Showing posts with label wanita. Show all posts
Showing posts with label wanita. Show all posts

Saturday, August 19, 2017

Yang Perlu kamu Tahu Sebelum Pakai Pelumas untuk Bercinta


Memakai pelumas memang bisa menjadikan kegiatan seks Anda sangat menyenangkan. Selain agar terhindar dari kekeringan, Anda juga bisa mecoba sesuatu yang baru saat menggunakannya.

Namun sebelum Anda Menggunakannya untuk bercinta, berikut beberapa hal yang harus kamu tau, yang dilansir dari Times of India.

1. Pelumas hanya untuk tambahan
Pertama, kamu bisa pilih menggunakan pelumas bukan berarti ada yang salah dengan Ms V kamu. kamu dan pasanganlah yang bisa membuat kesenangan dan tidak ada yang tahu apa yang terbaik untuk kamu dari selain kamu sendiri.

2. Jenis pelumas
Sebelum memakainya, coba cari tau  tentang jenis pelumas yang ada di pasaran. Ada pelumas untuk foreplay atau pemanasan, pelumas yang memiliki rasa, pelumas minyak dan air, dan bahkan yang berbasis silikon. Belilah yang sesuai dengan keinginan kamu.

3. gunakan kembali jika dibutuhkan
menggunakan terlalu banyak pelumas sekali jalan, dapat menghilangkan gesekan atau membuatnya berantakan. Mulai dari jumlah yang sedikit dan aplikasikan ulang jika diperlukan. Ini akan membuat malam kamu semakin berkesan !

4. Kenali alergi Anda
Sebelum kamu mengambil risiko, pastikan kamu tidak alergi terhadap bahan-bahan pelumas. Lebih baik tes terlebih dahulu dengan cara tempelkan pada kulit kamu dan periksa apakah ada gejala atau reaksi tertentu seperti memerah atau tanda-tanda alergi lainnya.. 

Monday, June 12, 2017

Keputihan Normal & Tidak Normal (Gejala, Pengobatan & Pencegahannya)

Keputihan adalah hal yang sudah umum diketahui para wanita dewasa. Kondisi ini merupakan kondisi yang alami, yang memiliki kegunaan untuk membersihkan vagina, serta melindungi vagina dari masalah peradangan dan infeksi.

Ketika mengalami keputihan maka hal ini menyebabkan wanita mengeluarkan suatu bentuk lendir dari vaginanya.

Dimana lendir tersebut dihasilkan dari kelenjar dalam vagina dan leher rahim (serviks). Lendir tersebut keluar sembari membawa kotoran, bakteri dan sel-sel mati. Sehingga proses keputihan ini sebenarnya berguna untuk membuat kondisi vagina agar tetap bersih.

Keputihan

A. Ciri-ciri Keputihan
Banyaknya kadar lendir, warnanya, dan tingkat kekentalannya sangat dipengaruhi oleh kondisi siklus menstruasi. Misalnya, jumlah lendir bisa berpotensi lebih banyak ketika masa-masa subur seorang wanita.

Kondisi lendir yang normal, biasanya lendir memiliki warna bening hingga keputih-putihan, serta lendir tidak mengeluarkan bau. Kondisi keluarnya lendir yang normal juga tidak menyebabkan rasa gatal ataupun perih di bagian vagina.

Apabila Anda mengalami keputihan dengan bentuk gejala yang aneh atau terasa menyakitkan, maka perlu diwaspadai.

Kondisi keputihan tidak normal yang dialami seorang wanita, berpotensi memberikan indikasi adanya masalah atau penyakit tertentu.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai yaitu kekentalan lendir yang tidak wajar, perubahan pada warna lendir, kadar lendir yang terlalu banyak, lendir mengeluarkan bau yang menyengat, rasa gatal dibagian vagina, rasa nyeri pada perut, dan terjadinya pendarahan diluar jadwal haid.

B. Jenis-jenis Keputihan yang Tidak Normal
Seringnya terjadinya masalah keputihan yang tidak normal karena serangan infeksi. Keadaan ini bisa berpotensi sebagai gejala adanya penyakit-penyakit tertentu. Berikut pemaparan tentang berbagai jenis keputihan yang tidak normal:

Keputihan dengan Lendir Berwarna Cokelat atau Mengandung Darah
Jenis keputihan biasanya terjadi karena masalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini tentunya  tetap perlu diwaspadai, karena resiko terburuk dari kondisi ini adalah sebagai gejala penyakit kanker serviks atau rahim.

Keputihan dengan Lendir Berwarna Hijau, Kuning, atau Berbuih
Keputihan jenis ini umumnya terjadi karena trikomoniasis, yaitu sebuah penyakit menular seksual yang terjadi akibat serangan parasit Trichomonas vaginalis.

Kadar lendir yang muncul akibat serangan infeksi parasit Trichomonas vaginalis ini biasanya berjumlah banyak, selain itu lendir menimbulkan bau yang cenderung amis, dan muncul rasa perih ketika melakukan buang air kecil.

Penderita trikomoniasis umumnya mengalami beberapa masalah lainnya, yaitu pembengkakan dan gatal-gatal di sekitar vagina, serta mucul rasa nyeri ketika buang air kecil dan berhubungan intim. Jenis infeksi bisa diatasi dengan penggunaan obat antibiotik.


Keputihan Disertai Luka Melepuh di Sekitar Genital
Jenis keputihan yang bermasalah ini umumnya terjadi akibat penyakit herpes genital. Penyakit ini menimbulkan masalah berupa munculnya lepuhan yang terasa sakit di sekitar organ intim.

Untuk pengobatan dari masalah keputihan tidak normal akibat penyakit herpes genital, yaitu dengan cara menggunakan obat tablet antivirus.

Tidak jarang kekambuhan bisa kembali terjadi, hal itu karena kondisi virus yang masih bisa tetap berada di dalam tubuh walaupun gejala-gejala penyakit telah berhasil dihilangkan.

Oeh karena itu, bagi Anda yang pernah mengidap penyakit seperti herpes genital, maka perlu selalu diperhatikan walaupun telah sembuh.

Pada sebuah artikel berjudul “Pengertian Herpes Genital (Herpes Simplex)”, menyebutkan bahwa penyakit herpes genital termasuk salah satu infeksi menular seksual (IMS), yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

Penyakit herpes genital diketahui dari kemunculannya yang berupa luka melepuh, dengan warna yang cenderung kemerahan, serta menimbulkan rasa sakit dibagian sekitar kelamin. Kondisi luka akibat penyakit ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka.

Belum ditemukan adanya obat yang dapat bermafaat untuk menyembuhkan infeksi HSV. Obat-obatan antivirus yang umumnya digunakan, fungsinya hanya sekedar untuk meredam gejala-gejala yang terjadi akibat infeksi virus penyakit ini.

Jenis obat-obatan yang umumnya digunakan untuk melawan penyakit herpes ini yaitu asiklovir, famsiklovir, dan valasiklovir.

Keputihan Disertai Rasa Nyeri atau Pendarahan
Ini jenis keputihan tidak normal yang bisa membahayakan. Ingatlah beberapa gejalanya, yaitu:
  • Timbulnya rasa nyeri pada tulang panggul.
  • Muncul rasa nyeri ketika buang air kecil.
  • Timbul pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi.
  • Timbul pendarahan setelah melakukan hubungan seks yang menyertai keputihan.

Hati-hati terhadap ciri-ciri atau gejala yang disebutkan itu, karena gejala-gejala tesebut bisa mengindikasikan tubuh terkena penyakit gonore atau chlamydia (klamidia).

Itu merupakan jenis penyakit menular seksual yang menginfeksi organ reproduksi wanita, yang memberikan dampak berbahaya. Dengan begitu, permasalahan serius seperti itu perlu campur tangan dokter, guna memperoleh penaganan yang tepat dan memadai.

Keputihan dengan Lendir Kental, Berwarna Putih, dan Disertai Rasa Gatal
Jenis keputihan yang tidak normal ini terjadi akibat serangan infeksi jamur pada bagian vagina. Bentuk dari jenis keputihan tidak normal ini yaitu lendir berbentuk kental, tanpa bau, dan warnanya putih seperti susu kental.

Beberapa bentuk gejala lainnya yaitu timbulnya rasa gatal dan perih pada bagian sekitar vagina. Jenis infeksi ini tidak menular ketika melakukan hubungan seks. Pengobatannya dengan menggunakan jenis obat antijamur, jenis obat ini dijual bebas di apotek.

Keputihan dengan Lendir Encer Berwarna Putih / Abu-Abu, dan Berbau Amis
Terjadinya ketidak-seimbangan pada jumlah bakteri normal dibagian vagina bisa mengakibatkan masalah, berupa vaginosis bakterialis.

Gejala dari jenis keputihan ini yaitu timbulnya lendir keputihan yang berbau amis, teksturnya encer, dan warnanya putih ataupun abu-abu. Jenis keputihan ini tidak menimbulkan rasa gatal maupun peradangan.

Jenis infeksi bakteri ini tidak bersifat menular melalui hubungan intim. Untuk pengobatannya dengan menggunakan jenis obat antibiotik.

Keputihan yang tidak normal umumnya akan berwarna kuning atau hijau, teksturnya sangat kental, dan baunya tidak enak, yang terjadi akibat infeksi dan jamur

Adapun rasa gatal pada vagina bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu karena serangan infeksi, gejala menopause, dan mengalami iritasi akibat zat tertentu (seperti sabun pembersih vagina).

Selain itu yang cukup serius, timbulnya rasa gatal juga dapat menjadi tanda bahwa terjadinya penyakit menular seksual.

Ingat, saat rasa gatal yang yang dialami terasa berat  dan muncul sensasi rasa panas, maka hendaknya melakukan pemeriksaan ke dokter.

loading...

C. Pengobatan Keputihan
Bentuk pengobatan masalah keputihan yang tidak normal sangat berdasarkan dari faktor yang memicunya, bisa itu karena serangan bakteri  maupun jamur.

Sehingga disinilah Anda perlu berhati-hati, jangan sampai salah dalam memilih obat yang tidak sesuai dengan faktor pemicu penyakit, karena dampaknya bisa mengakibatkan masalah keputihan semakin bertambah parah.

Contohnya, jika seseorang mengalami masalah keputihan akibat serangan jamur, maka untuk pengobatannya adalah dengan mengonsumsi jenis obat antijamur atau antiseptik kewanitaan.

Demikian juga, apabila masalah keputihan yang tidak normal adalah akibat serangan bakteri, maka pengobatan yang dilakukan adalah dengan mengambil antibiotik ataupun antiseptik kewanitaan.

Untuk bentuk pengobatan juga bermacam-macam, seperti menggunakan (meminum) pil, salep, hingga cairan yang dioleskan.

Pada larutan antiseptik kewanitaan, di dalamnya terkandung povidone-iodine yang bersifat membunuh bakteri dan membunuh jamur.

Dengan fungsinya tersebut, penggunaan antiseptik kewanitaan menjadi langkah awal dalam mengatasi masalah keputihan yang tidak normal.

Antiseptik kewanitaan ini bisa berfungsi untuk pengobatan keputihan yang terjadi akibat serangan jamur dan bakteri. Diantaranya seperti jamur Candida albicans, protozoa trichomonas vaginalis dan bakteri gardnerella vaginalis.

D. Berbagai Penyebab Keputihan Tidak Normal yang Penting Anda Ketahui

1. Infeksi Bacterial Vaginosis
Bacterial vaginosis merupakan infeksi di vagina karena kondisi bakteri anaerob yang tidak seimbang. Dimana pada vagina terdapat dua jenis bakteri, yatu bakteri baik (lactobacilli) dan bakteri jahat (anaerob).

Saat kondisi bacterial vaginosis, maka menyebabkan jumlah bakteri anaerob meningkat dengan pesat. Yang dampaknya mengakbiatkan keputihan menjadi berbau menyengat (amis)dan teksturnya kental.

Mereka para wanita yang terkena resiko tinggi masalah bacterial vaginosis ini, yaitu mereka yang suka melakukan aktivitas seks oral, serta tidak setia (berganti-ganti pasangan).

2. Infeksi Jamur
Infeksi jamur menyebabkan keputihan akan berwarna cenderung seperti keju yang lembut. Dampak lainnya yaitu menyebabkan munculnya rasa gatal dan rasa panas. Jamur yang berkembang jumlahnya secara tidak terkendali bisa mengakibatkan timbulnya masalah keputihan yang tidak normal ini.

Hal-hal yang memicu terjadinya infeksi jamur ini yaitu karena penggunaan alat kontrasepsi, mengalami diabetes, dan sering stres.

3. Trichomoniasis
Infeksi trikomoniasis terjadi akibat serangan protozoa (organisme bersel tunggal), dampaknya mengakbiatkan masalah keputihan yang berbau menyengat, serta berwarna kuning atau hijau.

Dampak lainnya yaitu bisa menyebabkan peradangan dan gatal-gatal. Terjadinya masalah ini pada seseorang karena adanya penularan infeksi, yang berasal dari kontak seksual, dan penggunaan satu handuk untuk dua orang atau lebih.

4. Gonore dan Klamidia
Gonore dan klamidia merupakan penyakit menular seksual, yang mengakibatkan keputihan menjadi berwarna kuning atau kehijau-hijauan, serta teksturnya kental. Penanganan masalah ini perlu untuk berkonsultasi kepada dokter.


5. Penyakit Radang Panggul
Ini merupakan jenis infeksi yang ditularkan melalui aktivitas hubungan seksual. Penularan bakteri yang menyebar di dalam vagina hingga ke bagian organ reproduksi. Dampak dari jenis infeksi ini mengakibatkan masalah keputihan yang tidak normal, dengan mengeluarkan bau yang busuk.

6. Human Papillomavirus (HPV) atau Kanker Serviks
Terjadinya masalah ini akibat serangan infeksi, penyebarannya umumnya melalui kontak seksual, yang bahayanya bisa mengakibatkan kanker rahim.

Dampaknya menyebabkan keputihan tidak normal yang mengelurkan bau menyengat dan warnanya cenderung cokelat, bahkan dalam suatu kondisi bisa memunculkan pendarahan.

E. Beberapa Faktor yang Memicu Vagina Gatal:

1. Penyakit kulit
Penyakit kulit seperti eksim, psoriasis dan beberapa lainnya bisa mengakibatkan munculnya masalah gatal dan juga kemerahan di bagian genital. Eksim adalah ruam yang biasanya terjadi akibat alergi dan asma.

Terjadinya ruam menimbulkan rasa gatal, serta warna kulit menjadi kemerahan dan juga bisa bersisik.

Yang penting diperhatikan, bahwa masalah kulit seperti ini ternyata berpotensi menyebar hingga ke vagina. Sehingga perlu berhati-hati, demikian juga dengan penyakit kulit lainnya seperti psoriasis dan lainnya.

2. Iritasi
Iritasi ini bisa memicu vagina menjadi gatal. Terjadinya iritasi biasanya karena bahan-bahan produk yang dibeli, seperti produk kecantikan, detergen, sabun, spray area kewanitaan, pelembut baju, kertas toilet wangi dan lainnya

3. Stres
Kodisi jiwa yang tidak tenang, banyak pikiran dan stres, bisa berdampak buruk pada kondisi fisik, seperti memicu timbulnya iritasi dan rasa gatal pada vagina.

Hal itu karena saat seseorang mengalami stres, maka kondisi ini bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi melemah. Kondisi imun tubuh yang lemah bisa mengakibatkan tubuh sangat rentan terkena serangan infeksi yang memicu rasa gatal.

4. Menopause
Para wanita yang dalam masa menopause mengalami peningkatan resiko berupa rasa gatal pada vagina. Terjadinya rasa gatal karena kondisi kadar estrogen yang menurun, kemudian masalah ini membuat penipisan mukosa, sehingga vagina menjadi kering.

Kekeringan pada vagina bisa mengakibatkan timbulnya rasa gatal dan iritasi, sehingga perlu perawatan untuk menyikapi masalah ini,

Anda harus mengunjungi dokter apabila rasa gatal terjadi selama satu minggu atau lebih. Terutama jika terjadi bisul, lecet pada vulva, susah buang air kecil, dan nyeri hingga bengkak pada bagian genital.

Penting untuk menjaga kebersihan dan mencuci vagina secara teratur, gunakan air hangat untuk mencucinya. Selain itu, hindari penggunaan sabun wangi spray kewanitaan dan mandi busa.

Anda juga perlu memiliki menggunakan celana dalam dari bahan katun yang longgar, hindari penggunaan pakaian yang ketat. Gantilah segara pakaian dalam lembab basah setelah berolahraga.

F. Tips Penting Bagi Para Wanita untuk Menanggulangi Masalah Keputihan
Untuk menghindari masalah keputihan maka rutinlah dalam membersihkan bagian luar organ intim kewanitaan, hal ini penting dilakukan khususnya ketika mengalami menstruasi dan setelah melakukan hubungan intim.

Adapun untuk cara membersihkannya, maka dilakukan dengan memulai membesihkan dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya karena bisa menyebabkan resiko masuknya bakteri ke dalam vagina.

Hal lainnya yang penting diketahui, yaitu kenakan pakaian dalam dengan bahan yang bisa membuat Anda nyaman, selain itu bahannya tidak lembap dan lengket. Selain itu, hindari memasukan benda asing ke dalam vagina, perlu adanya izin dari dokter agar mencegah hal yang tidak diinginkan.

Khusus untuk para wanita yang mengalami masalah keputihan yang terjadi berulang-ulang, untuk menanggulanginya yaitu dengan mengambil antiseptik kewanitaan yang di dalamnya terdapat kandungan povidone-iodine, kosumsi dua kali dalam sehari, selama lima hari berturut–turut.

Dari beberapa penelitian, manfaat kandungan zat povidone-iodine ini bisa mengatasi iritasi atau radang, gatal-gatal, bau tidak sedap pada vagina, dan mempertahankan kadar bakteri baik di vagina.

Adapun jika menggunakan produk pembersih kewanitaan yang biasa digunakan sehari-hari tidak bisa untuk mengatasi masalah keputihan.

Produk pembersih kewanitaan biasa tidak mampu untuk mengatasi masalah bau tak sedap, infeksi, iritasi dan gatal di area kewanitaan.

Hindari Douching
Dimana vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri maka tidak perlu membersihkan bagian dalamnya.

Douching atau obat-obatan pembersih vagina, penggunaannya justru merusak keseimbangan bakteri baik, yang akibatnya bisa memicu perkembangan jamur yang banyak dan memicu infeksi jamur.

Hindari Mengkonsumsi Makanan Berminyak
Makanan berminyak secara umum banyak mengandung lemak, yang dampaknya membuat keputihan semakin parah.

Mengonsumsi makanan berminyak mengakibatkan perubahan kadar hormon di dalam tubuh menjadi tidak seimbang, serta menghambat metabolisme tubuh. Oleh karena itu, ketika mengalami keputihan maka hindari makanan berminyak.

Batasi Konsumsi Makanan yang Membuat Suhu Badan Meningkat
Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan suhu badan, maka hal ini bisa berdampak buruk bagi keputihan. Anda perlu membatasi makanan peningkat suhu badan seperti nanas, terong, ikan laut, daging ayam dan daging sapi.

Beberapa contoh makanan tersebut bisa membuat suhu tubuh menjadi lebih panas, yang dampakya juga mengakibatkan gangguan pada sistem keseimbangan pH di dalam vagina.

Minum Banyak Air Putih
Minum air putih sangat penting untuk membantu proses pembuangan semua racun berbahaya dari dalam tubuh secara maksimal, serta membuat metabolisme tubuh bisa berjalan dengan baik.

Minum air putih juga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan pH yang alami pada bagian vagina, serta membantu mengatasi masalah penumpukan bakteri atau virus yang menyerang organ reproduksi.

Konsumsi Jahe
Jahe mempunyai khasiat yang luar biasa, rimpang jahe memiliki kandungan senyawa alami yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas, serta melawan infeksi virus dan bakteri. Konsumsi jahe mampu mengatasi bakteri jahat yang berkembang di bagian vagina.

Untuk memanfaatkannya, maka rebus air sebanyak satu gelas air minum bersama satu ruas kecil jahe segar. Setelah mendidih, lalu angkat dan saring.

Kemudian tinggal diminum, minumlah selagi hangat karena khasiatnya sangat banyak. Agar bisa lebih nikmat, maka Anda dapat mencampurkan dengan gula batu atau madu.

Konsumsi Yogurt
Yogurt merupakan sumber probiotik alami. Kandungan bakteri baiknya berfungsi untuk melawan pertumbuhan bakteri jahat, sehingga dengan manfaatnya ini maka konsumsi yogurt bisa membantu mengatasi masalah keputihan tidak normal akibat serangan bakteri jahat.

Konsumsi yogurt juga bermanfaat melawan infeksi jamur, dimana serangan infeksi jamur cukup sering terjadi pada vagina. Konsumsi yogurt cukup baik dalam menyembuhkan keputihan.

Rebusan Daun Sirih
Apabila Anda memperhatikan maka banyak jenis cairan pencuci vagina yang terbuat dari daun sirih. Namun cairan yang telah dicampur dengan berbagai zat kimia bisa menimbulkan efek samping, sehingga cara alami yang disarankan.

Konsumsi air rebusan daun sirih yang dibuat dari daun sirih segar memberikan manfaat untuk membersihkan vagina, serta membantu untuk menjaga keseimbangan bakteri baik.

Untuk membuatnya, yaitu dengan cara merebus dua gelas air bersama beberapa lembar daun sirih, rebus hingga mendidih.

Lalu saring dan konsumsi airnya rebuasannya. Konsumsi ramuan ini sebanyak dua kali dalam sehari.

Bawang Putih Untuk Menghilangkan Bau Akibat Keputihan
Dilansir dari laman Liputan6.com, berbagi cara dilakukan untuk mengatasi masalah bau tak sedap akibat keputihan di area kewanitaan. Namun, dengan hanya memanfaatkan bawang putih di dapur, Anda bisa terbebas dari masalah ini.

Bawang putih memiliki banyak manfaat seperti menjaga kesehatan kulit, rambut, memerahkan bibir dan banyak lainnya. Bawang putih juga membantu untuk menghilangkan bau tidak enak akibat keputihan.

Bawang putih membantu mengatasi infeksi pada vagina secara alami. Sifat anti-jamurnya berfungsi penting dalam memberantas bakteri jahat di bagian sekitar vagina.

Konsumsilah bawang putih setiap harinya. Anda juga bisa menambahkan bawang putih untuk salad, pasta, atau hidangan makan siang Anda.

Untuk bagian luar, maka caranya dengan meletakkan bawang putih di area vagina selama 1 jam secara rutin, lakukan hingga masalah keputihan bisa teratasi.

Minum Jus Lemon dan Madu
Konsumsi jus lemon dan madu secara rutin memberikan manfaat secara alami untuk mengatasi masalah keputihan. Di dalam jus lemon maupun madu terkandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk melawan radikal bebas.

Manfaat lainnya dari konsumsi jus lemon dan madu yaitu membantu memaksimalkan proses pembuangan racun dari dalam tubuh, melawan masalah peradangan, menyeimbangkan jumlah bakteri baik di dalam vagina, dan menghancurkan bakteri jahat penyebab keputihan tidak normal.

Konsumsi Sayuran Hijau
Anda disarankan mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, kale, asparagus dan kubis, manfaatnya mampu membantu menyembuhkan masalah keputihan.

Di dalam sayuran hijau umumnya terkandung sejumlah senyawa berupa vitamin, zat besi, dan mineral lainnya, manfaatnya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari serangan infeksi bakteri dan jamur.

Hal-hal lainnya yang penting diperhatikan:
  • Hindari penggunaan produk bedak / bubuk pengharum dan pengering vagina. Bedak sangat kecil dan halus, sehingga membuatnya mudah terselip yang nantinya sulit dibersihkan. Kondisi ini bisa “mengundang” munculnya jamur di vagina.
  • Pastikan agar Anda selalu mengenakan pakaian dalam yang kering. Kalau basah maka segera diganti. Oleh karena itu, jangan lupa agar membawa pakaian dalam cadangan untuk berjaga-jaga.
  • Pakailah celana luar yang memiliki pori-pori cukup, hindari memakai celana luar yang ketat karena mengakibatkan gangguan sirkluasi di daerah kewanitaan.
  • Disarankan memakai celana dalam dari bahan katun, hal itu disebabkan bahan katun bisa menyerap keringat dengan sangat baik.
  • Ketika dalam masa-masa menstruasi, sering-seringlah untuk rajin mengganti pembalut
  • Penggunaan panty liner hendaknya ketika dirasa perlu saja, hindari penggunaannya yang sering dan lama.
  • Untuk menghindari stress yang bisa memicu gatal pada vagina, maka gunakan cuti kerja milik anda untuk berlibur, sehingga nantinya Anda bisa menenangkan pikiran dan bisa lebih rileks.
  • Kurangi frekuensi melakukan pekerjaan yang banyak mengeluarkan keringat. Ketika keringat, maka Anda setelah itu perlu mandi untuk membersihkan tubuh, terutama di bagian kemaluan.
  • Hindari menggaruk organ intim saat gatal karena bisa memperparah kondisi. 
  • Saat gatal, tidak perlu menggunakan air panas untuk mengatasi karena bisa menyebabkan bagian sekitar organ intim bertambah merah.
  • Menggunakan produk pembersih area kewanitaan instan tidak selamanya baik, apalagi di dalamnya terkandung zat berbahan kimia yang dapat merusak perkembangan bakteri baik. Sehingga, Anda bisa dengan membilas menggunakan air bersih saja, lalu keringkan dengan tisu atau handuk bersih.
  • Gatal yang disebabkan oleh infeksi jamur bisa dicegah atau ditanggulangi dengan berendam air panas (hangat), serta gunakanlah produk yang mengandung balt salt.
  • Rajinlah mengganti pembalut. Dimana banyak wanita menganggap pembalut yang tidak terlalu banyak darah haid masih aman untuk digunakan, padahal hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya iritasi.
  • Hindari Menggunakan bedak pada bagian sekitar organ intim. Penggunaan bedak ini biasanya untuk menyamarkan bau. Tidak sedikit wanita menggunakan produk bedak pewangi untuk menyamarkan bau. Namun, sering menggunakan bedak pewangi ini bisa memicu berkembangnya bakteri jahat.
  • Batasi konsumsi mentimun, hal itu karena mentimun memiliki kandungan zat yang bisa meningkatkan produksi keputihan. Terlalu sering mengkonsumsinya dapat memicu gatal di organ kewanitaan.
  • Konsumsi buah pisang bermanfaat untuk mengurangi keputihan secara alami. Kandungan di dalam pisang bermanfaat untuk mengatasi gangguan reproduksi. Hal ini seperti yang dijelaskan di laman Vemale.com

Apabila masalah keputihan terus berlanjut, disarankan agar melakukan konsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

G. Proses Diagnosis keputihan
Pertama-tama dokter akan mencaritahu tentang riwayat kesehatan Anda, dan menanyakan gejala-gejala tertentu dari keputihan yang dialami. Anda akan ditanyakan tentang:
  • Riwayat hubungan seksual.
  • Waktu munculnya keputihan.
  • Apakah ciri-ciri bau dan warna dari keputihan yang dialami.
  • Apakah muncul rasa gatal dan nyeri.
  • Apakah muncul rasa sensasi seperti terbakar. 

Setelah menanyakan berbagai hal secara detail, kemudian dokter ada kemungkinan melakukan pemeriksaan pada pasien, dengan cara mengambil sejumlah cairan keputihan, atau melakukan pemeriksaan pap smear, yang itu nantinya akan dicek menggunakan alat di laboratorium.

Wednesday, June 7, 2017

23 Cara Mengatasi Rambut Keriting & Bergelombang (Agar Lurus)

Sebenarnya pada masing-masing rambut setiap orang memiliki keunikan tersendiri, dimana ada orang yang memiliki rambut yang lurus, ikal, bergelombang dan keriting.

Memiliki rambut yang keriting sebenarnya bukanlah sebuah kekurangan, karena rambut keriting juga bisa terlihat indah, tergantung rajinnya dalam merawat rambut.

Penyebab yang memicu rambut keriting dan bergelombang:
  • Lingkungan yang banyak polusi dan kotor.
  • Posisi kepala saat tidur yang memicu rambut menjadi keriting.
  • Terlalu sering melakukan ribonding, catok dan smoting.
  • Terlalu sering menggunakan topi atau penutup kepala lainnya.
  • Malas merawat rambut.
  • Faktor keturunan (kalau faktor ini tidak dapat dicegah)

Cara Mengatasi Rambut Keriting

Anda sebenarnya masih bisa mengusahakan agar rambut keriting sedikit demi sedikit bisa menjadi lurus. Jangan memaksakan diri merogoh banyak uang untuk menjalani perawatan rambut lurus, karena biayanya yang cukup mahal.

Anda masih bisa berupaya meluruskan rambut keriting dengan cara yang alami, yang biayanya murah dan lebih aman. Langsung saja hal ini akan dibahas di bawah.

1. Jaga Selalu Kelembaban Rambut Anda dengan Baik
Dalam rangka menjaga kelembaban alami rambut, maka hendaknya Anda tidak berlebihan dalam mencuci rambut dengan shampoo berbahan kimia.

Penggunaan shampo memang diperlukan, akan tetapi jika penggunaannya berlebihan bisa memberikan dampak negatif bagi rambut.

Bahan kimia yang terkandung di dalam shampo tidaklah terlalu bersahabat dengan kesehatan rambut.

Nah untuk itu, Anda juga bisa menggunakan pembersih rambut alami, seperti dengan menggunakan baking soda yang kegunaannya mampu menghilangkan ketombe pada akar rambut.

Sehingga nantinya baking soda digunakan layaknya shampo, yaitu digunakan seperti keramas biasa.

Setelah dibilas, maka Anda juga bisa membasahi rambut dengan perasan jeruk nipis ataupun lemon, kegunaannya untuk menutrisi rambut, serta membuat rambut bisa menjadi lebih lembut, rapih dan sehat.

Untuk menjaga kelembaban rambut agar tetap baik, maka hindari terlalu lama berdiri di bawah sinar matahari langsung, yang menyebabkan rambut kekeringan dan menjadi tidak indah, Hal ini juga bisa berkontribusi memicu keriting pada rambut.

2. Manfaatkan Buah Pisang
Selain bisa diknosumsi langsung, yang buah pisang ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Anda juga bisa memanfaatkan buah pisang untuk membantu meluruskan rambut keriting dan bergelombang, serta menutrisi rambut. Caranya:
  1. Pertama-tama siapkan buah pisang dalam keadaan benyek.
  2. Siapkan juga 2 sdm madu.
  3. Haluskan pisang menggunakan blender.
  4. Kemudian, campurkan pisang (yang sebelumnya sudah dihaluskan) dengan 2 sdm madu. 
  5. Setelah itu, kedua bahan tersebut diaduk sampai merata.
  6. Setelah selesai mengaduk, maka saatnya untuk mengoleskannya pada seluruh bagian rambut (termasuk kulit kepala).
  7. Setelah selesai mengoleskan, maka diamkan selama 1 jam.
  8. Kemudian barulah bersihkan rambut menggunakan air bersih.
  9. Setelah itu, Anda bisa mengunakan shampo untuk membilas rambut.

Perawatan ini hendaknya dilakukan secara rutin seminggu sekali.


3. Biasakan Mengeringkan Rambut Secara Alami
Jangan terlalu sering menggunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut setelah keramas, hal itu karena dampaknya yang bisa menyebabkan rambut keriting menjadi semakin terlihat mengembang. Hal ini juga membuat ujung rambut menajadi bercabang, serta rambut akan cenderung kering.

Sebagai saran, setelah Anda mencuci rambut cobalah membungkus rambut menggunakan handuk, hal ini agar air pada rambut bisa terserap dengan cepat.

Anda juga bisa mengeringkan rambut dengan cara dikipas-kipas atau dianginkan. Dengan mengeringkan secara alami ini maka mencegah rambut menjadi mudah kering, mengembang dan tidak tertata.

Dengan cara alami ini, maka jangan biasakan untuk sering menggunakan alat hairdryer yang penggunaannya bisa beresiko memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan keindahan rambut.

4. Buah Pepaya
Kandungai di dalam buah pepaya bisa membantu untuk menutrisi rambut dan meluruskan rambut secara alami. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Pertama-tama siapkan pepaya matang dan madu.
  2. Lalu haluskan pepaya memakai blender.
  3. Lalu Anda campurkan sedikit madu pada pepaya yang telah dihaluskan tersebut.
  4. Lalu aduk keduanya hingga merata.
  5. Setelah selesai mengaduk, maka saatnya untuk mengoleskan pada bagian seluruh rambut, termasuk kulit kepala.
  6. Setelah selesai mengoleskan, maka birkan 1 jam dalam kondisi demikian, hal ini agar kandungannya meresap. 
  7. Setelah itu barulah membilas rambut menggunakan air bersih.
  8. Lalu pakailah shampo untuk membilas rambut.

Perawatan dengan bahan pepaya dan madu ini hendaknya dilakukan secara rutin seminggu sekali.

5. Hindari Mengacak Rambut
Mengacak rambut merupakan kebiasaan yang buruk, terutama bagi mereka yang memiliki rambut keriting. Hal ini karena dampaknya menyebabkan rambut menjadi terlihat berantakan dan terlihat tidak enak.

Apabila Anda memang sangat ingin menata rambut ikal dengan model acak, maka cobalah mencari tutorialnya di internet, sehingga penataan rambut model acak yang dilakukan bisa dilakukan dengan benar.

6. Jeruk Nipis dan Santan
Kedua bahan alami ini dapat dimanfaatkan untuk perawatan rambut keriting menjadi lurus dan juga bisa menghaluskan rambut, berikut langkah-langkahnya:
  1. Siapkan satu cangkir santan dan dua sdm air perasan jeruk nipis.
  2. Lalu campurkan 1 cangkir santan kelapa dan 2 sdm air perasan jeruk nipis tersebut, di dalam atu wadah.
  3. Lalu aduk keduanya hingga tercampur rata.
  4. Lalu simpan di dalam kulkas, hingga masker rambut mengental.
  5. Setelah kental, maka aplikasikan (balurkan) masker rambut alami tersebut pada semua bagian rambut.
  6. Setelah selesai mengaplikasikan masker, lalu sisir rambut Anda hingga rapi.
  7. Lalu bungkus rambut menggunakan shower cap supaya tidak ada udara yang masuk dan mengenai rambut.
  8. Biarkan selama beberapa menit, kemudian shower cap dan bersihkan rambut menggunakan air bersih.

Disarankan untuk melakukan perawatan ini setiap hari, hingga nantinya terlhiat manfaatnya.

loading...

7. Lindungi Rambut
Agar dapat mencegah rambut keriting menjadi kering, ketika berenang pakai topi renang khusus yang berguna untuk melindungi rambut dari cairan desinfektan yang terdapat di dalam kolam renang.

Cairan desinfektan bekerja untuk mematikan kuman, yang bisa berdampak negatif bagi rambut, yaitu bisa membuat rambut menjadi kekeringan.

Selain itu, ketika Anda berada atau beraktifitas di luar ruangan maka hendaknya melindungi rambut dari paparan sinar matahari, Anda disarankan menggunakan topi atau penutup dari kain.

Hal-hal sederhana seperti ini perlu diperhatikan agar rambut Anda bisa selalu dalam kondisi sehat dan terhindar dari masalah kekeringan.

8. Minyak Zaitun
Telah banyak diketahui bahwa minyak zaitun memiliki manfaat yang sangat luar biasa, bahkan minyak sehat yang satu ini diyakini bisa menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Hal itu karena penduduk yang berada di dataran Mediterania ternyata mempunyai jumlah penderita serangan jantung yang presentasenya paling rendah. Penduduk di dataran mediterania secara umum menggunakan minyak zaitun.

Kandungan di dalam minyak zaitun juga bermanfaat bagi kesehatan kulit dan rambut, serta dapat meluruskan rambut. Dengan menggunakannya secara rutin, juga bermanfaat agar rambut Anda bisa menjadi lebih hitam dan ternutrisi dengan baik. Berikut caranya:
  1. Siapkan minyak zaitun secukupnya.
  2. Setelah itu panaskan minyak zaitun beberapa menit, jangan sampai mendidih (sebentar saja). Lalu matikan api.
  3. Kemudian tambahkan secangkir daun rosemary kering yang sebelumnya diremas-remas halus, tunggu hingga minyak mendingin.
  4. Setelah mendingin, maka aplikasikan masker rambut alami ini pada rambut secara merata.
  5. Anda bisa mengaplikasikan masker rambut sambil memijat, setelah itu diamkan 30 menit agar kandungan meresap sempurna.
  6. Setelah itu barulah membersihkan rambut menggunakan air bersih, kemudian keramas.

Sebagai catatan, apabila Anda ingin mengeringkan rambut, maka hendaknya dilakukan secara alami yaitu dengan menutup rambut menggunakan handuk hangat, sehingga biarkan rambut mengering secara alami.

9. Berhati-hati pada Kandungan Shampo
Sheri Harbinger mengatakan “hendaknya menghindari penggunaan sampo biasa”. Sheri Harbinger adalah seorang VP Education of DevaCurl, produsen produk perawatan rambut ikal.

Hal itu karena shampo biasa memiliki kandungan sulfat, yang merupakan bahan detergen penghasil busa, dampaknya bisa menyebabkan rambut menjadi kering.

Padahal rambut yang bersifat keriting dan ikal pada dasarnya telah kering, sehingga penggunaan bahan sulfat pada rambut ini bisa membuat rambut cenderung rapuh.

Shari memberikan rekomendasi untuk menggunakan shampo bebas sulfat (sulfate free) yang kemudian diikuti dengan penggunaan kondisioner. Produk Shampo yang bebas sulfat tidak berbusa, serta tidak menyebabkan rambut menjadi cenderung kering.

Selain itu, setelah melakukan keramas maka hindari menggosok-gosok rambut menggunakan handuk secara keras supaya tekstur ikal tidak berantakan.

Anda bisa melakukannya dengan menekan-nekankan handuk secara lembut pada rambut yang basah untuk menyerap air di rambut.

10. Pepaya dan Pisang
Saat ini sudah banyak bermunculan produk masker pelurus rambut yang dibuat dari bahan dasar pepaya dan pisang. Manfaatkan bahan alami ini di rumah, yang harga buah ini sangat mudah. Kandungan di dalamnya memiliki beragam nutrisi yang sangat penting. Untuk penggunaannya pada rambut, caranya:
  1. Pertama-tama sediakan mangkuk berukuran sedang yang telah dibersihkan sebelumnya.
  2. Kemudian ambil daging pepaya dan pisang secukupnya saja, letakan ke dalam mangkuk.
  3. Kemudian campurkan dan tumbuk keduanya.
  4. Kemudian remas-remas sampai hingga nantinya berbentuk masker. 
  5. Jika Anda rasa bentuknya terlalu pekat, maka Anda dapat menambahkan sedikit air hangat.
  6. Tambahkan beberapa sendok makan madu. 
  7. Kemudian masker rambut alami ini siap digunakan, aplikasikan pada semua bagian rambut
  8. Setelah selesai mengaplikasikan masker rambut ini, maka biarkan selama 30 menit.
  9. Setelah itu barulah membilas dengan menggunakan air bersih.
  10. Lakukan keramas rambut.
  11. Hindari mengeringkan rambut dengan menggosokan handuk secara keras pada rambut.
  12. Selesai.

11. Hindari Terlalu Sering Menyisir Rambut
Sering menyisir rambut dikhawatirkan nantinya rambut menjadi mengembang dan sulit ditata. Hindari dari terlalu sering menyisir atau menyikat rambut ikal.

Nah, agar bisa menghindari kusut, maka Anda bisa menggunakan jari-jari tangan untuk menyisir rambut. Atau Anda bisa menyisir rambut menggunakan sisir bergigi jarang, yang tidak terlalu memberikan dampak buruk.

Utamanya lagi hindari sering menyisir rambut ketika rambut masih basah. Selain itu, dalam mengeringkan rambut maka biasakan mengeringkan rambut secara alami.


12. Manfaatkan Gel Lidah Buaya
Lidah buaya sudah umum diketahui bermanfaat bagi rambut. Selain memiliki banyak nutrisi bermanfaat untuk rambut, gel lidah buaya juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti bisa dijadikan obat herbal dan lainnya.

Untuk penggunaan lidah buaya pada rambut agar membantu meluruskan rambut, berikut langkah-langkahnya:
  1. Pertama-tama patahkan satu batang lidah buaya yang masih segar, gunakan lidah buaya yang baru saja dipetik.
  2. Setelah itu potong, dan ambilah gel yang ada di dalam lidah buaya tersebut.
  3. Kemudian, panaskan gel lidah buaya tersebut beberapa menit saja.
  4. Setelah itu, tunggu hingga mendingin.
  5. Lalu, barulah mengaplikasikannya (mengoles) secara merata ke semua bagian kulit kepala dan rambut.
  6. Biarkan selama beberapa saat, hingga nutrisi dari gel lidah buaya terserap habis.
  7. Kemudian barulah bilas rambut hingga bersih kembali. Lakukan secara rutin.

13. Hindari atau Batasi Penggunakan Hairdryer
Hembusan angin yang keluar dari hairdryer ternyata jika terlalu sering terkena rambut dapat menyebabkan tekstur rambut (terutama rambut keriting dan ikal) bisa menjadi mengembang berantakan.

Akan tetapi, apabila Anda ingin memakai hairdryer, maka gunakan diffuser (yang bentuknya berupa corong yang dipasang di mulut hairdryer). Kegunaan alat tambahan ini adalah agar angin yang keluar dari hairdryer bisa menjadi lebih lembut, sehingga tekstur tambut tetap terjaga dengan baik.

14. Minyak Katsor
Mungkin Anda kurang familiar dengan nama minyak katsor. Sebenarnya minyak ini sama dengan minyak jarak, hanya memang pada beberapa daerah disebut sebagai katsor.

Kegunaan dari kandungan minyak katsor adalah dapat membantu agar rambut bisa lurus tanpa perlu dilakukan rebonding, selain juga terdapat banyak manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh. Cara pemanfaatannya:
  1. Pertama-tama panaskan minyak jarak sebentar saja.
  2. Setelah itu, tunggu minyak agar tidak teralu panas, setelah itu baru dioleskan secara merata ke semua bagian kulit kepala.
  3. Anda bisa mengoleskan sambi memberikan pijatan lembut.
  4. Setelah itu, bungkus kepala menggunakan handuk hangat (handuk sebelumnya direndam dengan air panas).
  5. Tunggu sekitar 30 menit, kemudian barulah membilas menggunakan air bersih.

Kandungan di dalam minyak biji jarak ini bermanfaat untuk membantu meluruskan rambut secara alami.

15. Hindari Produk Tata Rambut Yang Mengandung Silikon
Kebiasaan untuk menambahan bahan silikon pada produk tata rambut, walaupun dapat menjadikan rambut terlihat mengilap, akan tetapi melakukan hal seperti ini tidak dianjurkan.

Hal itu karena bahan silikon bisa menutup lapisan luar rambut, yang dampaknya adalah kelembapan tidak bisa menembus sampai ke korteks rambu, sehinga kondisi rambut akan menjadi cenderung kering.

Hendaknya untuk kemanaan, maka mulai dari sekarang Anda perlu mempelajari kandungan bahan yang terdapat di dalam produk rambut.

Sebagai pengetahuan, apabila pada suatu produk yang Anda lihat pada labelnya, disana tertulis suatu bahan yang namanya memiliki kata cone (seperti dimethicone dam silicone), siloxane (seperti cyclopentasiloxane) dan conol (seperti dimethiconol), hal itu menunjukan bahwa produk tersebut memiliki kandungan silikon.

16. Susu
Dari laman Top10homeremedies.com, susu sudah dikenal memiliki khasiat pelembab yang bisa membantu untuk meluruskan rambut.

Selain itu, di dalam susu terkandung protein yang bermanfaat untuk memperkuat poros rambut, sehingga menjadikan rambut halus dan bebas keriting. Cara membuat ramuannya:
  1. Campurkan minuman satu gelas susu dengan setengah cangkir air. 
  2. Lalu campuran tersebut disemprotkan secara merata di rambut hingga akar rambut. 
  3. Supaya hasilnya maksimal maka diamkan selama 1 jam lalu sisir menggunakan sisir yang renggang. 
  4. Lalu bilas rambut menggunakan air bersih. Sekalian melakukan keramas. 
  5. Lakukan terapi ini satu kali dalam seminggu.

17. Telur dan Minyak Zaitun
Masih dari laman Top10homeremedies.com,  telur memiliki manfaat penting dalam membuat rambut menjadi lebih kuat. Kandungan minyak zaitun membantu untuk menjaga rambut Anda tetap bersih dan sehat. Campuran dari bahan-bahan ini bisa membantu untuk meluruskan rambut secara alami.

Kocoklah dua butir telur, lalu campurkan dalam empat sendok makan minyak zaitun. Setelah itu oleskan campuran ini kepada rambut dan kulit kepala. Kemudian sisir rambut Anda dengan sisir bergigi lebar.

Lalu gunakan topi khusus mandi dan biarkan selama 30 menit. Setelah itu lepas topi, dan cuci rambut hingga bersih kembali, dan lakukan keramas.

18. Jangan Terlalu Sering Blow Atau Catok
Jika hanya sesekali melakukan blow ataupun catok rambut lurus maka masih boleh-boleh saja, hanya saja jika terlalu sering melakukannya maka bisa mengakibatkan rambut menjadi kering dan rusak. Kondisi ini lama-kelamaan bisa menyebabkan rambut menjadi terlihat berantakan.

19. Perlakukan dengan Lembut Saat Tidur
Ketika tidur maka rambut akan bergesekan dengan sarung bantal. Sehingga untuk memberikan keamanan bagi rambut maka gunakan sarung bantal dari kain yang lembut dan licin, sehingga mencegah hal buruk bagi rambut.

20. Keringkan Rambut dengan Hati-hati
Ketika Anda ingin menggunakan pelurus rambut, maka sebuah kesalahan besar ketika menggunakannya dalam kondisi rambut yang masih basah (belum mengering sepnuhnya).

Panas dari alat pelurus rambut bisa mengakbiatkan perubahan suhu ekstrim pada rambut, yang dampaknya bisa beresiko mematahkan rambut.

Dalam mengeringkan rambut, jika Anda menggunakannya handuk maka tepuklah secara perlahan memakai handuk tersebut. Hindari mengeringkan rambut dengan cara menggosoknya karena bisa berakbiat lapisan luar rambut menjadi kasar.

21. Jika Menggunakan Kondisioner, Gunakan Kondisioner yang Berprotein
Hendaknya Anda memilih perawatan kondisioner yang kaya akan protein untuk rambut, kegunaannya yaitu nantinya rambut menjadi lebih mudah dirapikan, hal ini penting terutama yang memiliki rambut keriting, sehingga nantinya menjadi lebih mudah ditata.

22. Batasi Penggunaan Blow Dry
Ketika memakai blow dry hendaknya dengan menggunakan fitur diffuser, hal ini bertujuan untuk membatasi jumlah panasnya. Penggunaan blow dry yang terlalu sering bisa menyebabkan rambut menjadi cenderung lebih kering.

23. Jangan Ikat Rambut
Adanya pengikat rambut menyebabkan rambut menjadi tidak lurus sempurna, terutama jika mengikat rambut dengan terlalu kuat, maka bisa berdampak buruk bagi rambut. 

Saturday, June 3, 2017

Manfaat Mikrodermabrasi & Efek Sampingnya (Hal Lainnya Yang Penting Diketahui)

Mikrodermabrasi adalah sebuah terapi khusus untuk melakukan exfoliation (pengelupasan) dengan menggunakan kristal-kristal mikro, yang bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati, serta mendorong agar produksi sel kulit baru bisa menjadi lebih cepat.

Melakukan mikrodermabrasi nantinya juga akan bisa merangsang peningkatan produksi kolagen. Terapi ini dapat menjadikan tekstur kulit menjadi terasa lebih halus, serta mengurangi tampilnya garis-garis halus pada kulit.

Hanya saja, untuk memperbaiki pori-pori kulit dengan metode mikrodemabrasi ini ternyata tidak dapat diterapkan pada setiap orang. Sehingga dapat dikatakan Mikrodermabrasi tidak bisa cocok untuk semua orang.

Walaupun memang memberikan manfaat untuk membuat kulit lebih bercahaya dan indah, akan tetapi terapi mikrodermabrasi tidak boleh diterapkan pada beberapa jenis kulit.

Dimana memang sebagian orang mengalami hasil setelah melakukan mikrodermabrasi yaitu kulitnya menjadi lebih bercahaya dan halus.

Namun, terapi ini pada beberapa jenis kulit lainnya justru menyebabkan timbulnya rasa kasar pada kulit.

Sebelum Anda mengambil keputusan untuk melakukan terapi mikrodermabrasi ini, maka penting kiranya agar mengetahui efek sampingnya terlebih dahulu, serta beberapa hal lainnya.

Mikrodermabrasi

Manfaat Mikrodermabrasi
Terapi ini tidak hanya dilakukan sekali, namun hingga beberapa kali, tujuan dilakukan mikrodermabrasi adalah agar kulit lebih bercahaya, cerah dan lapisan atas sel kulit mati dibersihkan.

Melakukan mikrodermabrasi juga bisa memberikan hasil berupa keriput di kulit bisa diminimalisir, dan bisa membantu membersihkan bekas-bekas jerawat di kulit.

Mikrodermabrasi bisa menjadi metode untuk menghilangkan jerawat, serta membantu mengatasi lubang bekas jerawat. Seperti halnya melakukan laser jerawat, mikrodermabrasi juga dilakukan oleh tenaga medis.

Mikrodermabrasi dilakukan dengan menggunakan suatu alat khusus. Bahan yang paling utama berupa suatu bubuk organik berbentuk seperti kristal halus. Manfaat lainnya dari melakukan mikro dermabrasi:

Mengatasi Masalah Kulit Bopeng
Melakukan mikrodermabrasi bisa merangsang agar perkembangan sel kulit baru bisa lebih cepat. Manfaat dari perkembangan sel kulit baru adalah untuk meratakan permukaan kulit. Sehingga dengan melakukan terapi ini, bopeng pada kulit bisa secara perlahan menjadi hilang.

Wajah Menjadi Lebih Bersih dan Bersinar
Praktek mikrodermabrasi ini bermanfaat untuk mengangkat pengelupasan kulit mati. Sehingga pada bagian sel kulit yang telah tidak diperlukan oleh wajah, maka akan dibersihkan melalui terapi ini.

Hal ini membuat kulit menjadi terlihat lebih bersih dan bersinar.


Menyamarkan Garis Halus Wajah
Melakukan mikrodermabrasi mampu menyamarkan garis-garis halus pada kulit wajah. Kondisi ini umumnya pada wanita yang telah berusia di atas 38 tahun. Dimana pada umur tesebut kulit sudah mulai mengalami tanda-tanda penuaan secara alami.

Tekstur Kulir Menjadi Lebih Halus
Terapi ini juga berguna untuk membuat tekstur kulit menjadi lebih halus. Namun, terkadang jika mikrodermabrasi dilakukan pada jenis kulit yang tidak cocok, justru bisa menyebabkan kulit menjadi lebih kasar.

Mengangkat Flek Hitam, Komedo, Jerawat, dll
Mikrodermabrasi akan bekerja untuk mengangkat luka pada kulit wajah, termasuk flek hitam, komedo, jerawat dan lainnya.

Merangsang Pembentukkan Kolagen
Proses Mikrodermabrasi akan mendorong pembentukkan serat kolagen dan elastin yang manfaatnya supaya tesktur kulit lebih baik, serta kerutan dan garis-garis halus bisa berkurang dan menghilang.

Efek samping
Penting diingat bahwa pada prakteknya mikrodermabrasi dilakukan dengan metode pengelupasan, sehingga pontensi yang bisa terjadi dari melakukan mikrodermabrasi yaitu kulit menjadi berwarna agak kemerahan, serta kulit menjadi lebih sensitif.

Efek samping yang timbul ini masih dianggap dalam batas yang normal, hanya saja umumnya terapis akan memberikan saran agar Anda menghindari dari sering terkena sinar matahari, setidaknya 48 jam setelah melakukan terapi.

Dengan begitu, dalam periode 48 jam tersebut merupakan waktu untuk sel kulit baru tumbuh dengan cepat.

Agar semakin terlindungi proses pertumbuhan sel kulit baru tesebut, maka disarankan memakai SPF 30 setelah melakukan terapi. Selain itu, hindari memakai riasan selama enam jam setelah melakukan terapi.

Pada praktek mikrodermabrasi yang sudah pernah terjadi, mikrodermabrasi dapat menimbulkan masalah yang lumayan buruk pada beberapa jenis kulit. Dimana dampak atau efek yang parah yaitu timbulnya kemerahan, seringnya terjadi di bagian sekitar mata.

Bahkan pada beberapa kejadian, efek yang ditimbulkan bisa sampai berdarah. Oleh karena itu, hendaknya tidak memakai riasan apapun setelah melakukan mikrodermabrasi, hal ini agar kulit bisa beradaptasi dengan baik.

Beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang tidak boleh melakukan mikrodermabrasi yaitu sedang mengalami luka terbuka, eksim, rosacea, dermatitis, dan berjerawat.

loading...

Kulit Ruam Kemerahan
Melakukan mikrodermabrasi dengan berupa pengelupasan kulit, sehingga reaksi yang timbul tentunya akan menyebabkan muncul kemerahan pada. Hal ini sebenarnya masih dalam batas normal, seperti halnya saat kulit paha ditampar keras maka akan menimbulkan bekas kemerahan.

Kulit Menjadi Lebih sensitif
Saat luka, kulit normal jaraknya berada 0,5 centimeter dari luka, sehingga saat bagian tersebut ditekan maka akan terasa sakit.

Hal ini berlaku pada mikrodermabrasi, dimana setelah melakukan terapi ini maka kulit menjadi lebih sensitif, baik ketika disentuh, terkena gesekan benda lain dan semacamnya. Termasuk kulit lebih sensitif ketika terkena sinar matahari langsung.

Resiko Terkena Infeksi Kulit
Pastikan dalam melakukan terapi ini kulit tidak dalam kondisi terluka. Adanya luka sebelum melakukan mikrodermabrasi maka bisa menyebabkan resiko terjadinya infeksi baru dari luka tersebut.

Oleh karena itu, hendaknya menunggu luka sembuh dahulu sebelum melakukan mikrodermabrasi.

Jangan Merias Wajah Setidaknya Selama Dua Minggu
Selama dalam masa perawatan mikrodermabrasi ini, anda tidak boleh merias wajah dalam bentuk apa saa. Baik itu BB cream, pelembab, bedak, dan lainnya.

Mengapa hal ini dilarang? Karena bisa menyebabkan terhambatnya proses perawatan, serta bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang berasal dari penggunaan produk-produk kosmetik.

Jika pun Anda tepaksa ingin merias wajah, maka diberikan jarak waktu setelah melakukan terapi, setidaknya 6 jam setelah melakukan terapi.

Kulit Menjadi Kering
Sering melakukan mikrodermabrasi bisa menyebabkan kulit menjadi kering. Walaupun memang manfaatnya mampu mengatasi kerutan, jerawat dan komedo, namun pemakai terapi ini harus “rela” jika kadar kelembapan kulitnya menjadi cepat menurun. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pakailah produk pelembap.

Menghilangnya Stratum Korneum
Epidermis merupakan lapisan kulit terluar yang terdiri dari sel kulit mati di bagian teratas permukaan kulit. Lapisan kulit mati (stratum komeum) sebenanya berfungsi sebagai penghalang atau pelindung terhadap serangan yang berasal dari luar ke lapisan kulit dibagian bawahnya.

Sehingga Stratum Korneum befungsi untuk melindungi kulit dari serangan lingkungan luar. Ketika melakukan mikrodermabrasi maka lapisan ini akan dibuang, yang dampaknya Anda tidak lagi mempunyai pelindung dari radiasi lingkungan di sekitar.

Hal inilah yang membuat orang-orang yang melakukan mikrodermabrasi perlu menghindari sebisa mungkin dari sering terkena sinar matahari langsung.

Ingat! Bahan terapi mikrodermabrasi tidak semuanya bisa cocok bagi kulit. Dimana terdapat sebagian orang yang memiliki riwayat alergi dengan bahannya tersebut.

Sehingga agar bisa mencegah terjadinya hal buruk, hendaknya mengetahui terlebih dahulu bahan yang digunakan untuk terapi dan efek sampingnya.

Dengan begitu Anda bisa menjadi lebih tahu ketika timbul dampak yang parah dan tidak normal, untuk kemudian segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Lamanya Proses Mikrodermabrasi
Saat melakukan mikrodermabrasi, terapis akan berusaha untuk mengikis sel sel kulit mati. Umumnya menggunakan bahan mycro crystal alumunium tri oksida atau AI(OH)3.

Pada beberapa klinik maju akan melakukan terapi dengan mencampurkan beberapa bahan lainnya, sehingga bisa lebih merangsang.

Lamanya melakukan mikrodermaberasi, biasanya memerlukan waktu antara lima hingga tujuh hari. Lamanya terapi berdasarkan dari seberapa parah kondisi kulit wajah. Jenis kulit dan jaringan wajah juga menentukan lamanya proses terapi ini.

Adapun durasi terapi mikrodermabrasi, paling maksimal adalah 30 menit untuk satu kali terapi. Terapi kemungkinan akan dilakukan berulang kali.

Rekomendasi dari pihak klinik biasanya melakukan terapi sebanyak 4 sampai 6 kali, yang dilakukan setiap 2 minggu. Yang setela itu, kemungkinan dilakukan penjadwalan lagi setelah 3 bulan kemudian.

Prosedurnya Mikrodrrmabrasi

Persiapan
Apabila Anda telah mantap ingin melakukan terapi ini, maka sekitar 4-5 hari sebelumnya Anda perlu menghentikan pemakaian produk eksfoliasi, entah itu yang berbentuk scrub, masker, serum, retinol dan lainnya. Hal ini dilakukan agar nantinya kulit Anda menjadi tidak terlalu sensitif ketika terapi.

Bagi Anda yang telah melakukan peeling maka tidak boleh melakukan mikrodermabrasi karena akibatnya malah menghancurkan sel kulit sehat, sehingga menyebabkan kerusakan kulit.

Pasca Mikrodermabrasi
Kulit akan mengalami kemerahan selama 3 hari. Kemungkinan akan memunculkan rasa sedikit perih. Pada masa ini hindari dari terkena sinar matahari langsung.

Selama masa ini juga hindari memoleskan bahan-bahan kimia (make up) apapun kepada wajah, karena kondisi kulit sedang sensitif.

Walaupun kondisi wajah kemerahan, namun Anda tidak boleh menutupinya dengan banyak bahan concealer atau foundation.

Hal yang Penting Diketahui dalam Melakukan Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi Tidak Untuk Kulit Remaja
Bagi mereka yang masih muda, atau mereka yang masih dalam tahap peremajaan diri, maka tidak cocok untuk menjalani terapi ini. Dimana mikrodermabrasi hanya khusus bagi mereka yang berusia 30 tahun keatas.

Tidak Boleh Untuk Penderita Penyakit Akut
Mikrodermabrasi biasanya dilakukan dengan bahan yang berisi kandungan zat kimia tinggi, sehingga tidak cocok dilakukan pada mereka yang sedang mengalami penyakit serius, seperti penyakit tumor, keratosis, dan herpes.

Melakukan terapi ini pada penderita penyakit akut dikhawatirkan bisa memperburuk kondisi penyakit.

Tidak Untuk Wanita Hamil dan Menyusui
Masa kehamilan adalah hal yang sangat penting diperhatikan, sehingga hindari melakukan hal-hal yang bisa membahayakan kesehatan dari calon bayi.

Terapi mikrodermabrasi yang dilakukan dengan berbagai bahan kimia, maka lebih baik dihindari oleh ibu hamil karena bisa beresiko untuk kesehatan janin. Anda bisa melakukan mikrodermabrasi setelah bayi sudah dalam masa penyapihan.

Setelah Terapi, Harus Memakai Tabir Surya
Anda tidak bisa secara bebas keluar masuk rumah setelah melakukan terapi mikrodermabrasi. Dimana Anda sangat memerlukan pelindung wajah setelah melakukan terapi, seperti menggunakan tabir surya.

Hindari kulit terkena sinar matahari langsung, karena bisa terjadi reaksi dari bahan kimia yang digunakan.

Tidak Boleh Berenang
Mikrodermabrasi bekerja untuk merangsang tumbuhnya sel kulit baru. Apabila melakukan renang maka bisa berpotensi merusak proses pertumbuhan sel kulit tersebut.

Sehingga usahakan untuk hindari yang namanya berenang, apalagi air yang ada di dalam kolam renang biasanya tidak terlalu bersih. Selain itu pengguna kolam renang bukan hanya anda seorang, sehingga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka jangan berenang di air kolam dahulu.

Jangan Melakukan Chemical Peeling
Apabila melakukan mikrodermabrasi dan chemical peeling dalam masa yang bersamaan, dimana keduanya menggunakan bahan kimia, maka dikhwatirkan teradi reaksi kimia yang bisa berdampak buruk bagi kulit.

Harus Rajin dan Telaten
Dalam menjalani terapi ini Anda harus telaten, dimana Anda harus benar-benar memperhatikan kondisi wajah setiap waktu. Telaten-lah untuk membersihkan dan merawat wajah, serta gunakan tabir surya dan topi ketika pergi ke luar.

Estimasi Biaya Perawatan Microdermabrasi
Biaya terapi Mikrodermabrasi bervariasi pada setiap tempat, dimana hal ini sangat tergantung dari alat yang digunakan. Biayanya berkisar dari Rp.300.000 hingga Rp.700.000 per sesinya.

Dermabrasi dan Mikrodermabrasi, Mana Yang Lebih Baik?
Dua metode medis untuk menghilangkan jerawat yaitu dermabrasi dan mikrodermabrasi. Metode dermabrasi dilakukan dengan mengikis hingga lapisan kulit terdalam. Metode ini cocok diterpakan pada bekas jerawat yang dalam.

Selain itu, Dermabrasi bisa bermanfaat untuk menghilangkan bekas bekas cacar sampai menghilangkan luka akibat kecelakaan.

Adapun metode Dermabrasi tidak bisa digunakan untuk menghilangkan luka bakar, tahi lalat, tanda lahir, dan cacat kulit bawaan.

Untuk perawatan dengan metode mikrodermabrasi dilakukan dengan cara mengikis lapisan kulit yang paling luar, sehingga melakukannya cocok untuk mengatasi segala permasalahan kulit yang ringan. Bisa untuk mengatasi masalah stretch mark, bekas luka, bekas jerawat, dan keriput.

Perawatan ini juga dapat mencerahkan dan menghaluskan kulit. Mikrodermabrasi baik dilakukan pada orang-orang yang berusia 30-50 tahun.

Prosedur yang ada pada dermabrasi dan mikrodermabrasi sangat berbeda. Mulai dari alatnya sampai durasi waktunya.

Pada prosedur dermabrasi, kulit wajah akan dibersihkan lalu terapis akan memberikan bius lokal agar Anda tidak merasa sakit.

Kemudian terapis akan menggunakan sikat khusus berkecepatan tinggi (dermabrator). Untuk durasinya bisa dalam hitungan menit hingga sejam. Jenis perawatan ini umumnya hanya memerlukan sekali untuk akhirnya benar-benar sembuh.

Pada metode mikrodermabrasi tidak menggunakan obat bius. Alat khusus yang digunakan yaitu semprotan khusus yang di dalamnya berisi zat mikro kristal. Untuk lamanya durasi perwatan adalah sekitar 20 menit.

Apabila dermabrasi biasanya hanya perlu dilakukan sekali, adapun mikrodermabrasi dilakukan beberapa kali, bahkan bisa sampai 24 kali. Hal ini tergantung seberapa parahnya kondisi kulit. Muka yang berwarna merah dan iritasi adalah efek sampingnya.

Adapun setelah melakukan peraatan dermabrasi maka efek sampingya berupa wajah membengkak dan memerah, yang rasanya seperti terbakar. Dalam 1 hingga 2 minggu wajah akan kembali normal sedia kala.

Setelah melakukan perawatan dermabrasi, Anda tidak boleh meminum obat dengan kandungan aspirin dan ibuprofen selama seminggu setelah perawatan.

Sebenarnya kedua perawatan ini masing-masingnya memiliki manfaat utama. Sehingga pemilihan diantara keduanya adalah berdasarkan dari kondisi atau masalah yang sedang Anda hadapi.

Anda tinggal menentukan jenis perwatan apa yang cocok untuk kondisi atau masalah Anda.

Sunday, May 7, 2017

Penyebab Menopause Dini & Cara Mencegahnya (Gejala Menopause)

Menopause adalah sebuah keadaan yang sebenarnya normal (alamiah), dimana kondisi ini akan dialami oleh setiap wanita, ini bukanlah sebuah gangguan medis atau penyakit. Menopause secara sederhananya merupakan kondisi seorang wanita yang tidak adanya periode menstruasi selama 12 bulan.

Menopause dapat dikatakan sebuah masa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita, seiring dengan proses penuaan maka semua wanita akan mengalami yang namanya masa menopause.

Kondisi menopause saat fungsi ovarium dari seorang wanita berhenti. Ovarium atau indung telur merupakan bagian dari kelenjar reproduksi wanita.

Ovarium berada di bagian panggul, ada di setiap sisi rahim. Fungsi ovarium bekerja untuk menghasilkan telur (ovum), dan juga menghasilkan hormon kewanitaan seperti progesterone dan estrogen.

Secara sederhana-nya, terjadinya menopause yaitu saat kondisi ovarium tidak lagi bekerja melepaskan telur.

Ovarium memiliki fungsi penting dalam menghasilkan hormon-hormon kewanitaan, serta juga berfungsi dalam perkembangan karakteristik tubuh wanita.

Hormon-hormon yang dihasilkan dari ovarium ini bekerja untuk mengontrol siklus menstruasi dan kehamilan pada seorang wanita.

Adapun hormon estrogen memiliki fungsi penting dalam melindungi tulang. Sehingga hal inilah yang menyebabkan seorang wanita bisa terkena osteoporosis (masalah pengeroposan tulang), karena ovarium tidak lagi bekerja dengan maksimal untuk menghasilkan hormon estrogen yang mencukupi bagi kebutuhan.

Menopause

Usia Wanita Yang Mengalami Menopause
Umumnya usia wanita yang memasuki masa menopause adalah sekitar 51 tahun. Walaupun memang tidak bisa dipastikan kapan seorang wanita memasuki masa menopause.

Kebanyakan menopause terjadi diantara usia 45 dan 55, namun menopause bisa terjadi lebih awal seperti sekitar 40 tahun, atau juga bisa lebih lama pada wanita berumur 60-an tahun.

Yang perlu diingat menopause adalah hal yang normal dan alami. Namun ada wanita yang ternyata mengalami menopause dini. Menopause yang terjadi pada umur 40 ke bawah disebut sebagai menopause dini.


Gejala dan Indikasi Menopause
Biasanya mereka pada wanita yang mulai memasuki masa menopause mengalami sebuah hal yang berbeda, yaitu munculnya perasaan hangat pada tubuh, dimana rasa hangat tiba-tiba menyebar ke tubuh bagian atas, yang baisanya juga memunculkan efek berupa kulit yang berkeringat dan memerah.

Munculnya perasaan ini berlangsung selama beberapa menit saja. Dengan intensitas yang berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa gejala lainnya dari wanita yang mulai memasuki masa menopause, yaitu:
  • Terjadinya perubahan pada siklus menstruasi, berupa mengalami periode menstruasi yang tidak teratur dan volume pendarahan yang sedikit atau justru terlalu banyak.
  • Tubuh mudah sekali lelah.
  • Perasaan atau mood menjadi sangat mudah berubah.
  • Mengalami susah tidur, atau sering terbangun secara tiba-tiba di malam hari.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Rentan mengalami stres, depresi, uring-uringan, sedih, emosi dan semacamnya.
  • Penurunan secara signifikan gairah hubungan seksual.
  • Jantung berdetak dengan cepat.
  • Muncul sensasi rasa panas dan berkeringat yang tidak wajar.
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.
  • Mengalami sakit kepala maupun migrain.
  • Muncul rasa sakit pada otot dan persendian yang kurang wajar penyebabnya.
  • Mengalami masalah pada kontrol kandung kemih.
  • Vagina kering dan kurang elastis, hal terjadi disebabkan adanya penipisan pada jaringan vulva, serviks dan vaginal. Kekeringan pada vagina bisa mengakibatkan rasa gatal atau sakit saat berhubungan intim.
  • Libodo menurun.
  • Rambut yang cenderung menipis.
  • Tubuh lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih.
  • Berat badan meningkat,
  • Metabolisme tubuh lambat.

Tidak semua wanita mempunyai gejala-gejala dan proses menopause yang sama. Dimana tidak semua wanita akan mengalami seluruh gejala menopause tersebut.

Adapun proses menopause biasanya ditandai dengan terjadinya menstruasi yang akan berakhir secara bertahap. Dimana nantinya frekuensi menstruasi akan semakin jarang, hingga akhirnya menstruasi akan berhenti sama sekali.

Disamping itu bahwa tidak menutup kemungkinan siklus menstruasi bisa berakhir secara tiba-tiba. Pada kondisi seperti ini maka biasanya gejala-gejala yang mucul bisa lebih parah daripada wanita yang mengalami berakhirnya siklus menstruasinya secara bertahap.

Disarankan untuk menghubungi dokter ketika Anda mengalami gejala menopause yang terasa cukup parah, contohnya seperti munculnya rasa nyeri atau infeksi karena kondisi vagina yang kering, muncul pendarahan setelah melewati masa menopause, dan tanda-tanda atau kondisi tidak wajar lainnya.

Menopause pada dasarnya tidak memerlukan penanganan yang khusus. Disamping itu gejala-gejalanya juga tidaklah permanen, dimana gejala-gejala akan berkurang bahkan hilang sebagiannya seiring dengan berjalannya waktu.

Anda bisa melakukan perubahan gaya hidup yang menjadi lebih sehat agar bisa mengurangi gejala-gejala itu. Anda hanya perlu menerapkan hal-hal simple, seperti menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Disarankan untuk memperbanyak asupan serat seperti makan banyak sayuran dan buah.

Banyak minum air putih dan juga lakukan olahraga sederhana secara rutin. Olahraga bertujuan untuk membuat tubuh bugar, sehat dan mencegah kenaikan berat badan secara siignifikan yang rentan pada masa menopause, selain itu rutin berolahraga juga bermanfaat agar bisa menjaga kekuatan dan kesehatan tulang, sehingga tulang tidak mudah keropos.

Untuk menanggulangi munculnya gejala seperti mudah berkeringat, muncul rasa panas pda tubuh, dan jantung terasa berdebar, maka Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan pakaian yang tipis berbahan katun. Selain itu batasi konsumsi kafein, makanan pedas, minuman yang panas, minuman keras dan hindari stres.

Kemudian pastikan Anda memiliki istirahat yang cukup dalam setiap harinya. Pastikan tidur di malam hari yang cukup, selain itu disarankan tidur siang selama 30 menit.

Penyebab Menopause Dini
Di samping fase alamiah, tenyata ada beberapa hal yang bisa memicu menopause lebih cepat terjadi. Berikut beberapa faktor risiko penyebab menopause dini:

1. Faktor Genetik
Peneliti percaya bahwa usia menopause dari seorang wanita, memiliki keterkaitan dengan genetik. Maksudnya seorang anak perempuan akan memulai masa menopause yang masanya tidak jauh berbeda dengan ibunya ketika mengalami menopause dulu.

Ketika seorang ibu mengalami menopause dini, maka anak perempuannya akan juga mengalami resiko tinggi mengalami menopause dini.

2. Terapi Radiasi dan Kemoterapi
Melakukan pengobatan kanker atau penyakit lainnya yang memakai metode terapi radiasi atau kemoterapi pada bagian sekitar panggul, hal ini bisa mengakibatkan meningkatnya resiko menopause dini.

Pengobatan dengan terapi radiasi pada bagian tubuh sekitar panggul bisa menyebabkan gangguan pada fungsi ovarium.

loading...

3. Tindakan Bedah atau Operasi
Jika seorang wanita menjalani operasi untuk mengangkat ovarium karena penyakit atau masalah tertentu, maka ini memberikan efek samping berupa resiko menopause dini.

4. Kebiasaan Buruk Merokok
Kebiasaan merokok ini sudah umum diketahui memberikan dampak bahaya bagi kesehatan, termasuk juga bisa meningkatkan resiko terjadinya menopause dini pada wanita.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa para wanita yang merokok umumnya akan mengalami menopause yang lebih cepat dibandingkan wanita yang tidak merokok. Dan secara umum tentunya rokok adalah penyebab utama timbulnya banyak penyakit berbahaya.

5. Kegemukan
Kondisi tubuh yang gemuk pada seorang wanita, menyebabkan kemungkinan estrogen bisa tersimpan di dalam jaringan lemak, kondisi ini kurang baik karena bisa memicu menopause dini.

6. Banyak Pikiran dan Stress
Seringnya berpikir terlalu keras, banyak pikiran, mengalami tekanan,  ataupun stress bisa memicu resiko menopause dini. Terjadinya menopause bisa karena terjadinya ketidakseimbangan hormon akibat stress dan banyak pikiran, yang juga mengakibatkan menstruasi menjadi tidak teratur dan terganggu.

7. Sering Melakukan Masturbasi
Sering masturbasi ternyata bisa mengakibatkan resiko menopause dini pada seorang wanita.
Melakukannya memang sangat menyenangkan bagi wanita, karena bisa mencapai puncak dari nikmatnya, walaupun melakukannya dengan menggunakan alat bantu sex.

Akan tetapi jika terlalu sering, bisa menyebabkan semakin tingginya efek ketagihan untuk melakukan lagi, dan ini kurang baik. Dampak lainnya dari terlalu sering masturbasi yaitu bisa mengakibatkan gangguan kesehatan berupa mudah lelah dan nyeri pada panggul.

8. Malas Melakukan Olahraga
Kurangnya aktivitas olahraga juga bisa mengakibatkan terjadinya menopause dini. Aktivitas olahraga akan bisa menyehatkan tubuh, serta akan memperlancar hormon bermanfaat di dalam tubuh. Sedikitnya aktivitas olahraga bisa menyebabkan pelepasan dan kerja hormon di dalam tubuh menjadi terhambat.

9. Kurangnya Mengonsumsi Asupan Antioksidan
Kekurangan asupan antioksidan mengkibatkan masalah bagi kesehatan tubuh seperti utamanya membuat kekebalan tubuh melamah, termasuk juga dapat beresiko menopause dini pada wanita.

Jika seorang wanita mengonsumsi makanan kurang sehat seperti makanan cepat saji, junk food dan jenis makanan lainnya yang sedikit memiliki nutrisi, dampaknya mengakibatkan metabolisme tubuh menjadi lambat, ketidakseimbangan hormon dan melemahnya sistem imun tubuh.

10. Penyakit
Penyakit kronis yang menahun bisa memicu terjadinya menopause dini. Selain itu, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, dan penyakit kelainan kromosom seperti sindrom Turner bisa meningkatkan resiko wanita terkena menopause dini.

Melakukan metode pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi. Kedua metode tersebut bisa menyebabkan meningkatnya resiko menopause dini pada seorang wanita.

Demikian juga wanita yang menjalani prosedur medis berupa operasi pengangkatan rahim atau ovarium akan rentan terkena masalah menopause dini.

11. Faktor Aktivitas
Para wanita yang belum juga menikah dan terlalu sibuk bekerja adalah hal yang kurang baik, karena bisa menjadikan menopause lebih cepat. Hendaknya para wanita segera menikah dan membatasi aktivitas bekerja (bekerja secukupnya), hindari melakukan pekerjaan kantor dan sebagainya yang terlalu berat atau yang memberikan tekanan psikis yang berat.

Cara Mencegah Menopause Dini

1. Beristirahat Yang Cukup
Hendaknya tidur malam yang cukup pada setiap harinya, waktu tidur malam yang cukup adalah antara 6-8 jam. Dengan memiliki tidur yang cukup sangat bermanfaat agar bisa meningkatkan produksi hormon estrogen di dalam tubuh wanita.

2. Gaya Hidup dan Pola Makan Sehat
Ketika memasuki masa menopause, maka umumnya tubuh akan lebih mudah menimbun lemak. Sehingga penting untuk lebih memperhatikan hal ini saat masa menopause, mulailah untuk membatasi konsumsi gula, karein, lemak, tepung, makanan pedas dan garam.

Yang perlu dilakukan adalah memperbanyak asupan serat, Anda disarankan mengonsumsi sayuran hijau, gandum dan makanan kaya omega-3. Selain itu, penuhi juga kebutuhan kalsium.

Hindari atau batasi sebisa mungkin paparan zat kimia yang beresiko masuk dan bersarang di dalam tubuh. Baik itu dari minuman, makanan, make up, sabun mandi, dan lainnya yang bisa memicu gangguan hormonal tubuh yang berujung pada menopause dini.


3. Hindari Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji di dalamnya terkandung gizi yang rendah dan tidak seimbang, disamping itu makanan cepat saji di dalamnya terdapat kandungan kolesterol yang tinggi. Mengonsumsi asupan yang banyak mengandung kolesterol akan berdampak buruk pada terganggunya produksi hormon estrogen.

4. Hindari Rokok (Baik Sebagai Perokok Aktif Maupun Pasif)
Baik itu perokok aktif maupun perokok pasif mengalami dampak bahaya bagi organ jantung dan menyebabkan kanker. Kandungan nikotin di dalam rokok juga berdampak buruk berupa mematikan sel telur. Kondisi inilah yang akhirnya mengakibatkan menopause dini.

Menurut American Society of Reproductive Medicine, menjelaskan bahwa merokok dapat memicu terjadinya menopause usia dini. Kandungan kimia didalamnya berupa nikotin, sianida, dan karbon monoksida berdampak buruk berupa mempercepat tingkat kehilangan sel telur.

5. Kelola Stres
Penting untuk menghindari stres, karena kondisi stres bisa memicu menopause dini. Jaga pikiran agar terhindar dari stres, dengan memiliki kehidupan yang tenang maka Anda bisa lebih terhindar dari stres.

6. Terapi Hormon
Apabila muncul masalah berupa kegagalan ovarium prematur, maka terapi hormon (HRT) menjadi metode yang cuukp baik. Akan tetapi, terapi hormon tersebut tidak dijadikan sebagai solusi awal, hal itu karena adanya resiko berupa penyakit kardiovaskular, stroke dan kanker payudara. Oleh karena itu, penting untuk melakukan konsultasi intensif pada dokter mengenai adanya kemungkinan risiko dari terapi ini.

7. Jangan Minuman Alkohol
Mengosumsi minuman beralkohol dapat berdampak pada menopause dini. Mengonsumsi alkohol akan memangkas kalsium yang ada di dalam tubuh. Menjauhi minuman beralkohol adalah hal yang sangat utama agar bisa mencegah menopause dini.

Konsumsi alkohol juga bisa menurunkan tingkat kesuburan seorang wanita, menimbulkan kecemasan dan membuat susah tidur.

8. Penting Untuk Mengetahui Segala Faktor Risiko
Sherry Ross, M.D, dari Pusat Kesehatan Providence Saint John, Santa Monica, menjelaskan bahwa seorang wanita perlu memperhatikan faktor risiko dari menopause diri. Cermati riwayat genetik pada keluarga, tanyakan kepada ibu Anda kapan dirinya mulai memasuki masa menopause dahulu.

Selain itu, faktir risiko menopause dini lainnya yaitu memiliki kondisi tubuh yang terlalu kurus atau gemuk, memiliki kebiasaan merokok yang panjang, pernah menjalani kemoterapi atau terapi radiasi, mengalami penyakit autoimun, dan epilepsi.

Faktor-faktor tersebut memang umumnya tidak dpat untuk diubah, kecuali pada faktor berat badan dan kebiasaan merokok yang perlu dihilangkan.

9. Berolahraga Tetapi Jangan Berlebihan
Olahraga menjadi suatu yang sangat penting agar bisa mencegah menopause dini. Dengan berolahraga maka tubuh akan menjadi lebih baik dalam mengatur hormon dan juga mencegah penumpukan lemak di dalam tubuh.

Akan tetapi olahraga jangan dilakukan secara berlebihan, karena dampaknya justru membuat ketidakseimbangan hormon, yang akhirnya menimbulkan ovulasi yang tidak teratur. Kondisi ini bisa menyebabkan resiko penipisan hormonal dini.

10. Konsumsi Asupan Yang Mengandung Fitoestrogen
Sebelum menopause, kondisinya wanita tersebut mengalami tingkat estrogen yang rendah, sehingga dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan fitoestrogen, seperti kedelai, gandum biji-bijian, kacang-kacangan, kenari, melon, pepaya, dan biji wijen, mengonsumsinya bermanfaat untuk menghindari menopause dini.

11. Konsumsi Makanan Yang Kaya Akan Antioksidan
Kandungan berupa senyawa antioksidan memiliki fungsi penting dalam mencegah penuaan dini. Dimana menopause adalah tanda penuaan pada tubuh secara keseluruhan. Bagi para wanita sangat disarankan untuk memenuhi asupan yang kaya antioksidan seperti wortel, stroberi, blackberry, raspberry, cranberry, paprika, brokoli, minyak zaitun, dan kacang.

Langkah Penanganan Medis Untuk Gejala Menopause Yang Mengganggu
Tidak semua wanita dapat dengan lancar melewati gejala-gejala menopause yang muncul hanya dengan melakukan cara-cara antisipasi sederhana. Ketika mengalami gejala menopause yang parah, dimana kondisi tersebut menyebabkan rutinitas sehari-hari menjadi tidak bisa berjalan, maka dokter biasanya akan memberikan resep obat untuk mengatasi atau meminimalisir gejala mengganggu yang muncul.

Terapi penggantian hormon adalah salah satu metode penanganan menopause yang sangat sering dilakukan, dimana terapi ini memiliki tingkat keefektifannya yang lumayan tinggi. Adapun obat-obatan dari terapi ini tersedia dari berbagai bentuk seperti tablet, koyo, gel, krim, dan implan.

Manfaat yang diperoleh dari terapi ini selain dapat meminimalisir dampak dari gejala menopause, juga bisa mengurangi risiko osteoporosis dalam jangka panjang terapi.

Melakukan terapi ini tentunya dengan rekomendasi dari ahli kesehatan atau dokter. Kemudian penggunaan obat-obatan terapi ini bisa di-stop sedikit demi sedikit ketika gejala-gejala menopause tidak lagi ada.

Biasanya, durasi gejala menopause yang dialami oleh seorang wanita yaitu selama 4 tahun (kurang lebih) setelah masa menstruasi terakhir.

Selain terapi penggantian hormon, terdapat bentuk penanganan lainnya yang dilakukan dalam mengurangi gejala menopause yang membuat tidak nyaman (mengganggu) yaitu penggunaan obat clonidine (salah satu obat antihipertensi) atau obat antidepresan tertentu yang berfungsi untuk menekan dampak gejala berupa jantung sering berdebar tidak wajar, sering muncul keringat, muncul sensasi rasa panas pada tubuh, serta berkeringat di malam hari yang dingin.

Penggunaan pelumas vagina berguna untuk mengatasi kekeringan pada vagina. Pada setiap metode pengobatan maka berkemungkinan akan memberikan sebuah efek samping.

Sehingga penting untuk rajin berkonsultasi dengan dokter, terutama jika ada hal tidak wajar timbul. Pemeriksaan rutin berguna untuk membantu dokter dalam menilai keefektifan metode pengobatan yang diberikan, serta memantau perkembangannya.

Sunday, March 26, 2017

17 Gejala Kanker Serviks (Pencegahan & Pengobatan Kanker Serviks)

Hal yang sangat penting bagi para wanita untuk memperhatikan setiap perubahan tidak wajar yang terjadi pada tubuhnya. Sehingga gejala kanker serviks dapat dikenal dengan sedini mungkin. Hal ini penting agar bisa memperoleh penanganan yang lebih cepat dan tepat, sehingga peluang keberhasilan untuk sembuh bisa lebih besar.

Kanker serviks merupakan jenis penyakit kanker yang timbul di leher rahim wanita. Fungsi dari leher rahim adalah sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina.

Pada tahap awal, kanker serviks umumnya tidak memperlihatkan tanda-tanda. Tanda-tanda (gejala) kanker serviks yang sering terjadi yaitu pendarahan pada vagina, hal ini bisa terjadi setelah melakukan hubungan seks.

Hanya saja, pendarahan yang terjadi tidak serta merta menjadikan orang yang mengalaminya dipastikan terkena kanker serviks.

Kanker Serviks

Umumnya penyebab kanker serviks adalah karena serangan dari HPV (human papillomavirus). HPV merupakan jenis virus yang dampaknya mengakibatkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin.

Terdapat banyak jenis virus HPV, yang kebanyakannya tidak memberikan dampak serius. Namun, terdapat segelintir jenis virus HPV yang bisa menyebabkan masalah pada fungsi sel-sel leher rahim. Hal ini menyebabkan ketidaknormalan pada sel-sel rahim, yang dampaknya bisa sangat serius yaitu kanker.

Adapun HPV sendiri bisa ditularkan dengan hubungan seks yang dilakukan. Dua jenis virus HPV yang paling membahayakan yaitu jenis HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang paling sering mengakibatkan timbulnya kanker serviks, yaitu 70% dari kasus yang pernah ada.

Saat tubuh terkena infeksi HPV, maka sistem imun tubuh akan langsung bekerja untuk menangkal virus tersebut melukai rahim. Pada sebagian wanita, keberadaan virus ini di dalam tubuh bisa bertahun-tahun lamanya. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan sel-sel yang ada di bagian permukaan leher rahim bisa terinfeksi dan menimbulkan resiko kanker yang berbahaya.

Gejala Kanker Serviks

1. Pendarahan Tidak Normal Pada Vagina
Gejala kanker serviks yang sangat sering muncul yaitu pendarahan yang tidak normal pada bagian vagina. Jika hal ini terjadi dua kali atau bahkan lebih, maka Anda perlu dengan segera untuk menanyakan hal ini kepada dokter.

Bentuk pendarahan tidak normal pada vagina yang berpotensi hal itu disebabkan oleh kanker serviks, yaitu:
  1. Muncul setelah masa menepause.
  2. Muncul tidak pada periode haid.
  3. Terjadi ketika melakukan berhubungan intim.
  4. Terlihat adanya campuran keputihan di darah.
  5. Lamanya masa haid tidak wajar (terlalu lama dari pada biasanya).

2. Menurunnya Nafsu Makan
Sebenarnya pada banyak jenis kanker (termasuk kanker serviks) akan menyebabkan penderitanya akan kehilangkan nafsu makannya. Hal itu karena munculnya zat-zat toksin (racun) di dalam tubuh yang diproduksi oleh sel-sel kanker.

3. Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya
Umumnya lamanya masa haid adalah sekitar 5-7 hari, akan tetapi jika seorang wanita mengalami gangguan pada rahimnya, hal ini bisa menyebabkan menstruasi akan menjadi lebih lama dari biasanya.

4. Darah Menstruasi Lebih Banyak dari Biasanya.
Selain lamanya masa menstruasi, gejala lainnya yaitu darah menstruasi menjadi lebih banyak jumlahnya. Kondisi ini karena terjadinya perubahan pada lapisan rahim. Kondisi ini bisa berpotensi menjadi tanda-tanda kanker serviks.

5. Timbul Masalah Pada Keputihan 
Keputihan merupakan keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Adapun timbulnya keputihan yang tidak seperti biasanya, maksudnya yaitu cairannya terdapat lendir-lendir, bahkan ada yang bercampur dengan nanah, ataupun darah kotor.

6. Mudah Sekali Mengalami Lelah
Munculnya rasa lelah yang berlebihan, sehingga tubuh seringkali merasa lemah untuk beraktivitas. Hal ini disebabkan tubuh mengalami kekurangan darah akibat terjadinya pendarahan (atau keluar banyak darah dari dalam tubuh).

Selain itu, berkemungkinan juga tubuh yang terasa lemah terjadi karena adanya zat beracun di dalam tubuh. Yang zat racun tersebut dihasilkan oleh sel-sel kanker.


7. Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Masalah yang mengenai pada jaringan serviks, mengakibatkan terjadinya peradangan atau bahkan kematian sel (nekrosis). Yang menjadikan bagian tersebut lebih sensitif dan terasa nyeri saat tersentuh.

8. Rasa sakit Ketika Berhubungan Intim
Anda perlu berhati-hati ketika megalami kejadian yang agak janggal berupa munculnya rasa sakit ketika berhubungan intim suami istri.

Jika mengalami rasa sakit saat itu tanpa adanya penyebab yang jelas, maka hendaknya berkonsultasi dengan dokter. Hal itu karena munculnya rasa sakit ketika berhubungan intim dapat menjadi gejala kanker serviks.

9. Flek (Pendarahan) Di Luar Waktu Menstruasi
Munculnya bercak darah adalah gejala awal kanker serviks yang cukup umum. Tetapi, tidak semua pendarahan yang terjadi di luar waktu menstruasi dipastikan akibat kanker serviks. Tentunya perlu memperhatikan gejala-gejala lainnya.

Anda hanya perlu curiga dan berhati-hati ketika muncul flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

10. Nyeri di Sekitar Panggul
Pada gejala ini berupa munculnya rasa tidak nyaman dan gangguan (bahkan bisa muncul nyeri) pada bagian panggul dan sekitarnya. Munculnya rasa tidak nyaman ataupun rasa sakit di sekitar panggul karena terjadinya masalah peradangan di leher rahim.

11. Berat Badan Turun (Secara Tidak Wajar)
Berat badan yang turun terus menerus tanpa adanya sebab yang jelas, hal ini bisa menjadi gejala kanker, bukan hanya jenis kanker serviks tetapi bisa jenis kanker apa saja. Sehingga berat badan yang turun secara tidak wajar sudah menjdi gejala umum kanker, bukan hanya gejala khusus kanker serviks.

Oleh karena itu, ketika mengalami maslaah berat badan yang terus turun tanpa sebab jelas dan bahkan berat badan turun secara drastis maka perlu diwaspadai. Perhatikan juga gejala-gejala kanker serviks lainnya.

12. Mudah Sekali Terjadi Pendarahan
Masalah yang terjadi pada mulut rahim atau serviks bisa menyebabkan jaringan tersebut akan rapuh, sehingga menjadi mudah berdarah.

Dengan begitu, jika terjadi suatu sentuhan yang biasanya tidak sampai menyebabkan perdarahan (kondisi normal), tapi karena adanya masalah ini ternyata bisa sampai membuat timbulnya pendarahan.

Sentuhan tersebut bisa berbentuk hubungan seksual, douching dan lainnya.

13. Perdarahan Pasca Menopause
Saat wanita telah berada di dalam masa menopause, dengan begitu tidak ada lagi yang namanya darah haid. Sehingga ketika dalam masa menopause ternyata muncul masalah pendarahan, maka perlu hati-hati, karena itu adalah salah satu gejala kanker serviks.

14. Nyeri pada Kaki
Gejala ini muncul saat kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang terletak di bagian lipat paha, hal ini menyebabkan munculnya rasa nyeri dan bahkan dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki.

Terjadinya nyeri ataupun pembangkakan pada kaki karena terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Umumnya pembengkakan terjadi pada salah satu kaki. Jika gejala ini terjadi, maka segera laporkan ke dokter. Selain itu, kaki bengkak bisa menjadi salah satu gejala gagal ginjal.

loading...

15. Sakit punggung
Gejala sakit punggung ini menandakan kanker telah menyebar ke bagian tulang punggung. Timbulnya rasa nyeri punggung secara tiba-tiba perlu diwaspadai, dikhawatirkan itu adalah gejala kanker serviks.

16. Keluar Cairan Urin atau Feses Dari Jalan Lahir
Munculnya gejala dari kanker serviks ini karena penyebaran sel kanker telah berakibat pada kerusakan sekat yang memisahkan jalan lahir dengan jalan feses. Selain itu, penyebaran kanker bisa juga ke bagian depannya yaitu sekat dengan kandung kemih.

Penyebaran kanker tersebut menyebabkan sekat menjadi rapuh dan bocor. Sehingga urin ataupun feses bisa masuk ke jalan lahir.

17. Rentan Mengalami Patah Tulang
Dimana kondisi tulang yang terkena kanker berakibat kekuatan tulang akan melemah (rapuh), sehingga terjadi peningkatan resiko patah tulang.

Tanda-tanda kanker serviks dijelaskan oleh pakar kesehatan cenderung sulit untuk dideteksi di tahap awal. Sehingga sangat dikhawatirkan jika tanpa diketahui sel kanker telah menyebar dan menginfeksi tubuh.

Sehingga, hal yang perlu dilakukan yaitu melakukan tes secara berkala ketika Anda merasakan kekhawatiran akan kemunculan kanker serviks. Tes perlu dilakukan yang terutama pada orang-orang yang memiliki kebiasaan buruk merokok.

Perlunya Melakukan Screening untuk Mendeteksi Kanker Serviks
Proses terjadinya perubahan pada sel-sel permukaan leher rahim secara perlahan (bertahun-tahun) hingga akhirnya berubah menjadi penyakit kanker yang mengerikan. Perubahan sel di leher rahim dapat dideteksi dari dini.

Dimana melakukan pengobatan saat sel-sel masih dalam tahap ‘pra-kanker’ memiliki tingkat kesuksesan untuk sembuh yang lebih besar. Berbeda halnya jika kanker sudah menyebar.

Screening pada kanker serviks bertujuan guna mendeteksi apabila terdapat sel-sel abnormal yang dikhawatirkan berlanjut menjadi sel kanker. Saat melakukan tes screening maka sample sel diambil dari leher rahim, serta diperiksa di bawah mikroskop.

Perlu diketahui, screening serviks ini tidak bertujuan untuk mendiagnosis kanker serviks, namun bertujuan guna mengecek kondisi kesehatan pada sel-sel di leher rahim. Selain itu, juga untuk melakukan pendeteksian apabila terdapat sel yang abnormal sehingga kemudian akan ditindaklanjuti.

Mengetahui adanya sel yang abnormal sedari awal, maka nantinya akan dilakukan dengan segera pengangkatan sel-sel abnormal tersebut, sehingga penyakit kanker serviks ini bisa dihindari.

Masih ada kemungkinan sel-sel abnormal dapat kembali normal dengan sendirinya. Namun, pada sebagian kejadian yang pernah ada, sel-sel yang bersifat abnormal perlu dilakukan pengangkatan karena dikhawatirkan bisa berkembang menjadi bentuk kanker.

Mengenai tes ini, direkomendasikan bagi para wanita yang berumur 25-49 tahun agar melakukan pemeriksaan ini setiap tiga tahun sekali. Adapun bagi wanita berumur 50-64 tahun disarankan melakukan peeriksaan setiap lima tahun sekali. 

Penyebab Kanker Serviks
Munculnya kanker serviks diawali saat sel-sel yang dalam kondisi sehat mulanya, kemudian mengalami sesuatu yang dinamakan dengan mutasi genetik (perubahan DNA).

Terjadinya mutasi genetik akhirnya mengakibatkan perubahan sel yang awalnya normal menjadi sel yang abnormal (tidak normal).

Sel yang sehat akan berkembang (tumbuh) dengan kecepatan yang standar atau normal, adapun sel kanker tumbuh dengan kecepatan yang tidak terkendali sehingga sangat membahayakan kondisi tubuh.

Nantinya, jumlah sel abnormal yang semakin banyak, akhirnya akan menyebabkan muculnya tumor. Kemudian sel kanker juga akan terus menyerang jaringan atau bagian tubuh yang ada di sekitarnya.

Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, hal ini dinamakan dengan ‘metastasis’.


Kanker Serviks Akibat HPV (Human papillomavirus)
Penelitian telah menemukan bahwa 99,7% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV merupakan virus, yang jenisnya ada hingga 100 varian.

Penyebaran virus HPV seringya melalui hubungan seksual. Ada sekitar 15 jenis dari HPV yang bisa mengakibatkan terjadinya kanker serviks. Dari 15 jenis tersebut, terdapat dua jenis yang paling sering sebagai penyebab timbulnya kanker serviks yaitu jenis HPV 16 dan HPV 18.

Jenis HPV yang sangat menghawatirkan yaitu yang rentan untuk bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim, hal ini sangat berbahaya.

Keberadaan HPV akan menyebabkan gangguan pada fungsi sel tubuh, kemudian sel-sel yang awalnya sehat di serviks nantinya akan mulai tumbuh dengan tanpa terkendali.

Kondisi tersebut yang akhirnya akan mengakibatkan timbulnya tumor, yang kemudian menjadi kanker.

Infeksi HPV dapat menghilang tanpa perlu dilakukan penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun.

Hanya saja, tentunya Anda perlu untuk tetap berhati-hati, sehingga disarankan bagi wanita untuk bisa memperoleh vaksinasi HPV, yang manfaatnya untuk mencegah tubuh terinfeksi virus yang mengakibatkan penyakit kanker.

Proses terjadinya kanker serviks, dimana sel sehat mulai berubah menjadi sel prakanker, hingga akhirnya menjadi sel kanker. Prosenya itu membutuhkan waktu bertahun-tahun, hingga akhirnya menjadi kanker yang berbahaya.

Kondisi sel-sel abnormal, dimana belum berubah menjadi sel kanker. Kondisi ini disebut CIN (cervical intraepithelial neoplasia) yang artinya sederhananya adalah ‘sel prakanker’.

Proses perubahan sel yang awalnya normal, kemudian terinfeksi HPV hingga menjadi CIN, kemudian terus berkembang hingga akhirnya menjadi kanker. Prosesnya sangat lambat, yang bisa berlangsung dalam jangka waktu 10-20 tahun hingga akhirnya menjadi kanker.

Dengan begitu CIN merupakan keadaan pertumbuhan sel yang abnormal, tetapi sebelum menjadi sel kanker.

Pada keadaan ini, pada dasarnya tidak sampai mengancam jiwa seseorang, hanya saja yang dikhawatirkan adalah beresiko bisa menjadi kanker.

Sehingga dokter biasanya akan mengidentifikasi pada tahap ini, tujuannya supaya CIN bisa ditangani dengan segera (untuk diatasi), sebelum akhirnya beresiko menjadi kanker.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Serviks:
  1. Kebiasaan buruk merokok, dimana merokok bisa meningkatkan risiko kanker serviks hingga dua kali lipat. Hal itu karena kandungan zat berbahaya yang ada di dalam rokok, menyebabkan masalah pada di leher rahim.
  2. Melemahnya sistem kekebalan tubuh, dimana tubuh menjadi lemah kemampuannya dalam menangkal penyakit.
  3. Minum pil KB lebih dari lima tahun. Hanya saja penelitian kesehatan yang lebih lanjut diperlukan, guna menganalisis penyebabnya.
  4. Perzinahan, yaitu berganti-ganti pasangan seksual, hal ini dapat menyebabkan risiko tinggi terinfeksi HPV.

Penyebaran kanker serviks bisa menyebar ke jaringan tubuh yang di sekitarnya. Kanker bisa menyebar ke bagian vagina dan otot yang berfungsi menopang tulang panggul. Selanjutnya, sel kanker dapat menyebar ke tubuh bagian atasnya.

Kanker bisa terus menyebar ke bagian rektum, kandung kemih, hati, tulang dan paru-paru. Sel kanker juga dapat beresiko terus menyebar ke bagian sistem limfatik.

Pencegahan Kanker Serviks
Tentunya agar dapat mencegah timbulnya kanker serviks, hal utama yang penting dilakukan yaitu mencegah penyebaran virus HPV di dalam tubuh. Hal-hal yang perlu dilakukan sebagai pencegahan penyakit kanker serviks yaitu:

Melakukan hubungan seksual dengan aman
Penularan kanker serviks ini seringkali bermula dari hubungan intim yang kurang baik, Anda harus melakukan hubungan intim secara aman. Hindari melakukan hubungan seksual di luar nikah, yang dampaknya bisa menyebarkan (menularkan) virus HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Melakukan screening leher rahim secara rutin
Screening leher rahim dilakukan untuk mendeteksi sel-sel pada leher rahim yang bisa beresiko berkembang menjadi kanker.

Melakukan Suntik Vaksin HPV
Tujuan dilakukannya vaksinasi kanker serviks adalah untuk pencegahan sejak awal. Memberikan vaksinasi secara rutin dianjurkan bagi wanita.

Efek samping dari vaksin HPV adalah demam ringan, nyeri di bagian tubuh yang disuntikkan, rasa gatal, dan muncul bentuk kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik.

Hindari Merokok
Merokok menjadi pemicu meningkatknya resiko kanker serviks. Anda harus menghindari rokok, baik menghindari sebagai perokok aktif maupun pasif. Intinya Anda harus menghindari yang namanya asap rokok.

Bahaya rokok mengakibatkan timbulnya banyak jenis penyakit kanker (termasuk kanker serviks). Di dalam rokok terdapat ribuan zat yang berbahaya bagi tubuh.

Hindari Berganti-ganti Pasangan Dalam Hubungan Intim
Pada sebuah penelitian, menyimpulkan hasil penelitianya bahwa wanita yang telah berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan mengalami resiko sangat besar terkena kanker serviks.

Hal itu karena dengan berganti pasangan hubungan intim, berarti akan mengalami resiko tinggi akan penularan virus HPV. Walaupun telah mengenakan kondom saat berhubungan intim, tetapi hal ini tidak banyak membantu, disebabkan penyebaran dapat terjadi dengan sentuhan kulit.

Miliki Gaya Hidup Sehat
Secara umum, sangat penting untuk mengonsumsi makanan sehat. Anda perlu memenuhi asupan penting berupa serat, protein, vitamin, mineral, lemak sehat, dan lainnya secara seimbang. Menjaga kesehatan tubuh agar kondisi fisik menjadi kuat adalah hal yang penting dalam pencegahan kanker serviks.

Tips Lainnya Pencegahan Kanker Serviks:
  • Anda harus mengganti celana secara rutin, setidaknya dua kali dalam sehari.
  • Kalau bisa, jangan pernah membersihkan organ vital di toilet umum, hal itu karena kebersihan air yang  tidak terjamin kualitasnya.
  • Bawa tisu sendiri, sehingga Anda jangan memakai tisu di toilet umum, karena dikhawatirkan sudah tercemar virus.
  • Ketika Anda sedang dalam masa haid, maka gantilah pembalut dengan lebih sering.
  • Pastikan juga kualitas pembalut yang digunakan baik.
  • Jangan mengonsumsi minuman es ketika sedang dalam masa menstruasi
  • Hindari makanan yang memicu timbulnya lendir keputihan secara berlebihan.
  • Jangan menyentuh bagian intim ketika kondisi tangan kotor.

Pengobatan Kanker Serviks
Pengobatan kanker serviks dilakukan dengan tergantung dari faktor yang ada, seperti jenis kaker, stadium kanker, usia pasien, kondisi medis lain yang sedang dihadapi, keinginan untuk memiliki anak, dan faktor-fakor lainnya.

Umumnya kanker serviks ditangani oleh tim yang terdiri dari beberapa dokter yang berasal dari berbagai spesialisasi. Tim inilah yang bekerja untuk mencari metode penngobatan terbaik. Walaupun untuk keputusan akhirnya adalah di tangan Anda sendiri.

Pengobatan penyakit kaker serviks berdasarkan tingkat stadiumnya terdiri dari dua. Yang pertama yaitu mengatasi kanker serviks yang tahap awal, dilakukan dengan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, ataupun terkadang memerlukan kombinasi keduanya.

Yang kedua adalah metode untuk mengatasi kanker serviks yang sudah masuk tahap stadium akhir, yaitu dengan melakukan radioterapi atau kemoterapi, atau bahkan keduanya. Selain itu, kadang-kadang tindakan operasi juga diperlukan.

Hal yang sangat baik jika diagnosis kanker serviks sudah mampu diketahui sejak dini. Maka peluang untuk sembuh akan lebih besar.

Tingkat stadium kaker serviks nantinya akan sangat menentukan bentuk pengobatan kanker serviks. Sehingga mengetahui dan peka terhadap gejala muncul sangat penting dilakukan, sehingga akan mendapatkan penanganan dari tim kesehatan sedari dini.

Referensi: Healthline.com, NHS.uk, Cancercenter.com, dan Lainnya