetapi seringkali kemampuan yang dimilikinya tidak sebesar keinginannya. Kondisi ini seringkali mengakibatkan anak frustasi dan kesal, sehingga menuntunnya menjadi suka marah-marah

Sifat keras kepala anak bisa terjadi karena minimnya rasa kasih sayang yang diterimanya. Saat anak mulai tumbuh maka kesibukan aktivitasnya meningkat, alhasil kedekatan antara anak dan orang tuanya mulai menghilang secara perlahan.

Sehingga hal yang sangat penting adalah pelukan dan belaian kasih sayang dari orang tua, sehingga hal ini akan terus berkesan pada anak, hingga dirinya dewasa.

Orang tua yang memeluk dan mencium anak secara tulus, terutama ketika sang anak sakit. Cara ini sangat ampuh untuk memberikan ketenangan jiwa pada anak.

Jangan lupa untuk memperbaiki diri sendiri
Terkadang, banyak para orang tua yang tidak menyadari tentang penyebab anak yang nakal dan keras kepala, itu karena kesalahan orang tua sendiri. Jika ada orang tua yang memiliki sifat memaksa, tidak mau mengalah, susah dinasehati baik-baik, maka sifat buruk ini akan ikut menular pada anaknya. Hal itu karena anak akan melihat berbagai sifat buruk itu dari orang tuanya, sehingga sedikit-banyaknya anak akan meniru sifat orang tuanya.

Untuk itu, jika orang tua ingin memiliki anak yang baik, maka terlebih dahulu dirinya-lah yang harus baik, sehingga anak akan meniru sifat baiknya. Dan anak nantinya akan cenderung tumbuh menjadi seorang yang memiliki karakter baik.

Sebuah kesalahan yang fatal, orang tua melarang sesuatu hal yang buruk pada anaknya, tetapi orang tua sendiri justru malah melakukan hal buruk tersebut.

loading...

Memberikan larangan secara berlebihan, bisa membuat anak menjadi keras kepala
Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sangatlah besar, hal ini membuat mereka ingin melakukan berbagai hal dengan leluasa. Menjadi sifat dasar anak yaitu memiliki rasa keingitahuan yang sangat besar.

Dengan begitu, tidak jarang kita melihat bahwa orang tua yang ‘berlebihan’ dalam melarang anaknya untuk melakukan sesuatu, maka sering pertengkaran antara anak dan oang tua.

Menghadapi problematika ini, orang tua bisa mengambil jalan tengahnya saja, yaitu larangan yang diberikan pada anak adalah hal yang penting-penting saja. Adapun jika anak ingin melakukan suatu hal yang tidak membahayakannya, maka tidak perlu dilarang, yang perlu dilakukan adalah hanya memonitornya saja, sehingga orang tua bisa memberikan masukan pada anak (agar anak tidak melenceng jauh jalan hidupnya).

Adapun terlalu protekif maka ini dapat membuat anak kesal, yang bisa membuatnya menjadi sosok yang keras kepala nantinya. Sehingga orang tua harus pintar-pintar dalam memilah mana yang urgent untuk harus dilarang dan mana yang tidak.

Buat saat yang tepat saat menasehati
Orang tua harus mengetahui saat yang tepat untuk memberikan nasehat kepada anak. Sehingga dalam suasana yang baik, anak akan lebih mau untuk menerima nasehat.  Contohnya memberikan nasehat saat anak sedang merasa senang dan pikirannya terkendali dengan baik. Jangan memberikan nasehat saat anak sedang emosi dan pikirannya kalut karena 90% percuma.

Jangan mempermalukan anak di depan umum
Dalam menasehati anak, orang tua tidak boleh melakukannya di tempat yang ada banyak orang, hal itu karena akan membuat anak merasa malu. Nasehati-lah anak di tempat yang rahasia, dan lakukan dengan suara yang lembut. Hal ini membuat nasehat orang tua berkemungkinan besar diterima oleh hati sang anak.

Buatlah hubungan kepercayaan yang baik antara orang tua dan anak
Hal ini agar anak bisa terbuka pada orang tua megenai kondisinya. Jika Anda berhasil membuat anak Anda untuk mau terbuka dalam menyampaikan uneg-uneg yang ada di dalam hatinya, hal ini sangatlah bagus. Tinggal Anda sebagai orang tua harus menjadi sosok idola yang dapat dipercaya oleh anak-anak. Sebuah kesalahan jika orang tua ingin menjadi idola bagi anak-anaknya, tetapi melakukannya dengan cara otoriter.

Sifat orang tua yang otoriter, keras dan tidak memiliki tolenrasi akan membuat anak menjadi tidak memiliki kepercayaan pada orang tuanya. Anak tidak mau menceritakan tetang perasaannya atau masalah-masalah yang dihadapinya, karena dirinya sudah tidak percaya pada orang tuanya. Sehingga anak lebih memilih tertutup pada orang tuanya.

Contoh sederhana di masyarakat, seorang anak yang mengadukan kesulitannya dalam mengikat tali sepatu kepada orang tuanya. Akan tetapi malah direspon negatif oleh orang tua, seperti mengatakan “Sudah besar begini belum bisa memakai sepatu, payah Kamu” . Jika orang tua sering melakukan respon negatif seperti ini, maka tunggulah sang anak akan menjadi tidak percaya lagi dalam mengungkapkan isi hatinya pada orang tuanya.


Orang tua juga harus menahan diri dari terlalu sering mengkritik anak saat mengobrol, karena anak akan merasa dihakimi dan justru akan menutup diri pada orang tuanya.

Mungkin orang tua juga perlu mengajarkan anak tentang cara mengungkapkan isi hati kepada lawan biacara, sehingga anak nantinya bisa lebih terbuka pada orang tuanya.

Tips lainnya agar anak mau terbuka pada oang tuanya, maka berilah penghargaan yang tinggi pada anak, pujilah anak jika pujian itu baik untuknya, hal ini juga bisa memotivasi anak. Orang tua jangan kelu lidahnya untuk memuji ajak ketika anak melakukan hal yang bagus. Milikilah kasih sayang pada anak sehingga Anda sebagai orang tua bisa memberikan pujian ikhlas pada anak.

Dengan keterbukaan yang baik antara orang tua dan anak, dimana anak sudah sangat percaya pada oang tuanya. Maka saya sangat yakin, bahwa Anda akan sangat mudah untuk menasehati anak, dan anakpun menerima dengan senang hati.

Sebagai tambahan penting, berhubungan dengan kepercayaan anak kepada orang tua. Anda sebagai orang tua WAJIB untuk memberikan waktu berkualitas pada anak. Setidaknya dalam sehari miliki waktu 1 jam agar Anda menjalani saat-saat berkalitas bersamanya.

Walaupun Anda sibuk tetap usahakan hal ini, jalani berbagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bersama anak, paling baik adalah melakukan kegiatan edukasi bersama anak.

Wajib bagi orang tua memberikan kasih sayang, perhatian dan pendidikan maksimal untuk anak
Anak akan sangat bahagia dan nyaman ketika mendapatkan sesuatu yang terindah dalam hidupnya, yaitu mendapatkan perhatian orang tuanya yang cukup. Sebagai orang tua harus mengetahui, bahwa sekecil apapun sesuatu yang diberikan kepada anak, maka hal itu akan menjadi sangat berharga bagi anak.

Bentuk perhatian ada dua. Yang pertama yaitu membantu anak untuk mendapatkan haknya (hal ini sudah jelas maksudnya), seperti jika anak ingin mendapatkan makanan kesukaannya, maka orang tua tinggal membelikan makanan kesukaan anak tersebut.

Yang kedua yaitu membantu anak untuk menjalani kewajibannya, maksudnya yaitu seperti contoh: Orang tua mengingatkan jam belajar dan memotivasi anak untuk belajar. Maka ini sebenarnya adalah bentuk perhatian dan kasih sayang pada anak ‘yang sangat besar’.

Contohnya lainnya setelah melatih anak untuk giat dan kontinyu untuk belajar, orang tua juga perlu memikirkan caranya agar anak bisa secara mandiri untuk membersihkan dan merapihkan kamar tidurnya sendiri, meletakan barang-barangnya, mengajarkan sikap yang baik dan benar, melatih anak agar terbiasa untuk gosok gigi dan banyak contoh lainnya.

Orang tua yang melatih kemandirian anak inilah yang menjadi hal PALING BEHARGA. Dengan Anda berusaha melatih anak untuk mandiri, sehingga anak akan memiliki banyak kemampuan, anak mampu untuk berpikir lebih terbuka.

Hal inilah yang membuat Anda dapat lebih mudah untuk berhasil dalam menasehati anak, Anda tidak lagi menganggapnya keras kepala, tidak koperatif, susah memahami kondisi orang tua, dll.

Anak bisa sampai menjadi sosok yang keras kepala juga karena kesalahan orang tuanya sendiri. Secara umum orang tua yang ada di bumi ini, menjadi penanggung jawab terbesar dari kelakuan anak-anak yang tidak terkontrol dan buruk.

Bagaimana tidak? Betapa banyak anak-anak yang dibiarkan bermain seharian, sedangkan orang tuanya tidak megetahui (bahkan tidak mau tahu) tentang kemana anaknya bermain dan apa saja yang dialaminya seharian. Banyak orang tua yang tidak perduli, hal ini menjadi kesalahan fatal yang sulit termaafkan.

Perlu Anda ketahui, suatu saat sang anak pasti akan menuntut (ketika dewasa) keada orang tuanya, mengapa dirinya tidak pernah dididik dengan baik dari kecil? Hal ini akan menjadi bumerang berbahaya bagi orang tua.

Anak yang dari kecil terlatih mandiri dari orang tuanya, serta mendapatkan kasih sayang yang baik dari orang tuanya. Sang anak akan lebih mampu untuk memahami keadaan sekitarnya, anak tidak lagi menjadi sosok cengeng yang sulit memahami keadaan sekitar.

Sehingga sekali Anda menasehati dengan cara yang biasa saja maka anak sudah dapat mengerti, dan dapat memahami keadaan Anda sebagai orang tuanya. Tentunya memiliki anak yang mampu memahami keadaan orang tuanya seperti ini, menjadi KADO terindah bagi orang tua.

Ingat! Wajib bagi orang tua menunjukan anaknya kepada jalan kebaikan, jangan sampai jiwa anaknya teormbang ambing di dalam jalan yang menyimpang, karena orangtuanya yang tidak membimbingnya.

Kesalahan oang tua yang hanya memerhatikan fisik sang anak (hanya makanan, pakaian, dll) tanpa peduli pada kondisi kejiwaan anak, maka ini memberikan masalah besar. Orang tua yang hanya mampu memberikan uang, makanan, pakaian, sepeda, dll pada anak, tetapi tidak mampu untuk memberikan pendidikan kaakter yang baik untuk anak-anaknya. Hakekatnya orang tua yang seperti ini BELUM MEMBERIKAN KEBAIKAN APA-APA pada anaknya.

Orang tua selain ‘jago’ mencari uang, juga harus memperdalam ilmunya tentang cara membentuk karakter anak yang baik. Akibat orang tua yang tidak memberikan ‘perhatian penting’ supaya anak mampu mejalankan segala kewajibannya, berakibat pada lambatnya perkembangan kedewasaan anak.

Hal ini akan sangat terasa saat anak dewasa, bahkan juga sudah terasa saat anak belum lagi remaja. Hal ini tergantung dari kondisi masing-masing.

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?

Zat besi merupakan kandungan yang sangat diperlukan oleh tubuh, lebih-lebih bagi oleh anak-anak, termasuk juga bayi. Zat ini memberikan manfaat dan fungsi yang besar bagi tubuh, sehingga bisa menjadi masalah serius jika tubuh kekurangan zat besi.

dr Yoga Devaera, SpA(K), seorang dokter spesialis anak yang bekerja di RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, menjelaskan bahwa nutrisi mineral zat besi memiliki peran besar sebagai dasar yang penting agar anak atau bayi memperoleh MPASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas dan sehat.

Yoga Devaera menjelaskan (seperti dikutip dari detikHealth) bahwa jenis zat besi yang bersumber dari hewan (sumber hewani) biasanya lebih gampang untuk diserap oleh tubuh, hal ini terutama bagi anak-anak.

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?
Makanan Sehat | Sumber gambar: Pexels.com

Dokter juga mengingatkan agar Orang tua tetap harus memperhatikan asupan viamin C pada anak.

Selain manfaat vitamin C untuk menjaga susana hati (mood), menjaga kesehatan kulit, mata, mencegah sariawan, pilek, hingga mencegah kanker. Juga fungsi dari nutrisi vitamin C yang dikonsumsi adalah untuk memaksimalkan proses penyerapan zat besi dari nabati.


Ciri-ciri anak kekurangan zat besi
Adapun ciri-cirinya anak yang kurang mendapatkan asupan zat besi yaitu terlihat pada wajahnya yang sering pucat, bahkan kondisi pucat pada wajah anak dapat terjadi dalam waktu yang panjang. Jika hal ini terjadi pada anak maka berkemungkinan anak mengalami masalah kekurangan nutrisi zat besi.

Apalagi jika akan juga mengalami mudah lelah, terlihat tubuhnya lemas, rentan terkena infeksi, mudah terserang penyakit, hingga mengalami masalah mental seperti mendadak tidak mau diam, atau sulit untuk tenang (gelisah), maka sangat harus diwaspadai bahwa anak mengalami kekurangan zat brsi.

Apabila anak benar-benar terlihat pucat, maka ini hal yang cukup serius, dokter dr Yoga Devaera menganjurkan agar Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter, karena dikhawatirkan anak yang masih kecil tertimpa hal-hal buruk.

Oleh dokter, biasanya akan dilakukan pengecek terhadap kondisi anak yang lemas. Orang tua bisa memberikan makanan yang kaya akan zat besi pada anak, diantaranya daging sapi dan hati.

Kandungan zat besi sangat diperlukan tubuh anak, terutama untuk pertumbuhan perkembangan sistem sarafnya.

Akibat dari anak yang tidak memperoleh asupan zat besi sebagaimana mestinya, mengakibatkan masalah serius pada kemampuan dan fungsi kognitif anak. Selain itu memberikan gangguan pada kekmampuan tingkah laku anak. Zat besi juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi.

Penyebab terjadinya kekurangan zat besi pada anak berumur 1-2 tahun yaitu karena beberapa faktor, yaitu:
  1. Anak tidak memperoleh makanan pemdamping yang mencukupi kebutuhannya.
  2. Anak terlalu banyak mengonsumsi minum susu juga bisa menyebabkan tubuhnya kekurangan zat besi.
  3. Anak mengalami kegemukan

Khsus pada bayi atau balita sangat rentan mengalami kekurangan zat besi. Bentuk gejala dari kekurangan zat besi ini sering tidak terasa oleh seorang ibu. Alhasil, anak tidak mendapatkan penanganan yang baik dan semestinya.

Sehingga perlu diingat lagi, bahwa tanda-tanda dari anak yang mengalami kekurangan zat besi yaitu dirinya lebih seirng tidur-tidur, terlihat lemas, cepat capek, dan mudah mengantuk (padahal waktu tidur sudah cukup).

Gejala-gejala seperti lemas, mengatuk dan lainnya (seperti disebutkan diatas) terjadi akibat fungsi zat besi untuk membantu mengirim oksigen ke seluruh tubuh (yang termasuk ke otak), mengalami hambatan.

Tidak sedikit orang tua yang khawatir untuk memberikan makanan hewani pada bayi setelah 6 bulan. Penyebabkan takut anak terkena alergi, atau tekstur daging yang dinilai masih terlalu keras. Padahal perlu diketahui bahwa kekurangan asupan protein hewani mengakibatkan anak kekurangan zat besi.

Disamping itu, pada beberapa sayuran terdapat kandungan zat besi yang penting, walaupun kadar kandugan zat besinya masih dibawah daging.

loading...

Sebenarnya, makanan hewani sudah bisa dicobakan pada bayi diatas usia 6 bulan. Caranya dengan memastikan memasak daging hingga benar-benar matang, kemudian daging dihaluskan agar mudah dimakan dan dicernanya.

Orang tua perlu menghindari memberikan asupan daging dari makanan olahan, contohnya ada banyak, diantaranya bakso dan sosis.

Mengapa tidak boleh? Hal itu karena jenis makanan olahan seperti itu biasanya telah dimasukan berbagai bahan tambahan zat kimia, seperti penyedap rasa, bahan pengawet dan lainnya.

Hal lainnya yang juga perlu diketahui
Memberikan bayi susu formula yang tidak memiliki asupan zat besi di dalamnya, juga bisa memicu anak mengalami kekurangan zat besi, sehingga yang terbaik bagi anak adalah ASI (air susu ibu) ketimbang penggunaa produk susu formula.

Jikapun ingin menggunakan susu formula, maka gunakan produk susu formula yang di dalamnya memiliki asupan zat besi. Hanya yang penting diketahui oleh bunda, bahwa memberkan ASI sampai anak berusi 1 tahun adalah hal yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi bagi anak, maka Anda bisa memberikan asupan berupa daging ayam, kuning telur, kacang-kacangan, ikan dan sayuran berdaun hijau gelap.

Selain itu, perhatikan asupan vitamin C paad anak. Nutrisi vitamin C bisa diperoleh dari melon, tomat, jeruk manis. Manfaat vitamiin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh agar maksimal.

Tuesday, December 6, 2016

42 Cara Ampuh Mengatasi Anak & Bayi Susah Makan

Masalah anak susah makan banyak dikeluhkan para orang tua, terutama ibu.

Banyak para ibu yang bingung menghadapi buah hatinya, yang khawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya. Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan.

Ada beberapa penyebab yang mambuat si kecil susah makan. Biasanya mulai terjadi saat usianya memasuki tahun pertama.

Cara Ampuh Mengatasi Anak & Bayi Susah Makan

Masalah biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja hingga mengemut makanannya berlama-lama.

Kondisi ini membuat ibu khawatir akan kecukupan gizinya, mengingat si kecil masih dalam masa tumbuh kembang.

Cara mengatasi anak susah makan:

#1. Sajikan makanan dalam porsi kecil
Yang perlu diketahui para ibu, bahwa lambung si kecil tidak mampu menampung banyak makanan. Sehingga hindari memaksakan anak makan terlalu banyak.

Makanan dengan porsi sedikit akan membuat anak tidak malas untuk makan, serta mengurangi rasa jenuh saat makan. Untuk mensiasatinya, usahakan tambah frekuensi makan anak dengan porsi kecil.

#2. Iming-imingi reward
Ketika anak susah makan, coba sesekali memberikan hadiah kepada mereka. Anak kecil biasanya sangat senang dengan pemberian dari orang tua.

Sehingga dengan begitu, anak yang sedang malas makan, nantinya bisa menjadi lahap. Anak biasanya bersemangat jika orang tua menjanjikan sesuatu yang disukainya.

Hendaknya memberikan jenis reward yang mendidik bagi anak, hindari memberikan reward seperti makanan manis, tinggi lemak, gorengan, dan semacamnya, yang justru berdampak buruk bagi anak.

#3. Buat variasi makanan
Para ibu perlu membuat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati yang memilih makanan yang ia sukai, karena biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya, sehingga dirinya dapat makan dengan lebih semangat.

#4. Sajikan makanan dengan menarik
Agar anak tertarik dan lebih semangat untuk makan, maka sajikan makanan dengan tampilan menarik. Seperti mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear, bebek kecil, dsb.

Atau juga makanan diletakkan di wadah yang di sukai si kecil, nasi dicetak menggunakan bentuk yang di sukai si kecil, atau bisa juga menambah hiasan agar makanan menjadi menarik.

#5. Buat kondisi makan yang menyenangkan
Orang tua kurang baik mengancam atau menakut-nakuti anak agar ia mau makan. Terlalu sering melakukan hal itu, dikhawatirkan anak akan merasa bahwa makan adalah saat yang tidak menyenangkan...

...sehingga bisa menimbulkan trauma psikis bagi anak jika mengingat tentang makanan.

Makan bersama menjadi momen interaksi penting antara orangtua dan anak. Orangtua bisa menjadi teman menyenangkan di meja makan. Yang membuat hubungan orangtua dan anak semakin erat.

Selama waktu makan, minimalkan gangguan yang ada, hal yang perlu dilakukan seperti mematikan televisi dan menjauhkan mainan dari meja makan.

Orang tua jangan menciptakan suasana yang “horor” saat anak makan. Hindari memarahi anak saat waktu makan. Karena dapat membuat anak jadinya sangat tidak menyukai waktu makan. Pada akhirnya, anak semakin malas untuk makan.


#6. Mengurangi anak jajan di luar
Sebisa mungkin minimalkan anak untuk selalu jajan di luar, karena tentunya makanan di luar sangat dikhawatikan tentang gizinya yang rendah atau tidak terkontrol.

Sering makan atau jajan di luar, membuat anak menjadi sulit untuk diajak makan di rumah.

#7. Makan teratur
Para ibu hendaknya mencoba untuk membuat jadwal waktu makan anak, sehingga anak bisa makan dengan teratur.

Hal ini membuat si kecil nantinya terbiasa dengan waktu makannya. Demikian juga dengan waktu tidur anak, mandi, dsb.

#8. Berikan anak cemilan sehat
Setelah anak bisa berjalan, maka memubatnya menemukan kegemaran baru yaitu bereksplorasi dengan lingkungannya.

Apalagi ketika anak memasuki usia 2 tahun, maka aktivitasnya akan semakin banyak. Kondisi ini membuat anak akan sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang.

Untuk para ibu, maka bisa menyiasatinya dengan memberikan cemilan sehat pada anak.

Disarankan untuk membuat cemilan sehat dalam bentuk yang beragam. Contohnya membuat bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, dll.

#9. Libatkanlah anak dalam menyiapkan makanan
Beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti meminta pertolongan kepada anak untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan. Atau juga meminta anak membantu menyiapkan makanan di meja makan.

Selain itu, orang tuanya perlu menjadi telandan bagi anaknya. Bila orang tua mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontohnya. Keteladanan orang tua membantu pola makan anak agar baik.

#10. Ajak anak berolahraga
Dorong si anak untuk berolahraga, atau minimal buatlah tubuhnya aktif bergerak. Saat anak berolahraga maka detak jantungnya akan meningkat. Hal ini membuat pembakaran kalori di dalam tubuh menjadi meningkat, sehingga dapat memuculkan nafsu makannya.

#11. Gunakan piring berwarna cerah
Penelitian telah membuktikan bahwa cara menambah nafsu makan anak bisa dengan menggunakan piring-piring berwarna cerah saat si anak sedang makan.

Penelitian menyebutkan bahwa warna piring bisa mengubah nafsu makan. Warna yang dinilai cukup efektif untuk meningkatkan nafsu makan adalah merah, kuning atau oranye.

Menurut penelitian, warna yang paling baik untuk menjaga nafsu makan adalah warna merah. Peneliti menjelaskan bahwa warna-warna yang cerah bisa membuat hati menjadi lebih bahagia dan nafsu makan ikut terpancing.

#12. Mengonsumsi jeruk
Buah jeruk kaya akan vitamin C. Di dalam tubuh, vitamin C berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ternyata juga dapat meningkatkan nafsu makan. Sehingga, Ibu bisa memberikan buah jeruk kepada anak, atau asupan vitamin C lainnya...

...yang membuat anak akan memiliki nafsu makan, serta mengoptimalkan proses metabolisme di dalam tubuhnya.

Selain vitamin C, cara menambah nafsu makan lainnya yaitu dengna memberikan asupan B dan zinc. Vitamin B dapat meningkatkan nafsu makan dan mengontrol suasana hati, demikian juga dengan fungsi asupan zinc.

Oleh karena itu apabila ada seseorang yang kekurangnan vitamin B dan zinc, nafsu makannya biasanya akan berkurang.

#13. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan
Minuman, baik itu air putih, jus buah segar atau lainnya adalah hal yang diperlukan anak, tetapi jika memberikan anak minuman saat makan, membuat anak akan merasa kembung sendiri sehingga membuatnya sulit untuk makan.

Loading...

#14. Akali jenis makanan yang tidak disukai anak
Anda bisa menyelipkan atau menyembunyikan jenis sayuran atau buah yang anak Anda tidak suka. Misalnya saja anak tidak suka pisang dan wortel, maka Anda bisa mengakalinya dengan membuat cake pisang atau muffin wortel untuknya.

#15. Kenalkan anak beragam jenis makanan ssehat ejak usia dini agar ia selalu memiliki selera makan yang baik.

#16. Jangan memburu anak agar makan dengan cepat. Karena hal ini membuat anak tidak nyaman ketika makan. Sehingga nantinya membuat anak sulit untuk mau makan.

#17. Ajak anak ketika anda sedang mempersiapkan menu makannya, beri pujian supaya anak merasa senang dan lebih bersemangat untuk makan

#18. Jika anak suka cemilan, maka berikan cemilan jauh sebelum waktu makan utama tiba. Berikan cemilan sehat, seperti buah-buahan dipotong menyerupai dadu, wortel yang telah dikukus, yoghurt, dsb. Hindari memberikan coklat, permen, snack mengandung MSG karena mengurangi nafsu makan anak.

#19. Sajikan makanan dengan menarik, jangan dicampur aduk antar nasi dan lauknya. Gunakan piring makan yang ia sukai, pisahkan antara nasi dengan lauk pauknya sehingga tampak menarik.

#20. Selama kegiatan makan berlangsung, tetaplah berkomunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak berpikir bahwa kegiatan makan adalah saat yang menyenangkan.

#21. Atur dengan baik pemberian minuman saat makan, jangan terlalu banyak minum karena anak akan merasa cepat kenyang dan malas untuk menghabiskan makanannya.

#22. Terapkan acara makan bersama keluarga. Dengan melihat orang tua dan anggota keluarga lainnya (kakak, nenek dan kakek, dll) memakan makanan, anak menjadi ikut tertarik menyantap makanan.

#23. Anda dapat mengubah cara pengolahan dan penyajian makanan sehingga tampak fresh dan menarik. Misalnya, membuat sate bola-bola daging cincang, bola-bola kentang goreng, ikan dan ayam goreng berbalur tepung goreng, dll.

#24. Kalau bisa, menanam sayuran dan buah-buahan di kebun dengan anak Anda, sehingga membuatnya lebih menyukai makanan yang dimakannya. Jika anak mau, jangan dilarang anak untuk membantu Anda merawat tanaman di kebun.

#25. Jangan terlalu memaksa anak untuk makan, seperti memaksa untuk menyendoki makanan ke mulutnya, padahal anak meronta keras menolak makan. Hal ini mencegah bahaya tersedak pada anak, dan juga dikhawatirkan anak menjadi trauma atau ketakutan saat jamnya makan.

#26. Anda bisa memberikan multi vitamin atau supplemen penambah nafsu makan anak, Curcuma Plus (harga sekitar Rp. 11 ribuan) dan Vidoran plus (harga sekitar Rp.13 ribuan). Senawa curcuma dan asam amino yang terkandung di dalamnya berfungsi meningkatkan penyerapan sari makanan pada saluran pencernaan, sehingga meningkatkan nafsu makan.

#27. Apabila anak masih tetap susah makan dalam waktu lama, maka bisa terindikasi kurang gizi, disarankan mengunjungi dokter atau ahli gizi untuk berkonsultasi.

Cara membujuk bayi yang susah makan
Berbagai cara yang pernah dilakukan para bunda, yang dinilai berhasil dalam membujuk bayi agar mau makan. Biasanya membujuk bayi pada beberapa suapan, lalu mengganti cara lain untuk suapan selanjutnya. Berikut di bawah ini dipaparkan trik-triknya:

#1. Makan setelah mandi: Air hangat membuat peredaran darah lebih lancar, serta memicu rasa lapar. Bayi susah makan bisa jadi lebih bernafsu makan setelah ia mandi.

#2. Membuatnya melihat ke atas: Gunakan mainan atau benda yang menarik perhatian bayi agar ia melihat ke atas. Ketika mulutnya terbuka, masukkan sendok berisi makanannya.

#3. Ringtone HP: Bunyikan ringtone HP dan pegang HP agak tinggi sehingga bayi melihat ke atas sambil membuka mulut.

#4. Mainan berbunyi: Bayi didudukan di kursi makan bayi, lalu berikan mainan di mejanya. Setiap kali ia bosan dengan mainan yang ada, gantinya dengan mainan yang lain.

#5. Mainan yang berbunyi akan lebih menarik perhatian sang bayi, ketika ia lengah maka lebih mudah membuka mulut ketika sendok ditempelkan ke ujung bibirnya.

#6. Tayangan film kartun: Bayi duduk di high chair sambil menikmati tayangan kartun, agar nantinya ia membuka mulut tanpa sadar saat didekatkan sendok ke mulutnya.

#7. Untuk bayi yang senang menggigit benda di sekitarnya, berikan mainan yang bisa digigit (mainan harus aman dan bersih) guna memancing gigitannya.

Sehingga ketika bayi siap memasukkan mainan tersebut ke mulutnya, secepatnya masukkan sendok berisi makanan ke mulutnya.

#8. Dekatkan dengan hidangan yang harum yang mengepulkan asap. Keharuman masakan dapat menggugah bayi agar mau makan.

#9. Menyuapi dengan tangan jika bayi sering menolak saat disuapi dengan sendok.

#10. Makan bersama: Bayi bisa tergugah nafsu makannya ketika melihat orang lain makan. Cobalah Anda sambil makan ketika menyuapinya.

Bisa juga dengan meminta bantuan orang lain untuk makan di hadapan bayi. Anda harus sigap menyuapinya ketika bayi mulai menganga karena ‘latah’ melihat orang lain menyuap makanan.

#11. Tepuk tangan: Cara ini butuh bantuan orang lain untuk bertepuk tangan sambil berkata, “Horeeeee”, sementara Anda menyuguhkan sendok berisi makanan ke mulut si bayi.

Jika tidak berhasil, coba lebih banyak orang yang bertepuk tangan dan menyebutkan “horeee”.

#12. Air putih: Kadang bayi menutup mulut setelah beberapa suapan. Cobalah tawarkan air putih sedikit, lalu berikan lagi suapan berikutnya.

#13. Menu selang-seling: Jika bayi susah makan, mungkin karena bosan dengan rasa makanan yang sama. Anda bisa mengakalinya, misalnya memberikan sesuap bubur / nasi tim, lalu suapan berikutnya puree buah. Demikian seterusnya, lakukan secara selang seling sehingga bayi tidak bosan.

#14. Variasi sendok: ganti-ganti sendok yang digunakan, sehingga bayi tertarik pada sendok baru tersebut.

#15. Perbaiki rasa makanan: Bayi susah makan mungkin karena tidak suka dengan rasa makanannya. Walaupun banyak yang melarang tambahan garam atau kecap pada makanan bayi, tetapi terpaksa dilakukan jika bayi tidak mau juga makan, agar makanan menjadi sedap.

Bisa juga menambahkan bawang goreng agar wangi. Yang penting, menghindari asupan MSG pada bayi.


Hal yang perlu diketahui dari bayi yang susah makan
Untuk mengatasi anak yang susah makan diperlukan kesabaran. Bisa juga anak susah karena ada faktor psikis, sehingga harus diatasi masalahnya tersebut.

Pada anak, coba berikan vitamin untuk menambah nafsu makan, seperti sirup elkana atau kurkuma, atau sirup vitamin yang mengandung unsur lysmin di dalamnya.

Sebelum makan, anak jangan diberi susu dahulu, hendaknya anak diajak makan sama-sama seperti halnya orang dewasa.

Pada bayi, ada saat-saat tertentu dimana bayi susah makan. Anda perlu mengenali 4 penyebab bayi susah makan:

Sariawan
Sariawan membuat si Kecil enggan untuk makan. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada bayi berusia 10 bulan ke bawah. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi.

Sariawan disebabkan trauma pada mulut seperti tergigit, kekurangan vitamin, alergi makanan, terinfeksi virus, dll

Untuk mengatasi kondisi ini, maka perlu dilakukan usaha menyembuhkan sariawan, atau minimal membuat sariawan menjadi mati rasa, sehingga bayi tidak “tersiksa” saat makan.

Menolak makanan baru
Bayi mungkin merasa asing dengan rasa atau tekstur makanan yang baru dimakannya, sehingga bayi tidak mau makan.Untuk mengatasinya coba berikan makanan yang tidak berbeda jauh dari makanan sebelumnya.

Misalnya, si Kecil menyukai bubur wortel, makan anda bisa memperkenalkan bubur ubi manis pada bayi. Tampilan dan tekstur yang mirip membantu bayi mau “berkenalan” dengan makanan barunya itu.

Jangan langsung memberinya dalam porsi biasa, akan tetapi perlu disiasati, caranya dengan memberikan sedikit demi sedikit. Jika bayi menolaknya, jangan memaksanya, beralihlah ke makanan yang disukainya.

Pada masa-masa ini Bunda jangan patah semangat. Teruslah menjejali bayi dengan jenis makanan baru.

Refluks gastroesofagus (GER)
Kondisi ini membuat bayi mengeluarkan isi perutnya, tetapi GER berbeda dengan muntah. Cara mengatasi bayi susah makan karena kondisi ini, jaga posisi bayi agar tetap tegak setelah makan selama 30 menit.

Kemudian, hindari memberikan bayi makanan dalam porsi besar. Jauhkan juga bayi dari asap rokok, yang sangat berdampak buruk bagi bayi.

Selain itu, bayi tidak mau makan karena masih merasa kenyang, tubuhnya kelelahan, atau juga karena sakit. Orang tua harus peka memberhatikan kondisi bayi.

Cara bertahap memberikan makanan pada balita
Pada anak balita anda berusia diatas 6 bulan, mulai berikan makanan pendamping ASI seperti bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya.

Untuk makanan pendamping, harus disesuaikan dengan umur balita. Jangan langsung diberikan nasi padat karena dapat mengganggu saluran pencernaannya.

Saat memilih bubur instant, perhatikan label pada kemasan agar disesuaikan dengan usia anak balita. Biasanya tersedia bubur instant untuk usia 6 – 24 bulan dengan berbagai rasa. Anda bisa memberikan variasi rasa saat memberikan makan kepada balita, sehingga ia tidak merasa bosan.

Untuk anak balita diatas 2 tahun, variasikan menu lauk pauknya. Buat pilihan menu makanan dan biarkan anak memilih makanan favoritnya.

Cara lainnya, Bunda bisa langsung yang membuat variasikan makanan pada anak. Misalnya sarapan pagi, variasi makanannya yaitu telur, roti, kentang, dan minum segelas susu.

Demikian seterusnya pada makan siang dan malam, berikan variasi makanan seperti sayuran, ikan, daging, ayam dan seterusnya.

Jangan lupa sediakan buah-buahan bagi kebutuhan vitamin anak, dan dorong anak agar mau makan sayur.