Showing posts with label Pasutri. Show all posts
Showing posts with label Pasutri. Show all posts

Friday, August 12, 2016

Subhanallah...!!! Ingat Jaga, Sayangi dan Muliakan Selalu Istrimu.

Perkataan yang kasar dari suami tidak menjadikannya jantan, justru itu perlihatkan sikap terlihat kejam tanpa perasaan
Wanita dicipta dari lekuk rusuk agar disayangi, tentu lebih layak dicintai setelah jadi istri.




Meluruskannya dengan paksa hanya mematahkannya, kesabaran dan kelembutan adalah kuncinya

Istri diambil dengan amanah serta kalimat yang baik dari walinya, maka jaga dan berlakulah baik padanya sebagaimana Nabi meminta.


Siapa yang tak luluh hatinya bila memiliki suami yang santun lisannya dan sabar dalam menasihati?

Bukan agar istri takut pada suami lalu istri takut berlaku salah, namun agar dia enggan melihat suaminya sedih maka dia berlaku benar

Maka ancaman apalagi pukulan bukanlah jalan, coba kata-kata lembut sejuk penuh pengertian pelan-pelan

Sebetulnya bila istri senantiasa berbuat salah, maka sejatinya suaminya itu bermasalah

Karena tugas suami bukan hanya menafkahi lahir, namun terutama agar dalam kebaikan dia jadi mahir

Membimbing dan mengajari kebaikan adalah tugasnya suami, memimpinnya dalam kebenaran adalah kewajiban suami

Jagan tuduh istrimu tidak sempurna melakukan kewajibannya, mungkin suaminya yang tidak penuh tunaikan haknya?

Atau mungkin kedua-duanya selama ini bermasalah? tanpa iman dan ilmu lantas nekat untuk menikah?

Bagaimanapun suami adalah pemimpin atas istrinya, tak layak pemimpin tidak berlaku baik pada yang dipimpinnya

Pandangilah dia bila memasak bagi anak-anakmu, dengarkan senandungnya saat menidurkan anak-anakmu

Lisan yang baik itu merubah akal dan pikiran, lisan kasar dan amal kasar tanda cacat pikiran

 BACA JUGA :

GEMPAR!!! Sungguh Sangat Memalukan Perbuatan Gadis ini Berhubungan Dengan Seekor Babi Hingga H4mil 


Perbanyak memahami kisah Rasulullah memerlakukan istri-istrinya, niscaya kita temukan hikmah pelajaran kaya pekerti

“Sesungguhnya yang paling baik diantara laki-laki adalah yang paling baik kepada istri-istrinya” (HR Ahmad)

Kenyataannya jarang kita temukan suami dzalim pada istrinya, lantas Allah berikan kemudahan hidupnya di dunia.

Sayangi dan muliakan istrimu , bahagia dan berharga hidupmu

By : Ustadz Felix Siau

Sumber : islamedia.id

Thursday, August 11, 2016

Ini Hukumnya !! Istri Menghisap Kemaluan Suami, Boleh atau Tidak?

Pertama, Ketika masih bujangan beberapa tahun yang lalu, saya pernah membaca fatwa seorang ulama disebuah majalah islam, namanya Syaikh Ali Hasan Al-Halaby hafizhohulloh tentang hukum oral seks dalam pandangan 

islam, hal yang masih saya ingat adalah jawaban beliau. Bahwa mulut dan lidah adalah tempat beribadah baik berupa dzikir, doa, membaca al-qur’an dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Sedangkan kemaluan adalah tempat keluarnya najis seperti air kencing dan madzi. Dan tidak sepantasnya hal yang tempat yang mengeluarkan yang baik (mulut) bercampur dengan tempat yang mengeluarkan yang buruk (kemaluan). Intinya beliau menjawab akan keharaman oral seks.
Kedua, saya mendapatkan dari internet beberapa hari yang lalu yang berasal dari majalah juga, fatwa dari beberapa ulama lainnya yang mengharamkan oral seks yang dikumpulkan oleh Syaikh Al-’Allämah Ahmad bin Yahyä An-Najmï rahimahulläh:
Pertanyaan:
Apa hukum oral seks?
Jawabannya:
1. Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al-Allämah Ahmad bin Yahyä An-Najmï hafizhahulläh menjawab sebagai berikut, Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya. Dan Syaikh Ibnu Bäz rahimahulläh telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut -sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”
2. Muhaddits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh Al-’Allämah Muhammad Näshiruddïn Al-Albäny rahimahulläh menjawab: “Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasül melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti tolehan srigala, dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa Nabi shallallähu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah diketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim -dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”
3. Salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh Al-’Allämah ‘Ubaid bin ‘Abdilläh bin Sulaimän Al-Jäbiry hafizhahulläh menjawab:  “Ini adalah haram, karena ia termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallähu ‘alaihi wa sallam.”

(Dinukil dari Majalah An-Nashihah, vol. 10/1427H/2006M, judul: Hukum “Oral Sex”, hal. 3. Dicopy dari http://www.darussalaf.org/stories.php?id=276)
Inilah jawaban para ulama yang dalam pengetahuannya tentang agama islam yang lurus ini, para ulama yang tidak mengikuti hawa nafsu. Bukakankah kita disuruh untuk bertanya kepada ulama, Alloh berfirman ” Tanyakanlah kepada ahli Ilmu jika kalian tidak mengetahui”
Untuk jawaban no.1 memang benar pria yang terangsang maka penis atau kemaluannya akan mengalami  ereksi dan apabila terus terangsang lama-kelamaan akan mengeluarkan madzi, (cairan bening yang lengket yang keluar ketika muncul syahwat) begitupun wanita yang terangsang, vaginanya akan keluar madzi. Dan apabila seorang istri mengulum penis suaminya maka  mulut istrinya akan terkena air madzi suaminya. Begitupun seorang suami yang menjilati vagina istrinya makan mulutnya akan terkena madzi istrinya. Ini adalah suatu realita, baik mereka menyadarinya ataupun tidak saat madzi keluar.  Dan Madzi adalah najis. Seorang muslim harusnya merasa jijik dengan najis. Dan harusnya membersihkan dirinya dari najis. Tapi orang-orang yang melampaui batas dari kalangan pelaku oral seks, yang memperturukan hawa nafsunya, mereka malah meminumnya/menelannya. Padahal berobat dengan memakan atau meminum najis itu diharamkan dalam agama islam yang hanif ini.
Untuk jawaban no. 2 Tasyabuh dengan binatang.  Saya tidak tahu apakah anjing melakukan oral seks? Tetapi saya tahu kalau dikampung, kalau orang-orang sedang mengawinkan domba, maka saya melihat domba jantan akan mencium dan menjilat vagina domba betina. Tujuannya adalah untuk merangsang/menimbulkan birahi dan syahwat. Dan bukankah salah satu tujuan oral seks juga seperti itu?.  Manusia memang berbeda dengan hewan. Manusia mempunyai fitroh, nilai dasar, adab dan rasa jijik. Sedangkan hewan tidak memilikinya. Seorang muslim juga berbeda dengan orang kafir dan orang barat. Islam yang sempurna mengatur segala urusan manusia, tata cara buang air dan tata cara bersetubuh juga diatur dalam islam. Sedangkan agama lain tidak.
Untuk jawaban no.3 benar sekali, oral seks adalah suatu yanga rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah manusia. Penis seorang suami tempatnya adalah di vagina istrinya, jika ditempatkan di mulut maka ini adalah sesuatu yang aneh dan ganjil. Mulut yang digunakan untuk membaca qur’an dan berdzikir (beribadah) lalu digunakan untuk oral seks yang mengeluarkan najis maka ini adalah sesuatu yang rendah. Akal dan fitrah manusia yang belum rusak pun akan merasa jijik dengan oral seks. Oral seks masuk ditengah-tengah kaum muslimin tentunya karena beredarnya film dan video porno, acara televisi yang rusak, novel atau cerpen jorok yang semuanya berkiblat dari orang barat dan orang kafir. Seorang suami harus memuliakan dan menghormati istrinya, dan seorang istri juga harus memuliakan suaminya, diantaranya dengan menempatkan kemaluannya ditempat yang Alloh dan rosulnya perintahkan yaitu kemaluan pasangannya. Apabila menempatkan kemaluan pada selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong perbuatan yang melampaui batas dan maksiat.
Ketiga:Melakukan hubungan  Seks dengan istri atau suami kita adalah halal dan bernilai ibadah. Sedangkan Orang yang melakukan oral seks adalah haram dan bernilai maksiat. Bukankah Alloh azza wa jalla berfirman “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu , sedang kamu mengetahui” (QS.al-Baqarah:42)
———
Artikel di atas adalah salah satu tulisan yang beredar dan sudah jadi viral. Supaya tidak salah paham, di bawha ini akan kita jelaskan pendapat yang lain:
Perbedaan pendapat seperti yang dijelaskan di laman bersamadakwah, mengenai hukum oral seks ini selanjutnya membuat para ulama muta’akhirin berijtihad dalam masalah ini secara lebih detail. Dari ijtihad itulah kemudian didapatkan fatwa seputar hukum oral seks ini, berikut ini kami telah merangkum tiga fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama besar berdasarkan hasil ijtihad yang telah mereka lakukan:
Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Dalam buku Sutra Ungu, Abu Umar Basyir mengutip jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika ditanya tentang oral seks. Beliau menjawab, “Itu perilau kurang bagus, namun hukumnya boleh-boleh saja.”
Fatwa Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al Jibrin
Ketika ditanya oral seks, beliau menjawab, “Boleh, namun dimakruhkan. Karena asalnya suami istri boleh bersenang-senang satu dan lainnya, menikmati seluruh badan pasangannya kecuali jika ada dalil yang melarang. Boleh antara suami istri menyentuh kemaluan satu dan lainnya dengan tangannya dan memandangnya. Akan tetapi, mencium kemaluan semacam itu tidak disukai oleh jiwa karena masih ada cara lain yang lebih menyenangkan.”
Fatwa Syaikh Yusuf Al Qardhawi
Dikutip dari buku Bahagianya Merayakan Cinta, Syaikh Yusuf Al Qardhawi berfatwa bahwa oral seks diperbolehkan dengan syarat menghindari madzi agar tidak terjilat atau tertelan, serta memperhatikan kebersihan mulut dan kemaluan karena jika tidak terjaga kebersihannya, terdapat potensi bakteri yang membahayakan kesehatan.
Pada dasarnya sepasang suami-istri boleh bersenang-senang dengan saling menikmati seluruh badan antara satu sama lainnya kecuali jika ada dalil yang melarangnya. Akan tetapi perbuatan tersebut tidak disukai (makruh) karena masih ada cara lain yang lebih baik dan menyenangkan.
Di lain sisi jika seks oral membawa dampak bahaya bagi pasangan, maka sudah seharusnya dijauhi karena mengingat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah  bersabda:
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).
Jadi, kesimpulan yang bisa kita ambil dari ketiga fatwa tersebut adalah pada dasarnya oral seks boleh dilakukan (karena tidak ada dalil yang melarangnya) dengan syarat tidak sampai menjilat madzi (air mani) atau menelannya, menjaga kebersihan mulut dan kemaluan, dan disepakati oleh suami istri (tidak jijik salah satunya). [HP – Sebarkanlah.com]

Wahai suamiku, jangan tertawakan bila istrimu ini gendut

Suamiku, akhir-akhir ini kau sering menertawakanku gendut, tidak langsing seperti dulu. Kalau foto, isinya pipi semua. Bulat seperti kue apem. Tahukah kau bahwa hal itu sudah cukup menjadikanku galau?

Bagi seorang istri yang sudah pernah melahirkan anak, badan melar memang agak sulit dihindari. Apalagi yang melahirkannya berkali-kali. Volume perut pun membesar. Lemak menempati banyak ruang. Penampilan sudah tak menarik. Kalau lari sebentar saja sudah ngos-ngosan.
Bagaimana mau langsing lagi kalau makan tak ada batasan. Belum lama makan sudah lapar lagi, terkhusus bagi ibu menyusui. Semua nutrisi langsung diserap bayi.
Suami pun mulai mengata-ngatai. “Umi sekarang gendut ya?” Kata suami seraya tertawa padahal dia lupa bahwa perutnya sendiri sudah maju sekian centi.
Wahai para suami, tolong pahamilah istrimu. Ia yang tak selangsing dulu. Lantaran ia telah rela hamil 9 bulan bagaimana perut tidak meregang?
Lalu ketika menyusui bayi ia singkirkan keinginannya untuk diet agar kebutuhan anakmu terpenuhi. Walaupun dia harus makan lagi dan makan terus sebab apa yang dia makan, dimakan pula oleh bayi.
Ia ingin langsing, tapi anak-anakmu kadang tak menghabiskan makanannya sehingga istrimu menghabiskannya agar tak terbuang.
Ia ingin langsing, tapi untuk meluangkan waktu sebentar saja untuk olahraga tak sempat. “Makanya pakai stagen” padahal stagen panjangnya 10 meter melilitkannya di perut cukup memakan waktu.
Ya, istri memang punya banyak alasan untuk tidak langsing. Demi menutupi kemalasannya. Termasuk juga alasan karena memakai KB yang berpengaruh secara hormonal, menjadikan ukuran tubuh melebihi normal. Itu dilakukannya untuk para suami…
Tolong jangan tertawakan istrimu. Bantu ia untuk langsing. Ikutkan ke program senam tapi kau yang menjaga bayinya.
Jangan biarkan dia menyusui kalau ingin dia diet. Bahkan jangan bermimpi punya anak kalau tak siap dengan perubahan bentuk badan istrimu.
Bantu dia dengan motivasi bahwa bagaimanapun bentuk badannya kini tak akan mengubah cintamu padanya. Namun semangati pula dia bahwa perut yang buncit bisa menjadi awal mula datangnya penyakit.
Lakukan olahraga bersama-sama agar bisa sehat dan langsing bersama. [Artikel dan Ilustrasi: Ummi Online]

http://www.sebarkanlah.com/page/29

Wednesday, August 10, 2016

Wahai Istri, Lakukan 5 Hal Ini Jika Suami 'Minta' Setiap Hari,,Agar Tak Menyinggung Perasaan Suami..

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa akan ada empat kaum wanita yang masuk neraka, yaitu wanita yang kotor mulutnya pada sang suami, wanita yang tidak menjaga dirinya ketika di rumah dan suka memaki suaminya, wanita yang tidak menjaga auratnya dari laki-laki lain dan memperlihatkan kecantikannya, serta wanita yang tidak memiliki tujuan hidup kecuali tidur, makan, minum, dan ia enggan untuk berbakti pada Allah, Rasulullah, dan tidak berbakti pada suaminya.


Setelah menikah, istri dan suami memiliki kedudukan masing-masing yang memiliki tanggung jawab pada kedudukan lain. salah satu kewajiban seorang istri adalah menaati perintah suami selagi itu baik dan tidak melanggar ajaran agama. Oleh karenanya, ridho suami juga ridho Allah.

Wanita harus melakukan apa yang suami minta terus tiap malam atau pagi, yakni:
1. Meminta izin suami setiap ingin pergi keluar dari rumah
Apabila suami selalu mengantar jemput ke mana pun dan di manapun istrinya pergi, maka hal ini akan baik untuk hubungan. Lalu bagaimana jika kita dapat mengendarainya dengan diri sendiri. Sebuah hadist menjelaskan bahwa sebagai seorang istri, kita dilarang untuk keluar dari rumah itu kecuali karena darurat atau kewajiban syari’atnya. Dengan meminta izin, maka hal ini menunjukkan adab seorang istri yang baik. Hal ini dikarenakan setelah menikah, kita menjadi tanggung jawab suami sehingga jika teerjadi apa-apa maka suami lah yang akan bertanggung jawab.
2. Mensyukuri apa yang dilakukan suami untuk istrinya
Mencari nafkah adalah kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Apabila suami pulang dari bekerjanya, maka sambutlah dengan wajah yang ceria sebagai ungkapan terima kasih atas kerja kerasnya. Nabi pernah bersabda bahwa apabila seorang istri berkata pada suaminya jika ia tidak pernah melihat kebaikan suaminya sama sekali, maka hilanglah semua amalannya.

3. Menyenangkan suami saat melihat kita
Kelemahan laki-laki ada pada penglihatannya. Hal ini dikarenakan laki-laki mudah terpikat dengan wanita lain melalui matanya. Ikutilah kesenangan suami, apabila suami senang dengan kita memakai daster maka pakailah daster. Belajarlah untuk bermake up sederhana saat di rumah. Apabila kita berdandan di depan suami dan ia suka, maka penglihatannya tidak akan teralihkan ke wanita manapun. Apabila suami minta jatah terus maka lakukanlah selagi tidak melanggar ajaran.

4. Membantu suami dalam merapikan penampilan
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Siti Fatimah bahwa apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya, menggunting kukunya, memotong kumisnya maka Allah akan memberikan minuman surga dari sungai yang mengalir di sana dan akan diringankan Allah dalam sakaratul mautnya dan akan membuat kuburnya menjadi sebuah taman yang indah bak taman surga.

5. Sigap pada kebutuhan biologis suami
Salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan. Dalam menurunkan keturunan, sepasang suami istri harus melakukan hubungan intim. Janganlah khawatir, hubungan ini tidak lagi haram, justru dianjurkan karena termasuk dengan menyenangkan suami. Apabila suami minta berhubungan setiap hari ini, maka layanilah dengan senang hati. Jangan mencari banyak alasan untuk seorang istri menolak permintaan suaminya ini. Meski demikian, sebagai suami kita juga harus mengerti bagaimana keadaan istri kita saat itu.

Oleh karena itu lakukanlah kelima hal ini jika suami ‘minta’ setiap hari karena itulah kewajiban seorang istri.
(Sumber : kumpulanmisteri.com)

Sunday, August 7, 2016

Ingat !! Karena Selingkuh Tak Dimulai Di Tempat Tidur Tapi Saat Kau Mulai Menghapus Pesannya

Aku itu dengannya hanya berteman”
Berapa banyak dari kamu yang berlindung di balik kata-kata ini? Karena menurutmu apa yang kamu lakukan tidaklah menjadi bagian dari sebuah perselingkuhan. Tidak ada sesuatu yang istimewa antara kamu dan kawan baikmu itu. Tapi benarkah kamu tidak berselingkuh?

KALAU HUBUNGANMU BIASA SAJA, KENAPA KAMU HARUS MENGHAPUS PESANNYA?


Perselingkuhan itu bukan berarti kamu harus menciumnya, berhubungan dengannya atau menjalin hubungan fisik dengannya. Ketika kamu memutuskan menghapus pesannya, percayalah ketika itu kamu sudah mulai berselingkuh. Karena tidak ada alasan kenapa pesanmu harus dihapus kecuali kamu tidak ingin orang lain membacanya.

SELINGKUH ADALAH SEGALA HAL YANG TIDAK AKAN KAMU LAKUKAN JIKA PASANGANMU ADA DI SEBELAHMU


Kamu selalu berkelit bahwa yang kamu lakukan bukanlah perselingkuhan. Ini adalah perkawanan biasa yang juga dilakukan oleh jutaan orang lain. Sebenarnya ada hal mudah yang bisa kamu jadikan patokan apakah tindakanmu itu termasuk selingkuh atau tidak.
Ketika Kamu bilang kalian hanya menyeruput kopi sama-sama karena kebetulan pulang satu arah. Sekarang bayangkan pasangan yang katanya kamu sayangi, ada di sebelahmu saat itu. Masihkah kamu melakukan semua hal itu? Masihkah kamu memilih mampir dan bukannya meneruskan perjalanan bersama pasanganmu? Apakah semua pembicaraanmu saat itu akan sama jika pasanganmu ada di sebelahmu?
Jika jawabannya iya, maka besar kemungkinan itu bukan perselingkuhan. Tapi jika hatimu mengatakan kamu tidak akan melakukannya jika pasanganmu ada, maka kamu sudah berselingkuh.

SELINGKUH DIMULAI SAAT KAMU BERBAGI HAL DI BELAKANG PASANGANMU

Gail Saltz, MD, Associate professor bidang psikiatri di New York-Presbyterian Hospital mengatakan perselingkuhan dimulai ketika kamu mulai menghabiskan energi-energi emosional kamu dengan orang selain pasanganmu.
Akhirnya kamu berbagi hal-hal yang tidak lagi kamu ceritakan dengan pasanganmu. Kamu bercerita pada orang lain itu, harapan masa depanmu, mimpi karirmu, hobi jalan-jalanmu, kesenanganmu akan puisi, renungan spiritualitasmu dan hal lainnya yang seharusnya bisa memperkuat ikatanmu jika saja kamu bagi dengan pasanganmu. Itulah kenapa hal ini termasuk berselingkuh.

KETIKA KAMU SUDAH BERGANTUNG SECARA EMOSIONAL, PADA SAAT ITU KAMU SUDAH SELINGKUH

Kau Mulai Menghapus Pesannya

“Aku itu dengannya hanya berteman”
Berapa banyak dari kamu yang berlindung di balik kata-kata ini? Karena menurutmu apa yang kamu lakukan tidaklah menjadi bagian dari sebuah perselingkuhan. Tidak ada sesuatu yang istimewa antara kamu dan kawan baikmu itu. Tapi benarkah kamu tidak berselingkuh?

KALAU HUBUNGANMU BIASA SAJA, KENAPA KAMU HARUS MENGHAPUS PESANNYA?

display handphone
Perselingkuhan itu bukan berarti kamu harus menciumnya, berhubungan dengannya atau menjalin hubungan fisik dengannya. Ketika kamu memutuskan menghapus pesannya, percayalah ketika itu kamu sudah mulai berselingkuh. Karena tidak ada alasan kenapa pesanmu harus dihapus kecuali kamu tidak ingin orang lain membacanya.

SELINGKUH ADALAH SEGALA HAL YANG TIDAK AKAN KAMU LAKUKAN JIKA PASANGANMU ADA DI SEBELAHMU

kaki
Kamu selalu berkelit bahwa yang kamu lakukan bukanlah perselingkuhan. Ini adalah perkawanan biasa yang juga dilakukan oleh jutaan orang lain. Sebenarnya ada hal mudah yang bisa kamu jadikan patokan apakah tindakanmu itu termasuk selingkuh atau tidak.
Ketika Kamu bilang kalian hanya menyeruput kopi sama-sama karena kebetulan pulang satu arah. Sekarang bayangkan pasangan yang katanya kamu sayangi, ada di sebelahmu saat itu. Masihkah kamu melakukan semua hal itu? Masihkah kamu memilih mampir dan bukannya meneruskan perjalanan bersama pasanganmu? Apakah semua pembicaraanmu saat itu akan sama jika pasanganmu ada di sebelahmu?
Jika jawabannya iya, maka besar kemungkinan itu bukan perselingkuhan. Tapi jika hatimu mengatakan kamu tidak akan melakukannya jika pasanganmu ada, maka kamu sudah berselingkuh.

SELINGKUH DIMULAI SAAT KAMU BERBAGI HAL DI BELAKANG PASANGANMU

sedih
Gail Saltz, MD, Associate professor bidang psikiatri di New York-Presbyterian Hospital mengatakan perselingkuhan dimulai ketika kamu mulai menghabiskan energi-energi emosional kamu dengan orang selain pasanganmu.
Akhirnya kamu berbagi hal-hal yang tidak lagi kamu ceritakan dengan pasanganmu. Kamu bercerita pada orang lain itu, harapan masa depanmu, mimpi karirmu, hobi jalan-jalanmu, kesenanganmu akan puisi, renungan spiritualitasmu dan hal lainnya yang seharusnya bisa memperkuat ikatanmu jika saja kamu bagi dengan pasanganmu. Itulah kenapa hal ini termasuk berselingkuh.

KETIKA KAMU SUDAH BERGANTUNG SECARA EMOSIONAL, PADA SAAT ITU KAMU SUDAH SELINGKUH

smartphone pemisah
Pasanganmu seharusnya menjadi orang yang paling mengetahui keadaan emosimu. Kapan kamu marah, kapan kamu senang, kapan kamu sedih dan lain sebagainya. Namun seringnya yang kamu lakukan adalah lari kepada orang lain yang bukan pasanganmu ketika kamu emosi senang atau justru sedang buruk. Sesungguhnya inilah saat paling berbahaya dalam sebuah hubungan.
Menurut psikolog Janis Abrahms Spring, PhD, pengarang buku After the Affair: Healing the Pain and Rebuilding Trust When a Partner Has Been Unfaithful, ketergantungan emosional seperti ini sangat sulit untuk diputus. Satu-satunya cara mengakhirinya adalah dengan memutus hubungan emosional itu secara total. Tidak ada kompromi setengah-setengah dengan membiarkan celah hubungan masih bisa terjalin.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Gail Saltz seperti dikutip dari WebMD. Menurutnya Kamu harus mengakhiri hubungan itu, dan tidak ada setengah-setengah. Jika kamu tidak mungkin memutus hubungan total (karena hubungan profesional pekerjaan) dengan orang tersebut, nyatakan secara tegas bahwa kamu tidak mau lagi melakukan hal tersebut (bercerita, berbagi) dengannya.

TAK MAU MEMUTUS SILATURAHMI BUKAN BERARTI KAMU BEBAS BERCERITA APA SAJA

Ketika pasanganmu memintamu mengakhiri hubungan dengan “kawan” itu, alasan paling klasik yang sering digunakan adalah “aku tidak ingin memutus silaturahmi”. Kalimat ini terdengar mulia. Namun bukan berarti menjadi pembenar bahwa kamu boleh terus-terusan berbagi cerita dan perasaan dengan semua orang bukan? Ada beda tegas antara menjaga tali silaturahmi dan tergantung secara emosional kepada orang lain.

KETIKA KAMU MEMBELANYA MATI-MATIAN DI SAAT PASANGANMU RELA MATI UNTUKMU

Untuk dia yang kamu sebut kawan biasa itu, kamu rela berkelahi dengan pasanganmu. Mengatakan hal-hal buruk bahwa pasanganmu sakit dan terlalu mengekangmu. Coba tanyakan pada dirimu, inginkah kamu membela pasanganmu di depan kawanmu itu? Pernahkah kamu menyampaikan bahwa kamu tak bisa berhubungan karena pasanganmu keberatan? Jika tidak, bukankah hubungan itu menjadi berat sebelah? Siapa yang sebenarnya pasangan sejatimu itu?
SUMBER : http://gobagi.com/apa-itu-selingkuh/

Friday, August 5, 2016

Lama Pacaran Kayak Kredit Mobil, Nikahnya Sama Orang ''LAIN''


Sekarang banyak kita saksikan para muda mudi yang pacaran sampai tahunan, Namun apalah daya.. ternyata Jodoh di Tangan Tuhan. Jangankan pacaran, bahkan setelah lamaran pun, seseorang bisa gagal menuju jenjang pernikahan.

Makanya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang kita untuk mengumumkan acara lamaran, namun beliau hanya memerintahkan untuk memberitahukan tentang pernikahan. Apalagi bagi mereka yang sering mengumumkan telah berpacaran di media sosial seperti Facebook, Betapa sangat mendurhakai perintah Nabi.

Jangankan hanya sekedar lamaran, bahkan yang sudah menikah pun tdak ada jaminan bisa langgeng sepanjang hidup. Tidak cukupkah kasus-kasus perceraian yang sekarang marak untuk diambil pelajaran?


Banyak orang telah keliru..  Bahwa mengumumkan pernikahan bukanlah dimaksudkan untuk berbangga diri dan mengunggulkan gengsi, Namun sejatinya adalah sebagai pemberitahuan agar tidak ada prasangka buruk bagi orang yang belum mengetahuinya, dan juga sebagai syiar agar banyak orang termotivasi darinya.

Jika kita lihat secara obyektif di lapangan, dari sekian banyak kasus pacaran, berapa persen yang benar-benar sampai pada pernikahan? Jika pun ada yang sampai jenjang pernikahan, maka yang gagal sangat lebih banyak dan jumlahnya tak terhitung. Bahkan, ada yang coba-coba pacaran dan beralih dari satu dosa menuju dosa-dosa lainnya. Kasihan.

Alkisah, ada seorang lelaki yang gagah. Wajahnya tampan rupawan. Anak orang kaya raya. Bermobil mewah. Dan aktif dalam berbagai proyek sosial. Saat anak-anak sebayanya belum ada yang mempunyai sepeda motor, dia sudah diberi tunggangan mobil keluaran terbaru kala itu.

Karena hal itu pula, dia berhasil memikat hati banyak gadis di tempat tinggalnya. Mulai dari anak tukang kayu yang cantik dan suka lagu dangdut, anak seorang petani yang menawan dan digandrungi lantaran bunga desa, hingga anak pemilik warung paling ramai di kampungnya.

Itu yang disebutkan diatas, hanya tiga gadis. Sedangkan yang lainnya.. tak terhitung jumlahnya.

Waktu berjalan. Lama tak ada kabar. Hingga akhirnya muncul berita pada khalayak, pemuda ini berencana akan menikah. Namun, tidak satu pun dari pacarnya yang dinikahi. Entah bosan karena sudah merasakan atau alasan lainnya, Pemuda ini malah menikah dengan perempuan lain dari kabupaten sebelah yang wajah dan bodynya malah bisa dibilang kurang dari semua pacar-pacarnya dulu.

Uniknya, ketiga gadis yang dulu menjadi pacarnya akhirnya juga menikah dengan lelaki lain yang derajat dunianya tak lebih tinggi dari si laki-laki tukang pacaran ini.

Betapa kasihannya mereka.. Menikah yang pada umumnya ada debar haru yang menenangkan dalam hati tiada terasa lagi dalam perasaan mereka, karena sudah pernah merasakan sebelumnya. Apalagi, Jika si pemuda atau gadis yang berpacaran melakukannya dengan kesadaran. Ia menyentuh dan memberi izin untuk disentuh. Bahkan lebih dari itu. Na’uzubillah.

Jika pun tidak ada menyentuh dan sentuhan dalam pacaran, Percayalah.. bahwa rasa dalam hati ketika sudah menikah akan berbeda dan bisa jadi akan menimbulkan kebosanan. Bukankah jika pacaran selama sembilan tahun, kemudian menikah baru satu bulan, maka hitungan interaksi totalnya adalah sembilan tahun satu bulan?

Ya Allah, jauhkan kami, keluarga, keturunan dan saudara kami dari hinanya zina dan semua hal tidak Engkau ridhoi. Aamiin.


http://www.beritaviral.org/

Baru Setengah Jam Jadi Suami, Pria Ini Ceraikan Istrinya, Alasannya Sungguh Tak Masuk Akal, Kamu Baca Akan Kesal...


Menjadi fotografer pernikahan bukan berarti selalu menyaksikan

momen bahagia para mempelai dan keluarga. Tapi, ada kalanya juru foto itu menyaksikan. Bahkan, mengabadikan momen-momen sedih yang seharusnya menjadi hari bahagia itu. 


sumber:hello-pet.com


Simak saja pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah perkawinan yang menyedihkan melalui akun Facebook Boii Amani Hashim. Kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.

Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.

Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantinlelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.

Bagi banyak orang, pernikahan menjadi hari bahagia. Namun tidak untuk pasangan di Malaysia ini. Mereka bercerai hanya setengah jam setelah akad nikah.

Kisah itu berawal dari kurangnya mas kawin. Pengantik lelaki memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000. Dia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.

Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, menghujat pengantin lelaki. Menagih kekurangan uang hantaran. Mempelai wanita pun tak kalah galak. Dengan suara tinggi dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya.

Watak asli sang perempuan dan keluarganya tampak sudah. Sang pengantin laki-laki sangat sedih dibuatnya. Dengan mata berkaca-kaca, pengantin lelaki menyambar mikrofon. Dan di depan para undangan dia mulaoi bicara.

“Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini,” tutur pengantin lelaki, sebagaimana ditulis fotografer yang mengunggah kisah ini ke akun Facebook Boii Amani Hashim.

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” tambah pengantin itu. Tak hanya mengeluarkan kata-kata. Pengantin itu juga mengeluarkan uang kekurangan hantaran itu dari dalam tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia sambil terus menahan air mata, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam. Di saat para undangan belum beranjak, mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian.

Semoga Bermanfaat Sahabat, Silahkan Share Dan Komentar Yah :)


Sumber: dream.co.id

Thursday, August 4, 2016

Dalam Islam, Ini Hukumnya Menolak Ajakan Suami Karena Lelah, Para Istri Bacalah ini!


Sahabat yang selalu dimuliakan oleh Allah SWT, Dalam Urusan Rumah tangga masalah kebutuhan biologis sangatlah penting, Ketika sang suami ini dipenuhi kebutuhan biologisnya dan sang istri menolak karena lelah telah seharian penuh mengurus anak dan rumah, bolehkah dalam pandangan islam istri menolaknya ? Berikut ini ulasannya

Assalamu’alaikum Ummi yang saya hormati, saya seorang suami, ada hal yang ingin saya tanyakan mengenai hubungan suami istri. Bolehkah dalam Islam seorang istri menolak ajakan suami untuk berhubungan hanya karena istri sedang letih dan capai? Dalam hal apa saja istri bisa menolaknya, selain sedang datang bulan?

Wassalamu’alaikum
Bapak T, Jakarta
Jawaban Ustz. Herlini (Kontributor Majalah Ummi):

Pada prinsipnya, istri tidak boleh menolak permintaan suami untuk melakukan hubungan suami istri sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam Shahih Bukhari, 
 ”Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidur dan ia menolak, sehingga suaminya tidur dalam keadaan kemarahan maka malaikat akan terus melaknatnya hingga pagi.”
Tentu saja seorang suami harus memelihara dan menjaga istrinya dari pekerjaan yang membuatnya lelah dan capai, sehingga ia senantiasa siap untuk melayani suaminya kapan saja. Bahkan untuk berpuasa sunnah saja, seorang istri diharuskan untuk meminta izin suaminya, sebagaimana sabda Rasulullah saw, 
 ”Janganlah seorang wanita berpuasa, ketika sang suami berada di sisinya, melainkan dengan izinnya. Kecuali pada bulan Ramadhan.”(Muttafaqun ’Alaihi)
Sebagian fuqoha – termasuk mazhab Hanafi, Syafi’i, Maliki dan Az-Zahiri – berpendapat  bahwa pekerjaan rumah bagi seorang istri bukanlah bagian dari kewajibannya, melainkan termasuk dalam ruang lingkup kewajiban yang harus disediakan suami dalam kehidupan rumah tangga. Apabila istri melakukan pekerjaan rumah tersebut, maka itu menjadi amal shalih dan akhlak yang mulia baginya.

Dalam kasus yang Anda tanyakan, dibutuhkan komunikasi yang baik antara suami istri sehingga suami tidak menuntut haknya sementara ada kewajibannya yang belum ia tunaikan terhadap istrinya. Kenapa istri sampai begitu letih dan capai? Apakah karena ia menangani semua pekerjaan rumah tangganya tanpa fasilitas yang diberikan suami seperti khadimat dan sebagainya? Semua yang ia kerjakan adalah kebaikan dan amal shalih, bukan hal yang menjadi kewajibannya. Kewajibannya adalah melayani suami dengan optimal di samping merawat dan menjaga anak-anaknya. Jika ternyata suami sudah menyediakan fasilitas yang memudahkan, namun sang istri masih menolak juga ajakan suaminya, tentu saja sang istri bersalah.

Oleh karenanya diperlukan komunikasi yang hangat dalam hal ini. Hendaknya istri dapat melayani suaminya kapanpun suaminya kehendaki. Sebab bisa saja ketika suami berada di luar rumah, ia tergoda dengan wanita lain dan untuk menjaga dirinya dari n4fsu sy4hw4t agar tidak terjatuh dalam perbuatan dosa (zina) ia dapat segera salurkan kepada istri tercintanya di rumah.

Istri boleh menolak berhubungan dengan suami ketika ia haid, nifas dan saat sakit. Selain itu tidak ada alasan bagi istri untuk menolak suaminya. Ketika kondisi lelah, maka bermusyawarahlah bagaimana mengatasinya berdua, apakah istri diberi kesempatan untuk istirahat terlebih dahulu, atau suami bersedia memijat istri setelah itu baru melayani suami. Segala persoalan rumah tangga hendaknya dapat diselesaikan dengan bermusyawarah, khususnya untuk aktivitas hubungan suami istri. Hingga suami dan istri sama-sama dapat menikmatinya sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang.

Semoga ulasan tentang menolak suami karena lelah ini bermanfaat bagi sahabat tolongshareya dan menjadikan ini sebagai pengetahuan berumah tangga yang lebih baik lagi




Sumber : www.ummi-online.co