Showing posts with label jodoh. Show all posts
Showing posts with label jodoh. Show all posts

Friday, August 12, 2016

Sedih, Pacaran 6 tahun Dikalahkan Pria yang Langsung Melamar

Kisah di bawah ini merupakan kisah nyata seorang netizen yang membagikan kisah pahitnya di akun Facebooknya. Bagaimana tidak, kisah cinta yang dirajut dengan pacarnya selama 6 tahun pupus ‘dipotong’ oleh seorang pria yang langsung melamarnya. Jodoh, maut dan rezeki memang Tuhan yang mengatur, kita hanya bisa berusaha untuk mencari semuanya. Namun, hasil dari usaha kita tetap Tuhan yang menentukan


Dalam akunnya, pria yang mungkin merasa ‘terpukul’ dengan kejadian yang menimpa dirinya berbagi cerita tentang kisah pahit tentang percintaan yang dialaminya.
Dalam foto screenshot yang diunggah di Facebooknya, pria ini menuliskan:
6 tahun sudah… Sekeras apapun aku berjuang, sekuat apapun aku bertahan… Kalo bukan jodoh mau gimana lagi… Tolong panggilin tim medis.. 
Tidak tanggung-tanggung, kisah yang dibagikannya di Facebook ini pun mendapatkan respon yang luar biasa dari para netizen, bahkan sudah di share oleh ribuan orang.

Kebanyakan netizen memberikan semangat agar pria ini tetap semangat dan sabar, semoga diberikan yang lebih baik. Berikut ini sreenshot yang dia upload:
Bagaimana menurut kalian dengan kisah sedih yang dialami pria ini? Apakah kalian pernah mengalami hal yang sama?
Semoga dia diberikan kekuatan serta kesabaran. Dan semoga juga diberikan jodoh yang terbaik oleh Tuhan. Untuk para pembaca, jika memang sudah mapan dan cocok dengan pasangan, jangan lama-lama pacaran, langsung lamar saja.
Jika kalian mempunyai cerita yang ingin kalian sebarkan, silahkan kirimkan ke email kami di:sebarkanlahcom@gmail.com [HP – Sebarkanlah.com]

Thursday, August 11, 2016

Baca kalau berani !! Buat Para Wanita yang Cari Suami Kaya,

Ketika seorang wanita yang katanya “REALISTIS” (tdk mau dibilang matre), mendapat jawaban dari seorang pebisnis yang juga REALISTISPertanyaan seorang gadis di sebuah forum netizen di US.

Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”
Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik dan berselera yang tinggi.
Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun minimal $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.
Saya tidak matre, tapi realistis. Di New York penghasilan sebesar itu hanya termasuk kelas menengah.
Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun dan ingin menikahi saya? Di manakah saya bisa bertemu pria kaya yang ingin menikahi saya?”
Jawaban datang dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial:
“Dear Gadis Jelita,
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Izinkan saya menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional.
Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.
Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan sbb:
Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.
Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas.
Penghasilan saya akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya.
Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi. Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial.
Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki “posisi perdagangan”.
Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya.
Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Mungkin perkataan saya kejam, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewakan.
Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.
Saran saya, lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya.
Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, itu lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.
Semoga jawaban ini dapat membantu. Silahkan sebarkan ke semua wanita yang ingin mencari suami kaya. [Artikel dan Gambar: Amyn Zandhal]

Sunday, August 7, 2016

Hati-hati, 3 Jenis Cinta ini Menyeret Pelakunya ke Neraka

Ada empat jenis cinta. Masing-masing dapat membawa pelakunya pada pahala ataupun dosa. Meski pada hakikatnya cinta adalah sebuah ibadah, namun dalam kehidupan manusia ternyata cinta dapat membuat petaka.

Jika salah merasakan cinta, maka kelak di akhirat cinta itu akan menyeret si pecinta ke neraka. Oleh karena itu, perasaan cinta mestilah tak ditujukan pada sesuatu yang salah apalagi haram. Berikut cinta "haram" yang harus dihindari.
1.Mahabbah Syirkiyyah
Yakni cinta yang mengandung kesyirikan. Cinta ini menandingi cinta kepada Allah. Si pecinta menuhankan cintanya kepada selain Allah.
Allah berfirman, "Dan di antara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Dan orang-orang yang beriman sangat besar kecintaannya kepada Allah," (QS. Al Baqarah : 165).
Berhati-hatilah jika mencintai sesuatu. Jangan sampai cinta itu setara atau bahkan melebihi cinta kepada Allah. Tentu ini tak hanya berlaku bagi berhala, dewa, Yesus ataupun sesuatu yang dituhankan manusia. Namun ini termasuk pula jikalau kita mencintai segala sesuatu melebihi cinta kepada Allah, baik itu harta, anak atau bahkan pasangan.
Ancaman bagi pecinta jenis ini bukan lain adalah neraka jahannam yang kekal abadi. Sebagaimana kelanjutan ayat diatas, yakni diakhir ayat 167, Allah berfirman, "dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka."
2.Mahabbah Muharromah
Mahabbah muharromah atau cinta yang diharamkan atau cinta maksiat. Cinta jenis ini merupakan rasa cinta yang ditujukan pada orang kafir, musyrikin, munafiqin, pelaku bid'ah dan lain-lain dari kalangan pelanggar agama Allah. Bahkan tak hanya pelakunya, namun juga perbuatannya. Jika mencintai perbuatan syirik, kafir, nifaq, bid'ah ataupun larangan syariat, maka termasuk cinta jenis ini.
3.Mahabbah Thabi'iyyah
Jenis cinta yang ketiga yakni mahabbah thabi'iyyah atau cinta tabiat. Cinta jenis ini tidaklah haram melainkan mubah. Akan tetapi, hukum mubah ini dapat berubah menjadi haram jika rasa cinta terlalu berlebihan. Cinta ini ditujukan pada pasangan, orang tua, anak, sahabat dan lain sebagainya yang menjadi tabiat manusia untuk mencintai orang-orang tersebut. Disebut tabiat karena cinta ini merupakan sebuah perangai ataupun perasaan yang sudah menjadi fitrah manusia. Allah menciptakan manusia dengan segala perasaan cinta ini. Oleh karena itu, cinta ini hukumnya mubah alias dibolehkan atau sah-sah saja.
Kapan cinta tabiat ini menjadi haram, sebagaimana dijelaskan pada jenis cinta pertama, yakni ketika cinta tabiat ini melebihi porsinya. Jika cinta tabiat ini melebihi cinta kepada Allah dan RasulNya, maka pelakunya akan berdosa dan terancam neraka.
Allah berfirman, "Katakanlah, 'jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, dan sanak saudara kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugian nya dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.' dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik," (QS. At Taubah : 24).
Ibnu Katsir menafsirkan kalimat "maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya" dengan azab. Maksudnya, yakni tunggulah hukuman yang akan menimpa kalian. Sebuah hukuman berat akan diberikan pada para pelaku cinta tabiat yang berlebihan hingga menandingi cinta kepada Allah.
Oleh karena itu, berhati-hati lah dalam mencinta. Meski cinta itu indah namun dapat menjerumuskan kita pada azab. Patokannya hanya satu, yakni rasa cinta kita semestinyalah tak melebihi cinta kepada Allah. Rasa cinta kita semestinyalah muncul karena cinta kepada Allah.
SUMBER : http://muslimahdaily.com/khazanah/muslim-digest/item/619-hati-hati-jenis-cinta-ini-menyeret-pelakunya-ke-neraka.html

Muhammad Alvin Faiz : “ Wanita Itu Butuh Kepastian, Tinggalkan Atau Halalkan”


Alkisah ada seorang wanita yang sedang merasa gundah memikirkan rasa cinta di hatinya. Ia sedang dekat dengan seorang pria, mereka sering pergi bersama, menjalin komunikasi. Namun  ada saatnya ia merasa ada sebuah keganjalan, bahwa hubungan tersebut bukan lain hanya sebatas teman. Hubungan yang selama ini dijalani tidak jelas arahnya dan ia hanya terus menanti hal yang tak pasti.
Dikisah yang lain, ada seorang pria yang amat ramah dan terbuka dengan siapa saja, termasuk dengan wanita. Karena baginya berteman adalah dengan siapa saja. Namun sang pria tersebut merasa ada yang berbeda dengan perilaku para teman wanitanya. Ia melihat wanita ini cukup sering menanyakan kabar dan segala aktifitasnya, bahkan wanita tersebut sering kali marah bila pesannya tidak dibalas.
Kisah diatas, membuktikan masih banyak kejadian ‘salah sangka’ terjadi pada seorang wanita maupun pria di sekitar kita. Bisa jadi pria atau wanita tersebut adalah kamu. Mungkinkah para pria yang hanya pemberi angan-angan atau para wanita yang justru terlalu terlena dengan kata-kata manis pria.
Muhammad Alvin Faiz (17), seorang motivator muda sekaligus putra Ustadz Muhammad Arifin Ilham mencoba menjelaskan fenomena ini,
“Kalau menurut saya kebanyakan pria yang tak bisa memberi kepastian. Seperti, banyak yang pacaran bertahaun-tahun tapi tidak memberi kepastian kapan untuk menikah,” ungkap Alvin (28/7).
“Perempuan ini, bukan butuh kata-kata gombal, kata-kata romantis. Mereka cuma butuh kepastian.  Menurut saya saya lebih condong ke laki-laki yang nggak bisa kasih kepastian. Perempuan baper karena ada sebabnya,” tambah pria yang kini telah sah menjadi suami dari Larissa Chou.
Selain itu, Alvin juga memberi pesan bagi pria yang tidak mampu memberi kepastian untuk wanitanya.
“Jangan pernah menyentuh wanita, karena menyentuh wanita bisa dibilang mulia di Islam, dan wanita tersebut masih ada izin orangtua, datangi orang tuanya. Berilah kepastian kepada wanita, jika memang suka ya halalkan, tapi jika belum mampu ya tunda atau tinggalkan dulu,” tutup Alvin.
SUMBER :http://muslimahdaily.com/

Aku Lebih Memilih Terlambat Menikah Daripada Salah Pilih Pasangan

Kapan nikah? “Mau sampai kapan sendiri aja? Ingat umur, jangan ditunda-tunda lagi. Apa kamu mau jadi perawan tua?” Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering membuatku ingin meledak. Apa mereka tidak tahu kalau setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda?

Ingin rasanya aku berteriak di wajah mereka. “Ini kehidupanku! Aku yang memegang keputusan! Bukan kamu!” Lagipula, aku memang ingin lebih selektif dalam menentukan siapa pria yang cocok untuk menjadi pendamping hidupku. Aku ingin pernikahan yang berjalan tanpa akhir.
Sekarang coba hitung, berapa banyak gugatan cerai yang dilayangkan ke pengadilan setiap harinya? Apa yang menjadi penyebab itu semua? Jawaban mereka umumnya sama, “Kami merasa sudah tidak cocok lagi”. Itu semua adalah kata lain dari salah pilih pasangan. Dan aku tidak mau jika pernikahanku berakhir dengan alasan salah pilih pasangan.

AKU TIDAK INGIN MEMBEBANI ORANGTUA LAGI, AKU INGIN MENIKAH DENGAN BIAYA SENDIRI

Salah satu alasanku tidak ingin terburu-buru menikah adalah soal biaya. Aku tidak ingin membebani orangtuaku. Aku ingin mereka bisa pensiun dengan berkecukupan. Aku ingin pernikahan impianku digelar atas biayaku sendiri dan pasangan.
Aku juga tidak berharap atau bermimpi terlalu jauh bisa mendapatkan pasangan yang kaya raya. Maka aku sibuk bekerja untuk menabung sebanyak-banyaknya. Aku tidak ingin menggantungkan diri pada orangtua, pasangan apa lagi sampai berutang ke bank untuk menikah.

MASIH BANYAK HAL YANG INGIN AKU LAKUKAN DAN TEMPAT YANG INGIN AKU KUNJUNGI

Hidup adalah pilihan. Aku menghargai pilihan teman-temanku yang menikah muda, hamil, melahirkan, menyusui lalu mengurus anak dan suami. Jika mereka bahagia, aku tidak masalah. Toh itu kehidupan mereka. Tapi aku punya cara pikir berbeda.
Sekarang aku punya karir yang baik dan uang yang cukup. Aku ingin traveling, mengunjungi berbagai tempat yang indah dan mengumpulkan kenangan. Mumpung masih muda, punya waktu dan uang. Aku ingin melakukan berbagai hal-hal seru yang mungkin tidak bisa dilakukan lagi ketika sudah berkeluarga.
Aku tidak ingin bertengkar dengan suamiku hanya karena ingin melakukan hal-hal yang aku suka. Aku juga tidak ingin meninggalkan anakku untuk jalan-jalan. Aku ingin puas menghabiskan masa mudaku sebelum menikah. Ketika sudah punya anak, aku harus mepertanggungjawabkan tugasku sebagai ibu sekaligus istri.

AKU TAHU TIDAK ADA ORANG YANG SEMPURNA, MAKA AKU MENCARI PASANGAN YANG MAU MENERIMA KEKURANGANKU

Selama ini aku mungkin terlihat sangat pemilih. Tapi bukannya karena aku mencari sosok yang sempurna, tanpa kekurangan sama sekali. Justru aku sudah berkali-kali mencoba memahami mereka. Aku tahu betul ini hal yang sulit. Aku juga punya kekurangan. Selama ini justru aku sudah cukup dikecewakan.
Mereka tidak bisa menerima kekuranganku. Padahal untuk menjalin hubungan yang lebih serius dan untuk jangka panjang, kita harus menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Maka aku rasa memang ini belum waktunya. Aku harus bersabar menunggu lebih lama hingga dia tiba. Dia yang mau menerima diriku apa adanya.

AKU BUKAN ORANG YANG ANTI IKATAN, AKU JUGA INGIN BERKELUARGA, JADI JANGAN MENILAIKU SEMBARANGAN

Jika kamu pikir aku tidak kunjung menikah karena aku anti ikatan, kamu salah besar! Aku bukan seperti yang kamu pikir. Aku juga tidak ingin terlalu lama sendiri. Aku ingin membangun keluarga kecil yang bahagia dan menghabiskan hidup bersama pasangan yang aku cintai.
Tapi masalahnya, untuk mendapatkan pasangan yang cocok tidak semudah belanja buah atau sayur. Tinggal datang ke supermarket, sudah tersedia barangnya dan tinggal pilih. Mencari pasangan itu butuh momen dan kesempatan yang pas.

AKU TIDAK INGIN TERJEBAK DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA YANG MENYIKSA

Sudah banyak kasus perceraian yang terjadi di sekitarku. Padahal mereka berkenalan sendiri, pacaran lalu menikah dengan cepat. Saat itu mereka tampak begitu bahagia. Entah kenapa hanya sebentar, mereka sudah memutuskan berpisah.
Ada yang karena perselingkuhan, ada juga yang karena kekerasan dalam rumah tangga. Ini yang membuatku kadang takut. Bagaimana kalau harus terjebak dalam kehidupan rumah tangga yang menyiksa? Aku tidak mau mengalami hal seperti itu. Bertahun-tahun menahan sakit hati karena konflik dengan pasangan atau mertua.
Jika harus bercerai pun, aku takut harus menjadi single parent. Belum lagi status sebagai janda yang harus aku sandang. Mungkin ini berlebihan, belum menikah tapi sudah memikirkan perceraian. Tapi tidak pernah ada yang tahu masa depan. Inilah yang membuatku sangat berhati-hati sebelum menentukan menikah.
SUMBER : http://gobagi.com/aku-lebih-memilih-terlambat-menikah-daripada-salah-pilih-pasangan/