Showing posts with label No Hoax. Show all posts
Showing posts with label No Hoax. Show all posts

Sunday, June 19, 2016

KALIGRAFI KRISTIANI Mohon disebarkan Luaskan. Agar waspada Umat Islam Lebih Waspada.


Kaligrafi Abana sudah mulai menyebar di mall mall
dan pusat perbelanjaan jakarta dan kota2 besar lainnya,
harap tingkatkan kesadaran dan ketelitian sudara2 dan tetangga2 kita

Ini bahasa arabnya :
Doa umat kristiani yang dibahasa Arabkan dan dibuat Kaligrafi.
Sudah banyak dijadikan sablon kaos di jogja.
Tingkatkan kewaspadaan kita,
ini kalimat kaligrafinya.


ابانا الذي في السموات
ليتقدس اسمك
ليات ملكوتك
لتكن مشيئتك
كما في السماء كذلك على الارض
خبزنا كفافنا اعطنا اليوم
واغفر لنا ذنوبنا
كما نغفر نحن ايضا للمذنبين الينا
ولا تدخلنا في تجربة
لكن نجنا من الشرير  آمين

Artinya begini ;
BAPA kami: yang ada di-surga :
dimuliakanlah nama-Mu ;
datanglah: kerajaan-Mu;
jadilah kehendak-Mu diatas bumi: seperti di dalam surga,
berilah kami rezeki pada hari ini.
dan Ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami ;
dan janganlah masukkan kami ke dalam cobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Saturday, June 11, 2016

ANEH.. Hanya Terjadi Di Era Presiden Jokowi, Orang Puasa Diminta Hormati yang tidak Puasa

Pergantian kepemimpinan di sebuah negara, tentu akan berdampak pula pada berbagai kebijakannya. Seperti yang terjadi dengan negara Indonesia, yang saat ini sangat mengedepankan Pluralisme dan 'Toleransi' diantara sesama warganya.

Jika dimasa Orde Baru maupun di era SBY seseorang yang tidak berpuasa harus menghormati kaum muslim yang sedang berpuasa, kini justeru sebaliknya. Atas dasar toleransi dan pluralisme ini pula pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama pernah menghimbau agar orang yang berpuasa menghormati orang yang tidak berpuasa.

Banyak pihak diberbagai daerah di Ìndonesia, yang kemudian merepresentasikan himbauan tersebut dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan spanduk yang kini sedang hangat diperbincangkan oleh para Netizen di ranah maya.

Meski tidak disebutkan kapan dan dimana spanduk ini mulai beredar, namun keberadaan spanduk ini dinilai cukup meresahkan dan menjadikan sebagian besar warga Dunia Maya merasa gerah dibuatnya.

Netizen pun menyebutkan bahwa spanduk dengan isi himbauan yang cukup aneh dan janggal ini hanya terjadi di zaman Presiden Jokowi. "Hanya terjadi di Rezim Jokowi," tulis akun Facebook,

Friday, April 22, 2016

Inilah 6 Alasan Orang Zaman Dulu Pelit Senyum Saat Foto..



Aktualisasi diri melalui foto kini semakin merebak dan menjadi tren semua kalangan. Biasanya agar hasil jepretan bisa menarik, objek akan melakukan pose dengan beragam macam gaya. Bahkan beberapa gaya berfoto telah menjadi tren, misalnya duck face, senyum tiga jari, memiringkan kepala, menjulurkan lidah dan pose tertawa lepas.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan gaya berfoto yang dilakukan orang-orang zaman dahulu. Mereka cenderung tegang dan tidak mau senyum sedikit pun serta selalu menutup bibirnya. Ternyata hal ini tidak hanya dipengaruhi budaya zaman dahulu yang cenderung kaku, namun berbagai faktor lain juga membuat mereka pelit senyum saat difoto.


Mulai dari alasan kesehatan hingga aturan yang sengaja dibuat berisi larangan berfoto dengan senyuman. Hal inilah yang membuat dokumentasi foto-foto lama nyaris sama, yakni tidak pernah menunjukan simpul tawa. Selain alasan tersebut, enam hal berikut ini juga menjadi alasan orang zaman dulu tidak mau tersenyum saat difoto.

1. Gigi yang Rusak
Alasan utama orang zaman dahulu tidak mau tersenyum ketika berfoto adalah masalah kesehatan. Pada saat itu, mereka tidak mau memperlihatkan gigi mereka yang rusak. Gigi yang rusak tersebut harus dicabut, karena tidak ada gigi patah yang bisa diperbaiki kecuali dicabut. Jadi mengatupkan mulut adalah satu-satunya cara untuk menutupi kekurangan tersebut.

2. Dianggap Tidak Sopan
Adat orang pada zaman dahulu terlebih lagi kaum bangsawan tidak diperbolehkan untuk tersenyum atau memperlihatkan gigi ketika berfoto karena dinilai tidak sopan. Khusus untuk kaum bangsawan, image di lingkungan kerajaan sangat kental serta harus menjaga sopan santun dan perilaku. Hal itulah yang membuat mulut mereka tertutup rapat saat difoto. Selain itu, senyuman itu hanya ditemui pada anak-anak, orang misikin yang tidak berpendidikan serta para pemabuk. Menurut mereka tersenyum saat berfoto sering dikaitkan dengan orang yang bodoh dan konyol.

3. Kamera yang Belum Canggih
Kamera yang ada di zaman dahulu tidak secanggih saat ini. Orang zaman dahulu memerlukan waktu beberapa puluh menit hanya untuk mengambil satu jepretan saja. Hal tersebut membuat mereka terlalu lelah menunggu hingga hanya memperlihatkan wajah datar saat berfoto. Lalu, pada tahun 1837, Louis Jacques Mande Daguerre yang berkebangsaan Prancis menemukan teknik fotografi yang ia namakan Daguerreotype.

Dua tahun kemudian, dirinya memperkenalkan format fotografi baru, yang memungkinkan untuk pengambilan gambar berlangsung sekitar 60 sampai dengan 90 detik. Kendati demikian, tetap saja prosesnya masih melelahkan untuk menahan pose tawa selama waktu tersebut.

4. Dianggap Ribet dan Tidak Beretika
Sekitar tahun 1870-an, pengambilan foto hanyalah pada momen-momen tertentu saja. Pada momen istimewa tersebut mereka berfoto dan mencakup banyak orang sekaligus. Proses yang cukup ribet dalam pengambilan foto tersebutlah yang membuat mereka enggan tersenyum. Selain karena tersenyum itu dianggap tidak beretika.

5. Tidak Ingin Merusak Hasil Foto
Ketika itu, proses pengambilan foto merupakan pengalaman paling langka. Tidak hanya itu, biaya untuk berfoto kala itu terbilang mahal. Bisa jadi orang hanya berfoto sekali seumur hidupnya pada acara besar keluarga. Pemotretan itu dilakukan di dalam studio yang kemungkinan besar tidak bisa dilakukan oleh orang-orang tak berpunya. Itulah yang menyebabkan mereka tidak ingin merusak hasil foto mereka dengan tersenyum.

6. Kondisi Lingkungan yang Menyedihkan
Pengaruh kondisi masyarakat juga menjadi alasan mengapa orang zaman dahulu tidak mau tersenyum saat difoto. Pada masa itu, banyak terjadi perang dan penjajahan yang pada akhirnya membuat mereka susah tersenyum.

Itulah 6 alasan orang zaman dahulu tidak tersenyum saat di foto. Namun, seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut akhirnya hilang dan digantikan dengan gaya foto yang beraneka ragam.

SUMBER : www.infoyunik.com

Friday, April 8, 2016

Gara-gara kelewat Mesra, Ayu Tingting dan Raffi Ahmad Terancam Dihempas dari Dunia Hiburan!

Dinilai terlampau sering terlihat mesra, netizen membuat petisi guna mem-boikot Raffi Ahmad dan Ayu Tingting dari jagat pertelevisian maupun seluruh program belakang layar. Melaluichange.org, dukungan terhadap petisi ini terus bertambah. Duh!



Dizaman yang serba modern saat ini, berbagai cara dapat kita lakukan untuk mengungkapkan rasa sayang kepada sahabat. Sampai-sampai, sejumlah cara terkadang melewati batas-batas yang ada, salah satunya batas sosial dan agama.

Seperti yang dialami oleh public figure kita satu ini govers.. Gara-gara dekatnya kelewat batas, sekarang mereka terancam dihempassss! Ayu Tingting dan Raffi Ahmad, laaaaah mereka kan sahabatan? Cusss lanjut bacanya cyin..

Nama kedua artis kondang tersebut kini telah resmi terdaftar sebagai artis yang bermasalah, bukan tanpa alasan. Hal ini lantaran kemesraan mereka yang cukup meresahkan, seperti memeluk mencolek hingga merangkul. Ditambah status Ayu, yang notabene nya seorang janda dan Raffi sudah berumah tangga. Jika sama-sama single sih gak masalah ya~


Raffi Ahmad dan Ayu Tingting.

Sering dipertemukan dalam program TV yang sama, membuat kemesraan diantara mereka semakin terpampang nyata. Tak hanya sekali dua kali, semakin dibiarkan malah semakin menjadi~

Belum lagi kecurigaan ini tambah kuat karena konon, kata sang pembuat petisi yakni Delia Bunga. Ayu dan Raffi pernah digosipkan terlibat dalam cinta terlarang, sejak Raffi masih berpacaran dengan Yuni Shara.

--- "Sering kali tertangkap kamera Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting ini waktu on cam dan waktu off cam melakukan hal hal yang yang tidak sepantas nya contohnya: peluk,colek colek,sampai meraba raba tubuh perempuan yang bukan saudara atau istri nya dan di Agama kita Islam melarang keras hal yang tidak senonoh itu," tulis Delia dalam petisinya.


Salah satu potret kemesraan Ayu Tingting dan Raffi Ahmad.

Sebagai perbandingan, Delia pun menguak kisah lama Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. Awalnya ngaku teman tapi mesra, hingga mengakibatkan perceraian dengan Maia Estianty. Kemudian menikah dengan temannya sendiri~

--- "Intinya saya tidak ingin terjadi kasus seperti Maia Estianti, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela cukuplah kisah mereka yang mengenaskan dan menjijikan buat di dengar dan dipertontonkan di depan TV bukan hanya di situ tapi di kehidupan nyata kita sehari hari," ujarnya.

Sekarang, petisi tersebut sudah mendapat tanda tangan dari 1.397 orang govers. Menurut kalian gimana? setujukah dengan adanya petisi ini, atau sebaliknya?











Wednesday, March 30, 2016

MEREDITH Warren : Dosen Studi Alkitab di Inggris Sebut Yesus Kristus Tidak Dipaku pada Tiang Salib

Sumber Foto : Google
MEREDITH Warren, Dosen Studi Alkitab dan Keagamaan di Universitas Sheffield, Inggris, menjelaskan klaim mengejutkan dimana Yesus Kristus tidak dipaku pada kayu salib dalam peristiwa yang mengarah ke kematiannya.

Seperti diberitakan oleh Mirror, Sabtu (19/3/2016), Warren mengklaim bahwa sebuah artefak dapat membuktikan Yesus Kristus tidak dipaku pada kayu salib.

Klaim yang dikemukakan oleh Meredith Warren, datang saat umat kristiani mendekati hari Jumat Agung pada tanggal 25 Maret 2016.

Jumat Agung adalah hari khusyuk dan suci dalam kalender Kristen, menandai hari ketika Yesus disalibkan.

Hal itu adalah sebuah kejadian dalam hidup Yesus yang ditulis pada semua Injil, baik itu injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes yang secara luas sepakat akan hal penyaliban.

Namun Warren mengklaim bahwa artefak tersebut dapat menunjukan bagaimana peristiwa ikonik itu terjadi, dan membuka pemikiran yang masih dipengaruhi oleh budaya dan ikonografi Kristen.

Dalam sebuah artikel untuk The Conversation The, Warren berkata bahwa Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, semua memiliki sedikit perbedaan dalam hal penyaliban.

“Tak satu pun Injil dalam Perjanjian Baru menyebutkan apakah Yesus dipaku atau diikat ke salib. Namun, Injil Yohanes melaporkan terdapat luka di tangan Yesus yang bangkit kembali,” kata Warren.

“Dalam bagian ini, mungkin hal tersebut yang menyebabkan kuatnya tradisi bahwa tangan dan kaki Yesus dipaku ke kayu salib, bukan terikat padanya,” tambah Warren.

Dia menambahkan bahwa beberapa tahun kebelakang, beberapa orang mengklaim telah menemukan kuku asli Yesus yang disalib.

“Tidak mengherankan jika umat Kristen hanya memiliki waktu sebentar untuk menggambar Kristus pada kayu Salib, mengingat bahwa penyaliban adalah cara memalukan untuk mati,” kata Warren.

“Yang mengejutkan adalah gambar awal daripada ikon kebaktian yang sekarang dikenal. Gambar yang memuliakan kematian Yesus, gambar ini pada akhir abad kedua menjadi grafiti untuk mengejek Kristen,”

Gambar yang disebut dengan Alexamenos Graffito, menunjukkan seorang figur dengan kepala keledai yang tengah disalib, dengan kata-kata, ‘Alexamenos sedang memuja Tuhannya’.

Alexamenos graffito

Ini merupakan tuduhan yang umumnya terjadi pada zaman kuno, sebagaimana ditemukan oleh Minucius Felix dan Tertullian.

Sejak grafiti tersebut diketahui bukan dibuat oleh seorang Kristen, gambar ini menunjukkan bahwa kalangan non-Kristen telah akrab dengan beberapa elemen utama kepercayaan Kristen pada awal abad kedua.

Gemstones, yang sebagiannya digunakan untuk tujuan magis, juga memberikan gambaran awal tentang Yesus yang disalibkan. Potongan Gemstones ini berasal dari abad kedua atau ketiga yang diukir ini menggambarkan seorang pria pada kayu salib dikelilingi oleh kata-kata ajaib.

a constanza gemstone

Para ahli berpikir bahwa pada batu permata Constanza, seperti yang diketahui berasal dari abad keempat Masehi. Dalam penggambaran tersebut, tangan Yesus tidak tampak dipaku pada kayu salib, karena mereka jatuh secara alami, seolah-olah dia terikat pada pergelangan tangannya.

carved jasper

Penyaliban akhirnya dihapuskan sebagai metode eksekusi untuk menghormati Yesus oleh Kaisar Constantine. 

Sumber: Islampos

Tuesday, March 29, 2016

Ayah Marshanda Menjadi Pengemis, Ini Kabar Baik Buat Aku Ungkap MARSHANDA


Artis Marshanda menjenguk ayahnya di penampungan Panti Sosial Bina Insan (PSBI), Cipayung, Jakarta Timur. Marshanda menganggap hal yang menimpa ayahnya adalah kabar baik, bahkan dirinya tidak kaget mendengar ayahnya terjaring razia pengemis.

Ayah Marshanda terjaring razia oleh Sudin Dinsos Jakarta Selatan. Dia diciduk oleh petugas Dinsos karena mengemis di Mampang, Jakarta Selatan pada Jumat Siang (25/3).

"Ini malah good news ya bisa bertemu dengan Papa lagi," ujar Marshanda, saat menjenguk ayahnya di PSBI Cipayung, Jaktim, Senin (28/3/2016).

Artis yang kerap disapa Caca ini mengatakan, dia sudah 2 tahun tidak berhubungan lagi dengan ayahnya. Caca tidak memegang alamat bahkan nomor telepon ayahnya sendiri.



"Jadi baru umur 15 yahun aku ketemu lagi sama Papa dan lost contact lagi sekian tahun, umur 19-20 baru bertemu lagi. Terus lost contact lagi, terus sekarang saja aku habis lost contact 2 tahun sama Papa," terangnya.

Caca mendapat kabar tentang ayahnya yang terjaring razia pengemis dari temannya. Dia tidak kaget mendengar kabar tersebut.

"Aku tidak kaget sih karena ini sudah cerita lama di keluargaku," ujar ibu satu anak ini.

Sumber: www.mbahkepo.com